Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
53. Artimu untukku


__ADS_3

Sedang asik berbincang dengan Emma, tiba tiba Sean keluar dari ruangannya


" Mengapa kau masih disitu, kubilangkan kita rapat pagi ini.... malah santai... cepat siapkan rapat dalam 5 menit !! " teriak Sean membahana


" Siapppp boss " lalu terdengar bunyi pintu di banting


" Tu kamu dengar sendiri kan Emma, bos udah kaya orang stress begitu... pulang ya please..... " rayunya sambil mengantupkan kedua tangannya


" Iya... iya besok kan udah pulang " sahut Emma


" Jangan lupa oleh oleh ya... "


" Mau apaan..... jengkol? "


" Iss kamu ke luar negri masa bawanya jengki.... biasa baju ma parfum ya.... yg ori jangan kw kw, bye bye kerja dulu " pamit Billy sebelum kena semprot Sean lagi.


Emma merenung setelah mendapat vc dari Billy, sebenarnya ia juga sangat rindu dengan Sean..namun keberadaan kedua sahabatnya membuatnya bisa sedikit menahan rindunya, berbanding terbalik dengan Sean yang hanya di kelilingi pekerjaan malah menbuat tingkat Stress nya semakin tinggi.


Jakarta.. kantor PT. Kila jam 14.00


Ruang rapat


Rapat masih berlangsung tanpa istirahat. Peserta rapat tetap duduk dengan setia, tak ada yang berani protes walau cacing sudah pada demo termasuk Billy. Ia hanya bisa menunduk saat semua peserta rapat melirik padanya. Siapa yang berani menginterupsi seorang Sean yang sejak awal rapat sudah mencak mencak saja.


Jangankan laporan jelek... laporan bagus saja kena semprot... ha ha ha benar benar nih bos.


Saat Sean sedang konser tiba tiba saja sebuah hp berbunyi, Sean langsung berhenti


" Hp siapa itu, sudah kubilang matikan semua hp kalian... masih ada yang berani membantah ?!! " bentaknya namun suara hp masih saja mengalun merdu


" Bos... yang bunyi hp nya bos " jawab Billy pelan


" Kenapa HP ku ngak kamu silence hah? matikan!! "


" Maaf bos lupa... " mata Billy langsung membulat melihat siapa yang menelfon, bibirnya langsung tersenyum lalu menatap Sean penuh kemenangan


" Bos... Emma nelfon yakin mau di matikan.. ok sini saya mati.... " belum selesai suara Billy Sean sudah merampas hp nya


" Kamu yang mau mati?? " ucapnya, Sean lalu mengeser tombol hijau lalu membalik badannya membelakangi karyawannya, senyum sumringah langsung menghiasi wajah yang sedari tadi membatu


" Hallo... Emma? " bahkan suaranya bergetar dan lembut sekali

__ADS_1


" Hai... Sean sayang? apa kabar, kamu lagi ngapain? " tanya di seberang sana


" Aku sedang rapat.. ya aku baik.. tapi aku sangat rinduuu " bisiknya, membuat Billy merinding mendengarnya


" Huh giliran ma Emma aja, kayak krupuk di siram air..." omel Billy pelan


" Berarti sekarang masih di ruang rapat? " tanya Emma


" Ya..... " Sean menjawab sambil menutup matanya, mendengar suara Emma saja sudah membuatnya bahagia sekali


" Kalau begitu keluar dong dari ruangan... nanti karyawanmu pada dengerin obrolan kita... " ucap Emma, seperti terhipnotis Sean langsung berjalan keluar dari ruangan rapat tanpa suara ataupun instruksi.... mata semua peserta rapat hanya bisa memandang pergerakan sang bos sengklek itu......


Sean membuka pintu lalu menutupnya cepat.


