
Hai sista semua... Maafkan thor ya.. semalam baru ngetik 500 kata , HP di taruh sebentar ceritanya mau rehat mata sejenak... jiahhhhhh sekalinya buka mata dah subuh aja 😂😂.. Jadi tetap ke update walaupun baru setengah jalan... so so sorry, umur emang ngak bisa bo ong ya... Wes tue ora iso bergadang... ✌✌
Insha Allah akan thor ganti kekurangannya di eps ini ya..
🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧
" Tidak Emma... Kau tidak egois, Maafkan perkataanku.. kau hanya sedang marah, Makanya ini aku bawakan ini untukmu.. Kue kesukaanmu, agar marahnya cepat mereda he he " jawab Billy sambil membukakan chesse cake kesukaan Emma
" Terimakasih Billy.. kau memang pria yang baik, Kau tau Elena sangat beruntung mendapatkanmu " ucap Emma senang.. ia langsung memakan Kue tersebut
" Oleh karena itu Emm... Jangan gagalkan pernikahanku ya ya, aku ingin kau yang menjadi waliku. Cepatlah berbaikan dengan bos, Jangan sampai kau menyesal nanti jika sudah terlambat " ucap Billy
" Apa maksudmu Bill....? "
" Begini.. Sebenarnya aku tak mau memperlihatkannya padamu, tapi demi kebaikan kalian berdua aku rasa aku harus menunjukkannya padamu Emma " Billy lalu membuka gallery hp nya.. ia memperlihatkan foto Sean tadi pagi
" Lihatlah... boss kurusan dan sangat kucel kan? " tanya Billy kemudian... Emma mengamati wajah Sean yang nampak di foto jadi lebih tirus, begitupun tubuhnya dengan tatapan mata yang hanya Emma yang mengerti. Itu adalah tatapan rindu... rindu yang amat mendalam padanya.
Emma sungguh tak menyangka Sean sampai begitu tak karuan, air matanya menetes namun ia segera menghapusnya. Ia tak mau Billy melihatnya menangis.
" Baiklah Bill... terimakasih atas infomu, beri aku waktu untuk berfikir " ucap Emma
" Jangan terlalu lama ya Emmm, Kasian nih perkututnya aku sudah ketemu jodoh tapi ngak bisa indehoiii " ucap Billy lagi
" Ya.. iya.... lemes banget sih tu bibir, sudah pergi sana " usir Emma
Bukan kenapa Emma mengusir Billy, air matanya sudah di ujung mata... sulit sekali untuk menahannya. Emma menangis sambil memandangi keduanya anaknya.... yang begitu mirip dengan Sean
" Kalian tidak adil... . mengapa tak satupun yang mirip mama hemm, dua duanya sangat mirip daddy " ucapnya sambil mencoel pipi keduanya bergantian.
🐹🐹🐹🐹
Di lantai bawah Billy bertemu dengan Marsha
" Bill... tumben jam segini Kau sudah pulang? " tanyanya
" Billy habis mendatangi Emma, Billy merayunya tadi agar segera berbaikan dengan bos.. " jawabnya sambil meminum kopinya
" Jadi bagaimana.. apakah Emma luluh dengan Rayuanmu? " tanya Marsha senang
" Semoga saja tante... tadi sih Emma sempat menangis saat Billy memperlihatkan foto terbarunya bos "
" Ya tante hanya bisa berdoa agar mereka berbaikan kembali, tante tak bisa membayangkan jika mereka sampai bercerai... apa yang akan terjadi dengan Sean dan twins " harap Marsha dengan mata berkaca-kaca
" Iya tante... sudah tante jangan menangis, Billy percaya Emma adalah wanita yang bijak... Billy rasa twins menjadi pertimbangan terbesar bagi Emma, tante.... Billy balik ke Kantor dulu sekalian jemput Elena. Kami akan pulang terlambat tante, mau mencarikan Hadiah untuk Jhon dan Lisa " pamit Billy
" Baiklah hati-hati Bill... " jawab Marsha
🐝🐝🐝🐝
__ADS_1
Malam pun datang....
