
Sementara itu di belahan bumi yang lain...
Setelah 2 minggu keliling Eropa, Rangga dan Zahra langsung ke Prancis mengambil liburan yang di hadiahkan oleh Emma dan Sean. Keduanya mendatangi hotel yang telah di pesankan atas nama mereka , keduanya akan menginap selama seminggu di hotel mewah tersebut.
Keduanya kini sedang makan di restoran hotel, karena mereka datang menjelang malam besok baru mereka akan jalan-jalan mengelilingi kota Paris. Bukan main senangnya Zahra.. ia tak menyangka semua doanya selama ini di ijabah Allah setelah bertemu Rangga. Termasuk doanya ingin jalan-jalan ke luar negri.
Walaupun ia terlahir dari keluarga biasa namun juga namanya wanita.. pasti punya keinginan untuk halan-halan ke luar negri ya sis.
Selagi makan Zahra melakukan panggilan vc pada kedua orang tuanya. Pak Sabeni senang sekali melihat wajah putri nya yang begitu bahagia, tak ada yang lain yang bisa membuat orang tua bahagia selain melihat anak2 mereka juga bahagia.
" Rangga... bapak titip anak bapak, jaga dia baik-baik " pinta Sabeni dengan mata berkaca2
" Iya pak.. Rangga pasti jaga Zahra dengan baik, bapak ibu jaga kesehatan juga di sana ya " jawab Rangga
" Bapak jangan mewek dong.. nanti Zahra ikutan mewek nih " celetuk Zahra
" Iya nak... ya sudah, lanjutkan makanmu dengan suamimu, layani suamimu dengan baik ya... Assalamu alaikum " pamit Sabeni
" Dadah wa alaikum salam!! " sahut keduanya... Zahra nampak menghapus ujung matanya yang sedikit berair
" Kenapa dek.. kangen sama bapak ibu?? " tanyanya, Zahra mengangguk pelan
" Mas nanti kalau sampai Jakarta, kita tidur di rumah bapak dulu ya beberapa hari " pinta Zahra
" Iya.. kita bolak balik aja dek... ibunya mas nanti ngiri kalau ngak di inapin juga " jawab Rangga.. membuat Zahra tersenyum
" Iya mas sekarang kan orang tua kita nambah... kita harus adil, ayo mas kita balik ke kamar... adek masih cape " ajak Zahra, keduanya lalu meninggalkan Restoran. Tangan Rangga senantiasa merangkul pinggang atau kadang bahu Zahra, ia sangat senang bersentuhan dengan Zahra membuat hatinya sangat adem.
Sesampainya di kamar Zahra hendak menganti pakaiannya dengan gaun tidur, ia sangat mengantuk kini.
" Adek ngantuk?? " tanya Rangga
" Iya mas... " sahutnya
" Sini mas bantuin " ucap Rangga sambil tersenyum penuh makna, setelah pakaian Zahra terlepas kini ia hanya memakai ********** saja
" Bra nya di lepas juga ya de... ngak baik tidur pake bra " ucapnya langsung saja meloloskan bra dari tempatnya... Zahra yang mengantuk menurut saja, ia tak menyadari Rangga sudah memelototi seluruh lekuk tubuhnya yang kini hanya memakai cd
" Baju tidur adek mana mas... adek kedinginan nih?? " tanyanya
" Adek kedinginan? "
" Ya iyalah mas.. kan adek ngak pake baju " jawab Zahra cepat, Rangga langsung saja mengangkat tubuh Zahra
" Mass.... ngapain sih, nanti Adek jatuh!!? " protesnya
__ADS_1
" Katanya kedinginan, ini mas mau hangatin adek ya he he " bisik Rangga sambil meletakkan Zahra ke ranjang dan langsung menaikinya
" Masa... besok aja lagi, tadi pagi lho sudah, ngak cape apa?? " pinta Zahra
" Ngak... mas ngak cape, mas pengen banget dek " bisiknya dan kemudian memulai cumbuannya pada Zahra, walaupun sangat mengantuk namun di cumbu sedemikian rupa akhirnya lolos juga desahan dari bibir manisnya
Ini adalah kegiatan yang sangat di sukai Rangga, bercinta dengan Zahra... ia menumpahkan seluruh hasratnya... sepuasnya pada istrinya. Jika waktu bisa di ulang menyesal ia baru menikah sekarang.
" Aaahhhhrg....... nikmatnya.... " erangan panjang Rangga pengakhiri malam panas keduanya. Rangga segera mengangkat Zahra ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka sari sisa2 pertempuran barusan.
Selesai berpakaian... Rangga menarik Zahra ke pelukannya, di ciumnya kening Zahra dan tangannya mengelus perut Zahra... seuntai doa di hembuskannya seraya mengelus perut mulus tersebut, semoga istrinya cepat mengandung.
" Kenapa mas.. perut adek di elus terus... geli " tanya Zahra
" Mas berdoa... semoga kecebong mas cepat jadi "
" ihh mas kok kecebong sih, ntar keluarnya kodok dong " protes Zahra
" Iya.. maaf, seandainya waktu bisa diulang... pengen mas 10 tahun yang lalu sudah nikah sama adek, pasti anak kita sudah banyak " ucap Rangga berangan2.
