Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
81. Romansa


__ADS_3

Hai sista pembaca setia ATM, sekedar pemberitahuan thor juga sudah punya 2 novel lain yang sudah ending...



Akhir Pelarian


My Starla



Sembari menunggu ATM up silahkan membuka novel thor yang lain.... ngak kalah bagus ceritanya, love you all


πŸ“ΏπŸ“ΏπŸ“ΏπŸ“Ώ


Malamnya keduanya menonton opera setelah dinner. Besoknya Emma pergi ke salon dan merubah warna rambutnya dan sedikit memotongnya


" Wow..... beautifull " Sean terpana melihat perubahan pada Emma, ia terlihat lebih fresh


" Ayo kita berbelanja baru kita berenang " ajak Emma, Sean menurut saja...Emma memborong banyak baju untuk Billy...entah mengapa Emma selalu teringat dengan Billy akhir-akhir ini. Tak lupa Emma juga membelikan baju yang seragam untuk para pengawal mereka.


Puas berbelanja Emma menganti bajunya dengan pakaian renang lalu melapisinya dengan baju mandi. Ia berjalan menuju kolam renang


" Emma... mau kemana? "


" Ke kolam renang " jawab Emma


" No sayang, aku sudah memesan kolam renang pribadi . Aku tak akan membiarkan tubuh sexymu di lihatnya lelaki lain " ucap Sean


" You so posesif Sean "


" Tidak.... aku melindungi milikku " balasnya tak mau di bantah


Sean menarik Emma dan membawanya ke sebuah kolam tunggal di dek paling atas


" Sean... indah sekali di sini, kita bisa melihat lautan sambil berenang " teriak Emma kegirangan. Emma melepas baju mandinya lalu menceburkan dirinya ke kolam


" Aku suka sekali di. sini... terimakasih sayang " ucap Emma Ia tersenyum dan tertawa bahagia. Sean hanya berdiri di pinggir kolam sambil memandangi Emma.


Hati Sean menghangat melihat istrinya yang nampak begitu bahagia


" Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia Emma, Karena kau adalah jantungku " ucap Sean dalam hati


Keduanya benar-benar menikmati perjalanan ini, banyak foto yang di ambil Sean selama di perjalanan, bahkan ia sudah berani mengunggahnya di medsosnya. Banyak teman dan relasinya yang terkejut dengan perubahan Sean sekarang.


Sementara itu di kantor besar Brown..

__ADS_1


Sudah seminggu Lisa menjadi asisten pribadi Billy. Keduanya bisa bekerja sama dengan cukup baik. Beberapa teman kuliah Lisa juga magang di kantor tersebut. Mereka semua sangat iri dengan Lisa karena bisa menjadi asisten Billy yang nota bene memegang jabatan cukup penting, dan ia juga masih muda dan sangat tampan.


" Tuan Billy.... tunggu sebentar!! " panggil Ivanka


" Ada apa? "


" Apakah anda ada waktu luang siang ini? "


" Entahlah.. memangnya kenapa "


" Saya mau mengajak tuan makan siang bersama " ajak Ivanka bersama ke dua temannya. Ketiganya memasang senyum termanisnya untuk Billy, Billy diam saja ia tak berani mengambil keputusan, jadwalnya sudah di atur Lisa.


" Ayo tuan.. tidak usah banyak berfikir, tidak rugi makan dengan kami " rayu Ivanka lagi sambil memegang tangan Billy. Billy langsung menarik tangannya


" Sebentar aku tanya Lisa dulu " jawabnya sambil mengusap keringatnya


Billy berkeringat bukan karena gugup menghadapi ketiganya namun ia teringat dengan pesan Lisa jika ia berani melirik atau dekat dengan wanita lain maka Lisa akan memeluk dan menciumnya lagi.... πŸ˜₯πŸ˜₯ Billy takut Lisa akan hamil karena terlalu sering menciumnya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Hadehh si ipin.. πŸ˜†πŸ˜†


" Mengapa harus bertanya pada Lisa... anda kan bos nya " tanya Ivanka kesal


" Iya. tuan, ayo kita makan saja tidak usah pedulikan Lisa si miskin itu " timpal Gladis


" Tidak... semua jadwalku sudah di susun Lisa. Dan kalian jangan pernah menghina Lisa lagi, aku tidak suka " ucap Billy, tak lama Lisa datang. Sebenarnya Lisa sudah datang sedari tadi, namun ia bersembunyi saja... ia ingin tau apa yang diinginkan ke tiganya. Ternyata mereka mengincar Billy huh... enak saja.


