Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
67. Harga Diri


__ADS_3

" Kau.....!!!? " Billy sangat terkejut bertemu dengan Lisa, Lisa pun melepas tangannya


" Tuan kau mimisan lagi..... " bisik Lisa pelan... Billy langsung meraba hidungnya dengan wajah pucat....


" Tapi bo... ong ha ha ha " Lisa tertawa geli sudah bisa mengerjai Billy


" Kau itu ya berani sekali menipuku " ucap Billy kesal ambil menjewer kuping Lisa


" Aaaa... Aw... maaf tuan aneh aku hanya bercanda he he " Lisa tersenyum dengan teramat manis, semanis gulali membuat dada Billy dag dig dug serrr... 😅😅


" Apa yang kau lakukan di sini? " tanya Billy


" Nona Emma memanggilku untuk therapy.. Ia ingin massage... "


" Lalu mengapa kau berkeliaran di bawah sini, Emma berada dilantai 20" tanya Billy


" Aku sudah datang dan mendaftar di resepsionis semenjak 45 menit yang lalu tuan... mereka menyuruhku menunggu, tapi sampai sekarang mereka belum juga memanggilku. Ingin menelfon nona tapi HP ku lowbatt... " ucapnya panjang lebar


Billy menghela nafasnya... para resepsionis itu... tunggu saja kalian tak menghargai Emma sama saja tak menghargai Boss.


" Tidak usah menelfon, Ayo ku antar kau kekasih atas " ajak Billy setelah mengusir beberapa pekerja yang yang bersamanya tadi, Billy melewati kedua resepsionis tadi sambil menatap sinis pada keduanya


Melihat Billy membawa Lisa menggunakannya lift khusus membuat kedua resepsionis tadi pucat, bagaimana ini sepertinya tuan Billy marah.... ucap keduanya


Sesampainya di dalam lift, Billy memencet angka 20


" Terimakasih.. tuan aneh... "


" Jangan memanggilku tuan aneh, aku punya nama ! " bentak Billy kesal, bisa-bisa nya aku dipanggil tuan aneh gerutunya dalam hati


" Maaf.. aku tak tau nama anda, kenalkan namaku Lisa " ucap Lisa sambil mengulurkan tangannya


" Billy.... " ucapnya tanpa menyambut uluran tangan Lisa, Ia masih kesal. dengan gadis itu...melihat Billy yang merengut Lisa bukannya takut, Ia tambah kesemsem... Karena Billy terlihat tambah Keren saat merengut seperti itu, Lisa senyum-senyum sendiri sambil memperhatikan Billy melalui kaca Lift


Billy yang merasa di perhatikan kemudian melihat ke arah Lisa


" Kenapa...? lupa minum obat senyum-senyum sendiri " tanyanya tambah kesal, Sedangkan Lisa langsung menunduk dengan wajah memerah karena tertangkap basah.


🌹🌹🌹🌹


Sementara itu di ruangan Sean.. karena kelamaan menunggu Lisa...Emma kembali menganggu Sean yang sedang asik bekerja, Ia menduduki Sean dan menciumi wajah tampan itu dengan gemas tangannya dengan lincah melepaskan dasi Sean dan melemparnya ke sembarang arah, Sean jangan di tanya lagi..dengan senang Ia menyambut kelakuan Emma.


Kecupan kini sudah berubah menjadi ciuman yang teramat panas, bibir sexy itu sudah berselancar ke leher Sean dan tangannya pun sudah mulai menyapanya si boy... membuat si boy langsung bangun


" Emma kau harus tanggung jawab sudah membangunkannya, ayo kita ke kamar.... " ajak si Kucing garong


Tok.. tok.. rok


" Boss.... boleh masuk , saya mengantar therapist " suara super cempreng Billy kembali menganggu mereka


" Tidak..... " teriak Sean prustasi

__ADS_1


" Boleh.. masuk saja!! " jawab Emma


" Sayang... gimana kasian nih si boy " protes Sean


" Ntar malam kan bisa " Jawab Emma sambil mengancingkan baju Sean kembali dan merapikan rambutnya yang berantakan


Kletek.... pintu terbuka berlahan, Billy takut salah lagi ...berlahan Billy menyembulkan kepalanya dari balik pintu


" Gimana.. boleh masuk ngak nih? " tanyanya


" Masuk saja Bill... " sahut Emma ramah, sedangkan Sean diam saja sambil merengut


" Isss.... bos merengut lagi, kena Lagi ini " ucap Billy dalam hati, Ia masuk berlahan sambil membawa Lisa


" Selamat sore.. tuan.. Nona " sapa Lisa sambil sedikit membungkuk, Lisa merasa sedikit malu melihat Emma yang masih duduk di pangkuan Sean karena Sean tak mengizinkannya berdiri.


