
Hai hai sista... buat kalian yang membaca eps 166 saat baru up, harap baca ulang kemungkinan ada part yang tertinggal yo.... 😅
🍭🍭🍭🍭
Selesai sesi foto. Elena bergegas mencari Zahra dan dia melihatnya sedang duduk di meja bersama dengan seorang pria tampan dan seorang ibu setengah baya
" Permisi.... maaf menganggu makan kalian, boleh saya bergabung? " sapa.Elena ramah
" Tentu saja Nona Elena... silahkan duduk " jawab Zahra ramah, Zahra sangat kagum dengan Elena yang selalu nampak cantik di manapun berada.
" Kenalkan nama saya Elena, sekarang saya aspri Billy yang baru mengantikan mu Zahra" ucap Elena sambil menyalami bu Ami dan Rangga
" Oh ya... Wah beruntung sekali ya Billy... selalu mendapatkan aspri yang cantik, gimana ngak rajin kerjanya " celetuk bu Ami
" Ah ibu bisa aja..beneran El cantik? tapi kita Billy... El jelek seperti kunti huh " adunya membuat Ibu Ami tertawa
" Masa... neng secantik ini di bilang kayak kunti..ada-ada aja "
" Katarak kali bu..." sahut Zahra
" Iya bener tuh Zahra... katarak kayaknya, kalo menurut mas gimana El cantik apa engak? " todong Elena pada Rangga.... Rangga terkejut dan bingung mau menjawab apa
" Lho kok diam mas... dijawab dong " sentil. Zahra...Rangga terdiam ia masih mencari Kata yang bijak, Ia tak ingin Zahra nanti cemburu dan marah padanya
" Ee.... untuk ukuran wanita... kecantikan nona di atas rata-rata... " ucap Rangga
" Nyuuuutttt..... " dada Zahra tiba-tiba rasa di cubit mendengar Rangga memuji Elena.... apakah ini yang namanya cemburu?
" Tapi di mata saya... Zahra tetap yang paling cantik " lanjutnya membuat Zahra jadi tersipu malu
" Iss mas lain di tanya.. lain di jawabnya " ucap Zahra
" Terimakasih pujiannya... ahh seandainya Billy ngak katarak, bahagianya aku " celoteh Elena
" Oh ya Zahra... aku kemari minta bekal dong tentang keseharian Billy, biar aku agak paham bagaimana tugasku sebagai seorang aspri " ucap Elena dengan semangat
" Begini... pertama tuan Billy itu punya penyakit mah dan jam kerjanya tinggi, Jadi nona setiap hari harus memastikan tuan Billy makan teratur pada jamnya dan jangan lupa dengan vitaminnya. Vitaminnya harus disiapkan... kalo hanya di Ingatkan ngak bakalan di minum " ucap Zahra yang di perhatikan dengan baik oleh Elena
Sedangkan wajah Rangga langsung masam saja, mendengar betapa Zahra mengetahui seluk beluk Billy
" Yang kedua... tuan Billy orangnya sangat on time, Jadi Nona selalu perhatikan waktu...yang ketiga jangan pernah lupa mengantongi tissu siapa tau suatu saat mimisan..ini sih pesan nyonya Emma... tetapi selama ini belum pernah sih mimisan " lanjut Zahra lagi
__ADS_1
" hemmm... begitu ya... bagaimana dengan makanan , apa makanan kesukaan Billy? " tanya Elena lagi... Zahra berfikir sejenak
" Tuan Billy suka semua makanan tidak ada pantangan, tapi sepertinya makanan kesukaannya adalah Nasi Goreng... " jawab Zahra lagi... kembali wajah Rangga semakin di tekuk, sebal sekali rasanya mendengar Zahra mengetahui detil tentang lelaki lain.
Ibu Ami yang melihat perubahan pada wajah Rangga tersenyum geli pada anak lanangnya itu.
" Elenaaaa dimana kau?? " suara cemreng Billy terdengar mencari-cari nya... Elena segera berdiri dan menlambai pada Billy
" Aku di sini Bill.... ada Zahra di sini!! " serunya... Billy lalu datang mendekat
" Haii bening.... sedih deh kamu ngak bisa jadi aspriku lagi " sapa Billy begitu melihat Zahra
" Kan sudah ada penggantinya...cantik lagi " jawab Zahra yang langsung membuat Elena tersenyum senang
" Cih... cantik? cantik dari mananya? biar cantik kalo ngak bisa kerja juga percuma " ucap Billy
" Aku bisa kerja Bill... kau lihat saja nanti " sahut Elena sebal
" Tuan Rangga... maaf ya kejadian kemarin saat saya memutus perbincangan kalian...Suprie yang nyuruh " ucap Billy yang hanya di angguki oleh Rangga tanpa suara
" Baiklah.. selamat menikmati hidangan, saya permisi dulu... Ayo Elena banyak pekerjaan menanti kita " ucap Billy lagi lalu meninggalkan meja Rangga. Sepeninggal Billy... bu Ami juga pergi, Ia kembali ke panggung Ingin berbincang dengan Emma kembali.
