
Hai hai... met hari Jum 'at, hari ini masih edisi otak sengklek yooo... jadi yang ngak suka silahkan tetap di skipp eps yang satu ini.
🍌🍌🍌🍌
" Pah..... sebaiknya mereka berdua kita kirim ke antartika aja, biar perkutut mereka pada mengkerut sekalian " adu Sean pada Daniel... tak lama Jhon pun menyusul masuk menyerahkan tas keduanya.
Daniel seperti memikirkan sesuatu...
" Apa benar bentuk perkututnya seperti ada helmnya akibat di sunat Prie?? " tanya Daniel penasaran
" Bener om... kan tadi aku barusan liat " sahut Billy dengan semangat
" Dulu waktu kau dilahirkan Marsha mau menyunatmu Sean, karena itu kebiasaan orang di Indonesia katanya " ucap Daniel
" Tapi boyku tak ada helmnya pah? " jawab Sean
" Ya karena nenekmu melarangnya, jadi ngak jadi di sunat , aku penasaran... coba perlihatkan padaku!! " titah Daniel pada Suprie
Suprie hanya mengeleng...
" Ngak usah tuan.... saya malu " jawabnya tertunduk
" Ye ilehhh pake acara malu segala, tadi sama gue aja lo malah nantang2 mau kasih liat " celoteh Billy..Sean melipat kedua tangannya di dada sambil bersender di dinding...
" Suprie... cepat kasih liat papa, kita banyak kerjaan...!!! papah juga kayak ngak ada kerjaan aja sih... " bentaknya sudah mulai tak sabar
Wajah Suprie memucat... kok jadi gini sih... kan malu kalo perkutut gua diliatin banyak orang.... cicitnya dalam hati
" Suprieee.....!!! " ulang Sean
" Ya tuan... " sahutnya terpaksa Suprie membuka kembali celananya namun ia berbalik ke ujung ruangan, berulang kali Suprie menepuk perkututnya agar bangun.. namun usahanya gagal... perkututnya malah tambah mengkerut.. mungkin karena merasa takut pada bosnya 😅😅😆
" kok lama amat Prie...? " tanya Billy
" Ngak mau bangun Bill perkututnya... pingsan Kayaknya " sahut Suprie dari pojokan
" Kalo pingsan di tempeleng dong Prie biar sadar... atau perlu di kasih nafas buatan ama Jhon ha ha ha " ucap Billy sambil tertawa geli membayangkan perkutut Suprie di tempeleng
" Perkutut saya juga ada helmnya kok bos... " sahut Jhon tanpa di sangka-sangka
" Lho kok bisa... Emangnya kamu dulu di sunat juga.. kan kamu bukan muslim bro? " tanya Suprie tanpa membalik badannya
__ADS_1
" Iya saya dulu di sunat... tapi ngak sengaja he he " sahut Jhon cengegesan
" Ya sudah perkutut kamu aja kasih liat om, punya Suprie sekarat kayaknya " titah Billy.... Jhon pun segera mengeluarkan perkututnya dan dengan mengetuknya sedikit.... perkutut pun berdiri tegak
" Nah om... lihat punya Suprie persis seperti ini tadi " ucap Billy... Danielpun mengamatinya... memang bentuk ujungnya berbeda dari perkututnya
" Hemmm jadi begitu ya bentuknya setelah di sunat... bagus juga " komentar Daniel membuat Sean jadi tertarik lalu melepas kacamata hitamnya dan menengok perkutut Jhon... Wess sa kantor pada error otaknya
" Kok bisa kamu jadi di sunat Jhon? " tanya Sean sambil mengamati kepala perkutut Jhon yang bentuknya berbeda dari miliknya
" Begini tuan... waktu kecil saya liburan ke tempat nenek saya di Bandung, nah waktu itu bulan puasa kok di dekat rumah nenek banyak anak2 berkumpul, mereka memasuki tenda tak lama keluar mereka memakai sarung.. di beri banyak makanan dan balon2.. namanya saya anak2 ya ikut ngantri juga, he he ternyata saya di sunat bos ha ha ha " ceritanya sambil tertawa geli lalu memasukkan kembali perkututnya.
