
Sean tak bisa berkata-kata melihat istrinya yang nampak begitu cantik dan sangat mengairahkan, membuatnya Ingin segera menerkamnya.
" Selamat hari ulang tahun sayang... kau boleh membuka hadiahmu " ucap Emma sambil menyerahkan tali pengikat lapisan lingerienya. Sean menarik tali tersebut berlahan sampai ikatannya terlepas hingga menampakkan dalaman yang begitu mengoda... Sean tersenyum lebar
" Jangan salahkan aku jika menggila... siapa suruh kau mengodaku cantik " ucap Sean dan langsung beraksi... siapa yang mau menyianyiakan sarapan plus plus seperti ini.
2 jam berlalu.... yang terdengar hanyalah desahan dan erangan sepasang suami istri yang sedang di mabuk cinta.
Sementara itu di ruang makan, sudah setengah jam berlalu namun sarapan belum juga di hidangkan. Marsha masih menunggu pergerakan di Kamar anak sematawayangnya itu.
Tak lama Billy pun datang dan bergabung di meja makan.
" Lho sudah jam segini kok belum di mulai sarapannya tante? " tanya Billy
" Tante masih nunggu Sean dan Emma " jawab Marsha
Billy pun langsung berdiri dan berjalan hendak ke atas
" Mau kemana kau Billy? " tanya Daniel
" Mau bangunin Sean om... sudah siang " jawab Billy tanpa dosa
" No Billy... kembali, Jangan ganggu mereka!! " teriak Marsha marah
" Kenapa tan... tante kan juga nunggu dari tadi? "
" Pokoknya jangan di ganggu... kita tunggu saja, duduk di sini... kalo mau makan duluan sana minta aja " ucap Marsha, Billy akhirnya kembali duduk sambil melirik ke arah Suprie
" Kenapa sih Prie.. bos ngak boleh di panggil? " bisik Billy masih penasaran
" Memang kau itu Bill... kapan bisa mengerti situasi dan kondisi hah " jawab Suprie
" Memangnya kau mengerti? "
" Ya iya lah... "
" Apa coba jelaskan "
" Males... bikin cape aja, sudah mending kamu makan aja sana " sahut Suprie lalu pergi meninggalkan Billy
πΆπΆπΆπΆ
Kembali ke kamar Sean , deru nafas Sean dan Emma masih terdengar tak beraturan. Sean menarik tubuh Emma ke pelukannya
" Bagaimana...? Kau suka hadiahmu " tanya Emma
" Tentu saja, terimakasih sayang aku sangat menyukainya. Aku tak akan melupakan hadiahmu ini " jawab Sean
" Aku tak menyangka.. Kau sangat berpengalaman kau hebat sekali " puji Sean
" Janda di lawan... bagaimana, Kau puas? "
__ADS_1
" Sangat.... sangat... sangat " jawab Sean sambil tersenyum sumringah
" Sean aku lapar...tapi badanku lemas sekali " ucap Emma
" gampang.. sebentar kita sarapan di kamar saja "
" Aku minta just alpukat saja " ucap Emma lalu kembali menutup matanya, Ia merasa lelah sekali
Sean kemudian menelfon ke dapur dan meminta agar sarapan di antar ke kamar saja.
Tak lama sarapan datang, Sean membukakan pintu dan mengambil makanannya tanpa membiarkan maid masuk. Ia lalu membangunkan Emma dan mereka sarapan di atas ranjang. Sean menyuapi Emma sambil berbincang
" Terimakasih Emma karena memilihku, aku akan membuktikan Kau tak akan menyesal karena telah memilihku " ucap Sean
" Aku tau Sean, aku akan menjadi istri yang setia dan selalu berusaha melayanimu dengan sepenuh hati " jawab Emma
Setelah selesai makan, keduanya melanjutkan tidur mereka karena sama-sama kelelahan.