" Aku sudah di luar.... " ucapnya


" Ya aku tau.... Sean I miss you too " kata kata Emma membuatnya sangat senang


" Bisakah kau melihat ke arah kirimu " pinta Emma, Sean segera menengok ke arah yang di minta


Mata Sean membulat.. mulutnya bahkan sampai terbuka, ia tak percaya seorang wanita cantik berdiri di situ sambil memegang hp di kupingnya tersenyum manis padanya. Ya wanita yang beberapa hari ini membuatnya tak bisa tidur, wanita yang sudah meremas-remas jantungnya dan membalik dunianya . Ya Wanita itu bernama Emma... Emma watson


" Kemari kau... gadia nakal..." ucapnya sambil berjalan cepat mendatangi Emma, di raihnya tubuh mungil nan sangat dirindukannya itu. Sean memeluknya erat, ia menciumi kening dan rambut Emma


Sean menangkup kedua pipi Emma dengan tangannya, ia menunduk dan mencium bibir manis nan sexy yang sudah sangat di rindukannya itu... ia menciumnya seolah ingin memakannya, rasa lapar akan sentuhan Emma serasa akan membunuhnya. Kedua tangan Emma memeluk pinggang Sean, ia pun berjingkat agar Sean tak terlalu menunduk. Keduanya hanyut dalam ciuman kerinduan....


para pengawal langsung membalik badan, sudah merupakan aturan tak tertulis mereka tak boleh mengintip hal hal intim atasannya.


hampir 10 menit berlalu, sunyi menghampiri hanya bunyi kecupan yang terdengar....Suprie sudah hampir sesak nafas menahan mualnya mendengar suara suara alam itu... 😅😅😅


" Krekkkk..... " bunyi pintu di buka


" Emmaaa..... akhirnya kau pulang, mana oleh olehku..... " suara cempreng Billy kembali merusak suasana romantis keduanya, tapi membuat suprie bisa bernafas lega...


Pasangan tersebut akhirnya menghentikan kegiatan mereka, Sean sudah hendak mengamuk namun Emma menarik tangannya


" Bill... rapat di tunda dulu ya 1 jam, ini oleh olehmu " ucapnya


" Tidak 2 jam..... dan kau diam saja di ruang rapat, jangan mengangguku " ucap Sean


Sean mengenggan tangan Emma dan menariknya menuju Lift. Di dalam Lift Sean kembali mencium Emma , ia sudah tak sabar begitu lift terbuka Sean menarik Emma ke ruangannya dan masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Sean langsung mendorong Emma ke ranjang dan mengukungnya, di pandanginya netra mata cantik itu


" Kau tau... apa yang kurasakan 4 hari ini hemm " tanyanya


" Apa? "


" Pertama aku tak bisa tidur lalu aku tak konsentrasi dalam bekerja...


" lalu.... "


" Kepalaku sakit...dan si boy sampai meriang... "


" What. ha ha ha... lalu bagaimana ke adaan si boy sekarang... apakah masih meriang? " tanya Emma geli


" Tidak... tapi boy sudah siap 45 untuk bertempur " ucapnya sambil menyerang Emma


" Sabar Sean aku bahkan belum memberikan jawabanku padamu "


" Aku tak perduli lagi dengan jawabanmu, yang penting aku menginginkanmu sekarang... Hemm kau wangi sekali... " keduanya pun menuntaskan rasa rindu dan hasrat yang terpendam selama beberapa hari.


Kini yang terdengar hanya suara desahan dan erangan di bumbui bunyi decitan ranjang yang menjadi saksi bisu keduanya.


Seperti biasanya Sean mengambil sepuas puasnya, ia bertempur sampai tenaga terakhirnya. Entah mengapa milik Emma rasanya nikmat sekali membuat si boy mabuk kepayang... ingin terus masuk dan masuk lagi.... 😅.


2 jam berlalu... Emma sudah tertidur dengan pulasnya, sedangkan Sean sudah kembali rapi dengan baju kerja barunya. Sean duduk si sisi ranjang dan merapatkan selimut Emma, di ciumnya kening, mata hidung dan bibir manisnya... terakhir di gigitnya dagu lancip nan mengoda dengan gemas


" Au.... Sean... sakit" rengeknya manja


" Aku rapat lagi ya... kau tidur saja, pintu kamar kukunci dari luar ya, kalau kau bosan nanti telfon saja aku " pamitnya, Emma hanya tersenyum dan kembali tidur, seluruh tubuhnya terasa remuk redam mengimbangi kekuatan Sean yang seolah tak ada habisnya.


🐥🐥🐥🐥


Rapat dilanjutkan lagi, tapi dengan suasana berbeda karena kini di bos sudah jinak tidak marah marah lagi, begitu pula dengan Billy yang tersenyum senang karena Emma memberinya oleh oleh yang cucok mehong cinta.....


" I love love deh ama kamu ibu periku " ucapnya dalam hati sambil menciumi botol botol farfume dari Emma .


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya sista


Happy reading selalu

__ADS_1


Sean yang merindu



__ADS_2