
Haii sista.... yang kangen sama si bucin Sean dan si cantik Emma silahkan baca part ini ya... nanti baru kita nengokin Ida , selamat membaca sista
Ngak pake lama Marsha dan Emma telah sampai di tujuan yaitu Mansion madam Sousa. Semua mata memperhatikan keduanya yang datang bergandengan...rasa iri menyelimuti mereka melihat menantu dan mertua yang terlihat sangat akrab itu.
Madam Sousa segera berdiri menyambut keduanya
" Haii ....look akhirnya kau bisa datang juga Emma, wah perutmu semakin membesar sudah berapa bulan? "
" Hampir 8 bulan madam "
" Apa jenis kelaminnya? "
" Sepasang.... laki-laki dan perempuan Sousa, kami akan mendapat sepasang cucu ha ha ha " jawab Marsha dengan bangga
" Oh selamat Marsha beruntung sekali kau, sebentar lagi akan menjadi oma " ucap Sousa Namun dengan suara seperti mengejek
" Seumur kita memang sudah saatnya menjadi oma... agar kita puas bermain dengan cucu-cucu kita, bukan begitu teman-teman...🤗🤗 " sahut Marsha membalas mulut nyinyirnya Sousa
Hari ini Emma menjadi bintang di mansion Sousa..semua menyukai keramahan dan juga mengagumi Emma yang tetap cantik walaupun telah berbadan dua. Senyum tak pernah hilang dari bibir Marsha... ia bangga memiliki menantu seperti Emma yang pandai menyesuaikan diri, sangat sopan dan ramah pada siapapun.
Kehadiran Emma di keluarga Brown menutup cibiran orang terhadap Sean selama ini, apalagi Emma kini tengah hamil keturunan Brown... tak ada lagi yang berani mengatakan anaknya penyuka sesama Jenis dan tidak normal.
Tak terasa sudah 2 jam mereka berada di mansion Sousa, Emma sudah merasa resah ...ia takut jika Sean marah karena ia tadi pergi tanpa izin.
Sementara itu di kantor besar, rapat Selesai setelah 2 jam. Bergegas Sean meninggalkan kantor Ia ingin menjemput istrinya dan membawanya pulang...ia sudah sangat merindukannya. Daniel pun mengikuti Sean... ia harus berjaga-jaga jangan sampai nanti terjadi keributan antara Sean dan Marsha.
" Sean nanti Jangan menegur mamamu di depan teman-teman nya, kasihan nanti mamamu jadi bahan gunjingan teman-temannya " nasihat Daniel
" Tapi Mam keterlaluan pah, setidaknya Ia harus izin dulu dong!! " protesnya
" Lantas apakah kau akan mengizinkannya? selama 2 bulan ini kau mengurung istrimu seperti tawanan perang saja...apa kau tak kasihan dengan Emma, jangan terlalu egois Sean. " lanjut Daniel
Sean menarik nafas panjang sambil memejamkan kedua matanya
__ADS_1
" Sebenarnya apa yang kau takutkan.. hingga kau mengurungkan Emma seperti itu, katakan pada papanya? " selidiknya Daniel
" Papah tau Eric.. mantan nya Emma itu , aku tak mau Emma bertemu dengannya... aku takut pah nanti Emma kembali padanya secara Eric juga kaya dan tampan . Aku sangat mencintai Emma... aku tak mau kehilangannya pah, aku bisa gila . Hal yang paling kutakutkan kini adalah jika berpisah dengan istriku pah " curhatnya... Daniel memegang bahu anaknya itu
" Percayalah dengan Emma...dia hanya mencintaimu seorang, buktinya Ia mengandung anakmu...ia akan menjadi ibu dari anak-anak mu, sudahlah jangan berfikiran terlalu jauh. Lagi pula papa dengar kini Eric sudah memiliki kekasih... dan ia akan menikah jika pembangunannya villanya selesai, ia berencana tinggal di sana bersama istrinya kelak "
" Papa dengar darimana? " tanya Sean kaget
" Dari papanya Eric, minggu lalu kami bertemu di sebuah acara " wajah Sean langsung terlihat lega... apa yang dipikirkannya selama ini sepertinya tak akan terjadi
Mobil telah berhenti di tempat yang di tuju, Sean dan Daniel memasuki ruang tamu dengan gagahnya. Kedatangan kedua Brown itu menyedot perhatian semua tamu Sousa, termasuk Sousa sendiri.
