
Pada spot jantung ngak nitizen..?. he he sesuai ajakan dengan judulnya.... ngak papa habis lebaran kita berolah jantung sebentar... 😘😘
🍎🍎🍎🍎
10 menit kembali berlalu.. namun belum juga ada kabar dari Romi maupun Zahra. Rangga benar-benar gelisah kini, tiba-tiba masuk ke parkiran mesjid iring-iringan 4 buah mobil mewah berwarna hitam.
Rangga dan keluarga keluar untuk melihat siapa yang datang. Mobil pertama keluarlah Suprie beserta istri dan supirnya.
Mobil kedua keluar Billy.. Elena dan juga supir keduanya, di mobil ke empat keluarlah pak Sabeni dan istrinya serta sang supir kiriman Rangga... tapi di mana Zahra...???
Rangga berlari mendatangi mertuanya
" Bapak apa yang terjadi ? mana Zahra?? " tanyanya cemas
" Nanti saja ceritanya... itu Zahra di mobil itu, kita laksanakan saja dulu pernikahan kalian " jawab Sabeni
Jhon nampak keluar dari mobil ke tiga, ia lalu membukakan pintu penumpang keluarlah calon mempelai wanita dan kakaknya. Wajah Zahra terlihat begitu cantik walau sedikit terlihat pucat. Sebenarnya apa yang terjadi? mengapa keluarga mempelai wanita bisa ikut rombongan Suprie cs?? banyak pertanyaan di benak Rangga, namun sementara harus di pending dulu
Bu Ami menyambut Zahra dan mengiringnya ke dalam mesjid.. sementara Rangga menyambut Suprie dan Billy. Hati Rangga terasa plong melihat pihak wanita sudah datang tanpa kurang satu apapun.
Nitizen yang dah siap-siap mau menghadiri acara Kapten Rangga Monggo datang yo... di tunggu..☺☺
Setelah semua pihak sudah lengkap... acara pernikahan di laksanakan, acara berlangsung dengan khidmat... sedikit isak tangis terdengar dari ibu Zahra yang tak menyangka akan secepat ini Zahra menikah, begitu pula dengan bu Ami... karena akhirnya Rangga menikah.
Semua hadirin terdiam saat Rangga dengan lantang mengucapkan ijab kabul di depan penghulu
" Saya terima nikah dan kawinnya Rahmawati AzZahra binti Sabeni dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan di bayar tunai " dalam sekali tarikan nafas
" Sah....!!?? "
" Saaaaahhhhhhhh..... " sahut hadirin sambil bertepuk tangan, Rangga dan bu Ami lega sekali akhirnya ia melepas masa lajangnya dan kini berstatus sebagai seorang suami.
Elena mengenggam tangan Billy sepanjang acara ijab kabul... air matanya pun menetes...
" Kenapa?? " bisik Billy
" Bill... nanti kalau kita menikah, harus seindah ini juga ya.. hik hik hik.." jawabnya sambil terisak
__ADS_1
" Iya.. iya.. sudah tuh wajahmu jadi ngak cantik lagi karena ingusmu meleleh " sahut Billy membuat Elena melayangkan cubitan kesal padanya
" Kau tu ya... ngak bisa apa romantis sedikit " omel Elena kesal.. malah masalah ingus yang di bahas.. 😤😤
Acara dilanjutkan dengan tukar cincin dan doa bersama sebelum ke acara ramah tamah dan makan bersama di ruangan yang telah disediakan.
Kini kedua mempelai tengah duduk bersama di kelilingi Billy-Elena dan juga Suprie -istri dan orang tua kedua mempelai.
" Sekarang ceritakan... mengapa kau sampai datang bersama rombongan PT. Kila? " tanya Rangga pada Zahra
" Biar bapak saja yang cerita nak Rangga..., begini " sahut Sabeni melihat Zahra masih sedikit takut
Flassback On
Saat Zahra telah selesai si rias... rombongan lalu menaiki mobil penjemput.. Berlahan mobil melaju menuju lokasi pernikahan, namun saat berada di jalan yang agak sepi tiba-tiba saja ban mobil mereka gembos.
Sang sopirpun turun dan memeriksa ban mereka dan memang ban depan mobil gembos terkena paku.. Saat sopir hendak menelfon meminta bantuan seseorang memukulnya dari belakang hingga pingsan, berikutnya ada seorang lagi datang menodongkan senjata dan meminta penghuni mobil mematikan daya hp mereka... setelah itu mengumpulkannya di. satu tempat.
