Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
88. Pembalasan


__ADS_3

Sepanjang siang Sean sibuk memikirkan caranya membalas papanya, namun otaknya buntu.


Akhirnya Sean memanggil Suprie


" Selamat siang tuan.. ada perintah ?" tanya Suprie begitu datang


" Begini... aku meminta jalan keluar atas suatu masalah. Katakanlah ada 2 kubu yang terdiri dari 2 orang di setiap kubu, anggaplah kubu A dan kubu B" jelas Sean.. suprie mendengarkan dengan seksama


" Lalu salah seorang dari kubu A berkhianat untuk kesenangannya sendiri. Menurutmu bagaimana caranya membalas si penghianat ini ?" tanya Sean


" Siapa orang itu bos.. bagaimana jika saya yang membereskannya. Bagian mana yg ingin di patah.. tangan atau kaki, atau kita.... "


" Suprie aku minta solusi bukan menyuruhmu melakukannya, Pletak " Sean mengeplak kepala Suprie


" Maaf tuan...beri saya waktu sebentar " Suprie memandangi gambar yang di buat oleh Sean


1 menit kemudian.....


" Solusinya mudah saja tuan... " ucap Suprie


" Katakan...!! "


" Cara termudah adalah bergabung atau bersekutu dengan kubu B, saya rasa itu sudah cukup untuk membalas si penghianat. Jadi ia sendirian tak punya teman lagi " saran Suprie


Sean terdiam.. lalu memandangi gambar di mejanya..


" Ha ha ha... baiklah Suprie, tak sia-sia aku menganjimu selama ini. Kau boleh kembali " ucap Sean senang


" Baik tuan.. permisi " pamit Suprie


Sean menutup kedua matanya, ia sedang berkonsentrasi menyusun strategi untuk bisa bergabung dengan mama dan Emma, senyumnya mengembang sempurna setelah mendapatkan jawaban dari permasalahannya.


Sementara itu saat Suprie keluar dari ruangan Sean.. ia terkejut mendapati Billy yang sedang memepet Lisa ke dinding


" Hei.. Billy apa yang lakukan, lepaskan " teriak Suprie


" Tidak akan... kesabaranku habis sudah " sahut Billy tanpa melepaskan pandangannya ke arah Lisa


" Pak Suprie... tolong Lisa..." cicitnya, Suprie segera menarik tangan Billy dan membanting Billy


Gubrak... bunyi tubuh Billy yang terbanting ke lantai


" Ahh... Oh... sheet, Suprie kau sudah gila ya.. mengapa kau membantingku brengsek " Billy marah sekali dengan perlakuan Suprie. Billy langsung berdiri dan menendang kaki suprie dan meninju perutnya, membuat Suprie langsung tersandar ke dinding, Suprie siap-siap hendak membalas...


" Stooooppppp.... pak Suprie berhenti, aku minta maaf... Billy tidak bersalah, aku yang salah " ucap Lisa yang akhirnya membuat ipin upin terdiam


Flassback on...


Billy sedang sibuk di mejanya.. tiba-tiba Lisa datang dan menghempaskan tumpukan map di depan Billy dengan kesal


" Ada apa kau datang langsung marah, lagi pms? " tanya Billy

__ADS_1


" Kau memang player Billy "


" Player? apa maksudmu ? " tanya Billy bingung


Lisa memperlihatkan sebuah foto di mana Billy terlihat seperti memeluk seorang wanita, Billy mengerutkan alisnya


" Kau itu jika didepanku sok jual mahal tak mau kucium, kupeluk tapi di belakangku lihatlah.... aku akan mengadukanmu pada nona Emma bahwa kau suka mempermainkan wanita " ucap Lisa lagi


" Lisa jangan asal main tuduh dong, waktu itu wanita itu tersandung dan jatuh ke arahku.. aku hanya reflek menangkapnya.. itu saja " bela Billy


" Tidak aku tak percaya, aku akan menelfon nona sekarang " ucap Lisa dengan wajah memerah... ya Lisa cemburu sangat cemburu melihat Billy memeluk wanita lain


Lisa mengambil hp nya.. dan bersiap hendak menelfon, Billy reflek memepet Lisa yang sedang bersandar di dinding dan hendak merampas hpnya tepat saat Suprie keluar dan melihat hal yang di anggapnya tak senonoh.. padahal keduanya rebutan hp


Flassback off


Mendengar cerita Lisa, akhirnya suprie meminta maaf pada Billy


" Sorry bro... Kufikir kau mau memperkosanya he he "


" Memperkosanya... Hallo Prie ini di kantor masih siang, adanya Lisa juga yang nyosor gua mulu " jawab Billy kesal


" Iya maaf.... "


" Sorry stok maaf gua sudah habis, pergi sana dasar kau tak setia kawan " jawab Billy, Billy kemudian berdiri dan duduk di sofa sambil memegangi pinggangnya yang sakit


