
Megan melotot pada anaknya, ia paling tak suka jika seorang lelaki bersikap kasar pada wanita. Megan duduk di sebelah Dinda dan merangkulnya...
" Oh my dear maafkan anak sablengku itu ya... maaf jika aku tak mendidiknya dengan benar " ucap nya sambil mencium pipi Dinda... Dinda hanya menggeleng
" It's okay nyonya.. maaf saya memang agak cengeng " sahutnya sambil menunduk
" No.. no... memang anakku yang berlaku tidak sopan, kemarilah sebagai permintaan maaf dariku.. aku akan membelikanmu sebuah gaun ya.. untuk makan malam keluarga malam ini " ucap Megan sambil menarik Dinda
" Tidak nyonya terimakasih, saya sudah ada acara malam ini " tolaknya sopan
" Ada acara apa.. kau ada kencan?? " tanyanya kepo
" Tidak.. saya sudah membeli tiket.. mau nonton " jawabnya
" Oh begitu... aku akan menganti uang tiket nontonnya itu, kau harus makan malam dengan kami malam ini dear... please!! " pinta Megan.. namun Dinda berkeras menolak
" Tidak nyonya... saya tak mau menganggu acara anda dan keluarga, saya.... "
" Tak bisakah kau menurut Dinda... mamahku sudah mengundangmu dengan sopan!! " celetuk Draco.. membuat Megan kembali melotot pada Anaknya itu
" Kenapa sih kau ngak bisa ngomong sedikit lembut son.... Jhon.. ajari anakmu itu 😤😤 " omel Megan
Jhon hanya bisa tersenyum melihat tingkah Draco yang hampir dibilang malah mirip dengan Soasa dari pada dirinya.
" Son... belajarlah untuk meninggalkan sifat Saosa dan berkacalah dengan sifatku " bisik Jhon pelan namun menohok Draco... benarkah sifatnya malah mirip dengan Saosa... ibu kandungnya yang tak di sukainya
Draco menelaah dalam hati sifat.. papa angkatnya... mama angkatnya... papah Jhon... dan akhirnya ia pun menggaruk kepalanya sendiri mendapati kenyataan bahwa sifatnya memang tak mirip dengan ketiganya yang artinya ia malah mengikuti gen dari Saosa....
" Ahhh papah... mengapa malah gen wanita itu yang menempel padaku ??! " ucapnya lirih pada Jhon
" Belajarlah untuk membuang sifat tak baik itu son... kau bisa memulai dengan memperlakukan gadis cantik itu dengan baik, papah setuju dengan mamahmu... ia cocok untukmu, lihatlah baik-baik betapa cantiknya Ia.. dan bayangkan seperti apa nanti cantik dan tampan anak-anak kalian ha ha ha " ucap Jhon panjang lebar...
" Papah... apakah satu menantu kurang, hingga kini ingin segera menambah lagi "
" Tentu saja.. papah dan mamahmu sudah tua, sudah saatnya kami mengendong cucu yang banyak.. anak dari Elena dan dirimu son " jawab Jhon membuat Draco terdiam... Ya usianya sudahlah matang hampir 30 tahun, harta tahta sudah tak terhitung namun hatinya masihlah kosong... apakah Dinda adalah wanita yang tepat untuk mengisi hatinya yang kosong ini....??
__ADS_1
Mata Draco menelisik memandangi Dinda dari jauh yang sedang memilih beberapa gaun dengan namanya.
Selesai memilih gaun Draco dan Dinda ikut mobil Jhon, sedangkan mobilnya di bawa supir.. mereka langsung kembali ke Mansion Jhon untuk berganti pakaian dan bersiap menyambut tamu karena malam ini mereka mengundang Daniel sekeluarga untuk makan malam bersama sebelum acara di lakukan beberapa hari lagi.
Daniel mengantar Dinda ke kamar tamu
" Dinda... maafkan aku ya, memang sudah bawaanku selalu berbicara seperti ini.. kuharap kau bisa mengerti sedikit sifatmu dan aku juga akan berusaha untuk merubah sifat jelekku ini... ya!! " ucapnya di depan pintu kamar Dinda
Dinda terdiam sambil memandangi bos kejamnya itu.. namun pada akhirnya ia pun mengangguk sambil tersenyum, Draco pun tersenyum senang
" Terimakasih.. sekarang beristirahatlah, nanti kalau cara sudah dimulai aku akan memanggilmu " ucap Draco sebelum melangkah dan masuk ke kamar disebelah kamar Dinda.
🍧🍧🍧🍧
Sementara itu di Mansion Daniel....
