
Jet yang membawa sepasang merpati dari London telah mendarat dengan sempurna di Tahiti lalu mereka menyebrang mengunakan Kapal ferry menuju Vaitape. Jika wisatawan biasa menggunakan bus yang disediakan untuk ke hotel ataupun penginapan yang di tujuannya... Sean sudah menyewa sebuah mobil mewah untuk nya dan Emma.
Mata Emma seperti biasa menikmati permandangan sepanjang perjalanan menuju resort mereka, Sedangkan si Kucing garong seperti biasa menciumi Emma dan tangannya sudah kemana-mana. Emma yang sudah biasa cuek saja... namun tidak dengan sang supir... berkali-kali si supir melirik sambil menekan air liurnya melihat tingkah Sean di kursi belakang.
Sang pengawal yang melihat langsung menekan tombol kaca pemisah Jadi sang supir tak bisa Lagi melirik ke belakang.
" Jaga matamu... jika masih mau memiliki penglihatan!! " tegurnya sambil memperlihatkan senjatanya
" Maaf tuan " jawabnya lalu me lap keringat di keningnya.
Akhirnya jam 5 sore mereka sampai di hotel yang telah di pesan.. Mereka hanya di hotel selama 3 hari baru Akan pindah ke resort di atas air.. Karena sekarang masih penuh.
Emma memandang takjub pemandangan pantai di Bora-bora , tak heran Bora-bora menempati posisi teratas dalam daftar pantai terindah di Dunia.
Bora-bora adalah sebuah pulau di Polenisia Prancis.. terletak Sekitar 230 km Barat Laut dari Papeete yang di kelilingi sebuah Laguna dan terumbu karang.
Batu karang di sekitar menjadi pelindung dari hantaman gelombang serta menciptakan kondisi geografi yang unik yaitu hamparan laruan yang tenang beserta berbagai biota laut sebagai isinya.
Sesampainya di hotel... keduanya langsung ke sebuah resto pinggir pantai, dimana dari resto tersebut mereka dapat menyaksikan sunset yang begitu indah .
Meja telah dipenuhi oleh hidangan Laut... keduanya makan dengan begitu lahapnya, setelah makan keduanya berjalan sambil menunggu sunset tiba. Emma mengenggam tangan Sean, senyum tak lepas dari wajah cantiknya. Emma sangat bersyukur telah dipertemukan dengan Sean, seorang suami yang begitu menyayanginya dan menerimanya apa adanya.
" Terimakasih telah membawaku ke sini Sean... disini sangaaattt Indah, aku sangat menyukainya " ucap Emma sambil memandang ke arah sunset, Sean berdiri di belakangnya dan memeluknya dari belakang dengan erat
" Kau sungguh menyukainya? " tanyanya lagi
" Ya... Sayang sangat..."
" Kalau begitu aku bisa berterimakasih Nanti malam, puaskan aku ya... sudah lama kau tidak di atas " bisik Sean yang langsung saja mendapat cibitan mesranya dari Emma
" Dasar kau tak berubah... setelah menjadi istrimu masih saja perhitungan... " omelnya membuat Sean tertawa
" Whatt..... Sayang mengapa kau marah, kau kan katanya mau berterimakasih...ha ha ha "
" Sudah... di cancel saja tidak jadi " ucap Emma dengan wajah cemberut, Sean langsung saja mengangkat tubuh Emma dengan gaya bridel style...
" Kau tak perlu berterimakasih Emma... biar aku saja yang berterimakasih seumur hidupku... Karena kau mau menjadi pendampingku " ucapnya lalu membawa Emma ke kamar mandi mereka.
__ADS_1
Sean menurunkan Emma di bawah shower lalu menyalakan airnya. Ia mencumbu Emma di bawah shower yang menyala, hasratnya sudah di ubun-ubun semenjak siang tadi. Ciuman dan cumbuan di layangkan Sean dengan penuh hasrat, Emma pun melayani suaminya dengan senang hati.... keduanya pun berakhir dengan bercinta di ranjang sampai puas.
3 hari sudah Sean mengurung Emma di kamar, belum sekalipun Emma mengelilingi Bora-bora tentu hal itu membuat Emma kesal
Kini keduanya sedang berebah santai di ranjang setelah bercinta entah sudah yang ke berapa kalinya dalam 3 hari ini.... Sean benar-benar melampiaskan hasratnya yang tertahan selama ini
" Sean... lebih baik kita pulang saja ke London..." ucap Emma
" Mengapa kau Ingin pulang baru juga 3 hari katanya di sini ? " tanya Sean
" Ya untuk apa kita jauh-jauh ke sini hanya untuk mengurung diri di kamar, aku ingin keluar dan menikmati Indahnya pulau ini Sean.... aku ingin Berenang dan menyelam "
" Ya nanti... "
" Nanti kapan?? "
" Nanti kalau aku sudah puas bercinta denganmu "
" Kau tak akan pernah puas!! " ucap Emma sambil membelakangi Sean, Ia meraju karena Sean tak mau mengajaknya keluar.
