
Jet naik membelah langit meninggalkan kota Balikpapan menuju kembali ke Jakarta.
" Aku tak akan melupakan kota ini " ucap Sean dalam hati sambil tersenyum, tangannya senantiasa merangkul pundak Emma.
Emma hanya bersandar di dada Sean sepanjang perjalanan, badannya masih terasa lemas. Tadi saat mandi ia terkejut melihat dada dan lehernya yang penuh kissmark akhirnya ia memutuskan memakai kaos kerah tinggi agar tak ada yang melihatnya.
Berbeda dengan Sean yang memakai hem, malah membuka 2 kancing atasnya dan memperlihatkan kissmarknya, Ia malah bangga somplak ngak tuh... 😅😅
Saat makan di jet mereka duduk di meja makan. Billy terus tersenyum sambil melirik Emma
" Apaan sih Bill... kamu senyum senyum gitu? " tanya Emma risih
" Ngak nyangka ya Em... ternyata kau sangat buas... hi hi tu liat leher bos, habis berapa liter kamu hisap tuh darahnya... hi hi " bisik Billy
" Bisa diam ngak , anak kecil ngak usah ikut ikut " ucap Emma dengan wajah memerah sambil mencubit perut Billy
" Au.. Au. Emma sakittt tau... tu tangan apa besi sih...." Billy kesakitan
" Kapok..... " Emma kemudian mengancingkan baju Sean , namun Sean menolak
" Kancing aja Sean... nanti malu di kantor, di liatin karyawanmu " ucapnya pelan
" Ngak... aku mau semua orang melihat hasil karyamu " jawabnya
" Isss...... " Emma tak bisa berkata kata lagi... dasar bos sedeng... yang begituan kok malah di kasih liat orang.. mau di taruh di mana mukaku cicit Emma dalam hati
" Bos ada lagi ngak di tempat lain selain di situ ? " tanya Billy tanpa dosa
" Ada dong di...."
" Seannnn diem aja tu mulut.... " teriak Emma lalu membekap mulut Sean, kontan Billy dan Suprie tertawa geli melihat wajah panik Emma
2 jam lebih akhirnya pesawat mendarat di bandara Halim Perdanakusuma. Mereka langsung ke kantor karena jam masih menunjukkan pukul 02.00 siang
Kedatangan Sean dan rombongan di kantor mendapat sambutan dari karyawan kantor, bisik bisik membahana melihat tanda di leher dan dada Sean. Emma hanya bisa menundukkan kepala sepanjang perjalanan sampai ke ruangan Sean.
Di ruangan sudah terlihat tumpukan berkas di meja yang artinya mereka harus lembur sampai malam hari ini.
Malam ini jam 8 Emma sudah tepar, ia tertidur si sofa, Sean lalu mengangkatnya ke ranjang, ia lalu memanggil Billy dan Suprie ke ruangannya untuk membantunya menyelesaikan berkas.
Jam 01.00 malam Sean sedang mengendong Emma memasuki kamar di Mansionnya. Ia meletakkan Emma berlahan di ranjang kemudian ia pun berganti pakaian setelah membersihkan diri. Besok siang Emma akan berangkat ke Singapura dengan ke dua temannya.
Sean membuka pakaian Emma, semula ia mau menganti baju Emma, namun namanya lelaki ngak bisa kebuka sedikit langsung aja napsuan, ia tak jadi menganti baju Emma malah melepaskan semua yang menempel di tubuh mulus itu.
Sean menciumi seluruh tubuh Emma sampai Emma terbangun
" Sean... apa yang kau lakukan ? " tanyanya di sela sela kesadarannya
__ADS_1
" Bangunlah sayang... aku minta sangu " ucapnya dan tanpa menunggu jawaban Emma Sean pun mengambil jatahnya malam itu
Emma hanya bisa mendesah ia membiarkan Sean berbuat semaunya, berkali kali erangan Sean terdengar saat mencapai kenikmatannya, berkali pula ****** memenuhi rahim Emma.... Sean seolah memiliki tenaga cadangan, setelah beberapa jam baru ia berhenti sedangkan Emma sudah tak ada perlawanan lagi.
🍟🍟🍟🍟
Jam 08.00 pagi Emma sudah bangun dan mandi, ia membongkar kopernya dan mengisinya dengan beberapa gaun dan baju santai. Siang ini ia akan ke Singapura dengan Cici dan Ida.
Sean mulai mengerakkan badannya, ia mengamati Emma yang sedang berkemas, Sean menarik tangan Emma sampai Emma terhempas ke ranjang, Sean memeluknya dengan erat
" Bisakah kau tidak pergi.... aku akan membelikan apapun yang kau inginkan " bisiknya
" Sean... kau sudah berjanji.. Ida sudah di pesawat ini dari bali "
" Tapi aku tak sanggup berpisah denganmu.. "
" Jika kau tak mengizinkan aku akan langsung menolak lamaranmu, sekarang juga " ancam Emma
" Emma..mengapa kau begitu kejam "
" Kau saja yang lebai....berlebihan " sahut Emma
" Sudah ayo mandi, kita sudah terlambat ke kantor " Seanpun bangun dengan perasaan sedih, Selesai sarapan keduanya pun berangkat ke kantor.
