
Pagi ini Emma telah siap untuk memeriksakan kandungannya yang telah berusia 34 Minggu atau genap 8 bulan. Hari ini kembali Marsha bahkan Daniel ikut... mereka antusias sekali jika Emma akan ke dokter Obigyn.
Tanpa antri karena telah membuat janji, ke empatnya memasuki ruangan dokter Kartherin.
" Selamat pagi semua... Nyonya Emma bagaimana perasaan anda apakah ada keluhan? " sapa dokter
" Ini dok.. kaki dan tangan saya agak membengkak apakah wajar? "
" Perlu di ketahui bahwa kehamilan kembar lebih beresiko di banding kehamilan tunggal Jadi perlu perhatian lebih ekstra. Nyonya Emma anda sudah melewati masa2 awal kehamilan dengan baik. Bagaimana dengan pergerakan bayi anda... apakah normal? "
" Ya dok... tak ada masalah, mereka sangat aktif " jawab Emma
" Jadi .... pembengkakan pada tangan dan kaki anda bisa jadi di sebabkan Preeklamsia dimana tekanan darah lebih tinggi di sertakan dengan pembengkakan, ini perlu di waspadai karena bisa menyimpan resiko lebih serius yaitu Eklansia dimana terjadi kejang2 pada ibu hamil " jelas dokter
Tak ada yang bersuara mendengar hal tersebut... semua terlihat tegang
" Apakah berbahaya untuk kesehatan istri saya dok? " tanya Sean panik
" Anda tenang dulu tuan... sebaiknya kita periksa dulu tekanan darah istri anda.. Mari nyonya " dokter lalu memeriksa tekanan darah Emma
" Untungnya tekanannya darah anda normal saja jadi ini hanya bengkak biasa tidak perlu dikhawatirkan " ucapan dokter membuat lega semuanya. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan berat bayi di kandungannya Emma sambil menjelaskan
" Bayi kembar juga bisa mengalami masalah di mana salah satu bayi beresiko mengalami masalah pertumbuhan karena salah satunya bisa mendapat asupan lebih banyak Sedangkan satunya bisa kekurangan nutrisi, sekarang berat bayi anda yang satu 2,1 kg sedangkan yang satunya 2 kg perbedaan hanya 1 ons biasanya normal saja. " ulasnya lagi
" Anda tidak perlu menunggu hingga 40 bulan nyonya... jika anda ingin Caesar berat badan bayi anda sudah memadai "
" Tidak dokter... saya ingin melahirkan normal " jawab Emma membuat Marsha terkejut
" Tidak sayang... sebaiknya Caesar saja... Marsha dulu melahirkan Sean normal dan itu hampir merenggut nyawanya , apalagi kamu hamil kembar ...papa tak mau hal serupa terjadi padamu " tolak Daniel sambil memegang tangan istrinya. Ucapan Daniel membuat Sean kaget bukan kepalang... di pandanginya wajah cantik istrinya itu dengan panik
" Tidak... tidak sayang...caesar saja... aku tak mau terjadi apapun padamu, aku tak mau kehilanganmu " ucap Sean seperti hendak menangis membuat Emma tersenyum
" Bukan berarti tak mungkin kan dok? " tanyanya pada dokter
" Bisa saja jika semua normal...namun kemungkinan melahirkan dengan operasi caecar sangat tinggi, salah satu sebabnya adalah karena posisi bayi sungsang "
__ADS_1
" Tapi posisi anakku tidak ada yang sungsang kan dok? " tanya Emma lagi
" Emma... Jangan berkeras... Caesar saja!! " potong Sean dengan suara meninggi
" Ya sejauh ini posisi bayi anda tidak sungsang, namun saya sarankan nyonya tidak perlu memaksakan melahirkan normal jika kondisi tidak memungkinkan " bujuk dokter Katherine melihat wajah mertua dan suami Emma yang memucat seketika
" Terimakaih dokter atas saran anda... Namun saya tetap Ingin melahirkan normal, saya akan Caesar jika memang di perlukan saja " jawab Emma lagi
" Sayangggg.... Jangan keras kepala, aku tak mau terjadi apapun padamu.. mam nasihat dia " Sean kembali panik wajahnya sudah sepucat kertas
" Daddy... tenang saja, aku ingin melahirkan normal namun jika tidak memungkinkan aku tak akan memaksa.. okay, jangan panik berlebihan " ucap Emma
" Bagaimana aku tidak panik Sayang, ini tentang keselamatanmu dan anak-anak kita..aku tegaskan sekali lagi... aku tak mau mengambil resiko sekecil apapun, aku tak mau kehilanganmu " ucap Sean sambil memeluk Emma, ia tak perduli semua orang melihatnya menangis... hatinya sangat ciut kini
" Jika melihat kondisi ibu dan twins Saat ini memungkinkan saja jika nyonya Emma Ingin melahirkan normal, begini saja... kita lihat lagi 2 minggu dari sekarang apakah nyonya bjsa melahirkan normal atau tidak " akhirnya dokter Katherine memberikan solusi
" Baiklah dokter Terimakasih... " ucap Emma, keempatnya lalu keluar ruangan. Marsha keluar Sambil mengandeng Daniel... ia tak banyak bicaralah karena gemetaran mengingat saat dulu ia melahirkan
Di perjalanan....
