Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
113. Ke Pulau 2


__ADS_3

pagi sista..... 😍😍


Thor otaknya lagi sengklek ya... lagi pengen nulis yang romantis pake hot 😅😅


So ini eps + 21... bagi yang belum cukup umur mohon di skip aja


Bagi yang ngak suka juga mohon di skip aja, secara para pemeran di novel ini dah pada dewasa maka gendre novelnya memang masuk kategori romantis dewasa yang sista.


Para pembaca yang masih di bawah umur harap bijak ya... 🙏🙏🙏


🍭🍭🍭🍭


Tanpa melepas gengaman tangannya Eric membawa Ida menuruni Jet, di bawah... sebuah mobil Jeeb bak terbuka sudah menanti mereka, Eric membantu Ida naik ke Jeeb , mereka duduk di bangku belakang... Sedangkan di depan supir dan Kepala mandor


Mobil berjalan di jalan yang tak terlalu mulus menuju Lokasi pembangunan Mansion Eric di pulau itu. Ida sangat mengagumi keindahan pulau... Ia bahkan sampai berdiri untuk menikmatinya, Eric menyematkan jasnya ke bahu Ida


" Pakailan... udara sangat dingin " ucapnya


" Terimakasih... pulau ini benar-benar milikmu? "


" Hemm ya , kau suka? " tanyanya... namun tak ada jawaban dari Ida hanya sebuah senyuman manis yang membuat Eric terpesona


Tak lama mobil memasuki halaman yang luas dari Mansion, nampak betapa megahnya bangunan yang masih belum rampung itu


" Kira-kira berapa lama lagi pembangun baru selesai Tony? " tanya Eric


" Sekitar 3 bulan tuan... kendala utama adalah factor mengangkutan bahan dan cuaca "


Mobil berhenti di pintu utama, dengan gesit Eric turun lalu membantu Ida menuruni mobil. Eric kembali mengenggam tangan Ida... Walaupun Ida menolaknya namun Eric tak mau melepaskannya


" Eric lepaskan " pintanya karena malu banyak pekerjaannya yang memperhatikan mereka


" Sudah diam... kau tak takut nanti kalau kesasar " ucapnya sambil tersenyum


" Ini kan hanya satu bangunan Eric mana mungkin aku kesasar " protesnya


Eric membawa Ida berkeliling mansion yang terdiri dari 2 lantai tersebut, memang sangat luas... Ida sampai lelah mengikuti Eric. Hingga sampailah mereka di kamar utama di lantai 2...Ida sangat kagum dengan kemewahan kamar tersebut.


Dari seluruh kamar yang ada hanya Kamar utama ini yang sudah selesai dengan sudah lengkap perabotannya.

__ADS_1


" Bagaimana menurutmu.. kau suka kamar utama ini? "


" Ya ..sangat mewah dan luas, Eric lihatlah... kamar ini menghadap pantai, indah sekali. View nya " ucap Ida sambil berjalan ke balkon dan melihat hamparan pantai yang begitu luas dan Indah di depannya


" Boleh aku berjalan-jalan di pantai? apakah di dermaga itu Kapal milikmu... aku boleh numpang foto ya he he " tanyanya


" Tentu saja... Nanti sore aku akan menemanimu, sekarang kita makan dulu setelah itu istirahatlah dulu " ucap Eric yang di angguki Ida


Ida mengenakan pakaian pantai yang sebenarnya tak terlalu terbuka... Namun tetap membuatnya terlihat begitu sexy. Mata Eric sampai tak bisa beralih dari tubuh Ida, melihat Ida menuruni tangga dari lantai 2


" Ayo... aku sudah tak sabar " ucapnya senang


" Ayo aku juga belum melihat isi kapalku.... " sahutnya lalu menarik tangan Ida, namun Ida melepas tangan Eric dan berlari ke pantai lebih dulu.... ya mansion langsung terhubung dengan pantai, Eric membuat Mansion yang tak Jauh dengan pantai


Ida senang sekali... ini seperti di Bali Namun lebih indah dan privat karena tak ada orang lain di pantai hanya mereka berdua


" Eric... fotokan aku ya " pinta Ida sambil menyerahkan hp nya, Eric pun menurutinya... Ia mengambil beragam foto Ida dari di pantai sampai di Kapal pesiarnya


Selama se jam lamanya, Eric mengikuti Ida tanpa suara.. Ida asik menikmati permandangan pantai Sedangkan Eric asik memandangi Ida.


