Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
241. Taruhan


__ADS_3

Lain kota lain lagi kisahnya... jika Sean dan Emma saling cemburu, pasangan lain Billy dan Elena gabut dengan persiapan foto prewed mereka.


Elena punya angan-angan foto dengan background London Eye.


Dengan semangat Elena dan Billy pergi ke studio foto dengan si kuning, sesampainya di sana mereka pun di rias dan berganti pakaian. selesai dengan persiapan mereka... fotografer menyiapkan latar gambar yang diinginkan... namun Elena langsung protes


" Ayang Bill... kita foto di sini..?? " tanyanya


" Iya sayang.. kan mau bilang minta latar London Eye, di sini ada " jawab Billy


" Maksud aku itu.. London Eye nya yang asli...bukan yang abal-abal begini, aku tidak mau!! " ucap Elena merajuk


" Kan sama saja Ell... kalau yang asli akan memakan waktu lama, foto disini aja ya.. nanti kan bisa di edit " rayu Billy


" Ayannnnggg.... ngak mau, aku maunya yang asli.. ini foto sekali untuk seumur hidup, aku ingin yang berkesan " tolak Elena.. Billy menarik nafas panjang, akhirnya ia pun mendatangi fotografer dan membicarakannya. Fotografer menyanggupinya namun ia meminta waktu beberapa jam untuk mempersiapkannya, akhirnya mereka pun berjanji akan bertemu di lokasi setelah fotografer siap si akan sharelock.


Sementara menunggu sang fotografer, keduanya lalu pergi memilih cenderamata untuk pernikahan mereka. Seorang wanita cantik melayani keduanya... sang wanita terus-terusan menatap Billy membuat Elena merasa risih, sedangkan Billy cuek saja karena ia sibuk dengan laptopnya.


" Ayang... bagus yang mana.. ini apa ini? " tanya Elena manja, Billy memandangi ke dua pilihan yang di perlihatkan Elena


" Keduanya bagus sayang.. terserah kau saja " jawab Billy lalu kembali ke laptopnya


" Bill.... bisa ngak kamu lepas dulu pekerjaanmu itu.. bantulah dulu ini? " protes Elena


" Ell sayang kau tau kan pekerjaanku sejibun.. bos lagi liburan, kau ambil saja keduanya ngak papa.. nanti aku tinggal bayar ya... " sahut Billy dengan sabar lalu mengecup punggung tangan Elena.. membuat si pelayan sangat iri dengan keberuntungan Elena mendapatkan pasangan yang begitu sempurna di matanya


Namun setelah setengah jam Elena belum juga bisa memutuskan pilihan sofenir nya...


" Ayang kalo ini bagaimana?? " tanyanya lagi sambil mengacungkan dompet transparan yang berisi peralatan make up


" Kalau tamunya laki-laki masa di kasih itu Ell.. cari yang umum saja, yang berguna untuk laki2 dan perempuan " jawab Billy.. Elena pun mendekat dan menutup laptop Billy


" Makanya matanya itu jangan ke laptop terus... sini!! " omelnya lalu menarik Billy untuk memilih


Billy hanya bisa menarik nafas panjang menghadapi kekasih hatinya itu... mata Billy melihat sebuah patung lilin nan cantik.. ia langsung menunjuknya


" Ini saja Ell.. cantik, kita ambil ini saja " ucap Billy


" Tidakkah ini terlalu sederhana Bill.. ?" tanya Elena, Billy memandangi wajah cantik nan cerewet di depannya itu


" Lilin ini akan menerangi di kegelapan sayang.. seperti kau yang memberi cahaya pada hidupku, paham maknanya.. ?? tak penting dengan harganya namun sofenir ini juga mencerminkan rasa cintaku yang tulus padamu , aku lelaki yang bukan siapa2 ini " ucap Billy membuat Elena serasa meleleh...

__ADS_1


" Ohh ayang Bill... jangan berkata seperti itu, baiklah kita ambil lilin ini tapi nanti akan kutambahi cincin emas yang bisa kita jadikan seperti kalung ya...!! " pinta Elena..


" Hemm terserah padamu.. nah sekarang bayarlah, aku akan menunggu sambil bekerja.. bolehkan?? " pamit Billy sambil menyerahkan black card nya pada Elena


" Ya sayang.... muahhh " wajah Elena langsung saja berseri2 setelah mendapat rayuan dari Billy tadi, sedangkan sang pelayan semakin gigit jari melihat betapa Billy adalah seorang pria yang sangat mencintai pasangannya


Saat Elena sibuk dengan pelayan yang lain.. si pelayan tadi membuatkan kopi lalu mendatangi Billy


" Silahkan diminum tuan " ucapnya sambil menyerahkan secangkir kopi di meja Billy.. Billy melihat ke arah sang pelayan cantik tersebut dan tersenyum manis


