
Khusus senin.. double up... di tunggu vote kalian agar ATM bisa masuk rangking sista... 😘😘😘
" Moooommm lepaskan.... " Lisa kaget melihat pipi Billy yang di uyel-uyel mamanya, Billy berlari ke belakang Lisa minta perlindungan
" Mom kebiasaan deh... asal ketemu cowok cakep aja di gituin... kasiankan, anda ngak papa kan tuan Billy? " tanya Lisa sambil berbalik memperhatikan kedua pipi Billy yang memerah
" Hik.. hik sakit... Emma... tolongin Billy 😭😭 "
" cup.. cup.. cup udah maaf ya.. mom aku memang gemesan orangnya, mom ini calon bos nya Lisa... Billy ini mamaku " ucapnya mengenalkan keduanya
" Ooo calon bos.. kirain calon mantu mama haii " sapa mama Lisa ramah, Billy hanya mengangguk sambil menunduk sopan
" Hai... nyonya.. nama saya Billy " sahutnya tak kalah ramah
" Silahkan duduk.. maaf ya habisnya kau tampan sekali hi hi... lanjutkan saja mom mau istirahat, lelah sekali rasanya ..Lisa buatkan mom teh panas " ucapnya sambil duduk di sofa memijati lehernya
" Nyonya bekerja di mana? " tanya Billy kepo
" Saya bekerja di hotel Ibis di bagian loundry "
" Bukankah melelahkan bekerja di bagian loundry, mengapa tidak bekerja di bagian lain saja nyonya? "
" Dengan usiaku ini, ada yang mau menerima bekerja saja sudah bagus tuan.. saya tak bisa memilih, yang penting kedua adik Lisa bisa lanjut sekolah " jawabnya sambil memandangi foto keluarganya
" Memangnya berapa biaya yang dibutuhkan untuk ke dua adik Lisa nyonya? "
" Sebesar gajiku sebulan di hotel , jadi Lisa lah yang memenuhi kebutuhan dapur kami karena uang gajiku habis untuknya kedua adiknya "
" Jika nyonya tak keberatan.. saya bersedia membayarkan biaya bulanan mereka "
" Kau bilang kau bukan pacarnya Lisa.. namun mengapa kau begitu baik ? " selidiknya
" Jangan salah paham nyonya...dulu saat lulus smp kedua orang tua saya meninggal karena kecelakan mobil tunggal, Bos papa saya membiayai sekolah dan hidup saya sampai saya lulus kuliah. Karena itu saya pun Ingin berbagi , setidaknya hanya itu yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan tuan dan nyonya Brown " jelas Billy
" Ini kartu nama saya, nanti hubungi saja saya..saya akan transfer tiap bulan Jadi nyonya tidak perlu bekerja terlalu keras lagi.. ok, dan satu lagi nyonya "
" ya... apa itu? "
" Tidak perlu memberitahu Lisa, saya tidak ingin hal ini nanti mempengaruhi Lisa dalam bekerja " pintanya Billy
" Terimakasih tuan... hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikanmu.. " mereka pun lanjut berbincang tanpa menyadari bahwa sebenarnya Lisa mendengar semua dari balik pintu.
" Mom ini tehnya, ini surat lamaran magang saya tuan " ucapnya seraya menyerahkan sebuah map pada Billy
" Baiklah.. saya permisi dulu, nanti kami akan menghubungimu.. permisi nyonya " pamit Billy lalu keluar.. Lisa pun mengantar Billy sampai ke pagar
" Terimakasih tuan..... " teriak Lisa yang di balas lambaian tangan oleh Billy
__ADS_1
Lisa masuk kembali ke rumahnya
" Nak... tadi tuan itu... "
" Aku mendengar semuanya Mom "
" Jadi bagaimana.. mom ambil apa tidak bantuannya "
" Terima saja mom, anggap saja pinjaman... nanti aku yang akan melunasinya jika sudah bekerja, jadi mom bisa berhenti bekerja di hotel dan kembali membuat Kue saja "
" Baiklah nak... ya Tuhan mimpi apa semalam, hari ini Tuhan mengirimkan seorang malaikat tampan membantu kita " ucap mom sambil memeluk Lisa
" Pasti papa yang membantu kita mom, ini semua balasan dari kebaikan papa selama ini " kedua ini dan anak itu hanyut dalam rasa Syukurlah yang dalam.
