Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
56. Like Mother Like Son


__ADS_3

Jam 10.30 pagi, Sean dan rombongan sampai di Bandara. Karena thor ngak paham dengan perhitungan perbedaan waktu dan lamanya perjalanan ke Inggris... kita anggaplah jam sekian ya sista.. 😅🙏


Sean menelfon menanyakan di mana keberadaan Mamanya, ternyata Mamanya sudah berada di mansion kembali... mereka pun langsung ke Mansion


" Emma.. apakah menurutmu tidak aneh, katanya masuk RS kok ini sudah pulang? " tanya Sean curiga


" Mungkin bisa rawat jalan Sean, nanti jangan bilang ya kalau kita sudah menikah... aku takut " pinta Emma


" Baiklah... aku bilang kau kekasihku ya..kalian dengar semua... jangan ada yang bilang kalau kami sudah menikah, terutama kau Billy awas kalau mulutmu sampai ember!! " titahnya si dalam mobil


Billy yang pucat semakin pucat


" Sepertinya hari kematianku sudah dekat... mama papa... tunggulah aku hik hik hik " doa Billy dah pasrah ...mau bagaimana lagi maju kena mundur kena... 😭😭


30 menit berlalu, rombongan mobil memasuki sebuah Mansion yang besar dan sangat indah.... mansion jauh lebih besar dari milik Sean di Jakarta. Emma pun tak kalah pucat dari Billy, semenjak tadi tangannya terus meremas tangan Sean.


Sean yang memahami kegugupan Emma pun memeluknya, berusaha menenangkan istri mungilnya itu. Sean tersenyum melihat kegugupan Emma


" Sudah.. jangan terlalu gugup lihat wajahmu sampai pucat begitu " ucapnya lalu mencium bibir Emma sampai ia puas


" Sean apaan sih... malu tau ada mereka " protes Emma menunjuk Billy dan Suprie yang sudah kayak kambing congek


" Sudah cuek aja... anggap aja mereka batu " ucap Sean seenaknya, Billy hanya bisa mengelengkan kepalanya.... derita jadi obat nyamuk


Pintu utama Mansion langsung terbuka begitu mereka turun dari mobil, para maid dan pelayan berjejer menyambut kedatangan tuan muda mereka


" Selamat datang tuan muda... selamat datang semua " sapa mereka serempak


" Hemmm " sahutnya sambil melenggang memasuki Mansion, tangannya tak lepas mengenggam tangan Emma


" Edward di mana mama dan papa ? " tanyanya pada kepala pelayan


" Nyonya ada di kamar utama tuan muda " jawab Edward


" Sebenarnya sakit apa mam? "


" Saya juga kurang tau, nanti tuan muda tanyakan saja pada tuan besar"


Sampailah mereka di kamar utama, Edward mengetuk kamar dan menyebutkan Sean datang... seorang maid membukakan pintu dan mempersilahkan mereka masuk


Seorang wanita paruh baya namun masih sangat cantik terbaring dengan infus di tangannya, matanya nampak terpejam...


Tuan Daniel menyambut kedatangan mereka


" Haii son.. apa kabarmu " sambutnya lalu memeluk erat anak kesayangannya itu


" Baik papa... bagaimana dengan papa? "


" Seperti yang kau lihat... "


" Mama sakit apa pa... katanya masuk RS ? " tanya Sean


" Siapa gadia cantik ini... kau tak mengenalkannya pada papa? " tanya Daniel sambil memperhatikan Emma dari atas sampai bawah

__ADS_1


" Jaga matamu old man, kenalkan ini Emma watson asistenku merangkap kekasihku tercinta " jawab Sean


" Haii cantik kenalkan aku papa dari kekasihmu... kau pintar memilih kekasih son " sapa Daniel lalu memeluk Emma dan menciumnya, ia senang sekali melihat wanita pilihan anaknya, Emma bernafas lega tuan Daniel menyambutnya dengan baik


" Uhuk... uhuk.... " suara batuk Marsha terdengar, semua langsung mendekati ranjang, Sean duduk di sisi ranjang dan memegang tangan mamanya tersebut, si ciumnya kening wanita yang telah melahirkannya ke dunia itu.


" Mam aku sudah datang, bagaimana ke adaan mama? " tanyanya cemas, Marsha membuka matanya lalu duduk dengan berlahan


" Mama sudah lebih baik, darah tinggi mama kumat setelah pulang dari arisan... itu karena kau Sean " omel Marsha


" Mengapa salahku mam... aku tak tau apa apa ? " protesnya


" Karena sampai sekarang kau masih jomblo... mama jadi olokan teman-teman hik.. hik... " Marsha terlihat sedih sekali.. Daniel hanya mengelengkan kepalanya melihat akting istrinya yang sangat membuni itu... 😅


" Sudah mam jangan sedih, aku sudah punya kekasih.. ini perkenalkan namanya Emma Watson, ....sayang ini mamaku namanya Marsha " ucap Sean sambil menarik tangan Emma mendekatkannya pada mamanya.


Mata Marsha membulat melihat Emma.. yang begitu cantik dan seksi


" Oh anakku sudah punya kekasih..senangnya... kemari sayang duduk di dekat mama " sambut Martha senang sekali, ia memeluk Emma dan memandanginya


" Siapa tadi namamu? "


" Emma... Emma watson nyonya " jawabnya gugup


" Jangan panggil nyonya... kau kan kekasih anakku... berarti kau adalah calon mantuku sekarang, panggil aku Mam saja.. Ok, kau cantik sekali... pantas saja Sean jatuh cinta padamu " puji Marsha membuat Emma tersenyum malu.


