
Hai hai sista... maaf baru up.... mak lagi semedi...cari penyelesaian yang terbaik untuk anak mak tersayang si ayang Billy. Mau mengharu biru takut di protes..mau lempeng2 aja mah ngak asik kan
Okelah cuss simak kisah berikut ini, yang ngak suka Monggo di skip aja ya
🐝🐝🐝🐝
Tak lama baby Princess juga menangis, alhasil kini keduanya mengendong sepasang baby itu. Mereka menikmati menjaga twins karena keduanya sangat menyanyangi mereka.
Tak lama keduanya mengendong twins ke taman di ikuti 2 baby sister twins. Keduanya membawa twins mengelilingi taman sambil berbincang ringan, Billy memandangi Elena yang begitu menyukai anak Kecil... satu sisi yang membuat nilai tambah Elena di mata Billy, membuatnya tambah Jatuh cinta... si kunti jelek itu ternyata sangat penyanyang.
Tak lama twins tertidur di pelukan Billy dan Elena. Twins kemudian di bawa baby sister kembali ke kamar mereka sedangkan Billy dan Elena duduk di bangku taman. Billy merangkul bahu Elena sedang Elena bersandar di dada Billy, sebelah tangannya mengenggam erat tangan Billy... entah mengapa perasaan Elena saat ini tak enak.
" Ayang Billy apakah kau sungguh mencintaiku...? " tanyanya sambil meremas tangan Billy, Billy menatap wajah Elena yang bersandar di dadanya
" Tentu saja... Kau tak perlu meragukannya cantik " jawabnya lalu mencium kening Elena
" Ayang Bill... berjanjilah padaku, apapun yang terjadi kau tak akan meninggalkanku " ucapnya lagi membuat Billy heran...
" Mengapa kau bertanya seperti itu Ell... aku tak akan meninggalkanmu... sayang !! " tegasnya
" Entahlah Bill... perasaanku tak enak, sepertinya akan terjadi hal yang buruk " ucapnya kembali meremas tangan Billy
Billy mengangkat wajah Elena dengan telunjuknya agar menghadapinya... berlahan ia pun mendekatkan wajahnya dan.... cup...Billy mencium bibir Elena, keduanya pun berciuman dengan mesra di taman sore itu
Selesai dengan ciumannya Billy mengusab bibir basah Elena dengan jempolnya....
" Bagaimana... apakah perasaanmu sudah lebih baik?? " tanyanya, Elena tersipu menyadari Billy menciumnya untuk menenangkan hatinya... Ia pun mengangguk. Elena kembali bersandar ke dada Billy.. Ia memejamkan matanya sejenak
" Katakan Kau mencintaiku Bill... " pintanya dengan mata terpejam
" I love you Elena... kunti cantikku " bisik Billy membuat Elena tersenyum kecil
" I love you to Bill... very much " balasnya dan memeluk Billy dengan erat.
__ADS_1
Saat sepasang merpati muda sedang memadu kasih, di kamar Daniel.... Marsha sangat terkejut dengan pernyataan Daniel tentang permintaan Harold yang Ingin menjodohkan Billy dengan anaknya dan hal itu di sebabkan karena janji keduanya semasa remaja dulu.
Sebenarnya jika Sean belum menikah.. tentu Daniel akan menjodohkannya dengan Sean, Namun tentu hal itu tak mungkin sekarang.. karenanya perjodohan akan di gantikan oleh Billy karena mereka hanya punya anak satu.
