
" Whatt..... why me....?? " tanya Billy
" Lalu siapa lagi Billy... lagi pula anakku juga sangat cantik apa yang kurang darinya? jika kau menikah dengan anakku maka kau akan mendapat separuh hartaku " jelas Harold, Elena hendak berdiri dan protes namun Marsha menahan tangannya
" Tuan Harold.. perlu anda ketahui Billy sudah punya kekasih, Jadi Ia tak bisa menikahi anakmu " ucap Marsha
" Kalau hanya kekasih kan tidak masalah, Billy tinggal memutuskannya saja.. selesai, persahabatan dan persaudaraan jauh lebih penting... bukan kah begitu Daniel... Jhon..?? " todong Harold pada keduanya, Daniel dan Jhon hanya terdiam
Air mata Elena menetes tak bisa di rem, Ia meremas tangan Marsha minta bantuan
" Maaf tuan Harold sekali lagi saya tegaskan Billy tak bisa menikahi anak anda, dan kurasa Daniel dan Jhon sepaham denganku bukankah begitu?? " ucap Marsha sambil melototkan matanya pada keduanya
Namun keduanya kembali hanya diam, Marsha sangat kesal dengan suaminya.. mengapa Ia masih tak bersuara, apa ia masih memaksakan perjodohannya dulu...
" Daniel... katakan sesuatu....!!! " tekan Marsha sambil menahan amarahnya
" Ee Harold kurasa Marsha be... "
" Daniel jangan katakan kau Ingin membatalkan perjanjian kita dulu, aku sudah memahami anakmu sudah menikah dan kini aku menerima Walaupun anakku menikah dengan anak angkatmu bukan anak kandungmu, karena aku sangat menghargaimu man... bukankah begitu Jhon?? " potong Harold
Jhon hanya melongo.. Ia memandang ke arah Harold... lalu Daniel.. lalu anaknya yang sudah banjir air mata...
" Kuserahkan semua pada Billy... Billy jawablah permintaan Harold!! " ucap Jhon akhirnya.. membuat Elena terkejut
" Papah.....!!! " cicitnya
" Bagaimana Billy.....??? " tanya Harold
" Maaf tuan Harold... saya sudah punya kekasih " jawab Billy mantap membuat Elena dan Marsha tersenyum
" Baru kekasih kan...?? Kedudukan Kanaya masih lebih kuat dari kekasihmu, Kanaya adalah calon istrimu " paksa Harold
" Tapi tuan saya tidak mencintai anak anda " balas Billy
" Tidak masalah, waktu kalian masih panjang untuk saling mengenal " jawab Harold lagi membuat Billy tak bisa berkata-kata lagi
" Tuan Harold... apakah anda tidak mengerti juga jawaban dari Billy?? " sanggah Marsha
" Aku mengerti ..tapi semua itu bisa di selesaikanlah, lagi pula aku tak akan meminta untuk langsung menikah.. mereka bisa saling mengenal dulu, Apakah Billy ikut kami ke Korea atau Kanaya tinggal di sini untuk beberapa Minggu, tidak masalah " jawab Harold tak mau di tolak
" Okay Billy... kita sepakat??? " tanya Harold mengulurkan tangannya pada Billy... wajah Billy sudah memucat, mengapa masalah ini harus timbul di saat ia malah ingin melamar Elena.
__ADS_1
Saat tangan Harold menunggu balasan dari Billy... hp Billy berbunyi... mata Billy langsung membulat melihat siapa yang menelfonnya... Ia pun langsung berdiri
" Maaf saya harus menerima telfon ini dulu, penting " pamitnya dan langsung meninggalkan ruang makan sambil bergegas ke kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi....
" Hallo Emma mayday... mayday.... Tolonglah aku Emma.....!!! " ucap Billy begitu Ia mengeser tombol hijau
" Ada apa Bill...?? apa yang terjadi, aku sedari tadi meneldon Mam.. papa dan Elena tak ada yang mengangkat, apakah ada masalah... apakah twins baik-baik saja?? " berondong Emma khawatir
" Twins baik-baik saja Emma... kami semua sedang di ruang makan, yang tidak baik-baik saja adalah hubunganku dengan Elena, Tolonglah aku Emma... kapan kau kembali?? " jawab Billy
" Ini kami baru saja mendarat, dan aku sudah masuk mobil.. kami akan sampai tak lama lagi.... ceritakan ada apa... Pak supir... cepat ngebut!!! " titah Emma sambil menelfon Billy
" Ada apa sayang?? " tanya Sean... Emma hanya mengangkat sebelah tangannya menandakan agar Sean diam dulu
" Begini Emm..... bla.. bla.. bla... " Billy menceritakan keadaan di ruang makan sekarang , bagaimana terjepitnya posisinya dan bagaimana Harold tak menerima penolakan nya
" Sebentar Bill... beri aku waktu untuk berfikir " ucap Emma sambil mencubit tangan nakal Sean yang sedari tadi mengerayangi perutnya....
