Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
79. Dinner or Date


__ADS_3

" Ada apa Billy? Kau mengajakku main perang-perangan ha ha ha " Emma tertawa geli mendengarnya


" Aduh Emma aku tak bercanda, ada apa dengan bos.?.. sudah 4 jam ia mengamuk dia ruang rapat, tolonglah kami Emma... please " Billy mengiba


Emma terdiam mendengarnya... rupanya rasa cemburu Sean belum kelar


" Baik... aku akan menolongmu, tapi ada syaratnya " ucap Emma


" Baiklah... katakan apa saja akan kuturuti " janji Billy


" Malam ini kau harus mengajak Lisa dinner di luar dan nonton bioskop... OK "


" Whatt.... Emma.... Jangan terlalu kejam padaku, bagaimana jika Lisa menolaknya kan aku malu jadinya "


" Ngak mau ya udah... da dah "


" okay... okay....kau menang ibu tiri yang kejam hik hik hik " Billy menutup telfonnya dengan sedih , Ia pun kembali ke ruang rapat sambil bergegas


🦀🦀🦀🦀


" Nona Emma mengapa anda meminta Billy dinner denganku? " tanya Lisa sambil meneruskan therapi nya


" Tidakkah kau dengar Billy sangat tertekan, hiburlah ia malam ini. Kasihan dia terlalu sibuk bekerja kau dapat izinku untuk menciumnya he he "


" Nona... masa aku yang harus menciumnya duluan " protes Lisa dengan wajah memerah


" Jika kau mengharap Billy yang berinisiatip duluan, 10 Kali berkencan belum tentu Ia berani melakukannya " jawab Emma


" Mengapa Nona... apakah Billy memiliki kelainan? "


" Kelainan? ha ha tidak cantik, Billy itu hanya kurang peka dan terlalu polos, so kau yang harus lebih. agresif okay , setelah ini pulanglah dan berdandan yang cantik" ucap Emma tak mau di bantah


Emma kemudian mengambil gawainya dan mulai menghubungi suaminya


Sementara itu di ruang rapat....


Billy telah kembali ke ruang rapat, Sean masih betah dengan cuap-cuap pedas dan omelannya, bahkan saat HP nya berdering ia tak mendengarnya. Tak lama hp Billy pun berbunyi, mata Sean melotot mendengarnya, dengan tangan bergetar Billy melihat siapa yang menelfonnya


" Sudah kubilang saat rapat jangan mengurusi hp!! " bentaknya pada Billy


" Maaf bos... tapi ini Emma yang menelfon, sebentar saya reject dulu " ucap Billy sambil tersenyum dalam hati


" Jangan...!! Kemarikan hp mu " jawabnya cepat, Sean lalu menjawab panggilan Emma di hp Billy


" Hallo... mengapa kau menelfon Billy? " cecarnya


" Sean aku menelfonmu tapi kau tak mengangkatnya, apakah kau sibuk? " tanya Emma


" Tidak.... ada apa? "


" Mengapa tadi pagi kau tak membangunkanku... kita jadi tak bertemu, aku rindu padamu..." Sean langsung tersenyum mendengarnya, jarang sekali istrinya itu merayunya


Para peserta rapat langsung terheran-heran melihat bosnya yang langsung berubah 180 '

__ADS_1


" Aku juga rindu..... " ucapnya sambil senyum-senyum sendiri


" Pulanglah untuk makan siang, setelah itu temani aku berbelanja "


" Berbelanja....? "


" Ya.. besok kan kita bulan madu Sayang, aku mau membeli beberapa lembar baju renang dan baju tidur, Kau tau sendiri baju tidurku selalu kau robek saat...... " Emma mengantung ucapannya membuat Sean tertawa senang


" Jangan di hentikan... lanjutkan... Saat apa....?? " tanyanya sambil tersenyum mesum


" Saat boy mu itu kelaparan, puas... sekarang pulanglah " jawab Emma kesal


" Ha ha ha.... baiklah sayang, aku pulang sekarang " tawa Sean memenuhi ruangan rapat namun tawanya segera terhenti begitu Sean sadar diri mana ia berada


" Baiklah.. rapat kita sampai disini saja " ucapnya tanpa senyum lalu mengembalikan hp Billy


" Billy lanjutkan pekerjaanmu, sampai ketemu 2 minggu lagi "


" OK boss.... selamat bersenang-senang " akhirnya Billy bisa bernafas lega, Sean sudah di tangani oleh pawangnya


Sebuah pesan masuk ke hp Billy, ia pun membacanya


" Jemput Lisa jam 7 malam, belikan ia bunga ..ingat bawa Lisa dinner romantis dan nonton " pesan Emma, Billy langsung berkeringat dingin... haduh ini sih namanya kencan bukan sekedar dinner, aduh bagaimana ini... aku pakai baju apa? bunga apa yang harus kubeli? Lisa di ajak makan di mana? nonton film apa?..... ahh Emma menyebalkan sekali... 😤😤😩


Dengan senyum lebar Sean memasuki Mansion Brown, Emma menyambutnya di depan pintu lalu mengandengnya menuju ruang makan. Sean merasa bahagia sekali pulang di sambut dan di layani oleh istrinya, di ciumnya keningnya Emma dengan mesra


" Terimakasih sayang, sudah mau menjadi Istriku... aku bahagia sekali " ucap Sean...Emma pun membalasnya dengan tersenyum manis


" Aku juga bahagia sayang, Ayo kita makan dulu baru kita shopping " jawabnya... Sean hanya menurut, Ia akan melakukan apapun untuk membuat Emma selalu berada di sampingnya.