" Billy maafin Lisa ya... sakit ya pinggangnya? " ucap Lisa khawatir


" Sini deh Lisa pijit ya sebagai permintaan maaf " ucap Lisa sambil duduk di sebelah Billy. Lisa menarik hem Billy ia hendah menaikkan hemnya agar bisa menurut pinggang Billy


" Lepaskan tanganmu Lisa, apa yang kau lakukan kau mau memperkosaku " Billy menyilangkan kedua tangannya ke dadanya


" Billy aku mau mengobati pinggangmu, jika lambat di therapi nanti malah parah.. berhentilah berpikiran mesum.. sekarang tiarap kau di sofa " titah Lisa, Billy akhirnya menurut


Lisa pun mulai meneraphy pinggang Billy


" Ah uh sakit... Aw Aw pelan pelan Lisa ahhh sakit... hik hik Emma tolong aku, Lisa kau memang ke.... jammm au au " mulut Billy tak berhenti berkicau


" Bisa diam ngak sih..cemen banget, ntar di kira orang beneran lagi aku memperkosamu " bisik Lisa kesal


Tak lama kemudian suara Billy tak terdengar lagi, Lisa memeriksanya


" Oh rupanya ia tertidur Kukira pingsan he he " ucap Lisa lega


Sean keluar dari ruangannya.. ia mencari Billy


" Billy... temani aku keluar " panggil Sean


" Maaf tuan.. Billy sedang sakit " jawab Lisa sambil menunjuk. Billy yang sedang tertidur


" Sakit...? bisa juga dia sakit, ya sudah kau rawat saja dia. Biar aku pergi sendiri. Kalau papa bertanya bilang saja untuk pulang dengan Billy saja dia " pesan Sean lalu keluar dari kantor

__ADS_1


" Baik tuan " jawab Lisa sopan


Dengan di antar Suprie, Sean mendatangi sebuah gerai perhiasan ternama di London. Matanya memilih dan mencari perhiasan yang belum di miliki oleh sang mama. Setelah beberapa saat pilihannya jatuh pada sebuah gelang cantik bermatakan berlian


" Bungkus 2 gelang ini " perintahnya tanpa menanyakan harganya


" Bagaimana Prie bagus..? "


" Sangat tuan, pilihan anda sangat berkelas " jawab Suprie membuat Sean tersenyum.... aku pasti berhasil malam ini ucap Sean.


Keduanya lalu pulang ke Mansion, nampak Emma sedang berada di taman duduk di ayunan ..Seorang maid menemaninya. Sean langsung mendatangi Emma, ia membuka jasnya dan memberikan tas kerjanya pada Maid


" Tinggalkan kami " titahnya, Sean lalu naik juga ke ayunan. Dipeluknya istri cantiknya itu


" Aku sangat merindukan kalian " bisiknya sambil mencium pipi Emma


" Kalian? " tanya Emma


" Ya sayang... kau dan anak-anakku " jawab Sean, setelah mencium pipi Emma Sean langsung mencium perut rata Emma


" Haii anak-anak papa, maaf ya papa belum bisa nengokin kalian... nenek kalian sangat galak " ucapnya di perut Emma, Emma tertawa geli mendengar kata-kata Sean


" Pletak..... au au..sakit " Sean protes kepalanya di ketok seseorang


" Dasar kau anak durhaka, berani menjelekkan mam pada cucu-cucuku. mau mam perpanjangan hukumanmu hem " ancam Marsha sambil melotot, Sean langsung tersenyum malu


" Eh Mam... aku hanya bercanda Mam. Ini Sean tadi jalan-jalan ke toko perhiasan dan Sean belikan sesuatu untuk 2 wanita tercantik di dunia, silahkan " ucap Sean sambil menyerah masing-masing sebuah kotak pada keduanya.


" Wow... hadiah... dalam rangka apa ini sayang " tanya Emma


" Dalam rangka kau akan menjadi seorang ibu dan Mam akan menjadi nenek " jawab Sean sambil memakaikan gelang tersebut ke tangan Emma


" Katakan... apa yang kau inginkan " todong Marsha, ia hapal dengan kelakuan putranya itu


" Oh mam kau memang mamaku he he, tidak banyak hanya saja mulai malam ini Sean akan tidur dengan kalian... tenang Sean akan tisur di sofa saja.. setidaknya dengan memandang kalian dari sofa aku bisa tidur Mam... please " mohon Sean tanpa melepaskan pelukannya pada istrinya


" Bagaimana Emma... kau setuju? "


" Emma tak keberatan Mam, Emma malah senang sekali " sahut Emma


" Baiklah Sean... mulai malam ini kau boleh tidur di sofa " ucap Marsha sambil memandangi gelang berlian di tangannya


" Thanks Mam... Sean tau mam yang terbaik ..yes.. yes.. yea..." Senyum sumringah Sean tak terbendung lagi


" Kau lihat pah.... pembalasanku untukmu ha ha ha " ucap Sean dalam hati


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya Sista


Sepasang gelang untuk wanita Brown

__ADS_1



__ADS_2