Sean pulang seorang diri karena Billy keluar bersama Elena. Dengan lesu Sean melempar tas kerjanya di kamar Daniel... ia lalu berebah, tubuhnya terasa lemas mungkin karena kurang Nutrisi dan juga kurang tidur. Namun Ia tak ada hasrat sama sekali bahkan untuk sekedar makan. Sean menutup kedua matanya.. ia kini sedang membayangkan wajah Emma
" Ahh Emma mengapa aku langsung hilang akal Saat Kau marah padaku, aku tak bisa makan... tak bisa bekerja.. tak bisa melakukan apapun dengan nenar, rasanya hidupku begitu hampa " ucapnya dalam hati... setetes air mata meleleh dari ujung matanya , Namun Ia segera menghapusnya
" Son... ayo kita makan malam, Mamamu sudah menunggu di ruang makan, mandilah dulu " panggil Daniel, namun Sean diam saja.. ia malah mengambil guling dan memeluk erat guling tersebut
" Papah makan saja, Sean tak selera " jawabnya kemudian, Daniel hanya bisa menarik nafas panjang
" Sean.. Sean.. mengapa kau begitu bertolak belakang dengan papah, Saat papah seusiamu kerjaan papah hanya wara-wiri berganti wanita, sedangkan kau ..lihatlah... hampir mati karena seorang wanita... " ucap Daniel sambil duduk di sebelah Sean
" Emma itu istriku pah... ibu dari anak-anakku , bukan wanita sembarangan... bertolak belakang apanya, sekarang Sean tanya jika mama meninggalkan papah, apa papah mau... apa papah tidak sedih..apa papah masih berselera makan?? " rentet Sean ..membuat Daniel terdiam
" Maksud papah kan sebelum papah bertemu dengan mamamu Sean, jika mamamu meninggalkan papah ya dunia runtuh judulnya " sahut Daniel
" Itulah yang Sean rasakan kini pah... dunia serasa runtuh, jika Emma benar-benar meninggalkan Sean... lebih baik Sean mati " ucap Sean lagi mengejutkan Daniel dan juga Marsha yang ternyata mencuri dengar dari balik pintu.
Air mata lolos begitu saja Dari kedua mata Marsha... Marsha berjalan menuju kamar Emma, ia ingin berbicara sekali lagi dengan menantunya itu.. jika perlu Ia akan berlutut agar Emma mau memaafkan Sean.
Namun begitu sampai di depan kamar twins, nampak kepala koki baru saja keluar dari kamar twins
" Oh Kebetulan saya bertemu nyonya di sini, ada pesan dari nyonya Emma agar tuan Sean keduanya kamar twins. Nyonya Emma meminta tuan Sean makan di kamar twins tapi tuan Sean harus mandi dulu " pesan kepala chef
" Oh ya benarkah Emma mengajak Sean makan malam bersama ? apakah Emma sudah tak marah dengan Sean ? " tanya Marsha bersemangat
" Tadi nyonya Emma bertanya apakah benar tuan Sean tak memakan makanannya selama beberapa hari ini... saya jawab Ia, saya rasa nyonya Emma menghawatirkan kesehatan tuan Sean makanya nyonya mengajak tuan Sean dinner bersama " jawab chef
" Burger nyonya "
" Apaaa... burger?? " beo Marsha tak percaya
" Ya nyonya.. entah mengapa beberapa Hari ini memang nyonya Emma selalu memesan burger untuk makan Malamnya.. " jawab chef
" Ya sudahlah tak masalah, baiklah aku akan segera memberitahu Sean kabar baik ini.. Jadi kau siapkan dinner untuk 2 orang saja malam ini " titahnya sambil tersenyum senang, Marsha segera berjalan cepat ke kamarnya
" Sean... Sean... ada Kabar baik !!" ucapnya begitu masuk kamar, Sean langsung duduk
" Kabar apa mam ?" tanyanya
" Emma memanggilmu untuk makan malam di kamar twins....." mendengarnya Sean langsung berdiri dan hendak langsung ke kamar twins
" Seannnn mam belum selesai bicara...! " teriak Marsha.. membuat Sean pun berhenti dan berbalik
" Whatt Mam? " tanyanya tak sabaran
" Emma bilang kau harus mandi dulu yang bersih , ia tak mau twins terkena.virus dari luar... sudah Cepat Kau mandi dulu!! " ucap Marsha
Tanpa suara Sean mengedor kamar mandi, Daniel pun keluar dengan terburu-buru
__ADS_1
" Ada apa son?? " tanyanya... Sean hanya bergegas masuk dan menguncinya pintunya... Daniel yang keheranan hanya bisa mengelengkan kepalanya
" Biarkan dia Daniel... dia sedang sangat bahagia sekarang " ucap Marsha juga dengan wajah tak kalah bahagia
" Memangnya ada apa.. hingga anak kita begitu bersemangat? " tanya Daniel
" Emma memanggilnya dinner di kamar twins, Kata Kepala koki... Emma menghawatirkan kesehatan Sean karena beberapa hari ini tak mau makan, mudahan mereka berbaikan Daniel hik hik hik " ucap Marsha menangis bercampur bahagia
Daniel mendekati Marsha lalu memeluknya....