" Terimakasih.. " ucapnya lalu meminum sedikit kopi tersebut


" Nona itu sangat beruntung ya tuan " ucapnya sambil memandang ke arah Elena


" Mengapa kau berkata demikian? " tanya Billy balik


" Karena ia bisa mendapatkan cinta anda.. seorang pria nan sangat baik hati dan pengertian, sabar dan juga royal " ucapnya sambil memandangi Billy dengan pandangan kagum


" Well itu kan menurutmu.. aku ini hanya seorang yatim piatu yang beruntung , tidak lebih " sahut Billy


" Tuan saya sangat mengagumi anda.. jika suatu saat anda memerlukan seorang teman untuk apapun saya bersedia " ucap gadis itu lalu menyelipkan sebuah kartu nama ke kantong Billy lalu pergi menjauh


" Teman untuk apapun?? apa maksudnya " tanya Billy dalam hati, matanya mencari keberadaan pelayan tadi.. mereka pun saling pandang , sang pelayan tersenyum sensual pada Billy dan kedua tangannya membentuk emot love di dadanya dan mengedip kan sebelah matanya pada Billy, membuat Billy langsung terbatuk


" Ohh itu maksudnya... mana berani aku, mau di cakar sama Ell.... " ucap Billy dalam hati.. ia lalu meremas kartu nama tersebut dan membuangnya ke lantai.. lalu kembali menghadap ke laptopnya seolah tak terjadi apapun.


Melihat hal tersebut, sang pelayan langsung mengambil gawainya dan mengetik kan sesuatu


" Kau menang Ell... pacarmu tak bergeming sama sekali!! " ketiknya kesal


" Sudah kukatakan.. ia kekasih terbaik didunia he he, jadi aku menang taruhan ya " chat balik Elena


" Ya... kau bayar 50 % saja 😭😭 " balasnya


" Bukan salahku.. kau saja yang menantangku taruhan, kau bilang di dunia ini sudah tak ada lelaki baik dan setia .. sekarang kau bisa buktikan sendiri, masih ada lelaki baik dan setia.. 😍😍 ahh lumayan menghemat biaya.. thanks Marla... 😘😘 " chat Elena balik


" 😭😭😭 ya Tuhan..Elena sepertinya aku benar-benar jatuh cintrong ama Billy.. he so ferfect man " balasnya


" Apa...??? berani kau!! mau kucakar 😡😡😡😤😤😤 " balas Elena dengan kesal.. Elena bergegas mendatangi Billy dan memeluknya dari belakang


" Ayaaaaang Bill..... " ucapnya

__ADS_1


" Ya Ell... what up? "


" Kau cinta hanya padaku kan?? " tanyanya sambil menciumi punggung Billy


" Tentu saja.. dadaku sampai mau pecah.. karena hampir2 tak muat menampung rasa cintaku padamu " sahut Billy lagi....


" Ow Ow Billl.... kau sangat pandai merayu sekarang, membuatku semakin cinta padamu 💖💖💖 " ucap Elena dengan wajah memerah


" Sudah selesai urusannya?? ini fotografer sudah chat " tanya Billy lagi


" Ya ayang Bill... black card mu biar aku yang pegang ya " pinta Elena.. Billy hanya mengangguk, ia lalu mengenggam tangan Elena dan merekapun berjalan keluar dari toko Sofenir tersebut dengan mesra . Tanpa sepengetahuan Billy.. Elena memandang ke arah Marla dan meleletkan lidah lalu mengarahkan cakaran pada Marla.


Marla pun di kelilingi anak buahnya..


" Nona.. ada apa dengan wanita itu.. mengapa ia begitu pada nona? " tanya mereka...


" Ohhh Tuhannnn mengapa lelaki yang baik selalu saja sudah ada yang memiliki hik hik hik.... " ucapnya sedih


🐞🐞🐞🐞


Sesampainya di lokasi hari sudah senja.... namun mereka tetap saja melakukan foto prewed karena jadwal Billy yang padat


Dengan memakai gaun panjang berwarna merah.. Elena nampak begitu cantik... Billy tak bosan memandanginya


" Mengapa kau memandangiku terus dari tadi Bill?? " tanya Elena malu


" Kau begitu cantik.. kadang aku bertanya ngak salah kamu suka sama aku, apakah matamu ngak katarak Ell?? " jawab Billy membuat Elena melayangkan cubitan mesra padanya


Elena mengalungkan kedua tangannya ke leher Billy


" Anggaplah mataku buta.. tapi mata hatiku tetap bisa melihat bahwa kau akan menjadi suami dan ayah yang terbaik untukku dan anak2 kita " jawab Elena tanpa ragu


Ow Ow Ow so sweett pasangan ini... tanda2 dah dekat ending ya sis...


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya


Bonus foto sofenir and prewed Ell...


__ADS_1


__ADS_2