Emma menarik nafas panjang, semenjak datang ke kantor sampai siang... Sean bekerja sambil memangkunya, Emma tak bisa bergerak sedikitpun. Sean seperti anak kukang yang menempel terus pada induknya, Billy yang beberapa kali bolak balik hanya bisa menelan salifanya saat memergoki keduanya yang sedang berciuman.
" Haduhhhh boss, sudah sudah coba bucinnya.... " ucapnya sambil mengelengkan kepalanya. Selesai maksi mereka mengantar Emma ke Bandara. Cici dan Ida sudah menunggu di sana. Sepanjang jalan Sean merengek agar Emma membatalkan perjalanannya, namun Emma tetap dengan keputusannya.
Kali ini Suprie tidak mengawal Emma karena mendapat tugas lain dari Sean.
Sesampainya di Bandara mereka lalu menuju Jet Sean, Cici dan Ida senang sekali dapat tumpangan gretong pp lagi.
" Emma ini kartu yang bisa kau gesek di sana... isinya dolar ya no limit lho " ucap Billy sambil menyerahkan 2 buah kartu pada Emma
" Perjalanan kali ini semua aku tanggung, jadi kalian berdua tak perlu mengeluarkan kartu kalian selama di sana...tapi tolong jaga Emma ya " ucap Sean tetap merangkul Emma
" Wahh terimakasih Sean... kami pasti menjaga Emma, tenang saja " ucap Ida dan Cici. Dengan berat hati Sean melepas kepergian Emma, ia bahkan menangis saat jet yang membawa Emma lepas landas. Pantas papa tak pernah mau berpisah lama dengan mama, rupanya seperti ini rasanya... bahkan aku sudah sangat merindukanmu Emma.... ucap Sean dalam hati
Sementara itu Emma cs sedang asik mengobrol di dalam Jet
" Rezekimu Emm... dapat berondong tajir melintir begini... jangan kau lepas ya... ingat itu, kalau kau lepas aku sendiri yang akan mencekikkmu sampai mati " ucap Cici
" Iya.... Emm... manfaatkan kesempatan ini sayang, ingat kesempatan tidak datang 2 kali " ucap Ida lagi
" iya iya.... duo racun... sekarang kita liburan aja dulu, nikmati kebersamaan kita " sahut Emma
" Emm... nanti hotelnya yang bintang 5 ya..."
__ADS_1
" Yaa "
" Emm... kita boleh shopping sepuasnya ya... "
" Yaa... "
" Emm... nanti... "
" Iya.. pokoknya iya... berisik, udah aku mau tidur, lelah hayati gegara semalam ada yang minta sangu " ucap Emma keceplosan
" Wha ha ha ha sama dong " ucap Duo racun bersamaan
Perjalanan berjalan lancar, jet mendarat di Bandara changi dengan selamat. Bandara Changi adalah salah satu bandara terbaik di dunia.
Ketiganya menginap di hotel yang dekat dengan tempat belanja. Selama 3 hari mereka kerjanya kulineran, shopping dan jalan jalan, salah satunya ke garden city.
Saat berbelanja di sebuah mall terkenal duo racun menarik Emma ke sebuah butik khusus menjual lingerie.
Mereka memaksa Emma membeli beberapa buah lingerie, mereka memilihkan beberapa macam model lingerie yang pasti membuat Sean tambah klepek-klepek.
Hari ke 4 jam 9 pagi, saat ini Emma cs sedang apa di sebuah salon terbaik di Singapura. Sebuah Vc masuk di hp Emma, Emma pun membukanya. Terlihat wajah Billy di layar hp nya
" Haii Bill.... ada apa kau Vc? "
" Emmaaa tolonglah aku hik hik hik, pulanglah Emma jika kau tak pulang mungkin aku akan mati berdiri " adu Billy
" Memangnya mengapa Bill? " tanya Emma kaget
" semenjak kau ke Singapura, bos kerja seperti orang kesetanan, bayangkan sehari aku hanya di beri kesempatan tidur 1 - 2 jam saja, lihatlah kantung mataku sudah seperti kantung mata presiden hoa... hoa... hoa.... " lanjut Billy putus asa
"Kok. bisa gitu? "
" Bos bilang dia ngak bisa tidur Emma karena kau tak ada, bahkan ia tak pernah pulang ke Mansion... Emma please pulang ya, kau sedang di mana ini? " tanya Billy
" Aku lagi Spa.. he he "
" Omg.. kau di sana happy happy sementara aku di sini merana... hik hik hik..... " Billy tambah mewek
" Apaan sih Bill....kayaknya sengsara banget? "
" Ya Iyalah Em... kau tau dari pagi ketemu pagi, bos bawaannya marah mulu... siapa lagi yang jadi sasaran kalo bukan gue... si anak tiri ini, nasip nasip " keluhnya dengan lebainya
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee
Happy reading selalu sista
__ADS_1
Garden city singapura