Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
163. Jadi Rebutan


__ADS_3

Kembali pagi lagi sista......


Sementara semua orang mulai sibuk bekerja... Emma dan Sean santai di ruang baby. Sean sedang menimang Princess dan Emma sedang memberikan asi untuk Prince.


Tak lama oma opa pun masuk, keduanya sudah tak sabar untuk bermain dengan cucu-cucu mereka.


" Pagi cucu-cucu oma, bagaimana Kabarnya kalian pagi ini ? " sapa Marsha lalu mengecup keningnya Prince yang sedang menyusu lalu berjalan duduk di sebelah Sean dan mengecup keningnya Princess dengan penuh kasih sayang.


" Kemarikan Sean... Mam mau menimang Princess " titahnya


" No Mam... aku juga baru saja menimang princess ku " tolaknya


" Look Mam... anakku wajahnya sangat mirip aku kan, hanya bibirnya yang mengikuti Emma... jika besar Ia akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik " ucap Sean bangga memamerkan wajah cantik anaknya


" Mirip kamu darimana, Princess lebih mirip mama... lihatlah baik-baik " protes Marsha


" Ngak mirip aku... iya kan pah? " kekeh Sean


" Tidak...!! lebih mirip aku kan Daniel?? " kekeh Marsha juga


Akhirnya keduanya menatap Daniel menunggu jawaban dari sang opa. Daniel jadi bingung harus menjawab apa...


" Kalian berdua kan mirip.. Jadi wajah Princess memang mirip dengan kalian berdua lah " jawab Daniel bijak. membuat Emma tersenyum lucu melihat ibu dan anak yang selalu ribut


" Cih.. papa takut sama mam... Makanya ngomong gitu " protes Sean


" Pletak... dasar anak nakal, Kau tidak senang dikatakan mirim mam, ya sudah sana ...cari saja Mama yang baru , kemarikan cucuku " ucapnya hendak merebut Princess dari tangan Sean, Sean berdiri dan mengelak


" No way.... ini anakku, aku masih ingin bermain dengan putri cantikku " tolak Sean membawa Princess menjauh


" Seannnn!! "


" No..."


" Oekkk... Oekkk.... " tiba-tiba Princess pun menangis membuat Sean panik


" Sayang.. mengapa putri kita menangis? apakah ia sakit... apakah aku terlalu erat mengendongnya? " tanyanya panik, Marsha lalu mengambil Princess dari gendongan Sean lalu menimmangnya sambil bernyanyi2 kecil, namun the baby tetap saja menangis


" Ada apa cucu oma cantik... mengapa kau masih menangis, apakah kau lapar? " tanya Marsha


" Ohh oma tau.. apakah kau pipis atau pup , sebentar oma periksa ya " ucapnya lalu merebahkan Princess Dan membuka celananya... tercium aroma therapy dari balik celananya, Marsha tersenyum usil


" Sean.... putri cantikmu mencarimu " panggilnya


" Ya kesayangan daddy... daddy datang!! " sahutnya girang lalu mendatanginya


" Well daddy... princess pipis dan pup, silahkan daddy bersihkan ya " ucap Marsha lalu meninggalkannya


" What.. bagaimana caranya mam... Sean tak mengerti mam saja "

__ADS_1


" katamu anakmu... ayo selesaikanlah, Jangan hanya pintar membuatnya saja " omel Marsha


" Sebentar aku panggil baby sister " ucap Sean hendak memencet bel


" No Sean... kemari, belajar caranya jangan terlalu tergantung dengan baby sister " ucap Marsha lalu menarik Sean ke hadapan Princess


" Apa yang harus kulakukan mam? " tanyanya


" Buka popoknya lamanya lalu bersihkan pantatnya dengan tissu basah ini !! titahnya sambil memberikan bungkusan tissu basah, berlahan Sean membuka popok anaknya... begitu terbuka... wangi aromatic langsung menyerang penciuman Sean membuat Sean langsung menutup hidungnya


" Whatt..... bau apaan ini..? Huekkk " Sean langsung berlari ke wastafel dan muntah, membuat semua tertawa geli. Emma lalu menyerahkan Prince pada Daniel


" Ikut opa dulu ya...!! " ucapnya, Daniel menerima cucunya dengan senang hati, Emma lalu hendak membersihkan Princess


" Biar mam saja sayang... kau istirahat saja, Mam tadi hanya mengerjai anak nakal itu ha ha ha " gelak Marsha, Emma mendatangi Sean yang masih muntah... di pijitnya leher Sean berlahan


" Kau baik-baik saja Sayang? " tanya Emma khawatir, Sean langsung memeluk Emma dan menciumi wangi tubuhnya... kini ia sudah berasa baikan


" Mam jahat....!! " ucapnya di pelukan Emma


" Hei anak tua bangka, sudah punya 2 anak masih saja manja cih....tak tau malu " ejek Marsha


" Biarin... wek... " balas Sean masih betah bermanja pada istrinya


Akhirnya kamar babypun tenang, dengan oma opa yang mengendong cucu masing-masing dan Sean yang bermanja di pelukan istrinya.


🍿🍿🍿🍿


Namun kedamaian jauh dari hidup Billy , semenjak pagi Ia, Suprie dan Zahra sudah disibukkan dengan segala urusan persiapan pesta penyambutan si twins. Ini bukan acara biasa... ini pesta yang di rayakan oleh keluarga besar Brown dan yang datang semua adalah tamu2 luar biasa.


