
Selesai dinner dan berbincang dengan Jhon,ketiganya pulang ke Mansion. Dalam perjalanan Marsha tertidur karena perjalanan dari Mansion Jhon ke Mansion Daniel lumayan jauh.
Sesampainya di Mansion, Daniel membangun kan Marsha keduanya lalu masuk ke kamar mereka sedangkan Sean menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar mereka.. maid yang sedang mempersiapkan air mandi segera keluar.
Daniel membuka pakaiannya lalu menarik Marsha ke jakuci besar mereka
" Kemarilah.. aku akan memandikanmu " ucap Daniel, Marsha diam saja.. ia tau hukumannya sudah di mulai. Marsha membuka pakaiannya dan ikut masuk jakuci, dengan telaten Daniel mengosok tubuh istrinya dengan spoge lembut tak sampai 30 menit mereka pun selesai mandi.
Keduanya kembali ke kamar... Marsha duduk di kursi riasnya lalu mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, tak lama Daniel mengambil alih hair dryer tersebut lalu mengeringkan rambut Marsha. Marsha melihat HP nya yang diletakkan di meja rias sudah tak ada, berarti Daniel sudah menyitanya
" Kau menyita HP ku? " tanyanya memastikan.. Daniel diam saja, berarti iya
" Katakan padaku... siapa yang memberitahumu tentang kehamilan Saosa... apakah Saosa? " tanya Daniel sambil menciumi rambut panjang Marsha, ia sangat menyukai rambut panjang itu.. makanya Marsha tak pernah berambut pendek
" Apakah itu penting Daniel? kurasa tidak " jawab Marsha
" Bagaimana mungkin tidak Hemm, kita hampir saja berpisah karena berita itu " protes Daniel, Marsha berbalik menatap suaminya itu
" Kemari.. aku keringkan rambutmu Daniel " ucapnya lalu bergantian mengeringkan rambut Daniel
" Katakan Marsha.. siapa orangnya, apa maksudnya memberitahumu hal itu..dia pasti ingin memisahkan kita " desak Daniel.. Marsha diam saja, jika ia memberitahukan perihal Harold masalah bisa meluas
" Jika aku memberitahumu.. sebagai gantinya kau tak boleh menghukumku " pinta Marsha membuat Daniel melotot
" Enak saja... setelah kau membuatku spot jantung kau tak mau di hukum, tidak...!! aku lebih senang menghukummu dari pada mengetahui siapa perusuh itu " jawab Daniel cepat... ia berdiri dan menarik Marsha ke pelukannya, di pandanginya wajah nan cantik itu, tangannya berlahan membuka baju mandi yang di kenakan Marsha dan menjatuhkannya di lantai , bibirnya melengkung sempurna
" Bersiaplah sayang... malam ini kau tak akan tidur cepat " ucapnya lalu mendorong Marsha ke atas ranjang, tak ada protes dari Marsha... ya seperti biasa hukuman dari Daniel memang kejam 😅😅... dia tak boleh menolak Daniel dan harus melayaninya sampai puas, namun itu hanya masalah kecil buat Marsha... toh kalau cape Daniel akan berhenti sendiri 🤗🤗
Namun Daniel berbeda malam ini... ia sangat perkasa membuat Marsha terus mendesah.... rasa marah dan takut kehilangan rupanya telah membangunkan si macan tua malam ini..
" I love you.. Marsha, I love you... " ucap Daniel sepanjang malam
" I love you too.. Daniel.... " jawab Marsha di puncak percintaan mereka.
Sementara itu di kamar sebelah....
__ADS_1
Sean bergegas masuk ke kamarnya, namun kamarnya kosong melompong.. Sean pun langsung parno, ia takut kejadian serupa terjadi padanya... Sean langsung keluar dan bertanya pada Maid yang melintas
" Di mana istriku?? " tanyanya
" Nyonya muda sejak tadi di kamar twins.. tuan " jawabnya membuat Sean mengeplak kepalanya sendiri.. mengapa ia sampai lupa... ya Tuhan drama kedua orangtuanya membuatnya jadi bingung seperti ini.
Bergegas Sean masuk ke kamar twins..... terlihatlah kedua buah hatinya sedang berada di pelukan Emma, gaun Emma yang tersingkap membuat celana Sean langsung menyesak... jiahhhhh
Sean langsung kembali ke kamarnya, ia mandi terlebih dulu karena semenjak tadi pagi ia belum ada mandi lagi karena kegabutan kedua orang tuanya.
Setelah bersih dan segar Sean kembali ke kamar twins, berlahan Sean mengangkat prince dan menciumnya lalu memeluknya sesaat menghilangkan rasa rindunya lalu meletakkannya ke ranjangnya, begitupun dengan princess.