Sean melihat jamnya


" Bukankah Emma menyuruhmu datang jam 2, mengapa kau terlambat 30 menit? " tanyanya sambil melotot


" Saya sudah datang jam 2 kurang 15 menit tuan dan mendaftar di resepsionis.. mereka menyuruh saya menunggu selama 45 menit, sampai saya bertemu tuan aa.. maksudnya tuan Billy mereka belum memanggil saya " jawabnya


" Benar begitu Billy? "


" Ya boss.... " Sahut Billy


" Panggil mereka, berani sekali mereka...... Sayang pergilah ke kamar biar aku yang mengurus mereka " titahnya, keduanya lalu masuk ke kamar


" Baik Nona.. ini kainnya, silahkan juga berganti dulu " ucap Lisa menyerahkan selembar kain pelapis untuk Emma


Kedua resepsionis itu kini sudah berdiri di hadapan Sean


" Kalian tadi yang melayani Lisa? "


" Iya tuan Muda " sahut keduanya


" Kalian sudah tau Ia therapisnya Emma, mengapa kalian menahannya lama di bawah hah.... bukannya melapor pada sekretarisku " bentak Sean


" Kami sudah menelfon Sekretaris anda tuan muda, tapi katanya biarkan saja dia menunggu " jawab salah satunya , Sean langsung melotot pada Billy


" Heii kalian tidak ada menelfonku " protes Billy


" Kami menelfon sekretaria anda... Susan begitu nona itu mendaftar " sahutnya lagi


" Panggil Susan kemari!! , siapa bilang Susan sekretarisku hah " Sean jadi emosi


" Maaf tuan muda, Saat tuan muda akan kembali Susan yang mengumumkan kalo dia akan kembali menjadi sekertaris anda " jawab mereka sambil menangis


Susanpun tak lama menghadap


" Selamat sore tuan muda "

__ADS_1


" Susan mengapa kau menahan therapis Emma dan mengatakan bahwa kau sekretarisku hah "


" Karena ini Kantor tuan.. tempat bekerja bukan tempat spa , Dan nona Emma hanya bekerja disini tdpi Ia berlaku seolah-olah kantor ini miliknya " sahut Susan..Sean berdiri dari duduknya


" Ooo.... begitu, Emma memiliki saham 10 % di perusahaan ini, dan dia kekasihku... dia mau spa, mau berenang, mau menyanyi, mau tidur suka-suka dia..mengapa kau yang repot, kau hanya pekerja di sini, mengerti !! " bentak Sean sambil mengebrak meja


Ketiganya tambah gemetar


" Maaf tuan muda, saya tidak akan mengulangnya lagi " suara Susan bergetar hebat


" Sekarang kalian bertiga minta maaf pada Lisa dan Emma, jika kalian berulah lagi aku tak segan-segan memecat kalian.. mengerti!! "


" Mengerti tuan.... " sahut ketiganya bersamaan


" Ikutin aku.... Billy kau diam saja di situ. " titahnya Sean, Sean berjalan ke kamarnya dan membuka pintu kamar tersebut berlahan, nampak Emma yang sedang tengkurap dan Lisa yang sedang memijit-mijit area betisnya


" Sayang... bangunlah sebentar " panggil Sean mengagetkan keduanya, Emma segera duduk dan membenarkan kainnya yang sebatas dada itu


Ketiga wanita itu kaget melihat area dada dan leher Emma yang penuh dengan kissmark.... Sialannn rupanya ia sudah naik ke ranjang Sean, pantasan saja Sean membelanya habis-habisan


" Cepat... katakan apa yang perlu kalian lakukan, setelah itu pergi dari sini " bentak Sean


" Maafkan saya nona Emma, Nona Lisa " ucap ketiganya bersamaan, Emma dan Lisa hanya tersenyum


" Ya tidak apa-apa " Sahut Emma lalu kembali tengkurap, ketiganya keluar Sambil menunduk


" Sean.... " panggil Emma


" Ya sayang.... "


" Sebagai permintaan maaf pada Lisa, minta Billy nanti mengantar Lisa sampai di depan pintu rumahnya " ucap Emma


" Okay.. sayang, beres " ucap Sean lalu keluar setelah mencium kening Emma mesra, sedangkan Lisa ngintip-ngintip malu


" Billy.. ingat kalau Lisa Selesai antar Dia sampai ke depan pintu rumahnya, mengerti!! " titahnya lalu kembali duduk di singgasananya


" What boss... why me? "


" Karena Emma yang menyuruhnya, mau membantah ?? " tanyanya sambil melotot


" Ngak. boss....... sultan mah bebas hik.. hik.. hik.. " bagaimana ini, aku malu kalau nanti akan mimisan Lagi di depan gadis itu, mau ditaruh kemana harga diriku.... 😭😭😭


See you next eps


Maaf ngak pake panjang, thor Lagi ngak enak body sista... 🤒🤕


Jangan lupa like komen dan votee nya sista


Billy kesayangannya thor


__ADS_1


__ADS_2