
Selesai menengok twins... Sean berebah sambil mengatur nafasnya, di tariknya Emma ke pelukannya... tangan Emma bermain di dada Sean sedangkan tangan Sean membelai punggung halus Emma
" Emma jangan pernah kau ulangi aksi kabur-kaburan seperti semalam ya, semarah apapun kau padaku jangan pernah pergi meninggalkanku... jika kau meninggalkanku aku akan mati sayang... " ucapnya sambil menciumi kening Emma berulang
" Maaf... entah mengapa semalam aku begitu, aku seperti bukan diriku... mungkin anak kita perempuan ya, dan nanti kalau besar ia akan bekerja sebagai seorang model he he " hayal Emma
" Apa...? princes dari keluarga Brown bekerja... no, big no " ucap Sean
" Why big no, be a model is good "
" Bukan masalah profesinya sayang, princess ku tidak perlu bekerja...uangku tak akan habis 7 turunan, ia hanya perlu di Mansion menemani kita , aku hanya perlu mencarikannya calon suami yang bisa membahagiakannya "
" Bagaimana jika anak kita laki-laki? "
" Sebaliknya jika laki-laki aku akan mendidiknya menjadi seorang pekerja keras sepertiku , pria seorang Brown harus pintar menghasilkan uang " jawab Sean lantang
" Ha ha ha kau lucu sekali daddy, anaknya saja belum keluar.. kau sudah mengatur hidup mereka, kalau aku tak mau mengekang anakku... biarlah mereka memilih jalan hidup mereka sesuai pasion mereka "
" Mengapa kau memanggilku daddy?"
" Karena anak-anakmu akan memanggilmu daddy, aku senang mendengarnya... boleh ya " bisik Emma... Sean tersenyum mendengarnya... ia bergerak mengukung Emma
" Boleh saja... tapi kau tau kan ada syaratnya... he he " si kucing garong mulai beraksi lagi
tut... tut... tut... hp Sean berbunyi
" Sean angkat hpmu "
" Biarkan saja... aku ingin lagi... " tolaknya
" Seannn... angkat dulu siapa tau penting " dengan kesal akhirnya Sean melepaskan Emma, ia lalu mengambil hpnya
" Ya Mam... ada apa? " tanyanya kesal
" Ada apa.. ada apa!! kau tak lihat ini sudah jam berapa hah?? cepat pulang, kata Jhon mantu mama belum sarapan !! " bentak Martha
" Nanti kami sarapan di sini saja "
" Tidak..!!! pulang se-ka-rang!!! Mam tak percaya padamu " bentak Marsha lagi
" Iya.. iya... huh dasar nenek gerondong"
" Aku mendengarnya anak durhaka, awas kau ya "
" He he maaf Mam... hanya bercanda"
" cepat pulangggg !!!! "
" Iya Maammmmm........ 🙄🙄🙄" Sean melempar HP nya dengan kesal
Dilihatnya Emma sudah rapi berpakaian lengkap
__ADS_1
" Lho...sayang kok sudah pake baju? "
" Kau mau mam mengutukmu jadi kodok, lagi pula Mam benar aku belum minum susu hamilku... ini sudah jam 10 " ucap Emma sambil mengambilkan pakaian Sean di lantai
BALI DI LOKASI BERBEDA...
Seorang wanita tengah baya, memasuki sebuah restoran terkenal dengan pongahnya. Semua barang yang melekat di badannya adalah merk branded, dengan percaya diri Mirna mendatangi sekumpulan sosialita yang sedang asik ngerumpi... entah apa yang sedang mereka gosipkan.
" Haii... semua.. maaf aku terlambat, tadi ke salon dulu " sapanya sambil duduk si sebuah kursi yang kosong. Beberapa temannya terdiam lalu saling lirik... ada yang tersenyum ada juga yang mencibir
" Ada apa mengapa kalian diam semua ? " tanya Mirna heran
" Ehem... jeng ngak denger ya.. gosip terbaru yang lagi viral ? " tanya ketua arisan
" Ngak tuh... apaan? " tanya Mirna, seorang temannya menyerahkan sebuah iPad padanya
" Ini lho jeng Mirna... mantan menantu yang kau tuduh mandul itu ternyata sekarang hamil.. kembar lagi dan suaminya sekarang.. cek cek cek... jauh lebih kaya dari anakmu "
Mirna segera mengambil iPad tersebut dan menonton siaran acara syukuran kehamilan Emma... mantan menantunya, wajahnya memerah karena malu dan marah
Tak terkira berapa kali sudah ia menghina Emma di depan teman-teman sosialitanya itu dengan mengatakan bahwa menantunya mandul... bahkan dengan bangga ia menceritakan bagaimana ia menyuruh anaknya agar berselingkuh
" Ah paling ini berita hoax " ucapnya setelah menonton
" Eh jeng.. ini ngak hoax ya, anakku adalah ada teman Emma... ia di undang ke acara malam itu... kau tau Mirna.. tanda matanya aja sepasang jam tangan merk xxx dan mereka memberikan Door price berupa paket liburan ke Prancis... hebat sekali bukan... ha ha menantu yang kau hina-hina itu sekarang menjelma menjadi seorang permaisuri di kerajaan Brown " ejek temannya di sambut tawa rekan-rekannya yang lain
Wajah Mirna semakin merah karena semua teman sosialitanya menertawakannya kini
" Jadi Jeng... yang mandul anak jeng dong, aduh... Kasian ngak bakalan punya cucu dong dirimu ha ha ha " sahut temannya lagi
" Arya itu jodohkan aja ama janda yang ada anaknya jeng... jadi. ngak usah cape-cape bikin anak hi hi hi cari yang paketan lebih irit kan haha "
" Brak.... " Mirna mengebrak meja di depannya, ia sangat kesal dan malu menjadi bahan olokan teman-temannya . Mirna meninggalkan restoran tanpa pamit...