Sementara itu kehebohan terjadi di ruang makan
" Nyonya saya baru saja mengantar sarapan ke kamar tuan muda " Lapor seorang maid
" Oh ya... katakan bagaimana wajah anakku, apakah sedih atau bahagia? " selidiknya
" Em.. tuan muda terlihat kelelahan namun wajahnya terlihat senang " jawab maid malu-malu
" Ada Lagi yang Ingin kau katakan? " tanya Marsha yang melihat maid tadi tersenyum malu. Maid tadi mendekat ke arah Marsha dan berbisik
" Ha ha ha..... ya ammpunnn senangnya hatiku, papa pesankan mereka tiket Kapal pesiar biar mereka bulan madu " titahnya dengan senyum sumringahnya
Billy bingung melihat Marsha yang tiba-tiba terlihat sangat senang
" Tante apa hubungan bos sarapan dengan bulan madu? " tanya Billy
" Ha ha ha ha Billy.. Billy, pah sebaiknya cepat saja Billy di nikahkan biar otaknya nyambung... ayo siapkan sarapan, aku jadi lapar " titah Marsha senang
Billy mengomeli dalam hati
" Kenapa sih semua orang bilang otakku ngak nyambung, padahal aku ini siswa paling pandai di kampus " Namun omelannya segera berhenti begitu makanan datang
ππππ
Kini waktu makan siang, Marsha sibuk menata meja makan. Banyak sekali makanan yang disediakannya siang ini. Semua adalah makanan kesukaan Sean.
" Nyonya saya sudah memanggil tuan dan nyonya muda, Katanya sebentar lagi turun " Lapor seorang maid
" Okay.... sebentar aku periksa apa lagi yang kurang.... sepertinya semua sudah ada... panggil tuan " titahnya
" Baik nyonya "
Daniel datang sebelum dipanggil, Ia kemudian duduk di sebelah istrinya.
__ADS_1
" Bagaimana... kau tenang sekarang sayang? "
" Aku tak sabar ingin melihat senyum anakku, cukup melihat senyumnya saja aku sudah puas " ucap Marsha
Begitu mendengar bunyi separu Dari lantai 2, mata Marsha langsung melihat ke arah tangga...tak lama nampak Sean dan Emma menuruni tangga dengan bergandengan tangan. Keduanya terlihat sedang berbincang dengan senyum menghiasi wajah keduanya, air mata Marsha menetes tanpa di rasanya.
Melihat wajah putranya yang berseri-seri membuat hati Marsha sangat bahagia. Oh anakku betapa senangnya hatiku melihatmu tersenyum bahagia seperti ini, hanya itu yang Ingin kulihat... hidupku terasa sangat sempurna kini.
" Siang Mam... pah... " sapa Sean dan Emma
" Siang Sayang... ayo duduk dan langsung makan, mama sudah siapkan semuanya makanan kesukaan kalian " ucap Marsha senang
" Mam... apakah mam habis menangis ? mama sakit " tanya Emma
" Tidak.. mam menangis karena bahagia, melihat kalian rukun dan bahagia... mama fikir setelah kejadian semalam kalian akan berpisah hik hik hik " Marsha tak bisa Lagi menahan tangisnya
Sean berdiri dan memeluk Marsha dengan erat
" Jangan khawatir Mam... Sean dan Emma baik-baik saja, sungguh.. sudah jangan menangis Mam " ucap Sean sambil mencium kening sang mama
Mereka berdua empat kemudian makan sambil bercengkrama, Sean makan banyak sekali... setelah Kegiatan tadi pagi Ia jadi sangat lapar, Daniel tersenyum melihat putranya kini sudah dewasa... Ia hanya berharap dalam hati menantunya akan segera mengandung keturunan Brown.
Selesai makan mereka duduk di taman sambil menikmati Indahnya bunga yang sedang bermekaran.
" Sean... Emma, mama dan papah punya hadiah untuk kalian berdua " ucap Marsha sambil memberikan sebuah amplop pada Sean.
Sean membuka amplop tersebut lalu membukanya
" Tiket Kapal pesiar mam? " tanya Sean
" Ya.. Lusa kalian bisa berangkat, kalian kan belum bulan Madu , ini hadiah dari mam dan papa.. kalian tidak boleh menolak " jawab Daniel
" Bagaimana dengan pekerjaanku pah "
" Lupakan saja.. masih ada papah dan Billy, bersenang-senang lah son " ucap Daniel lagi
" Terimakasih Mam.. pah " ucap Sean senang, dipandanginya Emma dengan bahagia
Melihat senyum Sean sungguh membuat Marsha merasa tenang dan bahagia...inilah perasaan seorang ibu.
Sedang asik bercengkrama seorang maid datang melaporkan ada seorang tamu yang mencari Emma.
" Siapa yang mencariku? " tanya Emma
" Katanya namanya Bruce, Kepala Pelayan di mansion tuan Eric " jawab maid membuat semua saling pandang
Mengapa Bruce mencari Emma? Pantengin terus ya ATM, Jangan lupa jadikan novel ini sebagai novel favorite kamu
See you next eps
Happy reading selalu
__ADS_1