
Setelah Harold menghilang Marsha kembali duduk di bangku tadi, ia menatap jam di tangannya.... ditariknya nafas panjang, 25 menit saja lagi waktunya bisa menikmati keindahan dan kebebasan ini... Marsha tau sepulangnya ia dari taman ini... Daniel akan mengurungnya, memperketat keamanan dan mengikutinya kemanapun bahkan ke toilet, Ya resiko yang harus di terimanya karena berani menghilang dari Mansion.
" Apakah yang harus kulakukan...?? jika aku minta cerai pada Daniel sekarang untuk menebus rasa bersalahku pada Sousa apakah tidak terlambat?? apakah Daniel akan bahagia dengan Sousa?? apakah.. apakah... apakah.... " begitu banyak pertanyaan bergelantung di kepala Marsha. Marsha melepas hinghillnya lalu menentengnya, ia berjalan meniti jalan setapak membawa hatinya kemanapun agar terasa nyaman.
Sementara itu di Mansion
Daniel... Sean dan Jhon ( bodyguard) berada di satu mobil... di depannya ada 1 mobil dan di belakang mereka ada 2 mobil.... Daniel tidak main-main dalam mencari Marsha
" Pah sebenarnya ada masalah apa antara papah dan Mam.. sampai Mam kabur begini?? " tanya Sean penasaran
" Tidak ada yang serius Sean... kami hanya berselisih pendapat mengenai lamaran Harold pada Billy, Marsha tak setuju dan ia marah karena papa tidak tegas pada Harold... itu saja " jawab Daniel
" Lalu mengapa Mam sampai menghilang seperti ini pah... kurasa masalahnya lebih dari itu " ucap Sean lagi
" Jhon berikan aku senjatamu!! " titahnya
" Untuk apa Pah..?? " tanya Sean
" Jika mamamu sampai bertemu dengan lelaki lain siapapun itu aku akan menembak lelaki keparat itu dengan tanganku sendiri , Papah akan mengurung mamamu di mansion... selamanya.... " ucap Daniel marah
" Pah..... Mam bukan wanita seperti itu, aku sangat tau dengan sifat Mam... Mam adalah wanita yang sangat setia pah " protes Sean
" Sesetia nya wanita jika dirayu terus... pasti akan luluh jua suatu saat "
" Siapa juga yang merayu mam di usia begini pah... sedangkan dulu saja semasa aku smu, apa papah tau begitu banyak pria yang mendekati Mam, mereka lebih tampan dan lebih muda dari papah...tapi Mam tak bergeming, apalagi sekarang pah.. Mam sudah punya cucu " terang Sean
" Jadi apa maksudmu... tak usah berputar-putar! "
" Maksud Sean... buang jauh-jauh prasangka papah pada mam, jika Mam tau papah menuduhnya selingkuh..... habis papah " ucap Sean , Daniel pun terdiam... apa benar kata Sean, namun mengapa hati kecilnya gelisah seolah memberitahu ada yang tidak beres dengan Marsha
Ketiganya lalu terdiam sepanjang perjalanan dengan pikiran masing-masing
" Tuan... ada telfon dari team IT.. nyonya bergerak berlahan dari titik awal " lapor Jhon
__ADS_1
" Kalau begitu apa yang kau tunggu... injak gas mu... sialan, jangan sampai Marsha hilang lagi!!! " bentak Daniel
Iring iringan akhirnya sampai taman Hyde Park dengan segala dramanya di jalan. Semua bergegas turun.. terutama team IT yang terus mencari jejak Marsha dari sinyal HP nya. Setelah 10 menit.......
