Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
166. Aspri dadakan


__ADS_3

" Haii Zahra.... mas datang..... " ucapnya membuat jantung Zahra terasa hendak lepas dari tempatnya berada....


Deg.... deg.... deg.... dada keduanya sama-sama berdetak kencang dan cepat... seandainya di dengar melalui Stetoskop....bisa pecah tuh telinga...πŸ˜…πŸ˜…


" Ehem... ehem... calon mantu ibu cantik banget malam ini? " sapa bu Ami sambil mesem-mesem melihat keduanya yang saling pandang


" Ibu datang juga... maaf Zahra ngak lihat " ucapnya kaget seraya menyalimi bu Ami


"Gimana mau lihat ...sudah ketutupan sama mas Rangga ha ha ha " sahut Emma membuat semua tertawa kecuali Zahra yang hanya bisa menunduk malu dengan wajah memerah


" Zahra temani mas Rangga malam ini ya... ajak makan, nanti pekerjaanmu biar di handle sama yang lain " titah Emma


" Baik... ayo mas Rangga... ibu... Zahra antar ke tempat makan " jawab Zahra sopan


" Sudah kamu temani Rangga saja... ibu masih kangen sama Emma " Sahut bi Ami .memberi kesempatan keduanya untuk melepas kangen


Zahra melangkah lebih dulu lalu di sejajari oleh Rangga... mata Rangga tak lepas menatap wajah Zahra...


" Adek... mas kangen banget , adek ngak kangen? " bisiknya membuat Zahra menoleh lalu tersenyum


" Ya kangen juga sedikit ..." jawabnya malu


" Kok sedikit... ngak bisa banyak gitu biar mas senang "


" Iss mas apaan sih... " kembali Zahra tersipu dan sekejap ia terkaget saat Rangga mengengam tangannya


" Mas... Jangan... " ucapnya bergetar karena tangannya terasa kongslet sampai ke jantungnya, Namun Rangga tak mau melepaskan genggamannya


" Sebentar saja dek... biar mas melepaskan rasa sesak di dada mas karena begitu rindu padamu "


akhirnya Zahra menurut... keduanya berpegangan tangan sampai di sebuah meja yang kosong.


Zahra melambaikan tangannya dan pelayanpun datang membawakan makanan dan minuman untuk mereka berdua . Rangga yang semula duduk di depan Zahra... pindah di kursi di sebelah Zahra


" Lho kok pindah mas? "


" Ya biar deketan dong, kemarikan tanganmu.. mas belum puas mengenggamnya " pinta Rangga


" Jangan mas... banyak orang malu "


" Jadi kalo ngak ada orang liat boleh dong... "


" Mas ganjen....sebel " sahut Zahra lalu mencubit lengan Rangga, tak menyia-yiakan kesempatan... Rangga langsung menyambar balik tangan Zahra ...mengenggamnya dan membawanya ke bawah meja di letakkannya di atas pahanya


" Mass... lepas... dosa tau.... " protes Zahra


" Biar mas tanggung dosanya, seandainya aku tau Zahra bagaimana mas berusaha sekuatnya menahan gejolak hasrat mas yang begitu ingin memelukmu.... dan menciummu.saat ini. " ucapnya sambil memandangi manik mata Zahra dengan sepasang mata elangnya, Zahra terdiam... Ia tau umur Rangga yang dewasa menuntut lebih dari sekedar berpegangan tangan... dan jika Rangga bisa menahannya itu bukanlah hal yang mudah

__ADS_1


" Baiklah mas... tapi jangan lama-lama ya... adek sudah lapar, tadi siang aja ngak sempat makan " jawabnya akhirnya... Rangga tersenyum senang Zahra mengizinkannya mengengam tangannya walau sebentar


" Dek.... sampai Indonesia kita nikah ya " ucapnya tiba-tiba


" Haa.... apa... ni.. nikah ? " tanyanya kaget


" Iya... mas sudah ngak tahan dek.. "


" Ngak tahan? ngak tahan apa mas? " tanya Zahra bingung


Rangga menarik nafas panjang... Resiko punya calon abg... 😭😭πŸ˜ͺ ngak paham... πŸ˜…πŸ˜…


" Ya... ngak tahan pisah sama adek, maunya mas sama-sama terus berdua.. kalo kita ngak nikah kan jadinya dosa seperti katamu tadi " jawab Rangga berusaha membuat Zahra mengerti


" Ooo gitu, ngak kecepatan mas..baru juga kita jadiannya "


" Ngak... nanti kalo kelamaan takutnya kamu pindah ke lain hati "


" Apaan sih mas... ya enggaklah... cuman Zahra masih kepengen kerja "


" Habis nikah... ngak papa adek boleh terus kerja kok, mas ngak larang " bujuk Rangga


" Bener...? mas ngak bohong ? "


" Beneran.... tuh black card nya gajimu, kerjanya siap sedia 24 jam untuk mas " sahut Rangga lagi


" Bukan kerja gitu mas... maksudnya kerja di perusahaan gitu "


Zahra terdiam sejenak.... apakah memang Jodohnya secepat ini? Saat Usianya baru memasuki 19 tahun?