" Trus bagaimana pasanganmu... senang ngak dengan perkutut berhelmmu itu, kata Suprie kalo di sunat jadi keras kayak ulin " tanya Billy penasaran
" Sini ya Bill kukasih tau.... semua wanita yang pernah kumasuki merasa sangat amat puas... katanya lebih hebat dari pada yang ngak pake helm " ucap Jhon penuh percaya diri
" yang benar... masa begitu?? " Sean jadi penasaran
" Bener tuan... saya ngak bohong... saya kan play boy he he jadi ngantri tuh women2 "
" Tapi kok beda ya Prie perkutut lo ama Jhon? " sela Billy
" Itu panjangnya... ibarat pisang punyamu itu seperti pisang kepok sedangkan punya Jhon seperti pisang Ambon , apa punyamu kebanyakan motongnya waktu di sunat? " tanya Billy
" Ya ngak lah Bill... semua kan tergantung bibitnya... gua ama Jhon beda bibit... lihat nih tinggi badan aja beda jauh " jawab Suprie
" Sudah... selesai sampai disini masalah perkutut... sekarang mulai bekerja!! " titah Sean
" Tunggu bos.. bos ngak mau di sunat, mumpung nganggur tuh 40 hari... kata Suprie 1 minggu aja kok bos sakitnya " celoteh Billy tak berhenti membuat Sean melotot
" Sekali lagi kau bersuara perihal perkutut, kukirim kau sekarang juga untuk di sunat " jawabnya kesal karena Billy mengingatkannya perihal 40 hari nya.
Ya 40 hari paling penyiksa menurutnya, ini baru beberapa hari saja kepalanya sudah nyut-nyutan.
" Kita mulai rapatnya sekarang, panggil semua sekretaris untuk rapat " titah Daniel dan dalam 10 menit rapat di mulai.
" Mulai sekarang... kau resmi menjadi wakil ceo mengantikanku, karena aku akan bekerja dari rumah saja begitu pula papah, dan kau Suprie kau resmi mengantikan posisi Billy di Indonesia. Jadi rumah yang kau tempati sekarang kuberikan padamu sebagai Konpensasi nya kau harus bekerja seumur hidup dengan kami... mengerti!! " ucap Sean memulai rapat
" A... a... apa... rumah mewah itu diberikan pada sa.. saya tuan, benarkah?? " tanyanya tergagap-gagap
" Iss bos pilih kasih, Suprie dikasih rumah... saya ngak... " rajuk Billy
__ADS_1
" Percuma aja kau di beri rumah juga tetap aja nyempil di mansionku atau mansion papah... iya kan!! " jawab Sean menohok Billy
" Itukan karena Billy masih sendiri... nantikan kalo punya istri juga ngak nyempil2 lagi.... " ucapnya sambil memainkan pena di tangannya.... Zahra tersenyum geli melihat kelakuan Billy yang seperti anak kecil
" Ya sudah... nanti kalau kau menikah.. om akan belikan sebuah rumah yang besarrrt untukmu dan istrimu ya... " jawab Daniel bijak membuat mata Billy langsung membulat bahagia
" Bener om.... Oh bahagianya... om memang bos terrrrrbaikkkkk " ucapnya senang membuat Sean keki melihatnya
" Cih... kerja dulu yang bener...baru minta hadiah " protes Sean
" Bos kurang kerja keras apa aku selama ini, sampe-sampe urusan pribadiku saja terlantar " ucap Billy membela diri
Rapat persiapan pergantian pimpinan perusahaan terus bergulir hingga waktu makan siang. Selesai rapat Sean segera meluncur ke rumah sakit... ia sangat merindukan anak dan istrinya tercinta.
Sementara itu di Jakarta...
Romy sedang pusing dengan kelakuan Rangga. Semenjak di tinggal Zahra ke London, Rangga bekerja lembur siang malam di kepolisian, berapa kasus di babatnya tanpa ampun. Ia menangkap banyak gembong narkoba dalam beberapa hari ini.
" Bos napa sih ngak pulang... sudah jam 1 malam nih, ngantuk... sudah 3 hari kita ngak pulang... " rengek Romy
" Percuma juga pulang Rom... gua ngak bisa tidur, kebayang Zahra terus... mending di bawa kerja " jawabnya sambil mengotak atik hpnya karena sedari tadi panggilannya vc nya tak tersambung
" Nelfon Zahra lagi....?? " tanya Romy
" Heeh... ngak tersambung.. " jawabnya kecewa, namun tiba2 hpnya bergetar..... terlihat wajah Zahra di tampilan layar, Zahra vc balik.... wah senangnya Rangga, hampir saja terlepas hp dari tangannya
Rangga segera menyurai rambutnya dengan jemarinya dan berkaca... ia lalu menengok ke arah Romy
" Keluar...!! " perintahnya
" Apaaa.... nunggu diluar, bos yang bener aja... ini di pinggir hutan jam satu malam, aku disuruh berdiri di luar mobil habis badanku di makan nyamuk bos.... aku di sini aja tutup kuping ama telinga deh... suerrr " tolak Romy
" Keluar..... ngintai sana " ulang Rangga kesal
" Astaga naga bos bos " mau tak mau Romy keluar sambil merapatkan jaketnya
" Ya Tuhan... sial apa hambamu ini, padahal aku selalu taat beribadah... mengapa ini terjadi padaku hua hua " cicitnya saat pasukan nyamuk mulai mengelilinginya
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya
__ADS_1