Karena lelah Ida dan Eric lalu duduk di lobby Kapal pesiar


" Sudah kubilang... aku akan tinggal disini dengan pendampingku dan anak anak kami, aku ingin menikmati hidup di sini sampai tua "


" Bagaimana dengan pekerjaanmu? "


" Semua perusahaanku sudah berjalan, aku tinggal mengontrolnya lewat laptopku bunda... "


" Sudah ku bilang.... "


" Jangan Panggil aku bunda ha ha " Eric memotong ucapan Ida yang sudah di hapalnya


" Apa kau dulu membangunnya untuk Emma? " selidiknya Ida... Eric terdiam.. matanya memandang ke arah Laut, tangannya mengeluarkan sembatang rokoknya dari kantongnya lalu menikmatinya


" Sejujurnya ...awalnya iya, namun setelah Emma memintaku mengiklaskannya dengan Sean...aku sempat menghentikan pembangunannya sampai bulan lalu aku memutuskan untuk memulai kembali "


" Mengapa? "


" Karena Richard yang memintanya, Ia bilang... Papa bangunlah kembali mansion kita di pulau, aku akan mencarikan istri dan mama yang baik untuk kita ...dan lihatlah wanita pilihan Richard sekarang berada di sampingku " ucap Eric sambil memandang netra mata indah Ida

__ADS_1


" What.....? "


" Ya Ida... mereka berdua menjodohkan kita, mereka Ingin menjadi Saudara... jadi bagaimana apakah kau bersedia menjadi istriku, ibu dari Richard dan Raka.. juga dari anak-anak kita? " tanya Eric sambil mendekati wajah Ida


" Raka dan Richard ... menjodohkan kita? " tanyanya lagi tanpa menyadari wajah Eric yang semakin dekat dengannya


" Ya... "


" Dan kau tau? "


" Pada hari pertama kita bertemu di Paris aku baru tau " jawabnya....


Ida balas memandangi wajah Eric di depannya, wajah nan tampan itu tambah mendekat dan cupppp, Eric mencium bibir Ida.... ciuman lembut namun begitu dasyatnya rasanya... membuat dada keduanya berdebar hebat.


Tak mendapat penolakan dari Ida... tangan Eric menarik pinggang Ida, membuat tubuhnya keduanya tak berpenghalang lagi, Eric terus mencecap bibir manis itu... terbawa suasana Ida pun membalas ciuman Eric. Ciuman demi ciuman berlanjut membawa keduanya memasuki Kapal dan melanjutkan aksinya di dalam kapal


Kedua insan dewasa itu bercumbu tanpa di rem Lagi.... Eric yang haus belaian tak mungkin menyia-yiakan respon positif dari Ida.. Sedangkan Ida yang juga sudah lama tak bersentuhan dengan lelaki tak dapat menghentikan rasa hausnya.


Posisi Ida kini sedang menduduki Eric di sofa, keduanya masih asik saling mencecap dan meraba...baju Eric sudah terlepas dari tubuh kekarnya menampakkan otot dan roti sobeknya yang begitu mengoda, Ida meraba otot otot nan kekar tersebut membuat libidonya tambah tak terbendung..... sampai bunyi hp Ida mengagetkan keduanya.... Ida melepaskan pagutannya, Ia bergegas mengambil hpnya dan melihat ternyata Raka menelfonnya, Ida pun berjalan ke luar dari Kapal gunakan menerima telfon anaknya sambil menenangkan nafasnya yang masih memburu .....


Sedangkan Eric yang terduduk di sofa hanya bisa mengaruk kepalanya yang tak gatal sambil melirik ke arah si boy yang sudah menegang


" Sabar ya boy.... Ntar malam kita Coba lagi.... " bisiknya pelan sambil mengambil bajunya dan memakainya.


Setelah tenang Eric menyusul Ida, Ia melihat Ida masih asik berbincang2 dengan Raka sambil menghadap ke arah lautan, Eric mendekati Ida dan memeluknya dari belakang... di sesapnya rambut Ida yang begitu lembut dan harum. Ida mengakhiri perbincangannya Ia meminta Eric melepas pelukannya namun Eric tak mau


" Temani aku menikmati sunset " bisiknya tanpa melepas pelukannya..." Ah... Ida kau tadi sudah sempat membuatku melambung, Kau harus bertanggung jawab " bisiknya membuat Ida merinding


Pada nungguin ya ena-enanya he he.... sabar ya sista eps berikutnya


See you next eps


Jangan lupa like komen dan vote nya


Ce Ida di pantai....



__ADS_1


__ADS_2