
Sedikit pengumuman ya sista.. harap bisa baca kembali bab sebelumnya agar tidak bingung karena mungkin ada part yang tertinggal, terimakasih. Sekarang kita kembali ke ruangan Billy
🍫🍫🍫🍫🍫🍫
" Kok bening? " ucap Billy tanpa dosa
" Maksudnya apa ya tuan.. saya tidak mengerti? " tanya pak Sabeni balik
" Maaf pak.. maksudnya mungkin kok anak bapak ngak mirip ama bapak, cuman emang Billy aja yang songgong " jelas Suprie sambil mencubit lengan Billy
" Eh iya.. pak maaf he he he, habis Emang anak bapak beningan sedangkan bapak rada butek " sahut Billy
" Ha ha ha... Emang semua tetangga juga ngomong gitu, alhamdulillah dia mirip banget ama emaknya makanya ngak jelek kayak saya " jawab pak Sabeni geli
" OK tanpa panjang lebar, perkenalkan dirimu!! " titah Billy kembali bersikap profesional
" Perkenalkan nama saya Rahmawati Az zahra umur 19 tahun, lulusan Smkn xxxxx jurusan sekretaris " ucapnya lancar sambil menunduk , Billy memperhatikan wajah gadis cantik di depannya, ia mengunakan penutup kepala dan gaun panjang yang menutupi seluruh tubuhnya yang anehnya menurut Billy malah membuat Zahra terlihat lebih cantik dengan gaya busananya yang tertutup tersebut
" Mengapa kau menunduk.. tidak menatap saya? " tanya Billy heran
" Tidak apa-apa tuan, saya hanya menjaga pandangan " sahutnya
Billy dan Suprie saling pandang...
" Zahra... sebenarnya dengan ijazahmu saat ini palingan biasanya menjadi Ob namun tuan Sean melarangnya, aku juga jadi bingung mau di tempatkan di mana kamu ini " ucap Billy sambil mengaruk kepalanya
" Bill Gimana kalo Zahra jadi aspri lho aja dulu sementara biar ada yang ngurusin lo, kan si Lisa ngak jelas balik apa kagak " ide Suprie, Billy terdiam sambil berfikir... memang ia perlu orang untuk mengurusi kebutuhan pribadinya namun apakah Zahra bisa melakukannya secara Ia masih sangat muda
" Gimana Zahra.. mau ngak jadi asisten pribadi saya? " tanya Billy pada Zahra yang sedang menunduk, berlahan Zahra mengangkat wajahnya dan menatap Billy... mata mereka bertemu... deg deg deg.... dengan cepat Zahra mengalihkan pandangannya pada bapaknya meminta pendapat
Pak Sabeni mengangguk pada anaknya yang biasa di panggilnya Wati tersebut, sebuah anggukan akhirnya menjadi jawaban dari Zahra.
" Baiklah Zahra karena kau bersedia, Kau bisa mulai besok pagi... Suprie tugasmu untuk menjelaskan Pada Zahra apa saja tugasnya okay "
" What... why me?? "
" Ya karena aku banyak kerjaan oon, aku ngak punya waktu untuk melatihnya... kuberi kau waktu 3 hari untuk menyiapkan Zahra..ngak pake protes.. ayo kita bersiap ke Bandung " ucap Billy. Mereka lalu berpamitan, Pak Sabeni senang sekali anaknya kini bisa bekerja di PT. Kila seperti dirinya dulu
3.hari telah berlalu.....
Ting tong... ting tong.... suara bell yang berulang membuat Billy mau tak mau bangun dari peraduannya. Dengan malas di seretnya ke dua kaki nya menuju pintu
__ADS_1
Ting tong ting tong...
" Iyaaaa sabar sebentar... siapa sih ganggu a..... " omelan Billy terhenti begitu melihat siapa yang berada di depan pintu apartemennya
" Assalamu alaikum pagi tuan "
" Pagi.. bening Eh Zahra, ngapain kamu ke sini? " tanya Billy bingung
" Kerja tuan " sahut Zahra
" Kerja...? ini kan hari Minggu "
" Iya tuan... bilang Pak Suprie setiap hari Minggu saya harus kerja setengah hari membersihkan apartemen tuan " jelas Zahra sambil terus menunduk
" Oh begitu.... ya udah masuk.!! " titahnya namun Zahra tetap saja berdiri di depan pintu
" Kenapa?? Katanya mau kerja "
" Maaf tuan saya mau masuk kalo tuan sudah memakai pakaian yang layak. " ucap Zahra membuat Billy melihat tubuhnya
" OMG...... sorry.... sorry " ucap Billy malu dan langsung berlari ke kamarnya... gimana ngak malu Billy cuma pake kolor berwarna ijo Lagi... 😂😂😂
Zahra tertawa geli melihat penampakan asli tuan Billy di apartemennya yang sangat berbeda saat berada di kantor yang sangat rapi dan perlente.