" Ya dulu setelah melahirkanmu.. mama sempat koma 2 minggu dan lihatlah sekarang setelah kau dewasa.. Kau berani melawan dan memarahi mama... pletak " jawab Marsha sambil melepak kepala Sean
" Maaam... jawabnya biasa aja dong jangan pake kekerasan " protes Sean
" Nanti kalau Emma melahirkan.. Kau harus melihatnya, agar kau tau betapa sulitnya bagi seorang Ibu melahirkan anaknya jadi kau tak jadi anak durhaka seperti sekarang ini " omel Marsha lagi
" Emma.. mam sarankan sebaiknya kau caesar saja ya " bujuk Marsha ...Emma hanya tersenyum saja
" Mam Sebenarnya ini adalah pesan dari mendiang mamaku, mama bilang jika suatu saat aku hamil usahakan untuk melahirkan normal karena disitulah perjuanganmu untuk menjadi seorang Ibu yang sesungguhnya... Namun jika tak memungkinkan aku tak akan memaksanya mam... percayalah " jawaban Emma membungkam semua yang berada di mobil termasuk Sean... ia hanya bisa memeluk istrinya dan mengelus perut besar Emma.
Sesampainya di Mansion... Emma segera melakukan vc dengan Billy
" Hai... Emma.... I miss you and my nephews " suara cempreng Billy terdengar sampai ke kuping Sean
" We miss you to Uncle Bill...siapa yang lewat tadi Billy? " tanya Emma
__ADS_1
" Oh... itu sudah Zahra, anaknya pak Sabeni.. Dia sekarang menjadi aspri ku, Kau mau berbicara dengannya? "
" Nanti saja... begini Bill, 2 minggu lagi kemari ya.. temani aku melahirkan, Belikan aku Jamu lengkap habis melahirkan, telur ayam kampung dan Madu asli lebah liar. ok "
" Oh ok... tapi apakah bos sudah tau Dan siapa yang Nanti akan mengantikanku di sini? " tanya Billy
" Daddy..... daddy.... kemari, jelaskan pada Billy " panggil Emma
" Oh ya Bill satu lagi, aku akan mengirimimu lagi cd keluaran terbaru, dan ada juga oleh-oleh untuk pak Sabeni dan anak kos, tolong nanti kau sampaikan ya " lanjut Emma
" Kau hanya mengirimi cd.. hik hik sedih sekali " protesnya manja
" Kau mau apa lagi ? " tanya Emma sambil tertawa melihat wajah lucu Billy
" Kau sudah lama tak membelikanku parfum...parfumku sudah habis "
" Baiklah.... nanti kubelikan parfum untukmu, Jangan lupa pesananku ya "
Sean datang lalu duduk di sebelah Emma dengan ekspresi wajah yang tak tak bisa di baca oleh Billy apakah kesal atau takut
" Haii boss... Ada apa dengan wajahmu? " tanyanya
" Sudah ngak usah sok perhatian... 2 minggu lagi kau ke sini, jadi nanti yang mengantikan posisi mu sebagai ceo adalah..... " Sean terdiam sejenak
" Adalah........siapa bos? " sambut Billy penasaran
" Suprie.... "
" What boss.... apa kata dunia??? "
Nah lho.... gimana ya kalo Suprie mengantikan Billy.... sering ketemu mantan doong.... huahhhh... 🎉😅😅
Tunggu lanjutannya ATM besok sista
Jangan lupa like komen dan vote kalian selalu kunanti.....😍😍
__ADS_1