" Tuan itu nyonya... sedang bermain air di kolam!! " teriak team IT, Daniel dan Sean langsung berlari menuju kolam yang sedang penuh dengan anak kecil itu, Marsha nampak tertawa-tawa bersama beberapa anak di depannya. Sepatu dan tas tangannya tergeletak begitu saja di pinggir kolam
Jhon lalu mengambil sepatu dan tas Marsha, sedangkan Daniel mendekati Marsha ke pinggir kolam... entah menguap kemana kemarahannya tadi setelah melihat tawa Marsha yang begitu indah
" Sayang.... sudah puas mainnya, ayo pulang!? " tegur Daniel pelan... Marsha yang mendengar suara Daniel langsung menoleh
" Daniel... kau sudah datang...!! " ucapnya lalu berjalan berlahan keluar sambil mendadah pada anak anak tadi. Marsha menginjakkan kakinya ke luar kolam dengan bantuan Daniel... Daniel lalu mengendong Marsha ala Bridalstyle
" Daniel.. malu dilihat orang " ucap Marsha sambil berpegangan di leher Daniel
" Biar saja... peduli amat dengan orang lain, aku tak mau kakimu terinjak kotoran nanti " ucap Daniel, Setelah sampai di bangku couple... Daniel menurunkan Marsha... ia berjongkok lalu membuka syal di lehernya dan mengeringkan kaki Martha dengan Syal tersebut, Marsha berusaha menarik kakinya
" Daniel.. hentikan, nanti akan kering sendiri " protesnya
" Tidak... biar kukeringkan... nanti kakimu kedinginan " kekeh Daniel terus mengosokkan Syal tersebut ke kaki Marsha
" Ternyata tuan sangat romantis... bisa nih ku praktekkan pada calon istriku " ucap Jhon membuat Sean tersenyum
" Setialah pada calon istrimu Jhon... jangan jadi play boy lagi... look papah, kata Mam, papah dulu sangat playboy... namun begitu menikah dengan Mam... lihatlah papah jadi sangat lebai " ucap Sean... keduanya lalu tertawa bersama
Selesai memakaikan highhill Marsha, Danielpun duduk di sebelah Marsha tangannya memeluk bahu Marsha sedangkan Marsha merebahkan kepalanya ke dada Daniel
" Mengapa kau kabur Marsha...?? " tanya nya pelan, ia tak mau bertengkar dengan Marsha
" Entahlah... aku hanya ingin merasakan sensasi berjalan seorang diri tanpa seorangpun mengikutiku " jawab Marsha sambil mengeratkan pelukannya
" Apa kau tau berapa cemasnya aku Marsha, bagaimana jika ada orang yang berniat jahat padamu atau penculikmu... apa kau ingin aku mati jantungan karenanya?? " tanya Daniel dengan nada yang mulai meninggi, Marsha tersenyum kecil... ia tau Daniel berusaha mati-matian untuk tidak memarahinya
Marsha mengangkat wajahnya, ia lalu menduduki Daniel agar tinggi mereka sejajar,
__ADS_1
" Apa kau masih mencintaiku Daniel?? " tanyanya
" Sangat melebihi nyawaku " jawabnya cepat... Marsha memandangi bola mata Daniel... ia berusaha mencari kebenaran dari mata yang memandanginya dengan penuh cinta itu. Marsha kemudian mencium kening Daniel... lalu kedua matanya bergantian... hidung mancung Dqnielpun tak luput dari bibir Marsha dan terakhit sebuah ******* singkat di bibir Daniel, setelahnya Marsha kembali duduk di bangku dan memeluk Daniel kembali
" Maafkan aku sayang, tadi siang saat aku googgling tempat yang bagus untuk membawa cucu jalan-jalan taman ini ternyata menjadi Favorit, itulah mengapa aku kemari... survei dulu " jawab Marsha
" Dan aku harus percaya dengan jawabanmu ini sayang??? " todong Daniel
" Terserah padamu Daniel, ayo kita pulang " ajak Marsha ..keduanya lalu berdiri... Daniel mengandeng tangan Marsha dengan erat
" Kau akan mendapat hukuman Marsha... kau tau itu kan...ciumanmu tadi tak akan mengurangi hukumanmu " ucap Daniel sambil mencium tangan Marsha yang di genggamnya, Marsha hanya tertawa mendengarnya
" Daniel... jika dulu aku tak bertemu denganmu, apakah kau akan menikahi Saosa?? " tanya Marsha membuat Daniel berhenti melangkah dan menatap tajam ke arah Marsha
" Apa kau kabur ini ada hubungannya dengan Saosa??? " tanya Daniel dengan suara bergetar
" Apa yang sudah di katakan Saosa padamu Marsha ?? jangan pernah percaya satupun kata-kata yang keluar dari mulutnya, semua itu bohong " ucap Daniel lagi
" Termasuk.. saat Saosa sempat mengandung anakmu Daniel??? " sambung Marsha membuat Daniel langsung terhenyak
Begitu pun Sean dan Jhon yang berjalan tak jauh di belakang keduanya, keduanya saling pandang tak percaya mendengar pertanyaan Marsha
Saat sedang tegang-tegangnya suara seseorang memecah keheningan
" Haii Marsha.. Daniel... kebetulan sekali bertemu dengan kalian di sini " sapa seorang wanita yang ternyata si biang kerok... yaitu Saosa....
Ahhh Saosa mengapa kau datang di waktu dan tempat yang salah....
Hemmm apa ya yang akan terjadi selanjutnya....ya... 🤔🤔
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya
__ADS_1
Yang pada pengen liat Daniel Brown.. ini penampakannya ya....