Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
206. Bantuan dalam diam


__ADS_3

Kita mundur beberapa hari ya sis... biar alur cerita nya sesuai dengan timingnya...


In London... Daniel Mansion


" Billy chayang... i miss you so much hik.. hik.. hik.. mengapa Sean sangat jahat pada kita?? " ucap Elena manja sambil memandangi wajah Billy di layar hp nya


" Ya sabar ya... aku juga kangen banget sama kamu, aku sampe ngak konsentrasi bekerja...." ucap Billy sambil memasukkan kelingkingnya ke hidungnya


" Ayang Billy..... kok jorok sih, lagi chayang-chayangan kok ngupil ihhh sebel!!! 😤😤 " omel Elena melihat Billy yang sedang mengupil, Billy langsung menghentikan kegiatan jorsenya


" He he maaf... habisnya ngak enak bener, gantung dia di situ.. kalo sudah di basmi kan enak bernapasnya " jawab Billy cengegesan


" Ayang.....!! " panggil Elena manja


" Ya cantik... say It... " ucap Billy kini memandang dengan tatapan penuh kerinduan pada Elena... tangannya menyentuh layar.. seolah menyentuh wajah Elena


" Kangennnn..... " sungut Elena


" Iya... aku juga kangen, tapi mau gimana... kau kan tau kalo bos sudah marah macam singa kelaparan gitu, ngak berani gue takut dimakan " jawab Billy dengan wajah sedih


" Iya.... tapi kangen banget ama kamu Bill.. " ucap Elena


" Sama... Ell.... cium dong " bisik Billy , Elena melihat ke kanan kiri


" Apa cium...?? Gimana caranya Bill?? " tanya Elena


" Gini... muahhh " ucap Billy menempelkan bibirnya ke layar hp


" Hi hi hi... jorok Bill tuh layar hp mu jadi basah " ucap Elena terkikik geli


" Ayo dong Ell... ciuuummmm " rayu Billy lagi


" Boleh.. tapi sembunyi ya, aku ngak mau ada yang liat " ucap Elena.. Elena lalu berjalan dan membuka pintu lemari nya dan masuk kedalamnya


" Kau ke mana Ell...?? " tanya Billy


" Aku masuk ke lemari, kau sembunyi juga... jadi ngak mau di cium hi hi hi " ucap Elena geli... berasa pacaran saat smp ucapnya dalam hati


Billy berdiri dan menengok ke kanan dan ke kiri..akhirnya ia memilih bersembunyi di bawah meja kerjanya


" Sudah ayang Bill....?? " tanya Elena


" Sudah... aku di bawah meja, kita mulai ya... " ucap Billy


Tak lama terdengarlah bunyi muah... muah... berulang dari bawah meja Billy dan lemari Elena beserta tawa geli keduanya.


" Ayang Bill... kapan kau akan melamarku pada papah ? "

__ADS_1


" Sebentar.. aku mau berbicara dulu dengan om Daniel, aku belum berani melamarmu karena aku belum punya rumah.. nanti papahmu bisa marah "


" Ngak usah beli rumah, kita beli apartemen aja Billy chayang muahh " sahut Elena


" Tidak.. dulu om Daniel berjanji akan membelikanku rumah jika aku menikah, sabar ya muahh "


" Ha ha hi hi hi.... " gelak Elena


" Kenapa sih kamu ketawa?? " tanya Billy heran


" Geli Bill... itu kumis kamu mulai tumbuh hi hi "


" Oh gitu.. nih kutambahin muah.. muah muaaahhhh "


" Ohhh Ayang Bill... udah.. aku sampe merinding nih ha ha hi hi " gelak tawa keduanya terdengar bergantian


Tanpa di sadari Elena.. ternyata seseorang mengintipnya. Ya dia adalah Marsha... Marsha yang sejak awal mendengar keluh kesah Elena di layar hp merasa kasihan.. apalagi begitu mendengar Keduanya hanya bisa melepas kangen melalui vc...


" Memang kau Sean.. mengapa tega sekali sih memisahkan mereka berdua, awas kau kalau pulang... Mam akan membalas kelakuanmu itu " ucap Marsha sambil menjauh berlahan.


Sementara di kantor Billy... sekretarisnya membuka pintu ruangan Billy... ia perlu tanda tangannya, ia celingak celinguk namun tak nampak batang hidung bosnya... namun gerakan sepasang kaki yang berada di atas kursi mengagetkannya...


" Apa yang di lakukan oleh tuan Billy di bawah meja kerjanya?? mengapa hanya kakinya yang terlihat? " sang sekretaris mendekat berlahan tanpa suara... begitu sampai di meja Billy... ia pun mengintip apa yang dilakukan oleh bos nya itu??? dan Billy nampak menciumi ponselnya... macam orgil


" Astaga...!! anda baik-baik saja?? " tegurnya, teguran tersebut mengagetkan Billy.. ia pun langsung bangun dan bruk....


