
Sista semua karena peraturan mangatoon yang baru.. kita hanya bisa memberi vote pada hari senin, mohon bantuannya bisa meluangkan sedikit waktunya untuk sedekah vote buat ATM setiap senin ya.... love you all.
" Whattt... apa kata dunia? boss ngak salah alamat...Suprie jadi wakil Ceo ? " tanya Billy berulang menyakinkan pendengarannya
Sean memandang jengkel ke arah Billy sambil menarik nafas panjang karena meragukan keputusannya
" Bill... Jangan banyak protes, sekarang aku sedang pusing dan mencemaskan istriku yang akan melahirkan...tugasmu adalah menyiapkan Suprie dan bawahannya dalam 2 minggu agar kau bisa ke mari dengan tenang. Kita uji coba saja dalam 2 atau 3 bulan, kalau Suprie tidak sanggup baru kita pikirkan lagi. " ucap Sean
" Begini Bill.... rencananya aku akan memperpanjang cuti ku.. aku hanya akan bekerja dari rumah, sedangkan papa juga sudah tua ..kekuatannya sudah terbatas, aku berencana menempatkanmu sebagai pengantiku di sini. Alasanku memilih Suprie karena ia sudah mengikuti kita kemana-mana selama 10 tahun, ia tau cara kerja.. relasi dan Ia jujur itu yang terpenting, siapkan team yang baik untuknya...jika ia sanggup maka kemungkinan besar Ia akan menjabat wakil ceo secara permanen, suruh Ia dan keluarganya menempati rumahku yang dekat Kantor " lanjutnya lagi
" Rumah yang dekat kos-kosan Emma dulu ya bos? "
" hem... iya, jika nanti ia permanent jadi wakil ceo, aku akan memberikan rumah itu untuknya ..sudah sekarang kembali bekerja " usir Sean dan langsung mematikan vc Emma padahal Billy masih ingin berbincang dengan Emma.
Billy terhenyak mendengar perintah dari Sean... mempersiapkan si Upin menjadi wakil ceo dalam waktu 2 minggu.... omg bencana national mah namanya... 😱😱 " Billy menggaruk kepalanya prustasi
" Apa bos ngak tau betapa kampungannya Suprie.. makan aja ngak bisa pake sendok, doyannya Jengkol ma terasi..gimana coba nanti kalo makan ma relasi....🙄🙄ðŸ˜ðŸ˜ " Billy mengelengkan kepalanya berkali-kali
" Ada apa tuan Billy... apakah anda sedang tak enak badan? " tanya Zahra sambil meletakkan segelas teh hangat di depan Billy, Billy meminumnya sampai habis
" Zahra... panggil sekretarisku dan Suprie untuk rapat 30 menit lagi di sini..kau juga ikut... aku mau berebah sebentar, stress tingkat dewa gua... bangunkan aku 30 menit lagi " titahnya Billy dan langsung aja nemplok di sofa sambil menutup kepalanya dengan bantal.
Zahra yang melihatnya tersenyum geli
" Lucu banget sih boss ku ini kalo lagi stress kayak anak yang lagi ngambek... hi hi jadi gemez liatnya pengen nyubit deh " ucap Zahra dalam hati
30 menit kemudian.....
" Bill.... Billl..... Billyyyyyyy " teriakan Suprie membangunkan Billy dari alam hayalnya
" Kamu tu ya.. manggilin orang rapat, tapi malah molor , ih sampe ngiler lagi.. jorok amat sie lo Bill " omel Suprie, Billy membuka matanya dan menyapu ilernya dengan tissu basah yang di berikan Zahra
" Napa sih ribut ajaa lo , gue yang ngiler aja ngak masalah... ya kan Zahra biar ngiler aku tetep cakep kan he he " jawab Billy sambil memainkan sebelah matanya pada Zahra
" Huekkk... Zahra jangan deket2 ma mahluk satu ini, dia lho kemana-mana kadang ngak pake cd " sahut Suprie membuat Zahra terbatuk
__ADS_1
" Apaan sih bapak..... " protes Zahra
" Sudah.. sekarang kita mulai rapat luar binasa ini.... " potong Billy
" Luar biasa Pak.. bukan luar binasa " koreksi Mirna sekertarisnya Billy
" Ini memang rapat luar binasa.. kita akan membicarakan tentang penggantiku karena 2 minggu lagi aku akan ke London dan menjadi wakil Ceo di London karena Emma akan melahirkan. " jelas Billy
" Trus di mana luar binasanya Bill? " tanya Suprie yang di angguki Mirna dan Zahra
" Yang luar binasa adalah karena aku harus mempersiapkan penggantiku dalam waktu 2 minggu ini, penggantiku adalah kau Prie... " tunjuk Billy...mata Suprie langsung membulat
" Haaa... gua....??? mabok lo Bill , ngak gua ngak bisa!! " tolak Suprie
" Yang mabok itu bos Sean karena sudah menunjuk Lo, Jadi kalo mau nolak atau protes...silahkan langsung aja hubungi bos " jawab Billy
" Ah palingan kamu bercanda iya kan Bill " ucap Suprie sudah mulai pucat
" Nih surat penunjukan Lo langsung ditandatangani big boss... om Daniel " Billy lalu menyerahkan selembar Kertas yang baru di cetak dari emailnya...Suprie membaca surat penunjukan tersebut sambil gemetaran
" Yap... Lo naik kasta he he, selamat menikmati, Jadi mulai sekarang Mirna jadi sekretaris lo dan Zahra jadi aspri lo..kalian kemana-mana harus selalu bertiga, mengerti!! Jadilah team yang kompak " jelas Billy
" Apaaa....? gua kemana-mana di dampingi 2 perempuan, Trus ntar ketemu Mun... ngak Bill ngak bisa... bisa mati gua di cakar ma Fatimah " protes Suprie sambil memegangi tangan Billy
" Apaan sih lo pegang2 kayak mantan minta balikan aja... , elu tinggal jelasin dong ke bini lo kalau sekarang suaminya dah naik kasta... dia harus mengerti lagi pula kau nanti harus tinggal di rumah bos yang dekat Kantor itu "
Suprie masih tak percaya dengan apa yang terjadi....