Sudah 30 menit Billy gontaganti pakaian, Ia merasa tidak percaya diri malam ini. Setelah lelah akhirnya ia memakai baju hem dan celana levis tak lupa parfum andalannya.


Billy mampir ke sebuah gerai bunga segar dan memilih seikat bunga mawar berwarna kuning, mengapa kuning? karena menurut Billy... Lisa sangat cantik seperti Matahari namun juga galak seperti duri bunga mawar.


Tepat jam 7..mobil Billy berhenti di halaman rumah Lisa, dengan gugup ia menekan bel. Seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuknya


" Malam tante... Lisa ada ? " tanya Billy


" Ada.. oh kau pacarnya Lisa ya, ayo masuklah " jawabnya lalu menarik Billy kemudian ruang tamu


" Tante saya bukan.... " kata-kata Billy terhenti begitu melihat Lisa keluar, Ia terlihat begitu cantik dengan dress hitamnya


" Wah kalian sudah janjian ya.. baju saja couple... so sweett " ucap mama Lisa, keduanya hanya saling pandang dan mengagumi


" Ma kami pergi dulu ya "pamit Lisa


" Baiklah... Billy tante titip anak tante, Jaga Ia baik-baik " pesannya


Di perjalanan tak ada percakapan, Billy hanya konsentrasi menyetir sampai di restoran. Keduanya makan dengan cepat. Billy sangat gugup Sedangkan Lisa masih membaca situasi dan kondisi


Selesai makan keduanya berjalan ke mall di sebelah restoran, Lisa mengandeng tangan Billy dengan mesra, Billy hanya diam.. dadanya berdendang dengan kencang saat kulitnya bersentuhan dengan Lisa.


" Beginikah rasanya bersentuhan dengan wanita? tapi saat bersentuhan dengan Emma aku tak seperti ini " ucap Billy dalam hati

__ADS_1


Selesai mengantri tiket, Mereka mengantri camilan


" Billy aku ke toilet sebentar ya " pamit Lisa


" OK.. perlu kutemani? " tanya Billy sopan, Lisa menggeleng lalu pergi


Selesai membeli popcorn dan minumannya Billy menunggu Lisa. Tiba-tiba datang 3 orang gadis cantik di hadapan Billy


" Haii tampan, sendiri aja ? nonton bareng dengan kita yok " sapa salah seorangnya


" Maaf aku bersama seseorang " tolak Billy


" Dengan siapa... tak ada siapapun, Ayolah.... " rayunya lagi, Billy hanya diam tak bergeming ketika gadis itu berusaha menariknya


" Heii... kalian, mengapa kalian menarik pacarku? " suara Lisa membuat ketiganya menoleh


" Lisa...? kau bilang ia pacarmu... Menghayal kali, lelaki mana yang mau jalan sama gadis miskin sepertimu " ejek mereka, Lisa mendekat dan mengandeng lengan Billy


" Ayo sayang... tak usah menghiraukan mereka " ajaknya membuat keduanya tiga gadis tadi Merasa dongkol


" Kau kenal mereka Lisa? " tanya Billy Saat sudah duduk di studio


" Hemmm... mereka teman kuliahku, biasa anak-anak orkay kerjanya selalu menghinaku " jawab Lisa, Billy terdiam sambil memandang iba pada Lisa


" Tak usah mengasihaniku tuan Billy, aku sudah biasa " ucap Lisa


" Panggil aku Billy saja " pintanya, Lisa tersenyum mendengarnya


" Kemarilah Billy, ada yang Ingin kukatakan " ucap Lisa, Billy pun mendekatkan telinganya


" Apa? "


" Terimakasih... cuppp " Lisa mencium pipi Billy, membuat Billy sangat terkejut iapun menoleh


" Lisa.... apa yang kau.... "


" Cuppp... " Lisa kembali mencium bibir Billy, membuat Billy panas dingin


Selesai mencium Billy, Lisa menyerahkan tissu ke tangan Billy


" Ini tissu jika kau mimisan, jika tidak beritahukan aku " ucap Lisa


" Untuk apa? "


" Aku akan menciummu lagi, lebih lama he he " jawab Lisa tanpa dosa


" What..... Emma tolong aku 😭😭 "


See you next eps


Jangan ragu-ragu untuk like komen dan beri boom votenya ya sis


Billy 😍😍

__ADS_1



__ADS_2