" Aduh... au.. au.... kepalaku.. au " Billy yang tak sadar berada di bawah meja langsung terantuk kepalanya saat mencoba berdiri, alhasil kepalanya pun benjol


" Bagaimana mau baik2 saja jika kepalaku benjol begini, mengapa kau mengagetkanku hah....!!! kau tak mengetuk pintu lagi!! " bentak Billy kesal karena momen mesranya dengan Elena di ganggu oleh sang sekretaris


" Maaf tuan... saya memerlukan tanda tangan anda, tanda tangannya ada yang kurang " ucapnya terbata


" Sini sekalian otakmu yang kutandatangani !! menganggu saja " jawabnya kesal, tak lama yang sekretarispun keluar sambil terisak


Billy sesaat merasa de javu


" Sepertinya aku pernah mendengar kata-kata itu... dimana ya " ucapnya dalam hati sambil mengingat kejadian yang serupa


Aha Billy lupa.. thor aja masih ingat saat dulu Billy menganggu momen Sean dan Emma yang sedang berdansa dengan mesra dan Billy menganggunya karena memerlukan tandatangannya... 😅😅😅


" Ayang Billy... kau tidak apa-apa kan? " tanya Elena di seberang sana


" Ini lihat kepalaku benjol... sakit " adunya kebai


" Cup.. cup...cup... ya Tuhan.. sabar ya nanti kalau ketemu Ell cium deh kepalanya.. biar cepat sembuh " hibur Elena membuat Billy tersenyum senang


" Tok.. tok.. tok.. tuan rapat akan segera di mulai " ucap sang sekretaris dari luar ruangan, ia tak berani lagi masuk

__ADS_1


" Ell... aku rapat dulu ya, nanti malam kita sambung lagi... muah I love you " pamit Billy


" I love you too ayang... bye bye muahh " balas Elena tak kalah lebai


🍬🍬🍬🍬


Ke esokan harinya... jam 12.00 siang


" Elena.. kemari!! " panggil Marsha


" Ya tante.. "


" Ell.. tolong kau antarkan makan siang ini untuk Billy ya, tante memasak makanan kesukaannya... dia beberapa hari belum kemari " titah Marsha...Elena begitu senang mendengarnya.. namun begitu mengingat pesan Sean..


" Tapi tante... Sean melarangku bekerja, aku di suruh membantu tante " jawab Elena sambil tertunduk sedih


" Sean kan melarangmu bekerja... bukan melarangmu mengantar makanan... karena kau ke kantor bukan untuk bekerja tapi membantu tante mengantarkan makanan kesukaan Billy , sudah sana ganti bajumu " sahut Marsha lagi


Elena segera berlari dan menganti pakaiannya... dengan riang gembira ia pun berpamitan pada Marsha


" Terimakasih tante.. muahhh " ucapnya sambil memeluk Marsha... tak terkira senangnya hati Elena


" Kau boleh pulang sore sayang..!! " teriak Marsha sambil mengelengkan kepalanya... melihat kebahagiaan Elena


Elena sengaja tak memberitahu Billy jika ia ke kantor, ia ingin memberi kejutan pada Billy. Selama perjalanan Elena berdandan secantik mungkin... ia juga memakaikan handbody keseluruhan tubuhnya agar kulitnya lembut dan wangi.


30 menit kemudian Elena menampakkan kakinya ke kantor... ia langsung naik ke ruangan Billy, nampak sang sekretaris sedang menangis sesegukan


" Ada apa kau menangis Nana?? " tanya Elena


" Tuh bos Billy.. ngak tau, semenjak kemaren marah2 aja, semua yang kulakukan salah terus hik hik hik " adu Nana.. membuat Elena tersenyum


" Baiklah... aku akan menenangkan bosmu, ingat jangan menganggu kami jika kau tak mau kena marah lagi... Ok.. " ucap Elena sambil melangkah ke ruangan Billy, berlahan Elena membuka pintu ruangan Billy... dadanya terasa degdegan..


Billy yang sedang uring-uringan mengira sekretarisnya lagi yang masuk


" Mau apa lagi kau mengangguku, apa otakmu itu benar-benar mau kutandatangani hah " bentaknya tanpa melihat siapa yang masuk... Elena segera mengunci pintu ruangan Billy


Kletek...


" Ayang Billy..... " panggilnya mesra membuat Billy yang sedang duduk di kursi kebesarannya langsung terkaget mendengar suara gadis yang sangat dirindukannya itu... matanya langsung melihat ke arah pintu dan....


Gubrak..... lagi-lagi Billy terjatuh dari kursinya saking kagetnya melihat Elena berada di ruangannya


" Ayang Billy... kau baik-baik saja??? " tanya Elena panik melihat Billy terjatuh dari kursinya


Jiahhh... Billy.. Billy... 😆😆😆

__ADS_1


See you next eps


Jangan Lupa like komen dan votee nya


__ADS_2