" Bill cubit gua dong.. ini beneran apa ngimpi sih " ucapnya lagi
" Pletak.... " Bilky menampol kepala Suprie
" Busyett sakit p a...... "
" He he artinya lo kagak mimpi, berhubung sudah sore kita akhiri dulu rapat luar binasa ini, mulai besok Lo resmi gantiin aku.. aku akan membimbingmu selama 2 minggu ini... ocreeee, sekarang ayo kita ke mall " ucap Billy
__ADS_1
" Ngapain Bill ke Mall? "
" Kita harus menganti penampakan lo dan Zahra...kalian harus berubah ngak. bisa seperti ini lagi penampakannya "
Ketiganya lalu menuju Mall terbaik di ibukota
" Tuan Billy... jadi ngak. balik lagi ya ke Jakarta? " tanya Zahra di perjalanan
" Sepertinya begitu... boss Sean ngak mau kerja ke kantor, Jadi aku harus mengantikan posisinya Di Kantor besar di London... Kenapa? sedih ya ganti boss.. dari aku yang cakep ke bos baru yang butek kayak suprie ha ha ha? " ucap Billy menohok Suprie
" Cih.... cakep tapi p a " sela Suprie, Zahra hanya diam menunduk, diakuinya Ia terlanjur senang punya bos seperti Billy... ngak pernah marah, ngak cerewet masalah makan dan easy going orangnya..
" Gimana kalo kamu ikut aku akan ke London? Nanti aku bilang sama Emma" tanya Billy... Zahra langsung tersentak kaget, terdiam sebentar lalu mengeleng
" Kenapa ngak mau? " tanya Suprie
" Kasian sama abah sama mama, Zahra kan cuma 2 Saudara, abah Kadang Suka sakit sekarang.. kalau Zahra tinggal Jauh nanti kalau kenapa-kenapa si sini... susah mau nengokin " jawab Zahra
" Ya udah... di sini aja, jadi aspri nya Suprie aja " ucap Billy
Ketiganya lalu memasuki butik pakaian pria, Billy memilihkan banyak pakaian untuk Suprie juga separu kerja baru
" Jangan lagi kamu pake sepatu larasmu, sekarang kau harus pake sepatu kayak gini " titahnya, Suprie hanya bisa mengaruk kepalanya melihat semua yang sudah di Pilihkah Billy
Selesai dengan Suprie mereka beralih ke buntik wanita, Billy memilihkan banyak baju kerja untuk Zahra dan juga pelengkapnya.
Berikutnya mereka pun ke salon, rambut Suprie dan Billy di permak Sedangkan Zahra mendapatkan perawatan wajah.... sungguh ini kali pertama bagi Zahra dan Suprie melakukan perawatan di salon.
Zahra bahkan mendapatkan saran untuk mempercantik penampilannya, Sambil melakukan perawatannya Suprie melakukan obrolan dengan Fatimah dengan HP nya, Ia menjelaskan posisi dan tanggung jawab Barunya pada Fatimah di bantu oleh Billy.
Fatimah senang sekali.. Apalagi Ia dan keluarga dimintanya untuk pindah ke rumah baru, Walaupun Fatimah mencemaskan suaminya yang akan dikelilingi beberapa wanita... tapi siapa yang menolak dengan gaji baru yang berlipat-lipat dari biasanya.
Zahra dengan penampakan barunya... cantik tak??
__ADS_1