" Daniel.. Sean sekarang kalian boleh keluar dari sini... aku ingin berbincang dengan Emma berdua saja..kalian pergilah ke kantor " usir Marsha


" Tidak ada bantahan... bekerja keraslah kalian cari uang yang banyak... aku dan calon mantuku akan banyak berbelanja nanti " titahnya tak mau di bantah... akhirnya para lelaki pun keluar dari kamar dengan lemas


" Billy... mau kemana? kau di sini saja pijirin kaki tante!! " teriak Marsha.. Billypun masuk kembali ke kamar sambil menunduk lalu memijit kaki Marsha


" Emma.. mana perlihatkan cincin kawinmu " pinta Marsha dengan mata berbinar


" A.. apa.. cincin? "


" Ya. cincin.. sudah jangan pura-pura, Mam tau kalian baru menikah kan "


" Iya Mam... Mam tau dari mana? " tanya Emma sambil mengulurkan tangannya pada Marsha


" Hemmm... cantik, pintar juga anak itu..mam tau dari Billy " jawabnya, tiba tiba Marsha mencabut infusnya lalu berdiri mendekati Billy


" Billy.. mengapa kau tak memberitahuku kalau anakku mau menikah, kau sungguh tega...kau kan tau betapa aku sangat ingin melihat anakku menikah dan kini aku melewatkannya karena kecerobohanmu " omelnya sambil menjewer Billy


" Ampun tante.... Billy juga taunya pas hari H... sumpah tan.... berani di samber geledek " jawabnya sambil menangis


" Bohong lalu siapa yang mengurus surat menyurat... katamu sah...? "


" Suprie tan... yang ngurus Suprie "


" Panggil Suprie ke mari...!! "


" Baik tante..... " Billy pun langsung ambil langkah seribu

__ADS_1


" Tante tenang dulu... ini infusnya kenapa di cabut nanti kenapa-kenapa " Emma panik melihatnya


" Tenang saja sayang, aku hanya berpura pura sakit.. ini infus kecantikan hi hi hi, aku akan memberi pelajaran pada mereka " bisik Marsha membuat Emma melongo... omg..


Suprie dan Billy kembali masuk... Marsha kembali memasang wajah seramnya


" Berdiri di pojok... angkat satu kaki kalian...!! " bentaknya, keduanya langsung melakukannya dengan wajah pucat


" Suprie apa benar kau yang mengurus pernikahan anakku? " tanya Marsha sambil melotot


" Ya nyonya.... "


" Berapa tahun kau bekerja pada kami? "


" 10 tahun nyonya... "


" lalu mengapa kau tidak pintar juga hah, anakku menikah dan kau tak memberi tahu kami... di mana kau taruh otakmu yang se upil itu hah ? " suara Marsha mengelegar


" Maaf nyonya... saya salah " jawab Suprie gugup.. menghadapi nyonya Marsha lebih mengerikan dari pada menghadapi komandannya dulu... peluhnya mengalir deras


" Jewer kuping kalian!! " titahnya lalu mengambil sula atau kemoceng , Marsha memukul pantat keduanya dengan sula tersebut


Emma tersenyum geli melihat Marsha yang seperti menghukum anak kecil yang ketahuan mencuri ha ha ha. Kelakuannya persis seperti kelakuan Sean ha ha


" Kalian harus di hukum, tetap di situ selama-lamanya " ucapnya seenaknya lalu kembali naik ke ranjang


" Emma kita lanjutkan ya... maaf tadi ada intermezzo " ucapnya kembali menarik tangan Emma


" Bagaimana.. apakah kau sudah ml dengan putraku? " todongnya tanpa basa basi, Emma hanya mengangguk dengan wajah memerah


" Bagaimana.. anakku kuat ngak, kuat mana sama mantan suamimu? " tanyanya lagi


" uhuk.. uhuk " Billy langsung terbatuk mendengar nya... ya Tuhan cukup sudah mataku yang ternoda... jangan lagi kupingku ini ternoda hik hik keluhnya


" Tutup kuping kalian!! nguping aja " bentak Marsha mendengar batuk Billy


" Sudah aman.. Gimana ? "


" Ya lebih kuat... sangat kuat " bisik Emma takut terdengar ipin upin


" Ha ha ha.... keturunan Brown memang sangat perkasa sayang... dan kelebihan mereka adalah mereka sangat penyayang, percayalah dengan Mam "


" Tapi apa Mam ngak malu punya mantu janda seperti Emma? " akhirnya keluar juga pertanyaan itu


" Emma.. tante juga dulu janda bertemu papanya Sean, walaupun janda kita berhak juga untuk jatuh cinta dan bahagia sayang " nasihatnya


Emma meneteskan air mata, ia sangat bersyukur mendapatkan mertua yang bertolak belakang dengan mertuanya dulu.. mereka mau menerimanya apa adanya.


Keduanya terus mengobrol sampai berjam-jam, sementara upin ipin terlupakan di pojok ruangan...😆😆


See you next eps


Happy weeked sista.. 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2