Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
275. Happy Ending


__ADS_3

6 bulan kemudian.....


" Cepat... dokter... susterrrr.... istriku mau melahirkan, cepat kemana kalian semuaaaa?!! " suara Sean membahana di lorong rs khusus ibu dan anak


" Daddy.... jangan begitu, ini di rs Suaramu menganggu pasien lain ahhhh... ihhhh, aku tidak apa-apa sayang " meskipun sangat kesakitan Emma masih bisa menenangkan Sean yang begitu panik


" Tidak apa-apa bagaimana.. lihatlah ada darah keluar dari situ... dokteeeeer!!! " bukannya tenang, Sean malah tambah panik melihat darah sudah mulai keluar dari kaki istrinya, ia sangat takut... ia takut terjadi apa-apa dengan istrinya, ia tak akan bisa hidup jika itu terjadi


Dokter dan suster berlarian dan langsung menangani Emma dengan cekatan


" Suster bawa langaung ke ruang bersalin.. dan periksa bukaan berapa.. yang lain siapkan alat-alat siapa tau akan di operasi!! " perintah dokter, dan suster pun langsung membawa Emma ke sebuah ruangan dengan brangkar yang mereka bawa


" Tuan.. sebaiknya anda menunggu di luar dulu.. kami akan melakukan pemeriksaan dulu, nanti anda bisa masuk jika istri anda memanggil " ucap dokter saat Sean juga ingin masuk


" Rawat istriku dengan benar, awas jika terjadi sesuatu dengan istriku.... kubakar rs ini 😈😈 " ucapnya serius membuat ketakutan para suster


" Iya sekarang tuan tenang dulu ya.. permisi " hanya itu yang bisa di katakan dokter... langkah kecil Marsha terdengar menyusul Sean


" Sean... dimana Emma ? " tanyanya cemas karena wajah Emma terlihat pucat tadi, melihat Mamanya datang Sean langsung berlari memeluk mamanya


" Mam.... Emma berdarah dan kesakitan kasihan sekali hik hik " tangisnya pecah di pelukan Marsha


" Sudah... tenang saja.. semua wanita melahitkan pasti berdarah Sean... kau harus kuat.. nanti dampingi saat ia melahirkan ya" ucap Marsha


" Keluarga nyonya Brown?? " panggil asisten dokter


" Saya suaminya... ini ibuku " jawab Sean segera berdiri


" Begini tuan.. nyonya... posisi bayi tidak memungkinkan nyonya Emma untuk melahirkan normal karena sungsang dan seorang terlilit tali pusar.. kami menyarankan agar nyonya segera di operasi saja.. jika pihak keluarga setuju silahkan menandatangani surat menyuratnya " jelas dokter tersebut


" Bagaimana mam?? " tanya Sean


" Sudah tandatangani cepat... yang penting Emma dan bayinya selamat !! " jawab Marsha


" Silahkan ikuti perawat itu tuan... saya permisi " pamit dokter, selesai mengurus dokumen yang di perlukan Sean lalu ke ruang bersalin dan memakai pakaian untuk didalam ruangan.... ia mendatangi Emma yang sedang di persiapkan untuk di operasi , hatinya sangat sakit melihat istrinya yang kesakitan seperti itu.


Sean mendekat... di genggamnya sebelah tangan Emma... ia lalu mengecup kening Emma


" Sayang... I love you.... " ucapnya sambil menitikkan air matanya


" Daddy jangan menangis.. aku tidak apa-apa " ucap Emma.. mata Sean melotot saat dokter mulai melakukan anastesi pada istrinya agar bagian perut ke bawah tak mengalami rasa sakit saat operasi berlangsung , perawat juga mulai memasang berbagai macam alat di tubuh Emma


" Ya Tuhan... apa yang mereka lakukan..?? " desisnya tak percaya


" Baik operasi siap di lakukan... tuan anda yakin anda siap mengikuti operasi ini.. jika tidak anda bisa menunggu diluar saja " tanya dokter


" Tidak.. saya ingin menemani Emma..." jawabnya segera

__ADS_1


Semua pun bersiap... Sean kembali mengecup pipi Emma, Emma tersenyum saja, dokterpun mulai melakukan penyanyatan di perut Emma untuk jalan keluar bayi... sayatan di lakukan secara horizontal , entah mengapa mata Sean tak sengaja melihatnya...