" Apa mau kalian?? " tanya kakak ipar Zahra
" Diammm... kemari kamu yang berbaju putih!! " titahnya pada Zahra
Akhirnya Zahra turun dari mobil, seorang di antaranya menahan Zahra sedang yang lainnya tetap menodongkan senjata
" Siapa yang menyuruh kalian....?? " tanya Zahra
" Bukan urusan mu!! diam jika masih ingin hidup " bentaknya, Zahra di bawa menjauh dari mobil sedangkan yang lain di kurung di dalam mobil
Namun nasib baik masih memihak pada Zahra... rombongan PT. Kila melintas juga menuju mesjid... Suprie yang melihat langsung memerintahkan iring-iringan mobil berhenti. Semua lelaki keluar dari mobil mengepung kedua pria yang hendak membawa Zahra. Jhon yang bertindak sebagai pengawal Billy langsung mengeluarkan senjatanya beserta semua anak buahnya.
Melihat keadaan yang berbalik... keduanya langsung lari kocak kacir... Keluarga Zahra langsung berlarian memeluk Zahra. Jhon dan anak buahnya langsung mengejar kedua cecurut tersebut dan mengamankannya. Kini kedua cecurut tersebut sedang di sekap oleh Jhon di suatu tempat.
Flassback off
Rangga sangat geram... siapa kiranya orang yang hendak mencelakakan calon istrinya dan menggagalkan pernikahannya.
" Rangga sudah tidak tidak usah dipikirkan... sekarang bersiaplah untuk resepsimu, urusan cecurut itu dan siapa yang menyuruhnya nanti biar Jhon yang menyelesaikannya.
__ADS_1
" Baiklah... terimakasih, selesai acara aku akan melaporkan mereka ke kepolisian, sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih " ucap Rangga
Setelah makan rombongan pengantin dan rombongan PT. Kila berangkat ke hotel tempat resepsi akan di laksanakan. Rangga hanya berdua Zahra dinmobol pengantin dan di apit oleh mobil rombongan Billy Suprie
Rangga memakai salah satu mobil mewahnya yang memakai dinding pemisah dengan supir... hingga ia bebas bercengkrama dengan Zahra.
Rangga memandangi sambil memeriksa tubuh Zahra
" Adek Beneran ngak papa, ngak ada yang terluka?? " tanya Rangga lagi memastikan
" Ia mas.. adek baik-baik saja " jawabnya, Rangga menarik Zahra ke pelukannya... ia memeluknya erat
" Mas takut sekali, kau tau jantung mas serasa berhenti berdetak saat bapak menceritakan kejadian tadi, maafkan mas yang lalai menjagamu " ucapnya tanpa melepaskan pelukannya
" Iya mas... sungguh... adek baik-baik saja " jawab Zahra lagi
Rangga berlahan melepaskan pelukannya, dipandanginya wajah cantik di depannya yang kini sudah halal baginya... ia pun mendekati wajah cantik itu dan cuppp
Ciuman dilayangkannya ke bibir merah Zahra... ia sudah sangat menantikan momen ini, Zahra yang tak menduga terkaget mendapati bibirnya kini telah di kuasai suaminya, kedua tangannya berusaha mendorong dada Rangga namun tak bergerak sedikitpun.
Rangga menahan dagu Zahra dengan tangannya hingga Zahra tak bisa mengelak... ia menyesap bibir merah itu sampai puas, sedang kan sebelah tangannya sudah melanglang buana kemana mana membuat Zahra meronta karena kegelian. Akhirnya Rangga melepaskan bibir manis itu setelah merasa Zahra seperti kehabisan nafas.
Keduanya mengatur nafas mereka yang memburu.
" Mas... kok di mobil, kan malu sama supirnya mas " cicit Zahra setelah bisa bernafas normal
" Dia tak bisa melihat atau mendengar apapun sayang, kemari... mas masih ingin menciummu " ucap Rangga lalu menarik tubuh Zahra hingga Zahra kini berada di pangkuannya
Rangga kembali ingin mencicipi rasa nikmat ini... kembali ia mencium istrinya dengan sepenuh hati... Zahra pun sebenarnya sangat menyukai kegiatan tersebut, namun rasa takut dilihat orang membuatnya kurang menikmatinya. Berbeda dengan Rangga yang sangat bersemangat, tangannya bahkan sudah berulang kali meremas gunung kembar di hadapannya
" Ahh mengapa juga langsung resepsi... jika bisa langsung membawa istrinya ke atas ranjang saat ini, alangkah sempurnanya hidup ini " keluh Rangga dalam hati... karena harus menghentikan kegiatannya saat mobil sudah memasuki kawasan hotel.
Sabaarrrr mas Rangga, tunggu beberapa jam saja lagi 😂😂😂
Hadehhh siap-siap Zahra di gempur ama sang Kapten... minum Jamu kuat ya ntar malam telor ayam kampungnya jangan lupa 2...😆😆😆
Eps depan kita bahas apaan ya... 🤔🤔, belah duren apa Billy Elena??
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee