Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
265. Dinda


__ADS_3

Hai pembaca sekalian.. maaf baru up lagi, beberapa hari ini thor lagi semedi menentukan alur cerita... akhirnya saya memutuskan tidak akan ke Kapten Rangga karena entar tambah lamaan endingnya sedangka novel terbaru sudah mulai di ketik he he maaf ya , yang jelas kapten Rangga dah bahagia karena Bening sudah hamil.... ceritanya ntar dapat baby boy ya...😍😍


So we back to laptop... 😘😘


🍹🍹🍹🍹


Draco meninggalkan Mansion Daniel, Ia menuju ke hotelnya kembali... dari hotelnya sebuah helicopter akan mengantarnya ke pulau milik Eric. Draco penasaran dengan adik ipar Eric, kemaren mereka sudah sekali bertemu..Dinda memang cantik, namun Dinda nampak sedih dan terpaksa bertemu dengannya


Hari ini Draco ke pulau Eric atas undangan Eric, Eric akan menceritakan masalah Dinda katanya... apa yang membuat Dinda nampak sedih. Karena merasa tertarik dengan Dinda akhirnya ia memenuhi undanga Dari Eric. Sekalian ia mau melihat-lihat pulau sahabatnya itu, Karena ia belum pernah kesana sana sekali.


Heli membawanya ke sebuah pulau nan sangat indah, pantas saja Eric membangun Villa di tempat ini... tempat ini serasa di surga .


Kedatangannya di sambut langsung oleh Eric... Eric terlihat senang sekali.. beberapa pembantunya pun menurunkan barang2 titipan Eric yang di bawa Draco.


" Haii bro.. bagaimana pulauku.. indah kan??! " sapa Eric


" Ya.. kupikir aku memasuki surga tadi ha ha " keduanya lalu berjalan ke villa Eric


Eric langsung membawa Draco ke ruang kerjanya...


" Kemana istri mu dan adiknya ? " tanya Draco melihat villa yang sepi


" Mereka pergi jalan2 dengan Kapal pesiar ku.. sebentar juga kembali, begini Draco... sebenarnya aku ingin minta tolong padamu " jawab Eric


" Minta tolong apa lagi.. merayu nenek-nenek, mentang-mentang aku jomlo !!" sahut Draco keky.. Ia jadi ingat lagi dengan kasus Emma


" Ha ha jangan marah begitu... siapa tau kasus yang ini bisa menguntungkanmu " jawab Eric cepat


" Aku dengar dulu.. apa maumu, aku tak mau patah hati 2 kali.. ngak enak!! " sahut Draco


" Begini Dinda itu di bawa paksa ke sini oleh istriku karena di Jakarta Ia sedikit bermasalah. Dinda berpacaran dengan suami orang dan orang tersebut tak lain tak bukan suami temannya Ida juga. Ida sangat marah.. Sebenarnya bukan salah Dinda juga, Dinda fikir lelaki itu sudah bercerai dengan istrinya padahal ia sudah bohongi... kasihan dia " cerita Eric


" Jadi.. sekarang kau minta aku merayu adik iparmu itu... yang jelas-jelas menyukainya pria lain, no man... no. Aku tidak se-prustasi itu sampai mengejar-ngejar wanita yang jelas2 tak menyukaiku.. untuk apa " tolak Draco


Eric menarik nafas panjang...


" Dengar dulu penjelasanku sampai habis... jangan asal nuduh begitu " ucap Eric


" Baiklah... katakan, aku mendengarkanmu "


" Bawalah Dinda bekerja denganmu, buatlah ia sibuk agar Ia bisa melupakan lelaki itu.. Kau tak perlu mengajihnya.. Nanti aku yang akan mengurus gajinya... please... 1 bulan saja ya!! " pinta Eric


" Mengapa kau mau menjauhkan adik iparmu dari villa ini , kau terganggu ya selama ia disini.. dasar kau maniak , kau yang mau enak mengapa aku yang harus sengsara" omel Draco

__ADS_1


" He he bukan begitu sobatku, gimana aku ngak pusing ...sudah dari pagi sampai sore Ida di monopoli, malam-malam dia minta tidur dengan kakaknya juga..kapan aku bisa membuat adonan " ucap Eric sambil mengaruk kepalanya


" Bha hahahhahahah dasar kau monyet tua, tidak kali ini aku tak akan terjebak masalahmu.. pulangkan saja gadis itu ke asalnya ..beres " tolak Draco


" Tolonglah aku man.... " rayu Eric


" Tak ada untungnya juga untukku Eric, lebih baik aku kembali ke London dan mengejar Emma " ucap Draco


" Baiklah... katakan apa maumu, aku tau ini tak gratis " senyum menghiasi wajah tampan Draco mendengar Eric teriakan umpannya...


" Karena mamaku akan menikah.. hotel di London ini akan kuserahkan sepenuhnya untuk mama dan papahku untuk masa tua mereka, so aku akan membangun hotel baru di London untukku sendiri. Aku mengincar tanahmu itu sobatku, so Jualah padaku.. maka sebagai bonus penjualan tanahmu. aku akan membawa gadis itu sibuk selama yang kau inginkan... bagaimana?? " ucap Draco dalam satu taruhkan nafas


" Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan Draco "


" Tidak masalah.. selama kita sama-sama untung, Tapi kau tau kan bagaimana kalau aku bekerja... Jangan salahkan jika gadis itu akan sering menangis jika tak bisa mengimbangiku " ucap Draco lagi


" Tanah itu harganya tinggi Draco.. sanggupkah kau membelinya ?? aku tak menerima pembayaran Cicil " sahut Eric


" Mann... temanmu ini sekarang sangat banyak uang, aku baru saja menjual mobil2 tua warisan papah, kau tau berapa banyak itu kan ?? " ucap Draco lagi


" Katakan saja berapa harga tanahmu, rekeningmu segera terisi " lanjut Draco


" Ericccc Sayang dimana kau?? " suara Ida membuyarkan transaksi itu


" Beri aku waktu semalam untuk memikirkannya, menginaplah kau malam ini di sini... oh ya.. kalau kau bisa mengeluarkan Dinda malam ini dari kamarku, itu juga bisa menjadi pertimbangan dariku untuk niat baikmu " bisik Eric


Keduanya lalu keluar menuju ruang keluarga di mana sudah ada Ida.. Dinda dan juga baby Erica.. anak Ida dan Eric


" Sayang.. lihatlah siapa yang ku undang ke pulau !! " ucao Eric begitu sampai


" Draco.. haii selamat datang, apakah suamiku sudah memberimu minum?? " sambut Ida ramah


" Aku hanya di beri masalah saja dari tadi, Eric memang tuan rumah yang sangat baik!! ha ha " sahut Draco membuat Eric mengeplak kepalanya


" Sudah sayang.. kami tadi minum wine di ruang kerja " jawab Eric


" Kami...?? kamu aja kali, aku enggak..suamimu sedang pusing Da.. " sahut Draco jujur


" oh ya.. apa yang kau pusingkan Sayang?? " tanya Ida sambil menatap Eric... Eric hanya bisa mencubit Draco kesal


" Jangan pura-pura tak tau Da! " ucap Draco lagi


" Aku memang tak tau, Eric tak ada bilang apa-apa " sahut Ida

__ADS_1


" Seingatmu sudah berapa lama, tornado sahabatku ini masuk terminal? " tanya Draco cuek membuat Eric tambah melotot dan Ida pun terdiam


Dinda yang mendengarnya langsung bertanya


" Tornado...?? apa maksudnya?? Apakah di sini akan ada tornado? " tanyanya kaget


" Ya... Akan terjadi tornado besar jika kau masih saja manja, menggangu privasi Eric dan Ida di malam hari, mereka itu suami istri sudah Seharusnya kau paham itu " Sahut Draco membuat Dinda melihat pada Ida dan Eric bergantian


" Maaf.. Dinda tak bermaksud menganggu, Dinda mau ke kamar dulu permisi " ucapnya dengan mata berkaca-kaca


" Draco.... Jangan sekejam itu pada Dinda !! maaf Sayang " tegur Eric..Ida hanya tersenyum


" Kami memang sangat memanjakan Dinda karena ia anak bontot, sekarang katakan apa rencananya kalian?? " tanya Ida ...Eric hanya mesem-mesem, Ia tak berani bersuara... Salah kata bjsa tambah lama tornadonya cuti 😂😂


" Begini Da.. Eric memintaku memperkerjakan Dinda... agar Ia sibuk dan bisa melupakan permasalahannya " jelas Draco jujur


" Idea yang bagus.. terimakasih sayang " ucap Ida senang


" Tapi aku belum menge-iyakan " jawab Draco


" Mengapa?? kau tak mau membantu kami?? " tanya Ida


" Mau saja.. bahkan dengan senang hati, tapi dengan syarat dan ketentuan berlaku "


" Syarat Dan ketentuan berlaku?? apa maksudnya Draco?? bicaralah yang jelas.. Jangan bertele-tele begitu " kejar Ida


" Kau tanya saja suamimu itu, aku mau istirahat dulu..oh ya kata Eric Dinda pintar memasak.. boleh dong aku mencicipi masakan nya Hehe... permisi " pamitnya setelah mencium baby Erica


Setelah Eric menghilang.. Ida pun menunggu jawaban Eric


" Sayang... katakan apa maksud sahabatmu itu!! " todongnya... Eric menyerahkan baby Erica pada baby sisternya lalu menarik Ida ke kamar Mereka


" Aku akan menjelaskannya setelah makan.. aku sangat lapar " ucapnya sambil menguncinya pintu


" Sayang.. makan malam kan masih lama, baru juga beberapa jam yang lalu kau makan siang " ucap Ida tak paham


" Jangan pura-pura Sayang... Kau tau yang lapar itu tornadoku... sudah 4 hari Ia menganggur " ucap Eric dan ngak pake lama terdengarlah ******* dan erangan silih berganti menghiasi kamar mereka.


Lanjut besok ya sista...


Kira-kira Dinda jodoh Draco apa Kagak ya... see you next eps


Jangan lupa like komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2