Emma mengistirahatkan tubuhnya selama 30 menit... setelah tubuhnya terasa segar dan memastikan Sean terlelap dengan nyenyak... Emma pun bangun dan membersihkan dirinya ke kamar mandi. Emma memakai kaos dan celana panjang , lalu mengambil tas dan juga topinya... berlahan ia mengintip ke luar pintu... nampak 3 orang bodyguard mereka berdiri di depan kamar mereka... Emma menarik nafas panjang, bagaimana Ia bisa keluar jika Begini.
Emma berjalan mondar-mandir sambil berfikir, baru juga jam 3 sore... banyak tempat yang bisa di lihatnya jika ia bisa keluar sekarang... tiba2 Emma melihat ke arah Jendela yang selama ini tak pernah di buka.
Emma langsung tersenyum melihat jendela yang tak di beri teralis, berlahan Emma membuka jendela tersebut sambil ke arah suaminya... jangan sampai Sean terbangun, bisa gagal total rencana jalan-jalan nya.
Akhirnya Jendela pun terbuka, Emma dengan mudah keluar karena mereka berada di lantai dasar.... Emma berjalan cepat sambil menutupi wajahnya dengan topi besarnya.. Ia takut bodyguard mereka akan mengenalinya.
🎡🎡🎡🎡
Entah berapa lama Sean tertidur... Ia mengapai-gapai mencari keberadaan Emma yang biasanya selalu berada di sampingnya, namun sekian Kali mengapai-gapai.. Ia tak bisa menyentuh tubuh Emma.
Akhirnya Sean membuka matanya... Emma memang tak ada di ranjang mereka
" Emma...?? Sayang dimana kau?? " panggilnya
" Emma.... Emmaaa... Emmaaaaaa.... " panggilan mesranya berubah menjadi teriakan karena Emma tak kunjung menjawab.
__ADS_1
Sean segera memakai celana kolornya dan berkeliling kamar mencari Emma, namun Emma tak juga di temukan. Wajahnya langsung saja memucat.. Ia langsung membuka pintu kamarnya
" Di mana Emma... istriku hah!!?? " teriaknya hysteris
" Nyonya bersama anda tuan, nyonya tak ada keluar tuan selama 3 hari ini... kami selalu berdiri di sini tak pernah berhenti " jawab sang bodyguar membuat Sean bertambah pucat
" Kalian Yakin..?? "
" Ya tuan... kami 24 jam berjaga-jaga di depan pintu ini , memangnya kenapa tuan? "
" Emma... Emma tak ada di kamar...Emma menghilang " ucap Sean terbata
" A... apa..?? tak mungkin tuan, nyonya tak pernah melewati pintu ini tuan " jawab sang bodyguard tak kalah pucat
" Cari istriku sampai ketemu... Sekarang!! jika istri ku tak ketemu kalian semua kupecat !!!! " teriak Sean
Beberapa bodyguard langsung masuk dan memeriksa se isi kamar, Emma memang tak di temukan di manapun. Namun mata jeli mereka akhirnya melihat jendela yang tidak tertutup rapat.... salah seorang lalu membukanya
" Tuan... sepertinya nyonya keluar lewat jendela ini, apakah nyonya memang ada keinginan untuk jalan2 ?? " tanyanya... yang langsung membuat Sean menepuk jidatnya
" Oh Emma... Jangan katakan Kau keluar sendiri karena ingin jalan-jalan mengelilingi pulau ini... ya Tuhan..... cepat kita cari istriku!!! " titah Sean langsung berjalan keluar
" Maaf tuan... sebaiknya anda berpakaian dulu " ucap pengawalnya
" Memangnya kenapa dengan pakaianku hah!! " bentak Sean marah dia protes
" Maaf tuan... anda tak berpakain... anda bahkan tak memakai CD hanya kolor saja " jawabnya takut2
Sean langsung menunduk melihat tubuhnya yang hanya memakai koloran tipis.... saking paniknya... Ia bahkan memakai kolornya terbalik . 😆😆😆😂😂😂😂
Jika bukan bos nya saja para bodyguard tersebut pasti sudah tertawa terbahak-bahak melihatnya....
Jiahhhh big bos makanya punya istri Jangan di kurung aja, nah sekarang istrinya hilang bingung sendiri kan??
Bora-bora so beautifull
__ADS_1