
hai hai sista kita melompat sebentar ke Jakarta ya... nengok pengantin baru sejenak sebelum ke Bora-bora.
🏵🏵🏵🏵
Zahra sedang mengeringkan rambut gelombang panjangnya dengan hair dryer, ini Hari ke 4 mereka di Hotel yang semula hanya mau 2 hari ternyata di perpanjang oleh Rangga sampai 4 hari. Rangga masih betah berkurung dalam kamar king suit hotel dengan Zahra menikmati kebersamaan mereka.
Zahra memperhatikan *********** kini terasa membesar..bibirnya terasa kebas, tubuhnya terasa pengal begitupun miliknya terasa masih sakit... tapi dibalik semua itu Zahra Merasa bahagia. Zahra mencintai Rangga sebelum menikah dan kini setelah Rangga menjadi suaminya Ia tambah mencintainya.
Karena pada Rangga semua doanya terjawab, Ia mendapat suami yang tampan.. lembut dan terutama bisa menjadi imam untuknya dan anak2nya kelak. Saking asiknya melamun sambil senyum-senyum sendiri... Zahra tak menyadari suaminya telah keluar dari kamar mandi.
" Ehem-ehem kok senyum-senyum sendiri, adek lagi ngelamun jorok ya?? " ucap Rangga sambil memeluk Zahra dari belakang
" Ih apaan sih mas, adek lagi perhatiin bibir adek yang terasa kebas... mas sih suka banget... " belum lagi selesai bibir mungilnya itu berbicara, Rangga telah membungkamnya dengan bibirnya
Bunyi kecupan terdengar sampai beberapa saat dan terhenti saat kupandang azan terdengar dari hp Rangga, keduanya lalu menghentikan kegiatannya dan bersiap untuk sholat subuh. Setelah Salam Rangga berdoa, mendoakan keselamatan untuk mereka berdua dan keluarga juga memohon segera di beri keturunan
Zahra lalu mencium tangan Rangga... dan Rangga membalasnya dengan mencium kening Zahra, momen ini adalah moment favorit mereka .
" Adek langsung ganti baju ya..kita ke Bandung dulu pagi ini sebelum berbulan Madu ke Eropa " ucap Rangga
" Ngapain kita ke Bandung mas...? "
" Mas ada urusan sebentar, mau bertemu dengan salah satu atasan Mas, Nanti di Bandung adek mau nunggu di villa mas atau di rumah kakaknya adek? "
" Zahra tempatnya mba Zainap aja mas, kangen sama si kecil " jawab Zahra
Rangga sudah siap dengan pakaian seragamnya polisinya... Ia terlihat sangat tampan, membuat Zahra betah berlama-lama menatapnya. Bahkan selama di perjalanan ke Bandung Zahra tak melepaskan pelukannya dari tangan Rangga
" Duh... pengantin baru lengket kayak prangko, ngak kasihan apa sama jomlo ngenes ini... " celetuk Romy sambil menyetir
" Lho mas Romi kan sudah ada pacarnya tuh anak kos nya ibu... jomlo dari mana..." sahut Zahra
__ADS_1
" Iyaaa... tapi di ajak kawin belum mau.. Katanya mau selesaikanlah kuliahnya dulu... hadehhh.... " sahut Romy sedih
" Masih berapa lama lagi Rom..? " tanya Rangga
" Setahun Lagi bos.... " jawabnya
" Ya sudah.. gimana kalo kamu ikut pendidikan dulu, biar cepat naik pangkat "
" Kan mahal bos.. biaya pendidikan, mana ada saya uangnya " sahut Romi lagi
" Kamu daftar aja... Nanti aku yang bayar, hitung-hitung sebagai ucapan terimakasih karena sudah menjagaku selama ini " ucap Rangga membuat Romy kaget
" Maksud bos... bos tau kalo saya.."
" Ya aku sudah lama tau, tidak apa-apa Rom.. aku tak keberatan kamu menyamar Jadi Polisi untuk melindungiku, aku juga tau sudah berapa kali kau menyelamatkan aku. Kini saat nya aku membalasnya " ucap Rangga membuat Romi terharu
" Terimakasih bos... aduh jadi terhura gue " ucap Romi.
Tak terasa mereka pun sampai di rumah Zainap.. setelah berbasa basi Rangga dan Romy berangkat ke kediaman sang Jendral.. ayah dari Indah. Romi sudah membuatkan janji.untuk bertamu ke kediaman sang Jendral.
