
Marsha masih duduk di depan meja riasnya... sudah hampir satu jam ia merias wajahnya dan itu sungguh di luar kebiasaan Marsha, biasanya Marsha palingan hanya 15 menit di depan kaca, ia bahkan masih memakai baju mandinya dan handuk di kepalanya.
" Sayang... tamunya sebentar lagi datang, apakah kau masih lama? " tanya Daniel... tak ada jawaban dari Marsha, Marsha diam seribu bahasa. Jika Marsha sampai diam begitu maka artinya ia dalam mode marah berat, jika ia hanya marah-marah biasa mulutnya masih saja menyahut.
" Aku duluan ke bawah ya.... Nanti kalau kau selesai turunlah " bisik Daniel lalu mengecup kening Marsha. Daniel memilih diam tak mengusiknya karena ia sudah paham dengan sifat istrinya itu... jika sedang marah lebih baik dibiarkan saja, jika tidak Marsha bisa lebih marah lagi.
Sambil menarik nafas panjang Danielpun turun ke lantai dasar. Di bawah sudah ada Elena dan Billy yang sedang asik berbincang.
" Mana tante om?? " tanya keduanya bersamaan
" Marsha masih belum selesai berpakaian, sebentar juga turun " ucap Daniel sambil meminum wine untuk menghilangkan kegugupannya.
Tak lama Bel berbunyi.. maid pun bergegas membukakan pintu dan yang datang ternyata Papahnya Elena.. Jhon
" Papaaaaaa.. " panggil Elena senang, Ia pun berlari memeluk Jhon
" Papah Kangen... kapan papah datang mengapa tak mengabari El...?? " serbunya membuat Jhon tertawa
" Ini papah baru turun dari pesawat nak.. Apakah Harold sudah datang?? " tanya Jhon
" Belum Jhon.. mandilah dulu, Marsha juga masih di atas " jawab Daniel
" Baiklah.. ayo sayang ikut papah, papah punya banyak oleh-oleh untukmu " ucap Jhon dengan senang hati Elena pun mengikuti Jhon
" Apa kabar om?? " tanya Billy sambil menyalami Jhon
" Seperti yang Kau lihat.. aku masih kuat dan perkasa, kau tidak melakukan yang aneh-aneh pada putriku kan?? " ucap Jhon membuat wajah Billy memucat seketika
" Tentu tidak om... mana Billy berani " jawabnya segera
" Good.. baiklah om ke atas dulu " ucap Jhon lalu naik ke atas bersama Elena
Tinggallah Billy dan Daniel di ruang tamu
" Tumben tante lambat.. biasanya kalau ada tamu tante yang paling duluan menunggu " ucap Billy
" Marsha sedikit kurang enak badan " jawab Daniel
" Omm.. "
" Billy... " kedua sama-sama memanggil
" Om saja duluan... " ucap Billy
" Tidak Billy.. katakan apa apa ? " balas Daniel
__ADS_1
" Om... aku mau me... "
Ting.. tong....
Perkataan Billy pun terhenti mendengar bunyi bell... seperti nya tamu sudah datang..Maid segera membukakan pintu, Billy dan Daniel segera berdiri menyambut tamu
Masuklah Harold bersama istrinya dan seorang gadis cantik yaitu Kanaya... anak gadis Harold
" Selamat datang sahabatku... Harold " sambut Daniel senang
" Well Daniel... kau tambah tampan saja ha ha perkenalkan ini istriku Ara dan ini anak gadisku Kanaya " balas Harold.. mereka pun berkenalan
" Hai... saya sahabat Harold nama saya Daniel dan ini anak angkatku Billy, maaf anakku Sean masih bepergian dengan istrinya " ucap Daniel... Billy pun berkenalan sambil tersenyum hangat... Ia sangat menghormati siapapun yang di hormati oleh Daniel.
