
Megan berjalan berlahan sambil sesekali menengok ke belakang, dimana Saosa sedang berbincang dengan anaknya... Megan sangat resah, apakah Saosa akan memberitahu Draco bahwa ia bukan ibu kandungnya... apakah ia akan kehilangan Draco, anak yang di peluknya semenjak bayi... anak yang di sayanginya dengan tulus hingga kini..
Air matanya kembali mengalir...
" Tuhan aku belum sanggup kehilangan Draco walau ia sudah dewasa... ia adalah jantungku, penguat hatiku...anak yang membuatku semangat melawan penyakitku... hik hik " lamun Megan sambil berjalan
Karena asik melamun Megan bahkan sampai tak melihat Jhon yang berada di depannya. Jhon menarik tubuh megan dan memeluknya erat
" Ada apa sayang.. kau menangis hah? " tanya Jhon cemas.. Megan tak bisa lagi menahan hatinya.. ia menangis terisak di dada Jhon
" Ada apa sayang... apakah Saosa menyakitimu?? " tanya Jhon mulai tak sabar, Megan hanya menggeleng namun ia tak berhenti menangis... Jhon mencium kening Megan untuk menenangkannya.. beberapa saat kemudian air mata i tu pun bisa berhenti.
Jhon membawa Megan ke taman samping, di mana ia sudah mempersiapkan makan romantis untuk mereka berdua
" Sayang... kini kau tak sendiri lagi, sudah ada aku yang akan menjadi suamimu tak lama lagi.. berbagilah cerita denganku, aku akan mendengarkannya dan mencarikan solusi yang terbaik jika kau ada masalah " ucap Jhon sambil memegang kedua tangan Megan
Megan menunduk sejenak... ia lalu memandangi wajah tampan Jhon, pria yang kini memenuhi pikirannya
" Ini rahasia.. jangan ceritakan pada siapapun... kau janji Jhon!! " ucap Meg
" Ya aku berjanji sayang... katakanlah " ucap Jhon
" Begini... sebenarnya Draco bukan anak kandungku, anakku meninggal tak lama setelah kulahirkan.. dan suamiku mengambil Draco untuk mengantikan anakku tanpa kuketahui sampai 10 tahun yang lalu. " jabarnya
" Lalu apakah itu masalah? " tanya Jhon
" Tentu saja Jhon.. karena orang tua kandungnya berada di sini di London, aku takut jika Draco mengetahui hal ini ia akan meninggalkanku Jhon, aku tak sanggup kehilangan Draco.. ia adalah jantungku.. nafasku.. darahku hik hik " kembali Megan menangis
Jhon menarik Megan ke pangkuannya dan memeluknya erat
" Kemarilah sayang, jangan takut... kau tak akan kehilangan anakmu, percayalah padaku. Draco sangat menyayangimu melebihi apapun di dunia ini... jangankan Draco yang sudah seumur hidupnya bersamamu, aku yang baru sesaat saja bersamamu sudah sangat menyayangimu.. kau tau itu sayang " ucapan Jhon itu membuat wajah Megan berseri kembali
" Megan... Draco sudah dewasa, ia bisa memilah mana yang baik mana yang buruk... percayalah ia anak yang sangat baik, tak mungkin ia meninggalkan ibu yang sudah merawatnya sedari bayi hingga kini untuk orang yang tak pernah di temuinya " ucap Jhon lagi
" Ibu kandung Draco adalah Saosa.. entah siapa papahnya, tadi Saosa hampir memberitahuku tapi Draco keburu datang hingga pembicaraan kami terputus. Tapi Jhon... kata Saosa.. papah kandung Draco ada di sini.. di London dan Saosa sudah memberitahukan tentang Draco padanya, bagaimana jika papahnya menuntut hak asuh anak dan mengambilnya dariku? " tanya Meg lagi
Jhon terdiam sejenak.. apakah ia berterus terang sekarang atau bagaimana?? ia takut salah langkah. Jhon mengambil gawainya lalu mengetik sesuatu pada Draco
" Son.. bagaimana ini, apakah aku berterus terang sekarang atau kau saja yang menceritakannya pada ibumu, aku takut nanti Megan salah sangka jika mendengarnya dariku , ia terus menangis takut kau meninggalkannya " tulisnya
" Papah di mana, aku menyusul.. kita katakan sama-sama sambil melihat keadaan mamah, mamah ada penyakit jantung tidak boleh cemas berlebihan.. tunggu aku jangan katakan apapun dulu " balasnya
" Papah di kebun samping, tanya saja pada Maid dimana tempatnya... papah tunggu " balas Jhon. Jhon lalu menyimpan kembali gawainya.. ia menatap Megan sambil tersenyum getir.. hubungannya dengan Megan pun akan abu-abu, mudahan Megan bisa menerima kabar ini dengan baik dan tidak marah dengannya.. ia pun tak mau kehilangan Megan.
