
Haii sista... terimakasih atas vote kalian, membuatku jadi tambah semangat untuk menulis.
Banyak yang berharap Emma tekdung ya... tapi gimana belum juga sebulan bikin the baby ngak mungkin kan udah jadi.. sabarno ya sista
Love love buat kalian semua 😍😍
🌇🌇🌇🌇
Hari sudah pagi ya sista... sepasang merpati telah bangun dari pembaringannya. Sean yang telah lebih dulu mandi kini tengah duduk santai menunggu Billy membawakan baju ganti mereka.
Tok.. tok.. tok..
" Boss boleh masuk? "
" Ya.. masuk, panggil Suprie!! "
Ipin upin pun masuk bersamaan dengan pelayan hotel yang membawalan 2 porsi sarapan. Setelah pelayan keluar ....
" Berdiri kalian berdua.. angkat satu kaki kalian!! " perintah Sean membuat kaget keduanya
" Boss saya kan udah izin mau masuk....masa salah lagi ? " protes Billy, namun ia tetap mengangkat satu kakinya. Sean berdiri sambil memelototi keduanya
" Kemana kalian berdua semalam hah, aku minta tolong tak satupun yang keliatan batang hidungnya, sudah bosan kerja padaku?? kalau terjadi apa-apa dengan Emma gimana hah " tanya Sean jengkel..Suprie dan Billy saling pandang lalu mengambil hp masing-masing
" Bos kapan minta tolongnya.. bos ngak ada nelfon kok iya kan Prie? " tanya Billy
" Iya boss.. semalaman saya juga berdiri di depan kamar bos , bos ngak ada manggil "
" Semalam Emma itu di culik oleh seorang pria... entah siapa dia "
" Apaaa....??? Jadi Emma diculik, Prie lo gimana sih jadi bodyguard kok ngak becus.... " teriak Billy kaget
" Tapi bos dan Emma ngak keluar Sama sekali dari kamar... gimana nyuliknya, bos juga kok ngak manggilnya semalam? " Suprie pun panik bagaimana Ia bisa seteledor itu.. tiba-tiba
Kletek..... Emma keluar dari kamar mandi dengan memakai baju mandinya semua mata memandang ke arah Kamar mandi
" Nona Emma? "
" Emmaaa Kau baik-baik saja kata bos kau di culik hik hik hik... " Billy berlari ke pelukan Emma, membuat Emma bingung ada apa ini ??? Ia pun memandang ke arah Sean
Sean mendekatkannya lalu menarik Billy dari pelukan Emma
" Berdiri disana... siapa yang mengizinkanmu memeluk Emma " bentaknya lalu menyerahkan baju ganti Emma
" Ada apa Sean.. siapa yang di culik?
" Tidak apa-apa sayang, kau gantilah bajumu dulu " jawabnya.. lalu kembali ke hadapan ke duanya
" Bos.... Katanya Emma di culik, buktinya Emma baik-baik saja " protes Billy..Sean menarik nafas panjang
" Kalian berdua duduklah dulu, semalam aku mimpi buruk.. Emma diculik seorang pria tapi kalian tak ada yang menolongku " ucapnya sambil menerawang mengingat mimpinya semalam
Ipin upin hanya bisa saling pandang... oh boss, bos yang gila apa kami sih yang ngak waras 😭😭😭
" Bos mimpi Itukan hanya kembang tidur, tidak usah terlalu dipikirkan " ucap Billy
__ADS_1
" Tidak... Suprie mulai sekarang tingkatkan pengawasan pada Emma, tambah personel aku tak mau apapun terjadi padanya.. mengerti!! "
" Siapp tuan!! " Suprie langsung keluar dari ruangan, ahh akhirnya bebas juga dari tuan Sean yang lagi mabok cinta...omg... mimpi aja dianggap kenyataan, aku harus super hati-hati sekarang.. kalau sampai beneran kejadian, bisa mati aku...
Sementara Billy mau tak mau tetap di kamar,
" Bos apa tidak berlebihan menambah pengawalnya hanya karena mimpi ? "
" Tidak Billy, Kau kan tau aku punya insting yang kuat.. Jangan sampai Emma tau akan hal ini, mengerti !! "
" Siapp Bos.. " sahutnya mengerti
Sean dan Emma kini sedang sarapan
" Billy.. sementara aku makan balas semua emailku " titahnya lagi
" Billy apakah kau sudah makan? " tanya Emma, Billy mau menjawab belum namun tatapan membunuh Sean membuatnya mengurungkan niatnya.. padahal ia laper banget 😭
" Sudah.. silahkan saja " jawabnya sambil menelan air liurnya. Billy kemudian mengambil laptop Sean dan duduk di balkon
" Huh mending aku keluar dari pada jadi obat nyamuk di dalam " ucapnya
Selesai sarapan mereka berangkat kembali ke Kantor utama. Kedatangan mereka di sambut oleh karyawan tentunya sambil memperhatikan Emma yang kini menjadi trending topic di Kantor.
Apalagi Sean selalu memeluk pinggangnya, beberapa kali Emma mau melepaskan tangan Sean namun Sean tak mau.
