Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
97. Seribu Pria


__ADS_3

Hai pembaca setia ATM, dah senin lagi ya.... bisa dong bagi-bagi vote nya biar ATM bisa masuk rangking ya.... 🤗🤗🤗


" Sean turunkan aku, aku sudah berat.. nanti jatuh " pinta Emma


" Tidak... kau memang tak se ringan dulu karena ada anak-anak kita di perutmu... tapi apa kau lupa, aku kan herkules... mengendongmu seharianpun aku kuat " jawab Sean tak mau di bantah


Emma mengeratkan tangannya yang melingkar di leher Sean dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher suaminya itu. ia benar-benar bersyukur keromantisan Sean tak berubah walaupun sekarang tubuhnya tak se ideal dulu.


Sesampainya di kamar Sean segera menjalankan hukuman ala-ala nya. Deru nafas keduanya masih terdengar , Emma menarik selimut dan menutupi badannya... ia merasa malu melihat tubuhnya sekarang.


Sean memeluknya dari belakang


" Terimakasih sayang... kau selalu melayaniku dengan baik, anak-anak pasti senang karena papanya rajin menjenguk" ucapnya sambil mengelus perut buncit Emma, membuat Emma tertawa


" Modus.... " jawabnya


" Emma selama ini aku sudah tau apa kesenanganmu, hobimu dan seleramu... namun aku penasaran, boleh aku tau apa yang paling kau benci? " tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul di otak Sean


Mendengar pertanyaan suaminya itu, Emma pun berbalik menghadap Sean... di pandanginya manik mata Sean tanpa berkedip


" Dengar baik-baik apa yang paling kubenci di dunia ini. Aku paling benci di khianati. 2 pria sebelum kau sudah menghianatiku, dan jika kau melakukan hal yang sama aku.... "


" Aku tak akan pernah melakukannya Emma, aku bukan lelaki bodoh seperti mereka... apalagi kau sekarang sedang mengandung anakku " potong Sean


" Entahlah Sean... kita lihat saja nanti, jika kau sampai menghianatiku... aku akan pergi membawa anakku, jangan harap kau bisa menemukan kami " ucap Emma dengan wajah serius membuat Sean sampai merinding


" Tidak sayang... jika kau sampai meninggalkan aku, aku bisa mati karena merindu " ucapnya takut


Istirahat keduanya tak berlangsung lama, duo racun telah datang begitu mendengar Emma terbang ke Bali.


Malam itu di habiskan dengan melepas kangen, mereka juga merancang dan berbagi tugas untuk acara syukuran besok... suasana Villa menjadi ramai dan penuh tawa.


Paginya Emma dan rombongan berangkat menuju ke kuburan Mamanya. Sesampainya di area pekuburan Emma pun memperkenalkan Sean


" Mama... maaf lama baru Emma ke mari, mama perkenalkan ini suami Emma namanya Sean , dan kedua mertua Emma. Mama sekarang tenang saja Emma banyak yang menjaga dan sekarang ada calon cucu mama di perut Emma. Mama betul, Aku tidak mandul... aku hanya perlu bersabar dan banyak berdoa hik hik " curhatnya di atas pusara mamanya


Sean sekeluarga bergantian memperkenalkan diri dan mendoakan mama Emma yang bernama Kirana Larasati itu.

__ADS_1


Setelah selesai mereka meluncur menuju rumah mama Emma. Rumah itu masih terawat dengan baik, karena Emma sudah membayar orang untuk membersihkan rumah tersebut sampai 2 tahun ke depan sebelum berangkat ke Jakarta setelah perceraiannya.


Emma mengajak Sean ke belakang rumahnya.. dimana biasanya ia dan mamanya melihat sunset. Emma duduk diikuti Sean di sebelahnya... mereka menikmati angin semilir dari pantai walaupun tak melihat sunset karena hari masih siang.


" Emma ayo kita harus ke salon... beberapa jam lagi acara syukuranmu akan di mulai " sapaan Marsha mengagetkan Emma yang hampir saja tertidur


" Baik Mam... " sahutnya tanpa protes


Sean berhenti di ruang tamu dan memperhatikan sebuah foto di mana Emma terlihat sedang berpose.