__ADS_1
Tak seberapa lama... Dracopun datang sambil. membawa seikat mawar putih dan memberikannya pada ibunya
" Bunga yang cantik.. untuk mamahku tercinta " ucapnya sambil mencium kening Megan
" Ohh terimakasih sayangku, kau selalu berhasil membuatku terharu " jawab Megan lalu memeluk Draco
" Mamah... jangan cemas, aku selamanya akan selalu menjadi anakmu.. mamahku hanyalah mamah bukan wanita lain, jangan cemas lagi ya.. itu tak baik untuk kesehatan jantung mamah " ucao Draco membuat Megan kaget
" Kau sudah tau son...?? " tanyanya kaget..Draco mengangguk sambil tersenyum, kembali ia memeluk Megan dengan penuh kasih sayang... di dadaku hanya ada satu mamah, tak akan pernah tergantikan oleh siapapun mah " bisiknya lagi membuat mega merasa begitu lega sekaligus bahagia
" Apa saja yang Saosa beritahu padamu tadi? " tanya Meg
" Wanita itu tak memberitahukan apa-apa mah, aku mengetahuinya bukan dari dia " jawab Draco
" Lalu kau tau dari siapa son? "
" Mamah tak mau menebaknya dulu, biasanya mamah paling jago dalam menebak sesuatu?? " goda Draco...mata Megan membulat
" Kau.. kau sudah bertemu papah kandungmu?? " tebaknya dengan suara bergetar... Draco mengangguk
" Kau sudah bertemu langsung dengannya? " kembali Draco mengangguk
" Si.. siapa dia nak? apakah dia baik padamu? apakah dia mau merebutku dari mamah? apakah.... "
" A.. apa.. papahmu ada di be.. belakang mamah? " beo nya
" Iya.. berbaliklah mah, tak ada yang perlu mamah takutkan " ucao Draco sambil tersenyum usil.. senang sudah bisa mengerjai mamahnya.
Berlahan Megan berbalik sambil memegangi dadanya... sepertinya ia takut jantung nya akan copot. Begitu ia berbalik dengan sempurna....
" Jhon...?? jangan katakan... son sungguhkah ini?? " teriak Megan tak percaya
Kedua pria tampan itu tertawa bersama... dan demi apapun..Megan baru menyadari kemiripan keduanya. Megan terduduk di kursi... rasa cemasnya menghilang seketika berganti dengan kebingungan....
" Kalian jahat... kapan kalian tau masalah ini?? Dragon dasar kau anak nakal " cubit Megan kesal karena kedua pria itu kompak menutupi kebenarannya
" Sudahlah Mah.... tak usah marah begitu, yang penting kan... anak mamah tetap milik mamahvdan mamah mendapat bonus memiliki papahku sekalian ha ha ha... selamat bersenang-senang aku ada janji dengan seorang wanita cantik... doakan semoga mamah cepat mendapat menantu " ucap Draco lalu meninggalkan keduanya sambil tertawa bahagia.
Kini hanya tinggal Megan dan Jhon.. keduanya duduk sambil menikmati makanan di depannya.
" Jhon.. apakah kau mendeka.... "
" Meg.. seperti yang sudah kukatakan pada Draco, aku sudah menyukaimu sebelum tau bahwa Draco adalah anakku... jadi percayalah cintaku tulus padamu Meg, tanpa embel-embel karena Draco " potong Jhon
__ADS_1
" Lalu bagaimana bisa... kau dan Saosa... "
" Aku akan menceritakannya semua... nanti... "
" Nanti kapan?? " kejar Megan
" Nanti malam di atas ranjang... setelah kita selesai bercinta " bisik Jhon
" Dasar kau bandot tua.... " ucap Meg dengan wajah memerah....
Dah happy ending ya uncle Jhon...
eps depan thor pengen bahas kapten Rangga kalau kalian setuju... kalau tidak maka eps depan adalah eps terakhir yo... di tunggu pendapat kalian
Terimakasih sudah setia membaca sampai eps ini... love you all
Sekelumit Biodata Penulis
Nama lengkap : Mety Jenderawati
Nama pena. : Mety
Asal. : Balikpapan, Kaltim
Umur. : 43 tahun
Pekerjaan. : Wira swasta
Hobby. : Travelling, menulis
Face book. : Metymety
Karya. : Akhir Pelarian
My Starla
Aku Tidak Mandul
Melody I Love You
Me and son.. bapake ngak ikutan dulu
__ADS_1