" Dek... mas menunggu jawabanmu " ucapan Rangga mengagetkan lamunan Zahra


" Harus di jawab sekarang? , beri adek waktu dong mas " pintanya Zahra sambil mengunyah makanannya


" Baik mas kasih waktu sampai selesai makan " jawab Rangga


" A... apa...??? "


🌺🌺🌺🌺


Kita tinggalkan dulu dua sejoli yang sedang melepas rindu. Di panggung Billy tiba-tiba datang mencari Zahra


" Bos... Zahra kemana? masih banyak kerjaan yang harus kami lakukan " tanyanya pada Sean


" Zahra mulai malam ini sudah tak bisa membantumu lagi... calon suaminya datang untuk menjemputnya, kau cari aspri baru saja " jawab Emma membuat Billy kaget


" Waduh... dimana mencari aspri mendadak gini Emmm?? " protes Billy

__ADS_1


" Nak Billy... perkenalkan saya bu Ami calon mertuanya Zahra , maaf ya mendadak menjemput Zahra " sela bu Ami..


" Oh tidak apa-apa Bu.. saya cuma bingung mencari aspri kalo dadakan begini, maaf... selamat datang Ibu. " sambut Billy pada bu Ami


" Terimakasih... pantasan saja Rangga resah gelisah Zahra ke mari... Wong bos nya cakep pisan kayak gini " jawab bu Ami lagi membuat Emma tertawa Sedangkan Billy langsung mesem-mesem malu


" Ah ibu bisa aja...perasaan ibu aja yang bilangin Billy cakep..yang lain ngak.. " sahutnya malu


" Siapa bilang, aku sering banget bilangin kamu cakep... kamunya aja yang pura-pura ngak denger " sahut Elena yang tiba-tiba sudah berada di samping Billy. Billy langsung aja diam melihat Elena datang


" Datang Lagi nih kunti... kayak jailengkung aja... datang tak di undang... pulang sana..." ucapnya dingin


"Billy... Jaga perkataanmu!! " tegur Emma


" Ngak papa mba Emma... sudah biasa El di hina-hina sama si katarak ini " sahut Elena santui


" What.... Bill... aku tak pernah mengajarimu menghinanya seorang wanita!! " tegur Emma lagi... membuat Billy menunduk


" Maaf..... " ucapnya kemudian


" Sebagai permintaan maafmu... jadikan Elena asprimu mengantikan Zahra " titahnya Sean tiba-tiba menghasilkan 2 ekspresi yang berbeda dari Billy dan Elena


" Whatt bos ngak... aku ngak mau punya aspri manja!! " protes Billy


" Aku janji.. ngak akan manja Bill " sahut Elena membuat Billy berfikir sejenak... Ia berfikir bagaimana caranya membuat Elena menyerah...


" Baik... kulihat kerjamu 2x24 jam... kalo aku ngak puas... kamu harus menyerah " ucap Billy sambil tersenyum penuh makna


" Palingan sehari juga mewek kamu... gadia manja huh.... rasakan kau akan mengerjaimu nanti. " ucap Billy dalam hati


" Emma.... Sean... saatnya kita foto keluarga!! " suara Marsha terdengar, Ia datang bersama Daniel dan tim juru foto


" Baiklah Emma... ibu bergabung dulu dengan Rangga dan Zahra, kamu silahkan dengan keluargamu dulu " pamit bu Ami


Keluarga Brown pun mulai berpose, foto pertama Emma.. Sean dan twins, mereka berfoto berempat dengan berbagai pose, lalu di tambah dengan Marsha dan Daniel...


Puas berfoto dengan keluarga inti... Daniel kemudian memanggil Elena dan Billy juga ayah Elena, Elena berdiri di samping Billy dan mengandeng tangan Billy


" Elena.. Jangan macam-macam " bisik Billy


" Aku ngak macam-macam, cuma semacam aja Bill....I like you " bisik Elena kembali..membuat Billy kaget dan memandang ke arah Elena, keduanya pun saling tatap... pose yang sangat Indah itu di abadikan oleh juru foto


" Good ekspresi " ucap sang juru Foto pada rekannya


" Ya... Benar, mengapa kau mengambil foto mereka berdua? "


" Aku akan menyertakannya dalam lomba foto thema couple... aku yakin foto ini akan menenangkan lomba...both of them have good ekspresion " jawabnya

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa like komen dan vote ya


__ADS_2