" Berarti mas pedofil dong, is serem "
" Lho kok mas di bilang pedofil sih? " protes Rangga
" Ya Gimana ngak, 10 tahun yang lalu itu umur adek baru 10 tahun mas..... " jawab Zahra sambil cemberut
" Ya enggaklah, bertemu denganmu adalah anugrah buat mas...karena semua mimpi mas tentang seorang wanita yang nantinya akan mendampingi mas sampai tua, semua ada di adek, mas bahagia bersama adek... bahagia sekali " ucap Rangga sambil mempererat pelukannya. Tak lama keduanya pun tertidur dengan nyenyak.
Hari belum lagi terang, namun telefon Rangga sudah berbunyi. Dengan malas Rangga melepaskan pelukannya dari Zahra, tangannya meraba mencari keberadaan handfhone nya...
Nama Romi menghiasi layar hp nya... dengan malas Rangga pun mengeser tombol hijau
" Hallo... " sahutnya masih dengan mata tertutup
" Wooiiii bosss..... bangun dong, ml terusss sih, bikin ngiler aja!! " teriak Romi hingga Rangga harus menjauhkan hp dari kupingnya
" Napa sih ribut aja... " sahut Rangga
" Ya amplop... sudah 30 menit gua bolak balik nelfon juga bos, kok ngak di angkat2 " protes Romi
" Gimana mau ngangkat juga.. disini lho masih jam 4 subuh Rom.... orang lagi enak2nya tidur juga, sudah cepat katakan ada apa... kalo ngak penting tutup aja " ucap Rangga masih berbaring di ranjang
" Ini penting pake banget bos penting!!! " ucap Romi mengebu, Rangga langsung duduk... ia berdiri dan berjalan ke sofa
" Katakan ada apa?? " tanya Rangga
__ADS_1
" Biasa pengemar no 1 mu si Indah ..."
" Hemm ada apa dengannya?? "
" Jadi begini... 2 minggu lagi di Indah bakal nikah sama petinggi kita juga, kau tau dia mau menikah dengan syarat kamu harus di pindahkan ke tempat yang jauh, ia tak mau kau berada di pulau jawa " jelas Romi membuat Rangga terkejut
" Segitunya... kau dapat kabar darimana? valid tidak " tanya Rangga
" Bos ingat ngak sama si Komeng, bekas anak buah bos... dia kan sekarang jadi ajudan nya calonnya si Indah... dia yang memberitahuku, jadi kemungkinan pada pergantian semester ini kau akan di pindah entah kemana yang jelas bukan di pulau jawa lagi " ucapnya lagi, Rangga menarik nafas panjang
" Apa ibu sudah tau?? " tanya Rangga
" Sudah... "
" Apa tanggapan ibu? "
" Ibu bilang mas Rangga mending berhenti saja , mending Ngurusin perusahaan bos aja. Sebenarnya ibu melarangku untuk memberitahu bos, ibu bilang tunggu aja bos pulang.. ibu ngak mau menganggu bulan madu bos.. tapi ini kan emergensi bos... bos harus tau agar punya banyak waktu untuk berfikir sebelum bertindak " jawab Romi
" Baiklah terimakasih atas infonya " ucap Rangga lalu menutup hp nya. Rangga memandangi Zahra yang masih terlelap... istrinya tercinta,
" Apa yang harus aku lalukan sayang ? aku tak mau apapun terjadi padamu, aku sangat mencintaimu melebihi apapun " ucapnya dalam hati
Rangga kemudian mandi lalu melaksanakan sholat tahajut... sembari menunggu waktu subuh... ia bermunajat memohon petunjuk dari Allah, apa yang harus ia lakukan.
Selesai sholat subuh... Rangga duduk di sisi ranjang, di rapikannya rambut panjang Zahra yang berantakan... di kecupnya kening Zahra lama... lalu turun ke perutnya... di bacakannya Selawat Nabi pada perut istrinya itu.
" Dek bangun... sudah subuh, mandi dulu gih " ucapnya lembut... Zahra mengeliatkan badannya sambil membuka matanya
" Mas sholat duluan?? " tanyanya
" Iya mas sudah sholat duluan, sekarang adek mandi ya...nanti waktunya habis " ucap Rangga lagi... Zahra pun langsung ke kamar mandi
Rangga berjalan ke Balkon.. di tekannya no ibunya tercinta
" Assalamu alaikum " ucap Rangga
" Wa alaikum salam... ahh senangnya anak ibu nelfon, bagaimana ke adaan kalian di sana?? " tanya bu Ami senang
" Baik bu... bu Rangga sudah tau semuanya " ucap Rangga membuat bu Ami terkejut
" Wehh memang ya si Romi ini ngak bisa di Bilangin... Romi sini kamu... Pletak... " bunyi sesuatu di lempar kan
" Aduhhhh.... ibu sakittt, bisa geger otak nih Romi !" terdengar teriakan Romi membuat Rangga tertawa geli
Lanjut besok ya
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote kalian selalu thor tunggu... 😍😍