" Tidak Daniel... aku tidak setuju, Billy sudah berpacaran dengan Elena " tolak Marsha keras
" Marsha... mereka cuman cinta monyet, lagian baru juga... kurasa masih bisa di bicarakan " sanggah Daniel
" Tidak... aku lebih menyukai Elena menjadi menantuku, kita sudah mengenalnya sejak Kecil... Elena gadis yang baik dan Billy berhak mendapatkan yang terbaik " kekeh Marsha
" Kau mau bilang anak gadisnya Harold bukan calon yang baik.... Marsha kau tak boleh menuduh seperti itu, Kau bahkan belum melihatnya " protes Daniel dengan suara meninggi
" Siapa yang bilang anak gadisnya Harold tidak baik... aku hanya bilang Elena adalah calon yang baik untuk Billy...dan kau Daniel... Jangan membentakku... aku tidak terima " balas Marsha tak kalah sengit
" Aku tidak membentakmu Marsha!! "
" Kau membentakku Daniel, aku tidak tuli !! " balasnya dengan mata berkaca-kaca
" Tidak... aku tetap pada keputusanku, aku sudah mengenal Elena dan Billy semenjak mereka bayi dan aku tau mereka akan bahagia berdua " balas Marsha
" Mengapa kau tak pernah mau menurut padaku Marsha.. semenjak dulu selalu aku yang mengalah, jagalah harga diriku.. aku punya perjanjian dengan sahabatku!! " kembali Daniel protes
" Apa...?? Kau bilang kau yang selalu mengalah.. tidak salah hah...? dulu aku mau menambah anak kau larang, aku mau bekerja Kau larang, bahkan untuk bernafas saja kau atur aku selalu diam... dan Kau bilang kau yang selalu mengalah hah.... seumur hidupku hanya beberapa kali aku melawanmu Daniel itupun karena kau sangat keterlaluan!! " Marsha tak terima
" Oh Begitu... jadi menurutmu aku yang egois begitu bukan kau?? " balas Daniel
" Ya.. Karena perjanjianmu itu merugikan orang lain Daniel... jika kau tak enak dengan sahabatmu kau saja yang menikahi anak gadis nya Harold "
" Marsha... jaga mulutmu!! " bentak Daniel... Ia benar-benar murka mendengar kata2 Marsha tadi, Marsha terkesiap mendengar bentakan Daniel yang kedua kalinya
" Kau membentakku lagi Daniel karena sahabatku itu!! " protesnya
" itu karena kau keras kepala!! "
__ADS_1
" Aku yang keras kepala?? hah, baiklah jika kau ingin tau betapa keras kepalanya aku. Dengar baik-baik... kau boleh pilih aku atau sahabatmu tercinta itu " ucap Marsha dengan air mata berlinang... Ia tak berani menatap Daniel... Marsha memandang ke luar.. ke arah taman
Daniel terkejut bukan main mendengar ultimatum Marsha... berpuluh tahun menikah dengan Marsha baru kali ini mereka berkelahi hebat. Daniel mengacak-acak kepalanya... Ia tak mungkin memilih Harold daripada Marsha, Marsha memang tau betul mati-matinya Daniel
Daniel mendekati Marsha yang nemplok di jendela kaca mereka... ia mendengar isak tangisnya yang berusaha di sembunyikannya. Berlahan Daniel memeluk Marsha dari belakang dan menyesap wangi rambut Marsha
" Lepaskan aku Daniel... kau sudah menyinggung perasaanku, aku tidak terima kau membentakku!! " terdengar suara Marsha yang bergetar, Ia berusaha melepaskan diri dari dekapan Daniel namun Daniel tak mau melepaskannya... Ia tak akan melepaskan separuh jiwanya itu.
" Maafkan aku sayang... aku terbawa emosi, please jangan marah padaku ..baiklah aku menurut padamu, tapi biar mereka datang dulu malam ini ya... temuilah dulu mereka " mohon Daniel.. air mata Marsha semakin deras
" Kau tak perlu lagi menurut padaku jika akan kau ungkit-ungkin kemudian hari... silahkan kau jamu tamumu dan lanjutkan janjimu sahabatmu, aku tak akan ikut campur lagi dengan urusanmu!! " ucapnya lagi
" Apa maksudmu Marsha?? "
" Aku ingin pulang ke kampung halamanku, aku rindu Indonesia " ucap Marsha pelan, Daniel membalik tubuh mungil Marsha dan langsung memeluknya erat
" Tidak... Tidak sayang, Jangan tinggalkan aku... apa kau ingin membunuhku? lebih baik kau bunuh saja aku sebelum kau berfikir untuk meninggalkan aku " ucapnya dan memeluk erat Marsha
" Kau adalah segalanya bagiku sayang... please maafkan aku, Maafkan mulut jelekku ini...sayang please... " ucap Daniel lagi... namun Marsha melepaskan dirinya dari dekapan Daniel... Ia kembali melihat ke arah jendela sambil menghapus air matanya
Tak sengaja mata tuanya melihat Billy dan Elena yang sedang berciuman di taman... Ia tambah menangis melihatnya, Daniel kembali mendekat dan memeluk Marsha dari belakang
" Maafkan aku sayang... berhentilah menangis, tangisanmu membuatku terluka!! " bisiknya....
" Lihat lah mereka di taman Daniel... lihatlah betapa bahagianya mereka berdua , tegakah kau memisahkan mereka berdua?? hah... " tanya Marsha sambil menunjuk ke arah bangku taman di mana Elena dan Billy sedang duduk sambil berpelukan.
Daniel menarik nafas panjang....
Okay dah malam... sampai disini aja dulu ya... kita sambung lagi besok ..please Jangan protes kalau di bilang durasinya oendek.. udah di atas 1100 kata sista
Jangan lupa feedbacknya setelah membaca... ya, di nanti selalu like komen vote dan give dari kalian
LOVE YOU ALL
__ADS_1