Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
218. Jhon oh Jhon...


__ADS_3

Last episode untuk angkatan tuir ya... sesok kita mulai melihat muda mudi yang sedang jatuh cinta... 😍😍


🍷🍷🍷🍷


Daniel memeluk bahu Marsha dan mencium keningnya...


" Kau tak akan kemana-mana sayang, karena semua yang kau tuduhkan itu tidaklah benar " ucapnya sambil menghapus air mata dari pipi Marsha


" Jika tidak benar mengapa desas desus itu tak pernah mau sanggah Daniel " jawab Marsha


" Semua itu karena Jhon... nanti kau akan mengerti jika sudah mendengar langsung dari Jhon , sudah berhentilah menangis " walaupun Jhon kesal dengan Marsha namun Daniel paling pantang melihat air mata keluar dari wajah istrinya itu.


Sesampainya di Mansion Jhon....


Jhon sudah menunggu mereka di ruang keluarga... sudah tersedia camilan dan minuman di atas meja


" Kalian semua boleh beristirahat, jangan ada yang mendengar pembicaraan kami.... pergilah , setengah jam lagi siapkan kami makan malam " usirnya pada semua pelayannya


Setelah semua pelayan pergi, Jhon meminta semua pengawal Daniel keluar juga... hanya keluarga saja yang boleh berada di situ.


" Jhon... maaf aku melanggar sumpahku, namun ini sangat gawat... seseorang memberitahu Marsha bahwa Saosa 30 tahun lalu mengandung anakku... dan ia mempercayainya hingga meminta cerai denganku. Tolong kau ceritakanlah kejadian yang sebenarnya agar Marsha percaya " pinta Daniel


Jhon menarik nafas panjang, cerita hidup yang ingin dilupakannya kini harus di buka kembali..Jhon memandangi Marsha, begitu pun sebaliknya Marsha. Tatapan penuh tanda tanya terpancar dari wajah cantik itu

__ADS_1


" Aku... Daniel dan Saosa... kami tumbuh bersama, karena semenjak smp hingga smu kami di sekolahan si sekolah yang sama. Aku sangat mengagumi Saosa, namun aku tak pernah berani mengungkapkannya karena aku hanyalah seorang anak pungut sedangkan Saosa adalah putri seorang yang sangat kaya. Di samping itu Saosa sangatlah menyukai Daniel, ia sangat tergila2 pada Daniel... sedangkan Daniel tak pernah menganggapnya lebih dari sahabat " awal kisah Daniel


" Hal tersebut berlangsung sampai kami dewasa, Saosa bahkan memaksa orang tuanya agar menjodohkannya dengan Daniel... namun kau tau sendiri Daniel muda adalah seorang casanova , tak ada satu wanitapun yang bisa mengikatnya ataupun membawanya ke pelaminan " ucap Jhon


" Hingga suatu ketika Daniel tak sengaja membaca diary ku dan mengetahui bahwa aku menyukai Saosa sejak lama. Daniel pun mengatakan akan membantuku... dan begitulah.... Daniel pura-pura menerima ajakan kencan dari Saosa... ia membawa Saosa ke hotel membuatnya setengah mabuk lalu ia meninggalkan aku berdua dengan Sausa, hal itu terjadi berkali-kali " lanjutnya


" Apa....?? kalian berdua memang gila!! " ucap Marsha tak percaya dengan kelakuan keduanya


" Lalu Saosa hamil dan ia mengumumkan pada orang-orang bahwa ia mengandung anak Daniel. Hari itu... aku dan Daniel mendatangi Saosa ke Mansionnya. kami menceritakan kebenarannya pada Saosa namun Saosa tak mempercayainya hingga aku mengatakan semua tanda yang terdapat di tubuhnya yang hanya akan di ketahui jika ia tak berpakaian. Saosa menjerit histeris... ia memakiku bahkan menamparku berulang kali dan ia tetap tak percaya dengan hal itu. " jelas Jhon lagi


" Aku juga menjelaskan pada Saosa bahwa aku tak pernah berhubungan tanpa mengunakan pengaman, jadi jika aku yang melakukannya ia tak akan pernah hamil... baru Saosa terdiam, ia mengusir kami dengan histeris " timpal Daniel