Selesai melepas rindu dengan keduanya Sean menekan bel suster, tak lama susterpun masuk
" Jaga twins dengan baik!! " titahnya
" Baik tuan... " Sean kemudian mengangkat Emma yang tengah terlelap, ia lalu membaringkan Emma di ranjang mereka.
Sean tersenyum melihat tubuh sexy Emma yang berada di depannya... tanpa jeda Sean langsung melepaskan kain yang menempel di tubuh Emma tanpa terkecuali. Selesai dengan itu ia mulai mencumbu Emma yang tengah tertidur .
Merasa ada yang mengerayanginya... Emma pun berusaha membuka kedua matanya... nampak Sean yang tengah beraksi menciumi tubuhnya yang polos
" Jam 11..." jawabnya tanpa menghentikan aksinya membuat Emma kegelian
" Seannn.... aku sangat mengantuk... tidak bisakah besok saja " pintanya berusaha menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, namun si kucing garong tak membiarkannya... ia menjauhkan selimut mereka dan melemparnya
" Tadi sore kau bisa lepas, tapi tidak malam ini... " ucapnya lalu melepaskan pakaiannya juga
" Tapi Sean... aku sungguh mengantuk " melas Emma
" Sudah kau diam saja, biar aku yang bekerja " jawab Sean tak mau di tolak... malam-malam dingin begini apalagi yang paling nikmat selain bercinta.. pikir Sean.
Emma yang mengantuk tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah menerima gempuran dari si kucing garong yang sedang birahi... 😅😅. Entah jam berapa Sean berhenti... Emma pun tak tau, ia hanya mendengar suaminya itu mengerang setiap mencapai puncak kenikmatannya.
Keesokan paginya.....
Daniel Brown dan Sean O Brown sedang berada di ruang makan tanpa di dampingi istri masing-masing yang masih ko di pembaringan. Keduanya makan dengan lahap bahkan menambah porsi makan mereka. Saat keduanya tak sengaja bertatapan... keduanya tertawa bersama-sama.... yah tatapan mata mereka saling mengerti bahwa keduanya semalam habis mengempur istri masing-masing sampai puas
__ADS_1
" Berapa ronde son..?? " tanya Daniel
" Yang jelas lebih banyak dari papah " jawabnya sambil tersenyum
" Ya itu baru putraku, kau ke kantor sendiri ya... papah libur 1 minggu dulu, papah harus menghukum mamamu yang nakal itu " ucap Daniel sambil tersenyum
" Terserah padamu saja pah... aku tak masalah... " jawab Sean, tak lama Jhon menghadap keduanya
" Permisi tuan Daniel dan tuan Sean... saya mau menyerahkan ini " ucapnya sambil menyerahkan sebuah surat pada Sean, Sean membukanya lalu membacanya....
" Kau mau berhenti..?? " mengapa.. apa kau tersinggung dengan salah satu di antara kami, atau gajimu kurang?? " tanya Sean
" Oh tidak tuan... saya tidak ada masalah dengan semua itu, hanya saja saya akan menikah dan setelah menikah saya harus mengelola perusahaan keluarga yang berada di Oxford... kasihan mama sudah tua, ia ingin cuti bekerja " jawab Jhon
" Ohh begitu.... dengan siapa kau akan menikah?? " tanya Sean
" Dengan Lisa tuan... pekerja tuan juga, Lisa juga akan berhenti karena akan ikut dengan saya ke Oxfors... namun ia akan menyerahkan surat pengunduran dirinya ke hrd saja " jelas Jhon lagi
Keduanya hanya bisa menerima pengunduran diri Jhon, karena tak mungkin mereka melarang hal tersebut.
" Pilihkah tempat bulan madumu Jhon... sebagai hadiah dariku " ucap Daniel
" Terimakasih tuan.... " jawab Jhon senang
" Aku akan memberikan sebuah mobil untukmu Jhon... kirim saja alamatmu di Oxford, nanti dealer akan mengirimnya ke rumahmu " ucap Sean juga membuat Jhon jadi bertambah senang... tak sia-sia ia selama ini mengabdi pada keluarga Brown.. mereka sangat baik.
" Terimakasih banyak tuan... saya sangat terharu " ucap Jhon
" Kapan pernikahanmu akan di laksanakan?? ".tanya Sean
" 2 minggu lagi tuan... ini undangannya " jawabnya sambil menyerahkan beberapa undangan pada Sean.....
" Apa...... Jhon, bagaimana mungkin kau mendahuluiku??? " suara cempreng Billy terdengar membuat semua menoleh padanya
Nahhh....... dah pada mau nikah yo.... berarti tak lama kita kan ending
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votee nya