Setelah menyambut keduanya dan mengucapkan selamat pada Rangga.. kini mereka sudah duduk bertiga sudah ruang tamu khusus
" Katakan ada urusan apa kau ke mari ? " tanya sang Jendral
" Siap... saya kemari Ingin menyampaikan perihal anak bapak si Indah " jawab Rangga penuh hormat, Indah yang menguping senyum-senyum di balik pintu, dipikirnya Rangga ingin menemuinya
" Ada apa dengan Indah?? " tanya sang Jendral sambil mengeyitkan sebelah alisnya
" Saya harap bapak bisa menasihati Indah agar bisa menjaga perilakunya, untuk kejadian 4 hari lalu saya masih mentolerir nya, namun tidak... jika Indah kembali ber ulah " ucap Rangga..Romi kemudian berdiri dan menyerahkan copy flasdisk di tangannya pada ajudan sang Jendral.
Sang ajudan lalu menyetelnya di laptopnya... Ia dan sang Jendral pun menontonnya... mata keduanya melotot tak percaya dengan kelakuan Indah. Sang Jendral mengusap wajahnya kesal, anak gadisnya ini memang sudah keterlaluan.
__ADS_1
" Baiklah Rangga... terimakasih atas pengertianmu, bapak menjamin hal ini tak akan terulang lagi..Bapak kan memberi teguran keras pada Indah " jawab nya
" Baik pak.. Terimakasih, saya dan Romi pamit dulu " ucap Rangga dan keduanya lalu melakukan hormat sebelum keluar ruangan.
Sekeluarnya keduanya dari kediaman Jendral... sang Jendral memanggil Indah . Dengan di temani dengan Ibu.. Indah pun mendatangi ayahnya di ruang kerjanya.
" Bapak... Ada apa mas Rangga ke mari, mana mas Rangganya?? " tanya Indah antusias
" Plaakkkk..... anak kurang ajar!! " bentak sang Jendral sambil menampar Indah
" Mas Ada apa ini... mengapa mas menampar anak kita?? " tanya Ibunya Indah tak mengerti
" Kau tanya saja sendiri dengan anakmu itu, mulai saat ini kurung dia Jangan sampai ia berkeliaran di luar dan kembali membuat malu. Dan Kau Indah !! bersiaplah... bulan depan kau akan menikah dengan pria pilihan bapak " bentaknya lalu melemparkan flasdisk tadi ke arah Ibunya Indah
" Tidak ayah... Indah hanya mau menikah dengan mas Rangga, Indah cinta dengan mas Rangga!! " jawab Indah
" Plakkk... " kembali pipi sebelahnya yang kini diberi hadiah oleh sang Jendral membuat Ibunya memeluk Indah yang menangis
" Bapak... Jangan keterlaluan dengan anak sendiri!! " protesnya
" Kau tonton dulu apa isi flasdisk itu, baru berkomentar.. bersyukurlah kau Indah karena Rangga masih memandangku sebagai atasannya, jika tidak kau akan berada di penjara saat ini !! " ucapnya lagi sebelum meninggalkan ruangan kerjanya.
Semenjak saat itu Indah di kurung di rumah sebagai bentuk hukuman dari sang ayah. Indah kesal sekali... Ia sangat dendam sekali dengan Zahra dan Rangga. Ia berjanji dalam hati akan membalas dendam Suatu hari Nanti... 😡😡😡.
🍒🍒🍒🍒
Sementara Indah terkurung di istananya keadaan Berbanding terbalik terbalik dengan Rangga dan Zahra, keduanya kini sedang menikmati bulan Madu keliling Eropa. Mereka akan menghabiskan waktu selama 3 Minggu di sana baru kemudian keduanya ke Paris menikmati paket bulan Madu hadiah dari Emma dan Sean.
Zahra senantiasa mengupdate status perjalanan nya di medsosnya, bukan tanpa tujuan tapi karena Rangga yang menyuruhnya. Menurut Rangga Rena cs pasti selalu kepo dengan berita tentang Zahra... Makanya sekalian saja di buat panas , biar kapok dan gigit jari.
Tebakan Rangga tidaklah salah... setiap hari Rena cs semakin dongkol melihat Zahra yang begitu beruntung bisa wara-wiri keliling Eropa dan ke Paris dengan suaminya yang tampan dan super duper tajir itu. Mereka hanya bisa gigit jari setiap melihat foto2 terbaru dari Zahra yang selalu berganti dengan memakai busana yang cantik juga dengan tas2 mahalnya.
__ADS_1
Okay see you next eps
Besok kita ke Bora-bora sista... Bagaimanakah bulan Madu ke 2 si Kucing garong, apakah semulus bulan Madu Zahra ataukan malah sebaliknya... who knows... 😅😅😅