" Tidak... mengapa kalian membelah perut Emma.... bagaimana jika Emma kesakitan nanti.... kurang ajar kalian !! " bentaknya marah


" Tuan... jika tidak di belah dari mana bayi anda akan keluar? sebaiknya anda keluar saja!! " ucap dokter sambil mengeluarkan salah seorang bayi dari perut Emma.... melihat bayi yang berdarah dikeluarkan dari perut istrinya... Sean tak bisa berkata-kata lagi sudah... iabmerasa tak menginjak bumi lagi melihatnya


Brukkk....... Sean langsung pingsan, dokter hanya bisa menghela nafas melihatnya lalu memerintahkan perawat mengeluarkan Sean dari ruangan


" Sudah yang kedua kali dan suami anda masih saja pingsan..... " keluhnya sambil menepuk2 bayinEmma agar segera menangis... Taknlama keluarlah tangisan keras khas bayi


" selamat nyonya Emma ini si kakak lahir dengan selamat... sekarang kami akan mengeluarkan di adek...!! " ucapnya lalu menyerahkannya pada suster... Emma tersenyum lega melihat kedua bayinya lahir dengan selamat... apalagi suster kemudian merebahkan keduanya di dadanya setelah di bersihkan, air matanya mengalir mengucapkan rasa syukur yang luar biasa.... seandainya ibunya masih hidup pasti bahagia sekali bisa melihatnya melahirkan seperti ini... sayang sekali ibunya tak di beri kesempatan untuk melihatnya bahagia.... air mata Emma meluncur deras.... namun sebuah pelukan hangat membuatnya tersadar.... Marsha mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang...


" Mam yakin ibumu pasti melihatnya dari surga... jangan bersedih kau punya mam di sini.... Ohh lihatlah betapa tampan dan sehat kedua cucuku ini... terimakasih sayang sudah melahirkan kedua pria tampan penerus Brown ini ke dunia " ucap Marsha tulus...


" Iya Mam.. terimakasih juga Mam mengangap Emma seperti putri Mam sendiri.... " jawab Emma, perawat lalu mengambil twins dan mempersiapkan Emma memasuki kamarnya setelah proses penutupan luka selesai... entah mengapa ia merasa mengantuk mungkin karena pengaruh obat dia harus beristirahat.


Entah berapa lama Emma tertidur... ia terbangun saat merasa seseorang terus menciuminya.... mulailah Emma membuka kedua matanya


" Sayang.... akhirnya... aku takut sekali " suara Sean terdengar begitu bahagia saat ini Emma pun tersenyum melihatnya....


" Dasar kucing garongku... kau begitu lebai" ucapnya dalam hati


" Sudah kubilang.. aku baik2 saja daddy " ucap Emma kemudian


" Ya memang Sean aja yang lebai tuh... pake acara pingsan segala... kayak baru kali ini istrinya lahiran " olok Billy


" Kan aku sudah pernah melihat Emma melahirkan.. ngak mungkin lah kali ini aku pingsan... iya kan sayang, " ucap Billy penuh percaya diri... baru saja Elena mau menyahut... tiba2 saja perutnya begitu sakit


" Ahhhh..... ahhhh... ayang Billy.... perut Ell mules banget... ahhhh " teriaknya kesakitan... wajah Billy langsung pucat


" Sepertinya kau akan melahirkan Ell... sebentar kupanggil dokter... " ucapnya lalu membuka pintu hendak mencari dokter... saat membuka pintu kebetulan dokter berada di depan pintu


" Dokter coba tolong periksa istriku sepertinya akan melahitkan " pintanya setengah berteriak... dokterpun memeriksa Elena....


" Bawa nyonya Elena ke ruang bersalin.... sudah bukaan 3 ini " titah dokter... dengan sigap perawat membawa Elena keliar dari kamar Emma.. Bilky pun langsung mendampingi


" Tante Marsha tolong hubungi mertuaku...!!! " teriaknya lagi... dengan perasaan tak menentu Billy terus mengenggam tangan Elena


" Sayanggg... sakittt ahhhh " teriaknya


" Sabar ya Ell... nanti ngak sakit lagi kok kalo babynya keluar " ucap Billy


120 menit berlalu......


Elena sudah cape nangis mewek... lengan Billy juga sudah penuh bekas cakaran, namun belum ada tanda Elena bisa melahirkan... akhirnya dokter memeriksa Elena kembali dan hasilnya.....