" Dan beberapa hari kemudian.. tersiar kabar Saosa terjatuh dari tangga dan ia keguguran, Saosa lalu pindah ke Paris dan beberapa tahun kemudian ia menikah. Begitu pula denganku... aku ke Indonesia dan membantu mengembangkan usaha orang tua angkatku di Indonesia sebagai usaha untuk menghilangkan bayang-bayang Saosa dari otakku. " ucap Jhon sambil mengusap air mata di ujung matanya


" Mengapa kau tak berterus terang pada Saosa bahwa kau menyukainya Jhon...?? " tanya Marsha.. Jhon tertawa miris


" Percayalah Marsha... Daniel tak pernah menyentuh Saosa, bukan karena aku menyukainya tapi karena memang Daniel tak pernah menyukainya sebagai lawan jenis... jauhkanlah pikiranmu untuk bercerai dengan Daniel karena semenjak bertemu denganmu ia sangat berubah Marsha. Ia berubah karena kau satu-satunya wanita yang bisa mengetarkan hatinya " ucap Jhon lagi... Marsha hanya terdiam mendengar semuanya ini... begitupun juga Sean.


Daniel menarik tangan Marsha agar berdiri berhadapan dengannya, tangannya menarik pinggang Marsha agar menempel dengannya


" Apakah kau percaya kini.. pada suami gilamu ini hemmm " tanya Daniel pada Marsha, Marsha pun mengangguk


" Maafkan aku Daniel... aku sudah salah paham, aku hanya merasa menjadi wanita yang jahat karena Kukira aku memisahkan kau dan Saosa " jawab Marsha

__ADS_1


" Ayo sebaiknya kita makan malam sebelum makanannya dingin " ajak Jhon... Jhon lalu merangkul Sean dan berjalan ke ruang makan... Daniel dan Marsha pun menyusul kemudian.


Di meja makan......


" Dimana Elena.. uncle?? " tanya Sean


" Dimana lagi jika tidak di rs menjaga pujaan hatinya, mereka sangat lengket membuatku takut jika mereka kebablasan " jawab Jhon


" Baiklah.. sekeluarnya Billy dari rs kita akan mulai mempersiapkan pernikahan untuk mereka berdua " ucap Marsha


" Daniel mengapa kau membelikan mereka Mansion baru, sebenarnya aku ingin mereka tinggal denganku saja di sini setelah mereka menikah nanti " ucap Jhon


" Tidak masalah mereka mau tinggal di mana Jhon, Mansion itu murni uang hasil keringat Billy yang kukumpulkan selama ia membantu di perusahaan kita, aku hanya menambah sedikit " ucap Daniel... mereka berempat lalu mengobrol sambil makan malam.


Situasi sudah adem sekarang, Marsha sudah mengerti dan tidak salah paham lagi.


Kelegaan nampak di wajah Sean dan juga Daniel... apa jadinya jika Marsha benar-benar meminta bercerai dan kembali ke Indonesia meninggalkan mereka semua di London... baik Sean maupun Daniel tak akan sanggup . Jadi jangan bilang cobaan rumah tangga hanya datang dalam tahun awal perkawinan aja ya sis... sampe tuir kita semua masih selalu menghadapi masalah.


Sedikit pesan moral untuk kita semua... terutama kita emak-emak kadang kalau ada perselisihan sedikit dengan suami begitu mudahnya meminta pisah, padahal belum tentu juga pasangan kita bersalah.


Jikapun bersalah masih ada 1001 cara untuk mempertahankannya. Miris kini begitu tingginya tingkat perceraian di Indonesia, semoga kita bisa lebih dewasa dalam menyikapi sebuah masalah agar tidak terlalu mudah untuk melakukan hal yang di benci Allah.


Namun jika perceraian memang satu-satunya jalan dalam menyelesaikan masalah ya itu juga tidak bisa kita salahkan.

__ADS_1


Maaf jika ada salah2 kata ya.... kalau masih betah membaca ATM monggo di tunggu eps berikutnya ya, mau tau bagaimana hukuman Daniel untuk Marsha.. 😅😅😅


Love you all


__ADS_2