Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
207. Kursus kilat


__ADS_3

Elena meletakkan rantangnya di atas meja dan ia berlari mendekati Billy


" Ayang..... kau kenapa?? " tanyanya khawatir, Billy langsung berdiri.... ia memegang tangan Elena untuk memastikan bahwa benar Elena yang berada di hadapannya


" Ini sungguh kau Ell...?? " tanyanya lagi, Elena tersenyum sambil mengangguk. keduanya lalu berjalan menuju Sofa


" Bagaimana kau bisa sampai ke mari ?"


" Tante Marsha memintaku mengantarkan makan siang untukmu, dan aku boleh di sini sampai sore " jawabnya


Billy duduk di sofa, ia lalu menarik Elena agar duduk di pangkuannya. Elena memperhatikan kepala Billy yang memar...


" Kasian sekali kepalamu chayang sampai memar begini " ucapnya


" Katanya kau mau mengobatinya " todong Billy, Elena lalu melingkarkan sebelah tangannya di leher Billy sedang sebelah tangannya menyentuh memar Billy lalu menciumnya


" Muahhh.. bagaimana masih sakit? " tanyanya


" Masih.. lagi "


" Muahhh"


" Lagi dan lagi.. " pinta Billy kesenangan, Elena mencium kening memar itu berulang-ulang tanpa menyadari gunung kembarnya berulang kali mengenai wajah Billy


" Stopp... sekarang yang ini!! " tunjuknya pada bibirnya, keduanya pun saling tatap


" I miss you so much Elena " ucapnya sambil menatap penuh Cinta, Elenapun mendekatkan bibir mereka begitu mendekat Billy langsung menyambar bibir sexy itu... ia sudah tak sabar, keduanya saling menyesap dan menumpahkan rasa rindu yang membuncah didada masing-masing.


Tangan Billy tak tinggal diam.. tangan nakal itu beraba-raba gunung kembar Elena yang sedari tadi mengodanya. Elena melenguh saat tangan nakal itu meremas salah satu gunungnya.


Elena lebih dulu melepaskan ciuman mereka karena hampir-hampir kehabisan nafas dan juga karena tangan nakal Billy tak berhenti menganggu gunungnya


" Nakal sekali tanganmu Bill... hah hah " protes Elena sambil mengatur nafasnya, Billy hanya tersenyum.. matanya kembali menatap gunung kembar Elena, Elena langsung menyilangkan kedua tangannya ke dadanya


" Apa liat-liat ?? " tanyanya kesal melihat mata Billy yang jelalatan


" Aku ingin melihatnya.. boleh ya " pinta Billy


" Ngak ah... "


" Kenapa?? "


" Maluu " jawab Elena dengan wajah memerah


" Bill mengapa ciumanmu sekarang terasa berbeda ?? " tanya Elena


" Katakan dimana bedanya? "


" Ciumanmu lebih.. kuat dan lama "


" Tapi kau suka kan?? he he " Elena mengangguk malu malu


" Aku kan lambat tumbuh he he jadi aku kursus kilat untuk mengejar ketertinggalanku itu " jawab Billy


" Kursus kilat dengan siapa?? " tanya Elena


" Siapa lagi kalau bukan di casanova Jhon, dia kan sangat berpengalaman. Sekarang aku sudah tumbuh sempurna " ucap nya dengan penuh percaya diri


" Oh ya...?? memangnya apa saja yang di ajarkan oleh Jhon " tanya Elena penasaran


" Kau mau tau banget?? " Elena mengangguk


" Jawabannya hanya bisa dipraktekkan langsung, Gimana mau ngak?? " tanya Billy..Elena kemudian mengangguk, Billy tersenyum senang

__ADS_1


Billy kembali mencium bibir Elena, Elena pun membalasnya.. dada Keduanya serasa di tabuh genderang, Billy menyesap habis bibir Elena sampai puas.. tak lama bibirnya berkelana ke leher Elena.. ia menjilatinya sambil kedua tangannya membuka kancing baju Elena, begitu terbuka terlihatlah 2 gunung kembar Elena yang begitu mengoda.


Billy segera bermain di area itu.. ia menyesap lama bagian dada yang tak tertutupi bra hingga meninggalkan bekas kebiruan di beberapa tempat sedang Elena mengeliatkan antara geli dan nikmat


" Ohh Bill... Ohh... " desahnya sambil meremas rambut Billy, Billy merubah posisi.. ia mendorong Elena hingga Elena kini berebah di sofa dan Billy mengukungnya. Billy berusaha melepaskan bra Elena agar bisa lebih leluasa bermain dengan si kembar.. namun ia kesulitan melakukannya ( namanya belum berpengalaman ya sista he he)


" Kok susah sekali membukanya Ell " ucapnya kesal sambil menghentikan ciumannya


" Kaitannya di belakang Bill... ya susah lah karena aku sedang berebah gini " jawab Elena.. akhirnya Billy menyerah, ia kembali mencium bibir Elena yang tak pernah membuatnya puas


Sedang asik asiknya mencumbu Elena, kembali HP Elena berbunyi membuat Elena kaget dan....


" Bruk... au.. sakit " seperti biasa Elena yang kaget langsung mendorong Billy hingga Billy terjatuh ke lantai


" Astaga Elena.... bisa bisa mati muda aku jika begini " omel Billy kesal karena untuk ke sekian kali ia di dorong hingga jatuh ke lantai seperti ini


" Maaf ayang Billy... aku kaget " ucapnya sambil mengancingkan bajunya kembali dan bergegas mengambil Hp nya, dan ternyata bukan vc dari papanya... itu adalah bunyi alarm tanda jam makan siang telah tiba


" Kenapa tidak kau angkat? " tanya Billy dari lantai, ia malas bangun


" He he maaf ternyata bukan papah... alarm " jawab Elena sambil tertawa sendiri mengingat kelakuannya


" Ayo bangun ayang.. kita makan siang dulu ya " rayu Elena agar Billy tak marah lagi, Elena lalu menyusun makan siang yang di bawanya di atas meja.