" Kurang ajar... bisa-bisanya si mandul itu hamil... pasti ini hanya rekayasa, dasar menantu kurang ajar... sudah cerai masih aja membuatku malu " omelnya tak karuan
Mirna mendatangi Arya ke kantornya. Sesampainya di ruangan Arya...
" Arya... Gimana sih, masa katanya si Emma itu sekarang hamil kan ngak mungkin " omelnya... Arya diam saja
" Aryaaa...!! kenapa kau diam saja... kau harus melakukan sesuatu... mama malu jadi bahan olokan teman-teman mama " bentaknya kesal
" Mengapa mama marah padaku, ini semua terjadi karena mama. Mama yang selalu tak sabaran dan menuduh Emma mandul dan menyuruhku selingkuh... sekarang mama puas sudah merusak rumah tanggaku hah " jawab Arya kesal
" Mengapa kau malah marah sama mama, mama minta kau datangi si Emma itu... pastikan ia hamil apa tidak "
" Aku sudah tak punya muka untuk bertemu dengan Emma.. Ma, lagian tak mungkin aku bisa menemuinya, Emma di kelilingi banyak pengawal "
" Arya..... "
" Ma sudahlah... sadarlah dengan kesalahan mama selama ini, yang selalu semena-mena pada Emma "
__ADS_1
" Tidak... pokoknya kau harus klarifikasi, mama malu sama teman-teman mama ..tenang saja mama akan carikan calon istri yang lebih baik dari Emma "
" Sudah mama tak usah mengurusiku, pulang saja ke Surabaya dan Arya ambil kembali kartu tanpa limit punya mama. Aku akan mengirim mama uang bulanan lewat Lina " ucap Arya sambil mengambil kartu debet di dompet Mirna
" Arya... mengapa kau tega pada mama... kembalikan kartu itu " jerit Mirna, Arya mematah kartu debet tersebut lalu pergi meninggalkan Mirna seorang diri
" Arya.... arya... Aryaaa..... "
Nah baru nyaho dah lo mertua kejam pake banget.... Kapokkkkkk
🍧🍧🍧🍧
Iring-iringan mobil memasuki Villa. Emma di sambut oleh Marsha, Marsha telah menyiapkan sarapan dan juga susu untuknya
" Maaf ma... emma jadi menyusahkan mama "
" Sudah.. bukan salahmu, memang si Sean aja yang ngerti kalo istrinya lagi hamil... ayo habiskan susunya ya, kasihan cucu-cucu Mam... pasti pada kelaparan
" Terimakasih Mam... "
Sebuah taxy bandara memasuki Villa, Billy langsung berlari ke dalam Villa
" Emma... Emmaaa... " teriaknya, Emma yang mendengarnya langsung berdiri dan mendatangi Billy
" Billy.. kau datang, ahhh aku kangen " sambut Emma... keduanya lalu berpelukan melepas kangen karena beberapa bulan tak bertemu
Emma bahagia sekali, ia lalu menarik Billy ke ruang makan
" Ayo Billy temani aku sarapan "
" Ok... haii twins apa kabar... uncle Billy ganteng datang " sapa Billy pada perut Emma
" Pletak... jaga mulutmu itu... uncle darimana " ucap Sean marah
" He he bos.. bercanda "
" Siapa yang menyuruhmu ke mari hah... menganggu saja, sana pindah duduknya "
" Aku yang meminta Billy ke mari, jangan memarahinya " bela Emma sambil menahan Billy yang hendak berdiri
" Sayang..... aku mau duduk di sebelahmu " cicit Sean
" Ngak.... aku masih kangen sama Billy " tolak Emma
" Huh dasar penganggu " omel Sean
kesal... entah mengapa rasa kesalnya pada Billy makin bertambah, berbeda dengan Emma yang malah sangat menyukai. Billy....
See you next eps
Otak thor lagi kusut nih... perlu liburan kayaknya, jangan di cari ya kalau ngak up beberapa hari, author mau refisi otak biar ngak tambah kusut
__ADS_1
Live you all
Jangan lupa like komen dan votee