" Gini kali ya rasanya nanti kalo punya istri he he " pikir Billy sambil senyum-senyum sendiri
" Silahkan sarapan tuan " panggil Zahra
" Kau bawa dari rumah? "
" Iya.. ini hadiah dari nyak buat tuan sebagai ucapan terimakasih karena tuan sudah mau mempekerjakan saya " jawab Zahra, Billy pun sarapan dengan tenang sedangkan Zahra mulai mengambil sapu lalu menyapu dan mengepal semua ruangan dengan cekatan.
Selama beberapa jam Zahra tak berhenti, kamar Billy sudah bersih... spray sudah di ganti dan pakaian kotor sudah di mesin cuci sedangkan Billy setelah sarapan kembali molor di sofa ruang tamu, ia sangat lelah karena semalam bekerja hingga tengah malam.
🍦🍦🍦🍦
" Tuan... tuan... bangun tuan " suara merdu membangunkan Billy dari tidurnya, Billy pun membuka matanya. Matanya menangkap wajah cantik Zahra yang berada di depannya
" Ada apa bening...? " tanyanya sambil mengucek matanya
" Saya mau nanya kiblatnya menghadap mana tuan? " tanya Zahra
__ADS_1
" Kiblatnya...? apaan tuh " tanya Billy bingung
" Maaf tuan non Muslim ya? " tanya Zahra...Billy pun mengangguk
" Maaf tuan saya tidak tau, boleh saya menumpang sholat di sini tuan Nanti saya cari arah kiblatnya pake aplikasi aja " tanya Zahra, Billy hanya mengangguk Ia bingung apa yang hendak di lakukan Zahra
" Tuan sebaiknya mandi lalu kita ke supermarket untuk mengisi kulkas tuan dengan bahan makanan bergizi, Jadi setiap pagi saya bisa menyiapkan sarapan untuk tuan " ucap Zahra lagi
" Kamu mau membuatkan sarapan tiap pagi? " tanya Billy
" Iya... kata pak Suprie tugas saya setiap pagi jam 6.30 saya harus sudah berada di sini untuk menyiapkan sarapan dan pakaian tuan.. lalu nanti ke kantor perginya dengan tuan " jawab Zahra
" Oh Begitu... " jawab Billy lalu berdiri berjalan ke kamarnya sambil membawa hpnya nya. Sesampainya di kamar Billy menelfon Suprie
" Hallo... ada apaan Bill... gua lagi ***-*** ma Fatimah Jangan ganggu ya " sahut Suprie di sebrang sana
" Prie gua cuman mau nanya, bener lo nyuruh Zahra bikinin gua sarapan tiap pagi ? di mari " tanya Billy
" Iye... jadi lo ngak ngeluh Lagi kalo ngak ada yang ngurus Elu, gua sudah tatar Zahra untuk melayani keperluan Lo dari A sampe z supaya elu keurus okay... kecuali satu urusan ranjang kayak bisa dia soalnya belum mahrom he he " jawab Suprie panjang lebar
" Apaan sih lo Prie.. yang udah gua mau mandi " Billy lalu pergi mandi sambil merenunhkan perkataan Suprie....
" He he sebenarnya enak juga kalo ada yang ngurusin gua sama apartemen ini jadi aku bisa lebih focus bekerja "
Selesai Mandi dan berpakaian Billy mencari Zahra , sayup-sayup Ia mendengar suara Zahra sepwrti aedang membaca Namun Ia tak mengerti apa yang di baca Zahra... Billy memberanikan diri mengintip.. nampak Zahra sedang memakai bersila dan membaca sebuah buku tebal... setelah beberapa saat Zahra Selesai Dan membereskannya mukenanya Dan kitabnya
" Apa yang kau baca Zahra... aku tak mengerti? " tanya Billy
" Oh saya tadi selesai sholat membaca Al Qur'an kitab suci umat Islam, Tuan sudah siap? " Billy pun mengangguk
Mereka lalu pergi ke supermarket dengan mobilnya. Sepanjang perjalanan Billy berfikir mengenai Zahra, selama ini ia jarang melihat ada orang yang begitu taat menjalankan agamanya termasuk dirinya sendiri. Ia hanya sibuk bekerja dan bekerja
" Zahra boleh saya bertanya? "
" Ya tuan silahkan... "
" Mengapa kau begitu taat beribadah dan kau berpakaian sangat tertutup.? " tanya Billy
Nah lho... Bagaimanakah perjalanan Billy dan Zahra... Jodoh ngak ya, lalu bagaimana dengan Lisa??? satu part kedepan masih bahas Billy ya sista
Penasaran penampakan Zahra
__ADS_1
Let we see.... 🤗🤗 bening tak?