Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
76. Wanita di hati Eric


__ADS_3

Haii semua.... Salam hangat dari thor untuk kalian semua pembaca setia ATM, minggu 2 ini up masih ngak teratur ya... harap maklum karena Thor masih di luar kota.


Selamat membaca kelanjutannya sista... 😍😍


🌺🌺🌺🌺


" Bruce....? ada perlu apa dia kemari " tanya Sean, Sean langsung berdiri dan menuju ke ruang tamu diikuti yang Emma dan kedua orang tua nya.


" Ada apa kau ke mari ? " tanya Sean tanpa basabasi


" Selamat siang tuan Sean, saya ingin berbicara dengan nona Emma " ucap Bruce sambil menunduk, Emma memperhatikan wajah Bruce yang nampak lelah dan pucat


" Silahkan duduk tuan, apa yang ingin kau bicaralah " ucap Emma


" Bisakah saya berbicara secara pribadi? " tanya Bruce pada Emma


" Tidak...!! katakan apa yang ingin kau katakan di sini, tak ada rahasia antar Emma dan aku " tolak Sean, Emma diam saja tanda setuju


" Begini nona.. sebenarnya tuan Eric selalu mengabari anda dengan rutin, Namun suratnya tak pernah keluar dari Mansion karena di tahan oleh pihak keluarga tuan. Tadi malam tuan Eric baru mengetahuinya, Ia marah sekali hingga tuan meminum banyak minuman keras semalaman padahal tuan Eric selama ini tak pernah menyentuh minuman sebelumnya " jelas Bruce


" Tadi pagi barusan saya mendobrak kamar tuan, tuan sudah tak sadarkan diri... kami membawanya ke RS untung tuan tertolong. Kini tuan di rawat di ICU namun ia tak mau menemui siapapun bahkan dengan anaknya sendiri . Tuan hanya ingin bertemu dengan anda Nona, sudikah anda berbaik hati menemui tuan Eric dan membujuknya...kami takut tuan Eric akan mencoba bunuh diri lagi setelah semalam " mohon Bruce sambil membungkuk


" Tidak... kini Emma adalah istriku, tak ada hubungannya dengan tuamu itu, jika ia mau bunuh diri itu urusannya... pergilah " Sean menjawab dengan nada tinggi, Ia tak mau Emma nanti berubah pikiran karena kasihan dengan mantannya


Bruce langsung menyembah di depan Emma


" Nona tolonglah tuan Eric, hanya anda yang bisa menenangkannya..tolonglah Nona, kasihan anaknya jika tuan Eric putus asa seperti ini " Bruce bersuara mengiba pada Emma


" Kubilang tidak!! pergi " bentak Sean, Emma memegang lengan Sean


" Sebentar.. saya akan berbicara dulu dengan suami saya, Sean ikut denganku sebentar " Emma kemudian menarik Sean ke sebuah ruangan terdekat


" Sean.... "


" Jangan katakan Kau mau menemuinya "


" Aku hanya ingin menyelesaikan urusanku dengan Eric, agar Ia bisa melepaskanku dengan iklas... itu saja Sean, sungguh " pinta Emma, Sean memandangi wajah istri cantiknya itu


" Aku takut kau nanti berubah setelah bertemu dengannya " ucap Sean akhirnya...di peluknya Emma dengan erat, Sean sungguh merasa takut


" Sean... percayalah padaku, apa masih kurang bukti cintaku padamu ? aku akan setia padamu Sean sampai kau membuangku seperti mas Arya " ucap Emma sambil tertunduk


" Tidak Emma.. buang jauh-jauh pikiran itu, aku tak akan pernah melakukan itu " sanggah Sean

__ADS_1


" Jadi... bolehkan aku mengunjungi Eric? " tanya Emma sambil memeluk Sean, di ciuminya wajah Sean dengan gemas


" Aku suka.. kalau kau cemburu " bisik Emma membuat wajah Sean memerah karena malu


" Wajar aku cemburu... Kau begitu mempesona, aku takut kehilanganmu " Ucap Sean lalu membalas ciuman Emma, cukup lama sampai pintu di ketuk dari luar baru Sean berhenti beraksi... he he dasar Kucing garong πŸ˜…


" Sean.. Emma.. apakah masih lama? " suara Marsha terdengar dari balik pintu, bergegas Emma memperbaiki dress dan rambutnya begitu pula Sean


" Ya mam...sebentar lagi keluar " balasnya, keduanya lalu keluar ruangan bersama kembali ke ruang tamu


Sesampainya di ruang tamu


" Pulanglah Bruce... Nanti sore aku dan Emma akan mendatangi Eric " ucap Sean bahkan sebelum keduanya duduk, Daniel dan Marsha terkejut mendengar keputusan Sean yang berubah


