Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
87. Penghianat


__ADS_3

Haii sista tercinta... dah senin lagi nih... jangan lupa beri vote yang banyak untuk ATM ya.... love you all


Daniel segera menelfon dokter pribadi keluarga Brown


" Hallo.. selamat siang tuan... ada yang bisa saya bantu " sapa dokter James


" Siang James... bisakah kau menolongku, datanglah ke kantorku siang ini " pintanya


" Apakah anda sedang sakit tuan? "


" Tidak... aku hanya memerlukan obat tertentu, nanti akan kujelaskan di kantor "


" Baik.. saya akan segera kesana " jawab James


Duo Brown tersenyum penuh arti, malam ini adalah malam yang membahagiakan menurut mereka. Namun tanpa diketahui keduanya saat Daniel menelfon dokter James sedang berada dikamar Emma.


Marsha memanggilnya setiap hari untuk mengecek kesehatan menantunya.


" Ada apa Daniel menelfonmu James" selidik Marsha


" Entahlah nyonya, tuan meminta saya ke kantornya siang ini.. Saya akan kesana setelah selesai dengan nyonya Emma " jawabnya


" Hemm aneh.. apakah Daniel sakit? "


" Kata tuan ia hanya ingin meminta sejenis obat.. entah obat apa nyonya" jawab James


" Baiklah pergilah kau ke sana, setelah tau apa mau Daniel.. kau laporkan padaku.. mengerti!! " ucap Marsha sambil menyipitkan kedua matanya.... ia mencium gelagat yang mencurigakan, apa yang direncanakan duo Brown itu...ia penasaran


" Baik nyonya... saya paham "


" Ee dokter James.. bolehkan saya bertanya sesuatu? " tanya Emma ragu-ragu


" Tentu saja... silahkan apa yang nyonya muda ingin tanyakan " jawab James ramah


" Begini... e.. kata dokter di rs... suamiku tak boleh menyentuhku selama sebulan penuh agar kandunganku baik-baik saja.. benarkah demikian dok? " tanya Emma dengan wajah memerah karena malu


" Ha ha ha... sebenarnya bukan seperti itu, mungkin kemarin dokter memintanya karena kesehatan nyonya yang menurun, namun sekarang anda sudah baik-baik saja. Kalian bisa saja melakukan nya namun pelan-pelan dan jangan terlalu sering untuk menghindari hal yang tak diinginkan, sampai kandungan anda kuat nyonya " jelas James


" Oo.. begitu, terimakasih dok "


" Lagi pula anda kan bisa memuaskan suami anda dengan berbagai cara nyonya he he " lanjut James sambil tersenyum dan memainkan alisnya


" Jaga mulutmu itu James..beberapa hari tak bercinta tak akan membunuh mereka... sekarang pergilah.. jangan lupa pesanku tadi " usir Marsha


" Baik nyonya.. permisi " James lalu meninggalkan kamar Emma dan langsung menuju perusahaan Brown

__ADS_1


" Mengapa kau menanyakan hal itu Emma, apakah kau sedang menginginkan suamimu? " tanya Marsha


" Tidak Mam.. hanya Sean sudah 5 hari tak mendapat pelepasan.. kasihan Mam, jika di dekatku Sean seperti cacing kepanasan... pasti kepalanya sakit sekarang he he . Apakah papa tak begitu mam? "


" Ha ha ha... biarkan saja, biar kapok mereka berdua. Entah mengapa yang ada di otak lelaki itu hanya sex dan sex saja, papa Daniel juga seperti itu ha ha hi hi " keduanya tertawa geli dengan perilaku suami masing-masing.


👠👠👠👠


Senja menjelang, duo Brown datang dengan wajah ceria..mereka sudah mendapatkan amunisi dari dokter James. Saat keduanya memasuki kamar Daniel.. Marsha sedang duduk di meja riasnya


" Mam kau di sini? kalau begitu aku mandi di kamarku saja ya... " ucap Sean girang


" Silahkan... tapi ingat pesan dokter!! " teriak Marsha


" Okay Mam... ILove you " sahut Sean sambil berjalan cepat menuju kamarnya.


