
" Jadi bos marah karena bantalnya ya he he maaf.... " sambung Billy sambil cengegesan ngak jelas antara lega dan takut
" Ya iyalah... kamu tau betapa mahalnya bantalku itu... aku membelinya sepasang hanya untukku dan Emma... dan kalian berdua sudah mencemarinya..ganti... potong gaji!! " ucap Sean sewot...
" Daddy... masa bantal saja harus di ganti? " tanya Emma tak percaya
" Sayang... Kau tak tau betapa special dan mahalnya bantal itu, aku memesan nya jauh dari Selandia Baru untuk moment bulan Madu kita.. dan kalian berdua sudah menghancurkan momenku, kalian harus di hukum!! " jawab Sean sambil melotot pada keduanya
" Di ... di hukum ?? " beo Billy dan Elena " Ya... di hukum " sahut Sean.. Ia berkacak pinggang sambil bolak balik melihat keduanya, Ia sedang memikirkan hukuman apa yang akan membuat keduanya tersiksa, Sean Ingin balas dendam atas segala gangguan yang selama ini di buat Billy padanya ... tiba2 Sean tersenyum lebar
" Selama aku berbulan madu... kau!! " tunjuk Sean pada Elena
" Aku....!! " beo Elena
" Elena.. kau harus membantu mama mengurus twins di mansion 24 jam full, Jadi kau tak usah ke Kantor dulu...dan kau...!! " tunjuk Sean pada Billy
" I... iya Bos... " sahut Billy pasrah
" Kau harus bekerja mengantikan aku dan tak boleh pulang ke Mansion papah, kau pulangnya ke mansionku saja... dengan kata lain kalian berdua tak boleh bertemu selama aku berbulan madu... mengerti... Jhon awasi mereka, kalo mereka mucil... aku akan memberitahu om Jhon kelakuan kalian berdua ha ha ha ha " perintah Sean sambil tertawa senang bisa mengerjai keduanya ..membuat Elena dan Billy saling lirik dengan sedih, tak mungkin mereka berani melawan dengan ancaman Sean tersebut
" Daddy... kau tak boleh begitu, kasihan mereka berdua " protes Emma
" Bisa dan boleh... siapa suruh mereka mencemari bantal kita " jawab Sean tak mau di bantah
Akhirnya keduanya hanya bisa pasrah menerima hukuman dari Sean, mereka bahkan harus pulang dengan mobil yang berbeda
" Ini semua gara-gara kamu Jhon, Karena usulmu untuk menemani Elena tidur " omel Billy pada Jhon
" Ya akukan hanya mengusulkannya, lagi pula mengapa kau hanya menemaninya tidur.. Seharusnya kan kalian ml dong.. Jadi biar dihukum tapi Hati sudah senang " Sahut Jhon tanpa dosa
" Pletak... dasar kau keong racun " ucap Billy sambil mengetok kepala Jhon...Jhon hanya tertawa saja
" Ehem... Bill... aku mau ngomong sesuatu sama kamu " ucap Jhon
" Apaan?? "
" Kamu kan sudah mau nikah dengan Elena.... "
" Lalu.... "
" Aku hanya ingin memberitahukan... aku kini sedang mengejar Lisa, kau tak marahkan?? " tanya Jhon membuat Billy kaget
" Jhon... Lisa itu gadis yang baik hanya salah bergaul, jangan kau sakiti dia... kasihan Ia tulang punggung keluarga "
jawab Billy
" Aku tak bermaksud menyakitinya Bill, aku menyukainya " bela Jhon
__ADS_1
" Jhon siapa yang tak tau kelakuan casanovamu itu... Cari saja wanita lain untuk kau jadikan pelampiasan Jangan Lisa, jika kau lakukan itu pada Lisa... Emma akan marah!! " lanjut Billy
Jhon menarik nafas panjang.... susah memang saat sudah terlanjur mendapat citra casanova untuk serius pun tak ada yang percaya
" Aku serius dengannya Bill, aku sudah memutuskan semua pacar2ku " jawab Jhon mengagetkan Billy
" Maksudmu..?? "
" Aku mau menikahinya dan menjadikan Lisa satu-satu nya wanitaku, tak ada lagi Jhon si casanova " ucap Jhon serius
" Jika memang itu maksudmu.. aku mendukungmu Jhon, tapi ingat Jangan memaksa Lisa jika ia tak mau"
" Tentu saja bro... thanks, doakan aku berhasil " ucap Jhon senang.. Jhon tak sabar ingin bertemu Lisa, sudah seminggu lebih Ia tak bertemu Lisa karena kesibukannya...ia sangat suka jika melihat Lisa marah padanya.
Lisa memang berbeda di mata Jhon, Karena hanya Lisa yang pernah menolaknya dan berani marah padanya tidak seperti wanita lain yang Malah menyorongkan diri padanya. Setiap penolakan Lisa membuat dadanya bergelora.. membuatnya semakin tertantang untuk menaklukkannya.
Setelah membersihkan badan mereka di mansion Sean, keduanya langsung meluncur ke perusahaan. Wajah keduanya terlihat berbeda... jika wajah Jhon secerah mentari pagi karena tak sabar akan berjumpa dengan Lisa maka wajah Billy mendung berawan karena tak akan bisa bertemu Elena sampai Sean datang... ðŸ˜ðŸ˜, sekarang saja Billy sudah merindukan Elena 😩 nasip - nasip.... omel Billy dalam hati. Dengan lesu Billy melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya.