" Tuan Billy saatnya makan siang... ayo " Lisa langsung mengandeng tangan Billy, Billy ikut saja tanpa suara


" Iya.... sebaiknya kau tau posisimu gadis miskin!! " timpal Ivanka


Lisa berhenti lalu memandang ketiganya sambil tersenyum mengejek.


" Billy adalah kekasihku, tentu saja ia akan makan siang denganku... mengerti!! " ucap Lisa


" Hah kekasihmu... mimpi kali, ngaca Lisa ngaca ha ha " ketiganya tertawa mengejek Lisa


" Lisa memang pacarku... " tiba-tiba Billy bersuara, Billy lalu menarik pinggang Lisa lalu mencium pipi Lisa di depan ke tiganya


Deg... deg... deg... Lisa spot jantung, ia kaget bukan main Billy menciumnya di depan banyak orang. Selesai mencium Lisa Billy menarik Lisa meninggalkan ke tiganya yang masih terbengong-bengong.


" Mengapa kau menciumku di depan mereka? " tanya Lisa dengan wajah memerah, tangannya masih memegang area dadanya yang berdegup kencang


" Aku tak suka mereka menghinamu " sahut Billy


" Jadi benarkah aku kekasihmu? " tanya Lisa, Billy memandangi wajah Lisa lalu menunduk


" Terserah pada Emma saja " ucap Billy kemudian, Lisa tersenyum senang mengingat ia sudah mengantongi izin Emma untuk mendekati Billy

__ADS_1


" Baiklah kekasih tampanku, sekarang ayo kita ke kantin dan jadilah kekasih yang baik " bisik Lisa lalu mengandeng Billy ke kantin di mana Ivanka cs juga berada di sana.


Dengan senyum lebar Lisa memasuki kantin sambil mengandeng Billy, ia sengaja mencari meja yang berdekatan dengan Ivanka cs. Lisa duduk lebih dulu lalu berbisik pada Billy


" Maukah kau berbaik hati mengambilkan ku makan sayang? " ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya, Billy pun langsung mengantri mengambilkan makan untuknya dan Lisa.


Tak berapa lama Billy datang dan membawa banyak makanan di bantu seorang pelayan


" Silahkan makan... " ucap Billy


" Wow.. banyak sekali Bill, aku tak akan kuat menghabiskannya "


" Aku tak mau tau... habiskan semua, badanmu itu kurus sekali, nanti dikira orang perusahaan Brown tak memberimu makan " omel Billy, Lisa mengambil sesendok makanannya lalu menyorongkannya ke mulut Billy


" Buka mulutmu sayang.. aaaa " ucap Lisa manja, tanpa banyak. suara Billy mengikuti saja semua kemauan Lisa karena ia melihat bagaimana Ivanka cs melotot mereka. Billy paling tak suka orang yang suka menghina dengan membandingkan harta kekayaan.


Billy makan sambil memandangi Lisa, gadis cantik yang sering di bully karena status ekonominya, tanpa sadar Billy mengelus kepala Lisa


" Tenang saja... aku tak akan membiarkan mereka menghinamu lagi " ucap Billy


" Terimakasih Billy... " ucap Lisa tersenyum malu


Sedangkan Ivanka cs hanya bisa mencibir tak suka


" Sebenarnya apasih yang di sukai tuan Billy dari Lisa si miskin itu? " tanya Gladis


" Biarkan dia menang hari ini, besok ia tak akan bisa tertawa lagi.. aku akan mengeluarkannya dari sini " ucap Ivanka


" Bagaimana caranya ? " tanya Anna


" Aku akan menghadap tuan Daniel Brown langsung dan melaporkan Lisa, papaku adalah bawahan tuan Daniel... tuan Daniel pasti mendengarkanku ha ha " ucapnya dengan nada sombong


Selesai makan Billy mengenggam tangan Lisa dan mengajaknya keluar kantin, Lisa senang sekali.. sesampainya di ruangan Billy, Lisa duduk di pangkuan Billy dan menciumnya


" Itu bonus karena telah membantuku tadi.... " ucapnya sambil melap bibir Billy yang basah dengan jempolnya lalu pergi ke mejanya setelah selesai


" Lisa... jangan mencium bibirku, aku takut nanti kau hamil... " ucap Billy terbata, omg mengapa kau sangat polos Billy.... Lisa tertawa dalam hati


" Jika aku hamil kita kan tinggal menikah, kau harus bertanggung jawab " bisik lisa sambil tersenyum geli sendiri


Billy hanya terduduk, badannya terasa panas dingin kini..... Emma..... help me...


Wah... sepertinya sudah ada benih benih cinta nih.... semangat Billy, mudahan kalo dah jatuh cinta otakmu rada konek ya... πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜…


Emma dengan baju renangnya dan rambut barunya, cantik tak..?

__ADS_1



__ADS_2