Ternyata anak Elena juga terlilit tali pusar... padahal 10 hari yang lalu saat USG baik-baik saja

__ADS_1


" Tuan... istri anda tidak bisa melahirkan secara normal.. bisa membahayakan nyawa sang bayi jarena bayi anda terlilit tali pusar... iatri anda harus segera di operasi, silahkan tuan keluar dulu mengurua dokumennya.. nanti baru anda masuk lagi... " jelas dokter... akhitnya dengan berat hati Billy pun meninggalkan Elena sejenak


Saat Billy kembali Elena sudah di persiapkan untuk operasi... perut Elena sudah di lapis kain pelipis operasi, namun karena Elena menangis terua akhitnya dokter memutuskan melakukan bius pada Elena agar ia tenang. Billy memegang tangan Elena yang sudah tenang... matanya melihat betapa banyak alat yang di sediakan oleh dokter.. saat dokter mengambil pisau bedah dan hendak membelah perut Elena... kata Billy melotot


" Dokter... apa kau mau membunuh istriku ?? " tanyanya panik


" Tidak tuan... saya harus membuat jalan untuk mengeluarkan bayi anda... bagaimana bayi anda bisa keluar jika perut ibunya tidak di buka?? " jawab Dokter


" Tapi..... "


" Jika anda tidak bisa tenang, sebaiknya anda keluar saja tuan!! " tegur dokter lagi... akhirnya Billy terdiam, matanya melotot sempurna saat pisau bedah membelah kulit perut Elena dan mengeluarkan darah... dan belahan itu tidaklah kecil, Billy tambah pucat saat tangan dokter masuk ke perut Elena dan mengangkat seorang bayi dari perut Elena... perasaan Emma kemarin tidak menakutkan ini melahirkannya.... cicitnya dalam hati


" ooekkkkkk!!! " tangisan keras bayi mengagetkan Billy


" Tuan lihatlah putri anda ia begitu sehat dan cantik... selamat!! " ucap dokter sambil mendekatkan bayinya yang masih belum di bersihkan itu.....


Brukkk...... Billy langsung pingsan... lagi-lagi dokter hanya bisa mengelengkan kepala melihat sang ayah pingsan lagi


" Bagaimana sih keluarga Brown ini... hanya kuat membuat bayinya saja... melihat istri mereka melahirkan oada semaput " ucapnya terkekeh.....


🐤🐤🐤🐤


Satu minggu berlalu


Keluarga Brown sedang berbahagia, pasalnya Emma dan Elena hari ini di perbolehkan pulang... di Mansion semua tertawa geli menceritakan bagaimana Sean dan Billy yang pingsan saat mendampingi istri mereka melahirkan


" Kalian tau apa kata dokter saat bertemu Mam? " tanya Marsha


" Apa mam?? " tanya Emma


" Lelaki Brown hanya kuat membuat anak... tapi saat mendampingi istrinya melahirkan... semaput ha ha ha " jawab Marsha tergelak disambut gelak yang lain


" Lalu Mam bilang... itu memang penyakit keturunan dok, semua pria Brown pingsan saat melihat istrinya melahirkan... jadi bukan hanya Sean dan Billy, papamu dan Jhon juga pingsan saat mendampingi istrinya melahirkan ha ha ha " Marsha kembali tertawa geli


" Itu tandanya... kami sangat mencintai pasangan kami dan sangat tak tega melihat pasangan kami menderita... seharusnya kalian para wanita Brown bangga " ucap Daniel


" Iya... tante, Billy saja rasanya tak tega jika Ell harua melahirkan lagi, Ell kau tidak usah hamil lagi ya... ubah saja rencanamu ingin punya anak banyak... ya sayang " timpal Billy


" Iyakan saja Ell.... nanti sepertiku tau-tau sudah hamil aja ha ha " ucap Emma membuat Sean melotot


" No... aku tak akan kecolongan lagi, mulai sekarang aku pribadi yang akan mengantarmu ke dokter untuk kb... anak 4 sudah cukup " potong Sean....


Nah sista sekalian... sampai disini dulu legenda si kucing garong, terimakasih yang sudah setia membaca kisah ini.. maaf jika ada salah2 kata.


Baca karyaku selanjutnya sudah lebih 100 episode.. MELODY I LOVE YOU


__ADS_1


__ADS_2