Begitu sampai.. Jhon segera mencari Andrew, bawahannya yang di tugaskan mengawasi Lisa selama ia tak ada.
" Bagaimana Lisa? " tanyanya tak sabar
" Baik-baik saja ... Ia sangat senang beberapa Hari ini " jawab Andrew
" Karena...?? "
" Asemmm Kirain... benarkah Ia sesenang itu karena aku tak ada? " tanya Jhon penasaran
" Menurutku sih begitu bos... Bos sebaiknya menyerah saja " Usul Andrew
" Enak saja... semakin Lisa menolakku, semakin aku tertantang untuk menaklukkannya. Bagaimana dengan mantan2ku... apakah ada yang berulah? "
" Well... beberapa tak terima kau putuskan bos, jadi..... tunggu saja bom dari mereka " jawab Andrew... Jhon menghela nafasnya
" Wanita.. wanita.... " ucapnya berulang
" Bukan mereka yang Salah bos... Tapi bos karena mempermainkan mereka "
" Hei Andrew... kau kan tau sendiri aku tak pernah mengoda atau menjanjikan apapun dengan mereka, mereka saja yang menyorongkan diri nya padaku... aku hanya menerimanya saja " ucap Jhon tak mau di salahkan
" Ya... terserahlah bos... bos itu Lisa, sepertinya Ia akan keluar " tunjukkan Andrew pada Lisa yang sedang keluar dari kantor
" Mau kemana dia?? " tanya Jhon
" Kalau tak salah Ia mendapat tugas membeli perlengkapan alat tulis Kantor boss , lihatlah Lisa sedang menunggu taxy " ucap Andrew
" Sudah turun kau... aku mau mengantar mawar berdiri ku dulu " usir Jhon, Jhon lalu mengarahkan mobil kemudian tempat Lisa berdiri
__ADS_1
Lisa yang asik dengan gafisnya Sambil menunggu taxy pesanannya tak menyadari mobil Jhon yang berhenti di depannya... Ia pun langsung masuk dan duduk di kursi penumpang
" Ke mana Nona?? "
" Ke komplek pertokoan xxxx " ucap Lisa tanpa menoleh.. Mobil pun berjalan berlahan. Jhon menyetir sambil memperhatikan wajah cantik Lisa dari spionnya.
Asik bermain games tiba-tiba Lisa Merasa mobil yang di tumpanginya berhenti, Lisa melihat ke sampingnya
" Mengapa berhenti.. kan belum sam..." suara Lisa terhenti melihat siapa yang duduk di kursi kemudi
" Kau...?? mengapa kau yang.... " Lisa terdiam.. Saat menyadari salahnya sendiri asal masuk mobil
" Hai cantik.... I Miss you... pindah ke depan ya " sapa Jhon dengan wajah sumringahnya, Lisa tak bersuara Tapi di dalam hati ya menyumpahinya mengapa bisa bertemu dengan si buaya daratan ini Lagi.... Lisa hendak membuka pintu mobil, Ia bermaksud keluar dan minggat dari cengkraman Jhon... Namun Pintu tersebut terkunci
" Buka kuncinya Jhon... katamu kau di suruh pindah ke depan?? " alasan Lisa
" Tidak perlu keluar.. lewat dalam saja " jawab Jhon
" Tidak... aku tak mau melompat lewat situ, lewat pintu depan saja " tolaknya
" Tidak ada bantahan Lisa... kau yang yang ke depan atau aku yang ke belakang, kita bisa melakukan banyak hal di belakang situ berdua " ucap Jhon membuat Lisa dongkol karena usahanya tak berhasil
" Kuhitungkan sampai 3..kau ke kursi depan atau aku yang ke kursi belakang " kembali Jhon bersuara setelah tak ada pergerakan dari Lisa, mau tak mau Lisa pindah ke bangku depan dengan wajah yang ditekuk
" I hate you Jhon " cicit Lisa
" I love you too honey " balas Jhon membuat wajah Lisa semakin merengut
" Katakan apa maumi Jhon... aku sibuk "
" Bukankah kau mau membeli peralatan kantor, aku akan mengantar dan mengawalku dengan senang hati agar tak ada yang menganggumu "
" Terimakasih... tapi tidak perlu, tak ada yang mengangguku Selain kau buaya darat.." ucap Lisa pedas
" Ha ha ha.... kau semakin cantik jika marah begini.. aku suka sekali, oh ya kau perlu tau... aku sudah bukan buaya darat lagi... aku sudah bertobat... " ucap Jhon
" Bertobat....??? "
" Hemm iya... semua pacarku sudah ku putus...kau akan menjadi satu2nya kekasihku "
" Kekasihmu...?? Kau gila atau tidak waras sih... sampai tak mengerti Kata no... no... no " ucap Lisa jengkel sambil melotot pada Jhon, Jhon yang melihatnya bertambah gemas...ia sudah tak bisa menahan dirinya lagi. Ditariknya tubuh mungil Lisa dan... cuppp... sebuah ciuman di layangkan si Mantan casanova
Hadehhhh katanya dan bertobat, baru 5 menit dah nyosor aja sih buaya darat 😅😅😄😄
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote nya
__ADS_1