Ketiganya saling pandang dan tersenyum senang setelah melihat Billy, terlebih Kanaya... matanya tak lepas memandangi Billy sejak pertama masuk ke ruang tamu
" Kau Suka?? " tanya Harold dengan bahasa Korea....Kanaya mengangguk dengan wajah memerah, Billy yang tak mengerti hanya memandangi tamu-tamu tersebut
" Berapa umurmu Bil?? " tanya Harold
" 25 tahun tuan... " jawabnya
" Wah usia yang pas untuk menikah " umpan Harold sambil melirik Daniel dan mengacungkan jempolnya tanda mereka menyukainya Billy
" Harold..... apa kabarmu man!! " suara Jhon mengelegar terdengar dari tangga
" Hai Jhon.... OMG, kalian berdua memang sama-sama masih gagah, apa rahasia kalian " balas Harold senang bertemu dengan kedua sahabatnya semasa muda
" Ha ha ha... Harold...Harold kau tambah botak saja, apa kau masih saja memikirkan dunia ini ha ha ha " Jhon tergelak sambil memeluk Harold
" Jhon kenalkan ini istri dan anakku " ucap Harold memperkenalkan keluarganya
" Hai semua... saya Jhon dan ini adalah anak sematawayangku namanya Elena Sedangkan istriku sudah lama meninggal " balas Jhon, Elena pun menyalami semua tamu
" Kalian sudah mengenal Billy ?? " tanya Jhon
" Tentu saja... Daniel sudah mengenalkannya pada kami " jawab Harold bersemangat
" Billy adalah calon......" belum selesai Jhon berbicara suara seseorang membuyarkan perbincangan mereka
" Ohh tamunya sudah datang... Maafkan saya terlambat menyambut anda semua " suara merdu terdengar dari atas tangga membuat semua yang berada di ruang tamu langsung menengoknya ke arah tangga.
Nampak Marsha yang terlihat begitu sexy memakai gaun berwarna Silver ketat dan memperlihatkan sebagian dadanya, wajahnya terlihat begitu glowing dengan rambut nya yang di urai menutupi punggung mulusnya
Semua terpana melihatnya.. terlebih Harold yang baru kali ini melihat Marsha
__ADS_1
" Jangan katakan bahwa wanita muda itu adalah istrimu Daniel, apa dia istri mudamu??? " tanya Harold dengan mata melotot
" Dia satu-satunya istriku Harold, jangan Bercanda dan umurnya sudah kepala 5 " sanggah Daniel sambil menelan salifanya melihat istrinya yang tampil begitu sexy malam ini.
" Daniel... apa kalian bertengkar..?? " bisik Jhon, ya Jhon pun paham dengan perwatakan Marsha... jika mereka sedang bertengkar maka Marsha akan berdandan sangat ferfect.
" Ehem... iya, kami sedikit berbeda pendapat tadi sore " jawab Daniel juga berbisik
Begitu Marsha sampai bawah... Daniel langsung mengandengnya dan membawanya ke hadapan Harold sekeluarga
" Nah Harold.. ini adalah Marsha, istriku tersayang... Sayang kenalkan ini Harold... istrinya Ara dan anak gadisnya Kanaya " ucap Daniel memperkenalkannya mereka...
" Hai semua.. selamat datang di Mansion kami, maaf saya sedang kurang enak badan jadi agak lama di atas.. muah.. muah.. muah " Marsha melakukan cipikacipiki pada tamunya termasuk Harold
" Omg... maaf Marsha.. apakah benar kata Daniel umurmu sudah kepala 5...aku tak percaya, kau masih terlihat sangat muda " puji Harold blak2an di depan Daniel
" Oh tuan Harold... mulut anda sangat manis sekali, terimakasih atas pujian anda...ya umur saya 53 tahun dan sudah punya 2 cucu ...mari kita langsung saja ke ruang makan " jawabnya sambil mengandeng tangan Harold menuju ruang makan.
Mata Daniel mendelik melihat Marsha yang mengandeng Harold bukannya dirinya... Jhon hanya tertawa sambil mengelengkan kepalanya
" Ada apa pah... papah tertawa sendiri? " bisik Elena
" Marsha dan Daniel sedang bertengkar, Lihatlah om mu itu sudah seperti cacing kepanasan " bisik Jhon
Makan malam berlangsung dengan ramai... ke tiga sahabat saling mengobrol mengenai masa lalu mereka, yang lain hanya menjadi pendengar yang baik.
" Jhon ingatkah kau akan perjanjian ku dan Daniel mengenai perjodohan anak-anak kami, dimana kau yang menjadi saksinya?? " tanya Harold...
" Ya aku ingat, Tapi karena kita terpisah begitu lama... anak Daniel sekarang sudah menikah bahkan sudah punya 2 anak " jawab Jhon
" Ya aku juga sudah tau dari Daniel kemaren, Karena itulah aku mengharapkan masih bisa menjadi besan kalian dengan meneruskan perjodohan anakku Kanaya dengan Billy anak angkat Daniel " jelas Harold
Klenteng.... Klenteng...
Bunyi sendok garpu yang lepas dari tangan Elena, Billy dan juga Jhon...
" What.... why me...?? " tanya Billy
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote nya
Bonus foto Marsha
__ADS_1