" Kau dulu seorang model sayang? " tanyanya penasaran


" Hanya model kampus.. waktu itu ada pemilihan putri kampus dan aku mengikutinya " sahut Emma


" Dan kau menang? "


" Tentu saja... Emma he he " jawabnya malu, Sean kemudian mengambil foto tersebut dan membawanya


" Mau di bawa kemana foto itu Sean? "


" Pasti semua mata pria melotot melihatmu saat run away " ucap Sean dengan nada cemburu.. Emma tak menyahut


" Apa yang kau pikirkan saat itu, sampai memakai pakaian kurang bahan begitu " Sean mulai mengomel


Emma tetap diam


" Lihat dadamu sampai terlihat...apakah Eric ada di sana saat itu? " selidiknya membuat Emma tertawa


" Sean semua orang punya masa lalu, termasuk aku... kita tak bisa mengulang atau mengubahnya. Ya Eric ada di situ... dia menjadi salah satu juri tamu saat itu " jawabnya jujur


" Saat itu kalian sudah berpacaran? "


" Kau sungguh ingin tau Sean? "


" Ya... sangat.... "


" Belum... bahkan aku belum mengenalnya saat itu, namun Eric bilang... ia langsung jatuh cinta saat melihatku malam itu "

__ADS_1


Sean menarik nafas dengan kasar terlihat sekali Ia kesal mendengar jawaban Emma


" Tentu saja ia langsung jatuh cinta... siapa yang tak tertarik melihatmu secantik ini...kau pernah berciuman dengannya? " selidiknya lagi


Emma diam... jika diteruskan bisa ribut ini... ucapnya dalam hati, Emma melirik ke arah Marsha meminta bantuan melalui sorotan matanya... Namun Marsha diam saja karena ia juga kepo.... 😅😅😅


" Jawab Emma.. mengapa kau diam saja!! " desak Sean


" Mengapa kau rumpi sekali sih... seperti perempuan saja " elak Emma lalu berjalan meninggalkan ruang tamu, namun Sean tak membiarkannya.. ia menahan tubuh Emma dengan memeluknya. Emma menarik nafas berlahan


" Ya pernah Sean... kau puas sekarang? "


" Belum.... satu lagi... kau pernah melakukannya dengan Eric? " Emma berbalik dan menatap netra mata Sean


" Tidak...dengan mas Arya pun aku melakukannya setelah menikah, karena aku bukan penganut sex bebas.... kecuali denganmu.. kita belum berpacaran saja kau sudah berani menciumku... dan juga melakukannya saat kita belum menikah. Apa yang kau harapkan Sean... apa kau lupa kau menikahi seorang janda bukan perawan " jawabnya tanpa berkedip...jiwanya mulai emosi karena Sean seakan-akan mengadili masa lalunya


" Sudah... Sean... Emma benar, semua orang punya masa lalu dan itu tidak penting, yang penting adalah masa depan " Marsha pun akhirnya menengahi lalu menarik tangan Emma agar mengikutinya


Daniel mendekati Sean dan merangkulnya


" Sean... tak perlu kau cemburu dengan masa lalu, sekarang dia sudah menjadi milikmu... itu yang terpenting " nasihatnya... Sean berlari menyusul Emma dan memeluknya dari belakang....


" Maaf kan sayang, maafkan rasa cemburuku yang berlebihan... itu karena aku sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu " ucapnya tulus


" Ya tak apa-apa Sean... jika kau menyesal me... " sahut Emma pelan


" Tidak Emma aku tidak pernah menyesal menikahimu, aku hanya menyesal terlambat bertemu denganmu... jika waktu bisa di ulang aku akan tetap mengejarmu walau harus bersaing dengan seribu pria sekalipun...aku tak akan mundur " ucapnya lantang


Ohh si Sweet... klepek-klepek deh Emma dengarnya.. Oppa Sean salanghae 😍😍😘😘


See you next eps


Jika diberi boom vote ... thor akan double up... di tunggu ya


Foto Emma saat Pemilihan Putri kampus


__ADS_1


__ADS_2