" Baiklah... Terimakasih banyak tuan muda dan Nona, saya permisi " pamitnya


" Sean... mengapa kau berubah pikiran? " tanya Marsha


" Tidak apa-apa mam, Memang sebaiknya Emma menyelesaikan urusannya dengan Eric... aku akan mendampinginya Mam " jawab Sean


" Kami akan menemanimu Sean, agar keluarga Eric tak menganggap Emma sebagai penganggu rumah tangga Eric " ucap Daniel


" Terimakasih pah " Sahut Emma, Ia Merasa aman karena ada yang mendukungnya. Jika ia datang sendiri mantan istri Eric pasti akan marah padanya, Karena ia pasti menganggap Emma wanita ke tiga


Sore telah tiba, keluarga Brown menuju ke RS mengunakan 2 mobil yang berbeda di tambah dengan pengawasan yang ketat . Iring-iringan mobil memasuki pelataran RS , Bruce dan beberapa pelayan menyambut kedatangan mereka.


Bruce menuntun mereka menuju ruangan Eric. Eric baru saja di pindahkan ke ruangan Vviv karena kondisinya sudah lebih stabil.


Di luar ruangan nampak beberapa orang duduk, Emma mengawasi ada seorang wanita cantik yang sedang memangku seorang anak laki-laki berumur sekitar 8 tahun...Emma menduga itu adalah anak dan mantan istri Eric. Ada juga sepasang suami istri berumur... Kemungkinan itu adalah kedua orang tua Eric atau mungkin mertuanya


Kedatangan mereka mendapat perhatian dari keluarga Eric.


" Permisi Tuan, Nyonya Dan nyonya muda... keluarga Brown datang menjengukmu tuan muda Eric " Ucap Bruce


" Selamat datang Daniel.. Marsha " sambut Arthur... ayah Eric


" Selamat sore tuan dan nyonya Arthur, Amanda " balas Daniel sambil sedikit membungkuk...semua mata mereka kini memandang Emma yang berada di pelukan Sean.


" Apakah kau yang bernama Emma? " tanya nyonya Arthur


" Ya nyonya " jawabnya pendek, nyonya Arthur memeluk Emma dan mencium pipinya


" Ternyata kau sangatlah cantik, pantas saja Eric..... " perkataannya terhenti mendengar deheman dari Amanda

__ADS_1


Bruce membuka kamar Eric dan masuk ke dalam...tak lama ia pun keluar


" Silahkan Nona Emma.... " panggil Bruce, Emma melepaskan gengaman tangannya dari Sean


" Sayang aku masuk dulu ya " pamitnya lalu mencium pipi suaminya itu, dengan berat hati Sean melepas Emma. Emma berjalan menuju kamar Eric saat melewati Amanda, Ia membungkuk permisi. Amanda hanya diam tak menjawab... jika tak ada mertuanya dan mertua Emma Ingin sekali Ia memaki-maki nya menumpahkan semua rasa kesalnya pada wanita yang selalu di simpan dengan baik di hati Eric.


Emma mengajak Bruce ke dalam Kamar Eric.


" Tuan Bruce.. Apakah ada cctv di Kamar ini? " tanya nya


" Tidak Nona... "


" Kau Yakin? "


" Ya nona saya yakin sekali " jawab Bruce


" Baiklah.. tinggalkan saya sendiri, tuan Bruce tolong anda berjaga di depan pintu.. Jangan biarkan siapapun masuk " ucap Emma


" Baik Nona " Bruce lalu keluar dan berdiri di depan pintu


Sementara Emma di dalam, Arthur mempersilahkan keluarga Brown duduk bersama


" Jadi benarkah Emma adalah menantu mu Daniel? " tanya Arthur


" Ya.. mereka menikah di Indonesia bulan lalu, rencananya kami akan mengadakan resepsinya di sini nanti setelah mereka pulang dari berbulan Madu. " jawab Daniel


" Jadi Emma baru saja menikah ? " tanya Arthur lagi


" Tidak... dia menikah saat berumur 25 tahun, setelah ia bercerai baru Sean menikah dengannya " jawab Marsha


" Memangnya berapa umur Rmma sekarang? "


" 30 tahun.... "


" Apaa? Kufikir umurnya baru 25 tahun, wajahnya sangat imut " ucap nyonya Arthur membuat Marsha tertawa geli


" Memang tak ada yang menyangka Emma berumur lebih tua dariku, Namun aku tak keberatan... aku sangat mencintainya " ucap Sean dengan mata yang terus melihat ke arahnya pintu


" Mommy mengapa tante itu bisa bertemu papi sedangkan aku tidak? " Suara anak Eric mengagetkan semua yang sedang duduk


See you next eps


Happy reading selalu

__ADS_1


__ADS_2