Rangga menatap wajah pada Zahra.... pancaran cemburu terlihat jelas di wajah tampannya
" Hemmm " sahutnya pendek
" Marah Kenapa? adek salah apa? " tanya Zahra tak mengerti
" Kamu sangat perhatian sama bos mu itu... sedangkan sama mas engak " ucapnya
" Perhatian? maksud mas apa... kan memang pekerjaan adek jadi aspri tuan Billy, tentu saja adek harus tau mengenai kesehariannya mas... " jelas Zahra...Rangga hanya diam... wajahnya tambah bertekuk....
Zahra jadi bingung... mengapa Rangga bersikap begitu, Jangan bilang...
" Mas cemburu....? " tembak Zahra
" Ya Iyalah... sekarang mas tanya, kamu tau apa tentang keseharian mas... makanan kesukaan... hobby... ?? " sekak Rangga, Zahra terdiam...ia memang tak terlalu mengetahui tentang Rangga, tapi itu juga bukanlah hal yang aneh... mereka baru saja saling mengenal...namun Zahra ingat beberapa waktu lalu pernah berbincang tentang Rangga dengan bu Ami.
Zahra menarik Bibirnya... senyum manis terukir di wajahnya membuat wajah Rangga memerah
" Siapa bilang adek ngak tau tentang mas Rangga, adek tau kok " ucapnya membuat Rangga berbunga-bunga... ternyata Zahra perhatian juga dengannya
__ADS_1
" Coba mas mau dengar... " ucap Rangga penasaran
" Mas sukanya makan seafood terutama kepiting... benerkan?? "
" Ya.. lalu apa lagi...? "
" Mas hobbynya main bola, Suka segala sesuatu tentang Iwan Fals...sementara itu aja mas he he, kan kita baru juga mas kenal... wajar adek ngak terlalu tau tentang mas " jawab Zahra sejujurnya
Namun itu sudah membuat Rangga senang...
" Kan kita baru aja kenalnya mas... baru hitungan bulan, mas aja belum tentu tau hobby Zahra.... " ucap Zahra balik
" Ya mas memang belum tau tentang adek... yang mas tau, mas cintaaaaa dan sayanggg banget sama adek, gimana pertanyaan mas tadi... adek maukan segera nikah dengan mas... " tembak Rangga lagi, Zahra serasa tak bisa bernafas kini....
" Gini aja mas.... adek terserah sama bapak aja, nanti Mas tanya sama bapak aja ya... adek nurut sama bapak aja " sahut Zahra mencari aman,,,wajah Rangga langsung sumringah Ingin sekali Ia langsung berteriak keras saking senangnya karena jawaban Zahra memberi sinyal bahwa Zahra Setuju....
Rangga mengengam kedua tangan Zahra dan mengecupnya sekilas
" Terimakasih... mas bahagia sekali " ucapnya senang...... Zahra segera menarik tangannya, Ia menunduk malu melihat tatapan bahagia dari Rangga
Sementara Zahra dan Rangga berbahagia... Ada sepasang anak manusia juga dengan aura yang berbeda.
Billy sedang memandangi Elena dari atas sampai bawah berusaha mencari kekurangannya....
" Elena bisa ngak sih... kamu kalo dandan ngak usah pake menor gitu, pake bulu mata.... bedak tebal gitu... kayak lenongan aja.." ucap Billy
" Aku kan dandan gini karena lagi acara pesta Bill... biasanya juga cuman pake bedak ma lipstik doang, Jangan marah ya ayang Bill...nanti besok sudah ngak gini Lagi janji... " Sahut Elena sambil tersenyum manissss
Billy mengaruk kepalanya yang tak gatal... maksud hati berkata seperti tadi agar Elena marah jadi ngak betah Jadi asprinya..... tapi dia marah senyum-senyum santui aja.....omg.... teriak Billy dalam hati
" Ya sudahlah ayo kita selesaikanlah tugas kita. " ucap Billy akhirnya pasrah....Elenapun mengikuti kemana kaki Billy melangkah... dengan semangat ia mendampingi dan melayani Billy, tak terdengar sedikitpun keluhan dari bibirnya walaupun ia merasa lelah karena kesana kemari memakai kebaya dan hinghill
Sabar Elena usaha tak akan mendustai hasil.... semangat
Pada nanya ngak kemana Lisa...?
Tunggu Jawabannya di eps berikutnya
See you byebye
Elena dengan kebayanya
__ADS_1