" Kemari dulu " pinta Billy menepuk pahanya


" Bill.. makan dulu, masa kau minta cium lagi kan sudah.. ini. bibirku saja masih kebas " tolak Elena


" Tidak.. kemari saja, aku mau memperlihatkan sesuatu padamu " kekeh Billy, akhirnya Elenapun menurut ia segera duduk di pangkuan. Billy kembali.


" Buka kancing. bajumu!! " titahnya


" Ayang Billl... katanya.... " protesnya


" Melihat apa sih... " tanya Elena sambil kembali membuka kancing bajunya.. matanya langsung melotot melihat di dadanya ada tanda merah kebiruan


" Apa ini Bill... apa aku terkena penyakit ? " tanya Elena heboh sambil mengosok nya namun tak juga hilang, Billy tersenyum lalu menangkap tangan Elena yang sedang mengosok area dadanya


" Hentikan Ell... itu namanya kissmark, bagaimana bagusan buatan ku he he " ucap Billy bangga


" Apakah nanti bisa hilang Bill ?? " tanyanya lagi


" Bisa.. aku pernah melihat Emma beberapa kali juga begini " jawabnya


" Jadi ini kursus kilat yang kau pelajari?? huh bikin susah saja Bill "


" Maksudnya apa?? "


" Nanti kalau ada yang lihat bagaimana? jangan kau lakukan lagi ya " pinta Elena, ia pun bergegas mengancingkan bajunya kembali


Keduanya lalu makan bersama


" Ell.... "


" Hemmm "


" emm bra itu ngak ada yang bukaannya di depan ya?? " tanya Billy tanpa dosa


" Uhuk.. uhuk.. uhuk.. " Elena langsung terbatuk mendengarnya, Billy langsung memberikan segelas air pada Elena dan mengelus punggung Elena berlahan.


" Billy....!!! " protesnya marah


" What Ell... aku kan hanya bertanya "

__ADS_1


" Itu pertanyaan pria mesum, sekarang katakan untuk apa aku harus memakai bra yang bisa di buka dari depan hah "


" Biar mudah kalo aku haus... he he " jawab Billy membuatnya langsung mendapat jeweran dari Elena


" Dasar otaknya lelaki... maunya enaknya saja sendiri "omel Elena


" Habis makan kita ke toko underwear yuk " ajak Billy lagi


" Aa.. apa.. ngapain ke situ " tanya Elena


" Aku akan menemanimu mencari bra nya "


" Memangnya kau tidak malu masuk ke toko underwear wanita? selidik Elena


" Tidak lah.. aku sering menemani tante Marsha dan Emma ke situ.. ya ya aku akan membayar semua belanjaanmu " rayunya lagi, Elena memonyongkan bibirnya


" Huh.. kalau ada mau nya aja..., baiklah tapi ada satu syaratnya " ucap Elena


" Apa?? " Elena menarik dasi Billy hingga Billy mendekat


" Cium lagi... aku masih kangen " bisik. Elena....


Jiahhhh..... hot tipis-tipis ya sis


mumpung cukung...


Apaan tu cukung thor..??


Cuaca mendukung.... he he di rumah thor lagi hujan nih 😅😅😅


Selesai makan siang Keduanya keluar dari ruangan Billy, Nana langsung berdiri melihat bosnya keluar ruangan


" Rapatnya masih 30 menit lagi bos!! " lapornya


" Siapa juga yang mau rapat, tunda rapatnya sampai jam 3, aku mau menemani yayangku belanja dulu " Jawabnya.. lalu berlalu sambil mengandeng tangan Elena, asistennya yang mengikuti langsung di pelototi


" Aku tak memerlukanmu, di sini saja.. menganggu saja " omelnya lalu masuk ke Lift. Di Lift... Billy hanya memandangi wajah Elena sedangkan Elena menunduk malu. Billy menyetir sendiri, ia ingin menikmati kebersamaannya dengan Elena, tangannya tak lepas mengenggam tangan Elena sepanjang Jalan, Elena pun bersender di bahu Billy


" Ayang... percepat lamaranmu ya, jadi kita tak akan berpisah lagi " ucapnya sambil menatap wajah Billy dari samping


" Ya.. besok aku akan berbicara dulu dengan om Daniel " jawaban Billy sungguh membuat Elena bahagia, tak lama lagi ia tak lagi sendirian... ia tak akan lagi kesepian.


Sesampainya di butik underwear, Billy menanyakan bra yang di maksud..dan tentu saja ada, pelayan menunjukkan beberapa corak pilihan yang tersedia, ada juga yang satu pasang dengan cd.


Elena menimbang-nimbang beberapa pilihan... ia bingung semua bagus


" Ayang... yang mana.. merah apa hijau ?...Ell bingung semua bagus " tanyanya


" Bungkus semua corak dan warna " jawab Billy sambil menyerahkan blackcard nya pada Elena


" Thanks ayang!! " ucap Elena


" Nanti besok Pake yang merah ya kalau kita bertemu lagi " bisik Billy membuat wajah Elena pun memerah seketika


" Dasar mesum...!!! " cicitnya malu


ocre sista jumpa lagi besok, udah 1300 kata ya.. jangan dibilang pendek lagi... pegel dah jempol outhor nih ngetiknya.


Jangan lupa beri dukungan selalu untuk ATM.. ditunggu


Bonus... foto ayang Billy


__ADS_1


__ADS_2