" Iya Sayang... sudah Jangan menangis, Sean akan baik-baik saja " ucap Daniel menenangkan Marsha
Selesai mandi Sean memakai pakaian yang di sediakan Marsha, Ia lalu menyisir rambutnya dan memakai cologne di tubuhnya
" Bagaimana mam.. pah, Sean sudah rapikan? " tanyanya... keduanya mengangguk dengan segera
" Baiklah... Sean kembali kamar twins dulu " ucapnya dengan senyum di bibirnya yang tak hilang sedari mandi tadi
" Ingat son... mengalah dan minta maaflah dengan benar pada istrimu, Jangan bertengkar Lagi.. kendalikan emosimu " pesan Marsha panjang lebar mengiringi Sean sampai ke depan kamar twins
" Iya mam... baiklah, doakan Sean ya mam... muahh " jawab Sean lalu mencium kening Marsha
" Mama selalu mendoakan yang terbaik untukmu son " jawabnya, Daniel lalu menarik tangan Marsha
" Biar mereka menyelesaikan masalah mereka sayang, ayo kita makan " bisik Daniel
Sean masih berdiri di depan pintu kamar twins, Ia merasa gugup... seakan-akan baru saja akan berkencan dengan Emma. Setelah merasakan siap Sean segera membuka pintu kamar twins, nampak Emma sedang menyusui salah satu anak mereka... pemandangan yang begitu indah... mendengar suara pintu di buka.. Emma pun menoleh... Ia pun tersenyum tipis melihat Sean datang
" Masuklah daddy... Kau tak rindu dengan twins? " ucap Emma
" Tentu saja aku sangat rindu " jawab Sean... Sean lalu duduk di sofa di sebelah Emma setelah mengangkat Princess dari ranjangnya, Ia menciumi putrinya itu dengan gemas
" Kau semakin besar dan gemuk my princess " ucap Sean, Emma memperhatikan siluet wajah Sean dan juga tubuhnya... suaminya itu benar-benar lebih kurus kini.. membuat hati Emma terasa dicubit2.
" Kemarikan Princess " ucap Emma lalu memberikan Prince pada Sean... kini giliran Sean yang menatap Emma yang sedang menyusui Prince
" Kau terlihat semakin cantik setelah beberapa hari tak bertemu " ucapnya dalam hati
Setelah menyusui keduanya Dan memundurkan Anaknya, Emma memanggil baby sister untuk menjaga twins, Sean sangat senang akan makan di kamar mereka.
Sean mengikuti Emma sambil tersenyum bahagia, mata kucing garongnya terus memandangi tubuh Emma yang sudah tak sabar ingin segera di lahapnya, tangannya sudah mulai menyentuh pinggul Emma nan begitu mengoda . Ia sudah sangat rindu Ingin bercinta dengan istrinya itu.
" Jangan coba-coba Sean... aku masih marah padamu!! " tegur Emma seolah-olah melihat tangan Sean padahal belum lagi menyentuhnya...😭😭😭 Sean akhirnya menarik tangan dan angan-angan nya 😂😂😂
Siappp Sesuai janji sudah 1500 kata hampir ya...
Sambung lagi besok.. mudahan mereka beneran baikan ya
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote nya