Billy sangat bersemangat melakukan tugasnya Karena Emma sudah di anggapnya seperti kakaknya sendiri, Ia ingin pesta yang terbaik untuk keponakan kecilnya.


Sampai Waktunya makan siang tiba, ke tiganya pun ke Kantin, setelah mengambil makanan seperti biasa Suprie mendatangi Jhon Sedangkan Billy dan Zahra ke bagian balkon.


Billy meletakkan nampannya lalu kembali membuka laptopnya. Zahra yang melihatnya pun menasehatinya


" Tuan Billy..makanlah dengan benar, berhentilah dulu bekerja " ucapnya lembut...


" Tidak bisa Zahra... ini mendesak tak bisa kutinggal " ucap Billy, tak lama Elena datang membawa nampannya. Melihat Elena datang, Zahra lalu pindah meja... Ia memberi kesempatan pada Elena, sekalian ia juga mau menelfon Rangga


Elena duduk di sebelah Billy


" Hai Bill... makanlah dulu, tinggalkan dulu laptopmu " sapanya..


" Ngak bisa El.... aku banyak kerjaan " sahutnya tanpa mengalihkan matanya dari laptop, Elena tersenyum sambil memandangi Billy yang asik bekerja... dengan jas yang di buka, dan lengan kemeja yang di lipat sampai siku membuatnya terlihat begitu sexy di mata Elena.


Elena mengambil nampan Billy lalu memotong2kan steak nya


" Bill... makanlah sudah kupotongkan steaknya...." ucap Elena lagi

__ADS_1


" Hemmm... " sahutnya tanpa bereaksi, Elena semakin terpana dengan reaksi dingin Billy


Akhirnya Elena mengambilkan Steak Dan kentang nya lalu mendekatkannya ke mulut Billy


" Aaaaaa..... buka mulutmu Bill " titahnya karena sibuk Billy hanya menurut, dengan senang hati Elena pun terus menyuapi Billy, Zahra yang sesekali mengintip tersenyum senang melihat perhatian Elena pada Billy


" Kau Pria yang baik tuan... selayaknya mendapatkan wanita yang mencintaimu dengan tulus " ucapnya dalam hati


Selali Elena asik menyuapi Billy .... Lisa yang mencari Billy terdiam di balik kaca melihat Elena yang melayani Billy dengan sabar....


" Haruskah aku mengalah? tapi jika aku mengalah aku akan kehilangannya selamanya.... aku harus tetap berjuang " tekad Lisa... lalu Ia menyusul ke tempat Billy berada.


Lisa duduk di sebelah Billy, Jadi Billy di apit 2 gadis cantik.. Lisa menyorongkan minumnya.... Billy yang asli sibuk dengan laptopnya hanya membuka mulutnya tanpa melihat siapa yang menyuapinya.


" Cie cie...... CEO Billy, mau punya 2 bini lo Bill? yang mana bini pertama yang mana bini kedua ? " ocehan Suprie mengagetkan Billy. Billy langsung mengangkat wajahnya dari laptopnya, Ia melihat ke kanan dan kirinya


" Apaan sih Lo Prie....!! " ucapnya malas, Ia baru menyadari ada Lisa juga di sebelahnya....tanpa suara Billy berdiri membawa laptopnya


" Zahraaa..... kita kembali bekerja!! " teriaknya , Elena dan Lisa hanya bisa tercengang melihat kelakuan Billy


" Billy ....setidaknya berterimakasihlah !! " teriak Elena.... Zahra berhenti di depan keduanya


" Terimakasih nona Elena... Nona Lisa " ucapnya sopan lalu berlari menyusul. Billy.


Tinggal Elena dan Lisa yang saling pandang


" Kau tau kami berhubungan dekat " ucap Lisa


" Selama janur kuning belum melengkung, Billy bukan milik siapapun... kita bisa bersaing dengan sehat Lisa, siapapun yang mendapatkannya berarti dia lah Jodohnya Billy " ucap Elena


Di lift........


" Bill lo ngak boleh gitu, Coba tegas pilih salah satu jangan serakah " tegur Suprie


" Prie gua lagi sibuk luar biasa... ngak punya waktu untuk ngurusin cinta-cintaan dulu. Lagian umur gua belum juga 25...santai aja, gua mau konsen kerja aja dulu , gua males sakit hati " sahut Billy sambil merapatkan kedua kalinya... Suprie yang melihatnya langsung aja parno


" Bill lo ngak pake cd lagi hah?? " tanya nya spontan... Billy nampak berfikir, Ia kemudian merenggangkannya kakinya lalu merapatkannya lagi


" Tadi pagi gua ngantukk banget Prie... jadi makenya merem, ngak tau ini gua pake cd apa kolor aja... kayaknya koloran ajadeh soalnya perkutut gua ngak terbungkus dengan benar " sahutnya tanpa dosa


" Pletak.... dasar kau Bil Bill sudah jadi CEO masih aja somplak " omel Suprie


" Tuan Billyyyyyyy..... ihh jorokkkk " cicit Zahra sambil menutup wajahnya yang memerah


" Eh ada Zahra maaf ya he he he " sahut Billy cengegesan sendiri


See you bye bye


Maaf ngak banyak eps kali ini, Thor sibuk pake bingits

__ADS_1


__ADS_2