🍒 Back ke tkp yo 🍒
Saat ini kucing garong sedang kelelahan setelah mengeksekusi putri tidur, Ia berbaring miring sambil memeluk erat Emma
" Pantasan saja papa tak pernah mau berpisah lama dengan mam, rupanya seperti ini rasanya " ucapnya geli sendiri mengingat dulu jika ia pulang liburan sekolah dan ingin tidur dengan mamanya... pasti papahnya melarang dengan berbagai alasan
" Emma.. sayang... Kau masih marah? " tanyanya sambil menciumi tengkuk Emma, Emma pun mendengus kesal
" Ya iyalah... gimana ngak marah, baru juga massage udah di pake lagi... badanku bukannya rileks malah tambah sakit gini, kamu tuh yah coba di tahan sedikit napsumu itu, ngak kasiannya apa sama aku " omel Emma panjang lebar
" Iya... iya.. maaf. "
" Iya.. aku janji.. ngak minta lagi malam ini "
" Awas kalau bohong, kusunat tuh si boy "ancam Emma
" Iyaa.. tapi besok bolehkan sayang, jangan lama-lama marahnya ya.. kau boleh minta apaaa saja " rayu Sean
" Betul boleh minta apa saja ? " Emma langsung berbalik menghadap Sean
" Ya... kau mau minta apa ? katakan.. semua akan kubelikan, janji "
" Aku sudah punya semua, aku hanya ingin kau menerima Lisa magang di perusahaan selama 3 bulan, jadikan dia asisten Billy " Emma sudah mulai mengeluarkan jurusnya he he
" Billy tidak perlu asisten.. nanti dia kutempatkan di kantor papa saja ya"
" Tidak... kalau kau tak mau ya sudah, 3 bulan libur tuh boy ngak boleh masuk kandang biar aja karatan boymu itu " sahut Emma sambil kembali membalikkan badannya
3 bulan... itu namanya bukan lagi karatan.. namanya mati bunuh diri ketabrak truk masuk ke kali lalu di sambar ama buaya...😱😱😱 no.. no.. big noooo
" Okay sayang... okay Lisa jadi asistennya Billy fix, jangankan 3 bulan seumur hidup juga boleh... ya ya " Sean langsung menjawab cepat, Emma kembali berbalik dengan senyum kemenangannya
" Begitu dong.. itu baru anak baik, terimakasih muahhh " Emma mencium hidung mancung itu sebagai tanda terimakasih lalu segera berlari ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam
__ADS_1
" Ternyata seperti ini senjata seorang istri di atas ranjang.... pantasan papa yang begitu tegas dan di takut di kantor, tak berdaya melawan kehendak mam di rumah ha ha ha asem.. asem.... " Sean tertawa geli sendiri dengan keadaannya sekarang.
Padahal dulu ia sering menegur papanya karena tak berani melawan mamanya..ternyata ia juga ketakutan setengah mati padahal baru di ancam begitu saja... ha ha ha
Emma yang sedang mandi bingung mendengar Sean yang tertawa-tawa sendiri
" Ada apa dengan Sean... tertawa sendiri begitu? " Emma pun bergegas menyelesaikan mandinya dan keluar
" Sean... ada apa... mengapa kau tertawa sendiri begitu? hah " tanya Emma heran, Sean hanya tersenyum... Ia mengangkat Emma sambil berputar beberapa kali
" Ha ha tidak apa-apa sayangku, aku hanya bahagia... sangat bahagia " ucapnya lalu memeluk Emma dan menciumi keningnya berkali-kali sebelum masuk ke kamar mandi
Selesai mandi dan berpakaian, keduanya keluar dari ruangan Sean. Nampak Billy dan Suprie cs sudah siap mengawal keduanya
" Emma ini berkasnya Lisa " ucap Billy menyerahkan map di tangannya
" Kau saja yang simpankan Billy, Lisa akan menjadi asistenmu selama 3 bulan ini " jawab Sean sambil mengandeng Emma melewati Billy
" W.. w.. what... asisten ku, boss aku tak butuh asisten bosss " Billy mengejar keduanya sampai ke dalam lift
" Boss sungguh.. aku tak.... "
" kalau mau protes Jangan denganku, protes saja sama Emma " potong Sean
" Emma.... "
" Billy kau pilih saja.. kau jadikan Lisa asistenmu atau pacarmu..tak ada bantahan itu sudah final " ucap Emma sambil mengandeng Sean keluar dari lift
" Emma mengapa kau begitu kejam hik hik hik..... " Billy keluar dari lift dengan gontai
" Prie.... tolong aku Prie... "
" Au ah gelap.. Lo giliran susah aja minta tolong, tadi sore gua nanya lo bilang gua kayak emak-emak arisan wek " Suprie tak merespon Billy
" Prie...... Lo ngak setia kawan "
" Biarin yang penting gua setia kawin"
" Maksud loo....? "
" Gue setia sampe mati ama istri gua tercinta..... bye bye selamat menikmati hidupmu Billy, nasihatku... turutin saja maunya nona Emma. Tak mungkin nona Emma menjerumuskanmu, karena nona sudah menganggapmu seperti adiknya sendiri "
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote
Happy reading selalu
__ADS_1