Kehebohan menerpa keluarga Brown karena seperti biasa di kucing garong protes. Ia melarang Emma ikut ke acara malam malam di kediaman Jhon dikarenakan ada Draco di sana.
Emma tentu saja protes dengan sikap Sean yang tak masuk akal menurutnya.
" Pokoknya kau tidak usah ikut.. di sini saja menjaga anak kita " kekeh Sean
" Omg daddy..... Mam...!!! " adu Emma pada mertuanya
" Sean.. beberapa minggu lagi kau akan berulangtahun ke 30 tahun, tidak bisakah kau sedikit dewasa son?? " protes Marsha juga
" Ini tidak ada hubungannya dengan kedewasaan Mam... aku takut nanti tak bisa mengontrol rasa cemburuku jika Draco mengoda Emma, dan nanti malah bisa kacau acara makan malamnya " jawab Sean mengungkapkan alasannya melarang istrinya ikut
" Sudah.. nanti mamah yang menjamin.... Draco tak akan menganggu Emma, kata Megan... Draco akan datang dengan pasangannya, namanya Dinda.. dia adiknya Ida " jelas Marsha
" Dinda di sini..?? ahh adik cantik itu berpasangan dengan Draco.. bagaimana bisa setauku ia tinggal di Jakarta Mam? " celetuk Emma yang mengenal Dinda
" Entahlah.. nanti kau tanya saja sendiri, sekarang bersiaplah.. sudah saatnya ya kita berangkat, twins sudah siap? "
" Sudah Mam... baiklah aku akan melihat twins lagi " ucap Emma meninggalkan Sean yang terdiam
__ADS_1
" Mam.... Mam yakin akan hal itu?? " tanya Sean lagi
" Iya son... lagi pula tenanglah, Emma hanya cinta padamu seorang.. biar seribu pria merayunya ia tak akan berpaling darimu... percayalah pada mam.. okay!! " ucap Marsha sambil membelai pipi anak semata wayangnya itu
" Baiklah Mam.. aku percayakan Emma padamu " balas Sean
Keluarga Brown pun berangkat ke Mansion Jhon dengan 2 mobil dan beberapa mobil pengawal yang mengiringi mereka.
Kedatangan rombongan Brown di sambut oleh Elena.. Billy dan juga Jhon. Sedangkan Megan masih bersiap di kamar.. begitupun Draco yang masih menunggui Dinda yang belum kelar lagi berdandan.
Tak lama Megan pun menyusul mendatangi kamar Dinda
" Draco.. kau turunlah duluan, nanti biar mamah ke bawah dengan Dinda.. mamah mau minta tolong dulu dengan Dinda ya " ucap Megan... Draco pun turun ke ruang tamu di mana keadaan sudah begitu ramai.
Semua menyambut Draco dengan senang... hanya Sean yang masih berwajah masam. Draco memilih menyalami para lelaki saja.. dari pada nanti membuat keributan karena kecemburuan Sean..mamahnya sudah mewanti dirinya semenjak tadi perihal Emma.
Mereka berbincang santai sembari menunggu sang bintang utama malam ini siapa lagi jika bukan Megan.
Sementara itu di kamar Dinda.. Megan meminta tolong Dinda agar berpura-pura menjadi pasangan Draco malam ini.. agar tidak terjadi keributan antara Sean dan Draco
" Apa.... no.. nanti Draco malah tak mengakuinya dan aku nanti yang dipermalukan nyonya " tolak Dinda
" Dear tolonglah aku sekali ini saya ya... Mamah sudah memberitahu Draco perihal ini.. please, dan kau jangan lagi memanggil ku nyonya.. panggil mamah okay!! " titah Megan... Dinda hanya bisa terdiam mendapat kenyataan ini...
" Ahh semua ini karena kak Ida... aku jadi terjebak di keluarga ini... 😭😭 " akhirnya Dinda hanya bisa menurut, dengan senang Megan mengandeng tangan Dinda dan mereka pun turun ke ruang tamu bersama
" Haii semua... kenalkan ini Dinda... Dinda ini semua keluarga besar Brown " ucap Megan begitu sampai di ruang tamu... semua mata memandang kagum ke arah Dinda yang tampil sederhana namun terlihat begitu cantik, begitu pun dengan Draco... ia bahkan sampai ternganga melihat Dinda dengan gaun sabrina bermotif bunga tersebut.
" Mengapa ia terlihat begitu dewasa jika sudah berdandan seperti itu?? " cicit nya dalam hati
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee
Bonus foto Dinda sis...
__ADS_1