Bergegas Sousa menyambut keduanya, ia sangat senang Daniel mau datang ke Mansionnya. Selama ini ia sangat sulit untuk sekedar berbincang dengan pujaannya hatinya itu.
" Selamat datang Sean... Daniel, lama tak bertemu dengan kalian " ucap Sousa hendak mencium Pipi Daniel namun deheman Marsha membuat Daniel hanya menjabat tangan Sousa
" Ada apa kau kemari sayang? " tanya Marsha sambil mengandeng tangan Daniel, terlihat percikan api cemburu dari wajah Marsha
" Aku hanya menemani Sean sayang, sekaligus menjemputmu.. tak akan menyenangkan.jika sampai di rumah dan kau tak ada Sayang " rayu Daniel membuat Sousa semakin dongkol
Sean terus berjalan sambil memandangi istrinya cantiknya itu, senyumnya mengembang lebar saat berada di depan Emma
" I miss you so much.... cuppp " di ciumnya bibir manis Emma sekilas sebelum memeluknya erat, membuat semua yang melihat mencicit iri
" Uuuuuu so romantic... "
" OMG...... mau dong punya suami kayak Sean.... "
banyak komentar bertaburan melihat keromantisan Sean.
" Baiklah... madam. Sousa terimakasih atas jamuannya, saya akan membawa Emma pulang... ia tak boleh terlalu lelah " pamit Sean pada madam Sousa
" Baiklah Sean... terimakasih sudah mau berkunjung " balas madam Sousa
__ADS_1
" Sean tunggu Mam...." Panggil Marsha melihat Sean membawa Emma
" Mam.. kau pulanglah dengan papah "
" Tidak Sean... mama dan Emma mau membeli pakaian baby untuk twins, bagaimana jika kau dan papamu ikut juga...kita bisa memilihnya bersama " ajak Marsha, Sean berhenti dan memandangi mamanya
" Baiklah Mam... tapi sebelum itu apa ada yang Ingin Mam sampaikan padaku?? "
" Apa...? Tidak a.... " Daniel mencubit pelan lengan Marsha
" What Daniel..... iss Baiklah, Ehem ehem... Sean maafkan mam karena telah membawa Emma tanpa izin... okay " ucap Marsha sambil mencubit kedua pipi Sean
" Maaam aku bukan anak kecil lagi!! " ucap Sean kesal di perlakukan seperti anak kecil
" A ha ha ha... ya ya Mam lupa kau sudah dewasa, Kau bahkan sudah bisa membuat baby ha ha hi hi " jawab Marsha membuat Emma dan Daniel ikut tergelak
Akhirnya mereka berempat pergi mengunjungi toko yang menjual pakaian baby... berpasang baju imut di borong oleh Marsha... ia sangat kalap, Begitu juga dengan Sean. Sean dan Marsha keluar masuk toko sedangkan Daniel dan Emma akhirnya hanya menunggu di sebuah restoran karena kelelahan.
" Akhirnya ibu dan anak itu akur juga " ucap Daniel
"Apakah mereka memang selalu bertengkar pah? "
" Mereka selalu bertengkar karena memiliki watak yang sama.. sama sama keras kepala ha ha ha " ucap Daniel
" Tapi ada lagi satu Kesamaan mereka... apakah kau tau Emma?? " tanya Daniel...Emma pun mengeleng
" Kami berdua sama sama menyanyangimu Emma " jawab Marsha dan Sean yang muncul bersamaan lalu mencium pipi Emma dari belakang
Emma bahagia sekali di kelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya, tak terasa air matanya menetes....
" Terimakasih Tuhan atas segala kebaikan yang kau berikan padaku " doanya dalam hati
See you next eps
__ADS_1
Seperti Emma Jangan lupa kita juga untuk sering-sering bersyukur atas semua nikmat yang telah kita terima.