Sesampainya di kamarnya. Sean langsung menuju ranjang di mana Emma sedang bersandar sambil memainkan hpnya


" Sayangku... akhirnya aku bisa bebas memelukmu " ucapnya manja sambil memeluk Emma, ia sangat merindukan istri cantiknya itu. Sean langsung ******* bibir sexy nan lembut itu dan menikmatinya, tangannya tak tinggal diam..melang-lang buana ke mana-mana


Setelah puas berselancar di bibir Emma, bibit Sean berselancar ke leher Emma


" Ohh sayang.. betapa aku merindukan ini " desahnya sambil meremas 2 gunung kembar Emma


" Sepertinya... boy baik-baik saja " ucap Emma pura-pura cuek


" Baik-baik darimana... lihatlah ia sekarat, apa kau tak takut jika boy nanti tak bisa bangun lagi karena sekarat " rayunya sambil membuka celananya, Emma tersenyum geli melihat kelakuan si kucing garong


" Baiklah... boy sepertinya sedikit demam... sini ku treatment sebentar, tapi pake tangan saja ya, ingat pesan dokter " bisik Emma..senyum sumringah Sean langsung merekah


" Tak apa-apa sayang, tak ada rotan akarpun jadi..tapi nanti malam pake ini ya he he " ucap Sean sambil kembali mencium bibir sexy itu..... dan.....kita berpindah ke kamar sebelah ya... 😅😅😅


Daniel melepas jasnya lalu mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang


" Aku sangat rindu padamu sayang, malam ini tidur denganku ya... " rayu Daniel, Marsha berdiri lalu memeriksa isi kantong jas Daniel. Tak lama ia menemukan sebungkus obat lalu membacanya, ternyata benar informasi dokter James suaminya meminta obat tidur untuk dirinya.... Daniel langsung pucat melihatnya


" Baiklah singa tua... aku akan menemanimu malam ini, tapi ada syaratnya.... " ucap Marsha sambil tersenyum penuh misteri dan mengibaskan bungkusan obat seperti kipas


🐝🐝🐝🐝


Semua kini sudah berkumpul di ruang makan, karena lift sudah jadi kini Emma bisa makan diruang makan tanpa harus turun naik tangga. Makan malam berlangsung dengan ceria.... Sean tersenyum senang, selain sudah mendapat pelampiasan tadi sore... ia akan mendapatkannya lagi malam ini.


Sean melirik papanya beberapa kali yang hanya di balas senyuman oleh papanya. Selesai makan malam mereka berkumpul sebentar di ruang keluarga


" Sean malam ini mama akan tidur di kamar mama, jadi kau tidurlah di kamarmu.. tapi jangan lupa ya pesan dokter . Awas kalau kau ingkar.. Mam akan menghajarmu " ancam Marsha

__ADS_1


" Ok Mam... siap.. he he " jawab Sean senang


" Sudah bawalah Emma kembali ke kamar, sudah malam... Emma langsung istirahat ya " nasihat Marsha


" Baik Mam... pah kami permisi " pamit keduanya, Marsha mengawasi keduanya sampai menghilang


" Sayang... ayo kita ke kamar juga, kau sudah berjanji akan menservice ku " tagih Daniel... Marsha tersenyum lalu berdiri sambil menarik suaminya, Daniel bersorak kegirangan... akhirnya he he


Sesampainya di kamar mereka, Sean langsung mengunci kamarnya. Ia mengangkat Emma ke ranjang berlahan dan membaringkannya. Ia langsung membuka pakaiannya hingga hanya memakai boxernya.


" Ayo sayang kita mulai... " ajak Sean sudah tak sabar... tapi tiba-tiba Sean merasa mengantuk sekali.


" Mengapa aku mengantuk sekali, aku tak pernah cepat mengantuk sebelumnya... aneh.... " ucapnya dalam hati


" Oh... Shett papa malah memberi obat tidurnya padaku, dasar papa penghianat, awas kau pah.. besok aku akan membalasmu " rutuk Sean dalam hati


" Sean.. ada apa? jadi apa tidak nih... " tanya Emma bingung melihat Sean yang berhenti menciumnya


" Tidak apa-apa sayang, sebaiknya kita langaung tidur saja...aku sangat mengantuk mungkin karena 5 malam ini kurang tidur, " alasan Sean dan tak sampai 30 detik, Sean sudah tak sadarkan diri. Emma hanya menarik nafas panjang melihatnya


" Ya sudah... terserah padamu " ucapnya lalu ikut tidur sambil memeluk suaminya.


🍒🍒🍒🍒


Paginya di meja makan.....


Daniel dan Marsha telah sampai lebih dulu di meja makan, tak lama Sean dan Emma menyusul. Tak ada senyum di wajah Sean... ia bahkan memelototi Daniel menandakan kemarahannya, Daniel pura-pura tak mengerti.


Di perjalanan ke kantor....


" Ada apa son... wajahmu dari tadi pagi tak ada senyuman? "


" Kau menghianatiku pah.... kau jahat " jawab Sran tanpa menoleh ke arah papanya


" Sorry son.. mamamu mendapati obat itu, papa terpaksa menuruti mamamu. Kau taukan bagaimana mamamu " bela Daniel


" Cih... alasan, papah mau enak sendiri... lihat saja aku akan membalas papa " jawab Sean kesal


Sampai disini dulu ya sis


Bagaimana cara Sean membalas Daniel...? tunggu besok ya.. 🤗🤗


Jangan lupa untuk selalu like komen dan votee yang banyak


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2