" Perut...??? " tiba-tiba sebuah idea melintasi di kepala Emma
" Billy... kau masih di sana??? " tanya Emma
" Iss..... kau tu ya..masih aja jorok, begini..... bla.. bla.. bla... " ucap Emma membuat mata Billy melebar
" Kau yakin.. ini kan berhasil Emm....?? " tanya Billy
" Pasti.. aku jamin 100 % , sudah kau Coba saja... sebentar aku juga akan sampai, aku akan membantumu " ucap Emma
" Baik Emm.. aku tutup dulu ya " ucap Billy... Billy mencuci wajahnya yang kusut, lalu merapikan rambutnya
" Perjuangkan cintamu Billy, walau apapun resikonya!! " ucapnya pada dirinya sendiri, Billy lalu membuka pintu kamar mandi... Ia terkejut mendapatimu Elena sudah menunggunya di depan pintu dengan wajah yang penuh air mata.
" Ayang Bill... kita kawin Lari saja hik hik hik " ucapnya sambil mengelap ingusnya.. Ia tak mau di tegur Billy lagi karena ingusnya, Billy menghapus air mata di wajah Elena dengan kedua ibu jarinya... Ia lalu mengecup kening Emma, lalu kedua matanya yang masih berair bergantian dan terakhir..cupp... ciuman mesra sekilas dilayangkan Billy pada bibir Elena.
" Kita akan menghadapinya bersama, kita tidak perlu berlari untuk bahagia Ell... sekarang kita temui mereka dan ingat apapun yang kukatakan... kau iyakan saja.. mengerti " ucap Billy
" Kau tidak akan meninggalkanku kan Billy..?? " tanyanya lagi memastikan
" Tentu saja tidak... I love you Elena, aku akan memperjuangkan cinta kita.. okay... " tegas Billy, Billy mengenggam tangan Emma.. keduanya lalu kembali ke ruang makan.. namun rupanya semua sudah bergeser ke ruang tamu kembali.
__ADS_1
Melihat Billy dan Elena yang datang Sambil saling mengengam tangan... wajah Harold dan keluarga jadi penuh tanda tanya...
" Maaf tuan dan nyonya Harold... Kanaya, om. tante... Billy tak Bisa menikahi Kanaya karena Elena kini sedang mengandung anakku, kami akan menikah secepatnya... itulah hal yang sedari kemaren Ingin kubicarakan dengan om Daniel...." ucap Billy membuat semua yang mendengarnya ternganga... termasuk Elena... namun ia dengan cepat menutup mulutnya kembali.
" Oh selamat sayang... senangnya aku akan mendapat cucu lagi " timpal Marsha senang, Harold langsung berdiri... wajahnya mengeras dan memerah....
" Baiklah kalau begitu..tak ada lagi yang bisa kami bicarakan atau harapkan, kami permisi!! " ucapnya kesal lalu keluar dari Mansion diikuti istri dan Anaknya... nampak sekali rasa kecewa di wajahnya ketiganya.
Daniel segera mengejar Harold dan mengantarnya ke mobil.
" Harold... sungguh maafkan aku, semua ini di luar kuasaku..." ucapnya memelas
" Aku sungguh kecewa padamu kalian.. permisi!! " ucapnya lalu menutup pintu mobil dengan kesal
Sementara itu di dalam Mansion... Billy dan Elena saling pandang dan tersenyum.... Elena memeluk Billy sambil menangis
" Akhirnya kita akan bersama Bill... I love you " bisik Elena.. Billypun membalas pelukan Elena.. Ia juga sangat bahagia kini... Namun tiba-tiba..
" Bajingan... kurang ajar.. berani sekali kau menyentuh putriku Bil... buk buk buk " Jhon memukul Billy dengan membabi buta.. Ia sangat marah mendengar Elena sudah hamil
" Papah.. jangan pukul Billy pah!!! " teriak Elena berusaha menghalangi Jhon yang mengamuk..namun Jhon Malah mendorong Elena hingga Elena terduduk di sofa.. Ia kembali menghajar Billy, sedangkan Billy tak melawan Ia diam saja
" Jhon berhenti...!! " Marsha pun ikut berteriak.. mendengar istrinya berteriak Daniel segera masuk ke dalam... Ia melihat Jhon yang sedang menghajar Billy.. sedangkan Elena dan Marsha menangis
Daniel menarik dan menahan Jhon yang sudah seperti orang yang kesurupan
" Hentikan Jhon.. kau bisa membunuhnya.. " nasihat Daniel
" Biar saja... aku akan membunuh bajingan yang berani menyentuh anakku !! " jawabnya sambil mendorong Daniel...
Tangannya sudah mengacungkan lagi.. Ia akan memberikan bogeman paling mantul untuk Billy... Namun tiba-tiba... tangannya di sentuh oleh seseorang dan seseorang itu langsung berdiri di depannya Tanpa melepas tangannya
" Hentikan om Jhon... Billy berbohong, Elena tidak hamil... Ia masih virgin, aku yang menyuruhnya untuk berbohong. Jadi kalau om mau marah.. marahlah padaku " ucap Emma tepat di depan wajah Jhon... jarak wajah mereka bahkan hanya sebatas jari
Jhon langsung terdiam dan berhenti... yang lain langsung bernafas lega, terutama Billy
" Jauhkan tanganmu dari istriku Jhon....!!!! " sebuah teriakan kembali terdengar
Nah lho bagaimana sudah ini, keributan ternyata bersambung.. 😂si Kucing garong sepertinya akan mengamuk melihat posisi Emma dan Jhon yang begitu dekat.... 🙄🙄
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote nya