" Seannn... malu, Inikan di Kantor "
" Kantor ini milikku sayang, siapa juga yang berani protes " jawabnya lalu mencium pelipis Emma di depan semua orang , membuat wajah Emma tambah memerah
Dari kejauhan Susan melihat sambil mencibir
" Keluarga Brown memang seleranya yang mini -mini, lihatlah mamanya Sean kurang lebih seperti gadis itu bukan? " Sahut rekannya
" Huh bagaimana mau memperbaiki keturunan jika begitu " Susan sangat jengkel mendengarnya
Sesampainya di ruangan Sean, Emma tidak di perkenalkan bekerja.. Ia hanya disuruh duduk manis. Lelah bermain hp, Emma tak sengaja melihat ke arah Sean yang masih asik bekerja di mejanya, jasnya sudah di lepas, bahkan lengan bajunya di gulungnya menampakkan otot kekarnya, Ia sangat serius bekerja... membuatnya terlihat begitu tampan dan sexy di mata Emma..dadanya berdesir melihatnya.
Emma berjalan mendekati Sean lalu duduk di pangkuan Sean, Ia menciumi wajah tampan itu dengan Gemas, Cup.. cup.. cup.. membuat Sean akhirnya menghentikan pekerjannya
" Ada apa sayang, kau Ingin.. Ayo kita kekamar "
" Iss apaan sih...."
" Lalu mengapa kau mengangguku bekerja "
" Aku bosan.. lagipula badanku sakit semua, boleh aku ke spa.. aku mau massage "
Sean terdiam , Ia masih ingat dengan mimpinya semalam
" Tidak... "
" mengapa Sean? "
" Kau tidak boleh meninggalkan ruangan ini " jawabnya tak mau di bantah
__ADS_1
" Kalau aku massage di Kamar bolehkan, aku akan memanggilnya ke sini , bagaimana? " pintanya, Emma teringat dengan Lisa.. Ia bahkan menyimpan no gadis itu
" Baiklah.. kau boleh memanggilnya setelah makan siang.. "
Emma segera menelfon Lisa dan memintanya datang ke Kantor besar jam 2 siang.
Dengan riang Lisa melangkahkan kakinya menuju alamat Kantor yang di kirim oleh Emma
" Ahh asiknya dapat ceperan, Nona Emma memang baik sekali..ia bahkan membayarnya dimuka beserta bonusnya Jumlahnya hampir menyamai gajiku sebulan, mudah mudahan nona Emma menjadi langgananku " ucapnya senang
Dengan takjub Lisa memasuki bangunan besar di depannya, Ia pun mendatangi resepsionis
" Permisi.. selamat siang, saya ada janji temu dengan nona Emma Watson "
" Nona Emma Watson? siapa namanya anda dan ada keperluan apa ? " tanya resepsionis 1
" Nama saya Lisa, saya akan melakukan treatment massage pada Nona " jawabnya lagi membuat kedua resepsionis saling tatap
" Begini... kau tunggu saja dulu di sana ya.. nanti akan kami panggil."
Lisa kemudian duduk manis sambil memperhatikan hiruk pikuk sekitarnya.
" Susan.. bisakah kau turun ke mari.. kami ada masalah " tanya resepsionis
" Ada apa.. aku tak bisa turun, katakan saja! " resepsionis lalu menceritakan perihal Lisa
" Apa.. wanita itu memanggilnya untuk massage di perusahaan, huh kurang ajar dia bertingkah seolah-olah perusahaan ini milik suaminya saja " Susan kesal sekali mendengarnya
" Jadi bagaimana Susan, apakah kita biarkan dia ke ruangan Tuan Muda? "
" Jangan... biarkan saja gadis itu menunggu, seenaknya saja " Susan membanting telfon dengan kesal
Sudah 45 menit Lisa menunggu, namun Ia belum di panggil juga. Ia pun berinisiatip menelfon Emma
" Oh bagaimana ini.. Batrai hp ku habis lagi.... issss nanti dikiranya Nona aku penipu lagi " ocehnya panik
Namun tiba-tiba saja mata Lisa menangkap sesosok pria tampan yang di kenalnya, Billy nampak sedang berjalan dengan gagahnya di ikuti beberapa orang , Billy yang sedang serius bekerja nampak sangat menawan di mata Lisa
" Ia terlihat Jauh berbeda Saat kami pertama bertemu " ucapnya sambil memegang Bibirnya.. saat Billy mulai menjauh, Lisa langsung tersentak..ia berdiri dan berlari mendekati Billy
" Tuan aneh....tunggu sebentar!! " panggilnya.. Billy yang tak merasa tetap berjalan sampai Lisa menarik tangannya
" Tuan Aneh.. tunggu sebentar " panggilnya sambil menarik tangan Billy, Billy menoleh dan melihat gadis cantik yang memanggilnya...mata mereka saling menatap... tanganpun saling berpegangan
" Kau...!!!? " Billy sangat terkejut bertemu dengan Lisa, Lisa pun melepas tangannya
" Tuan... Kau mimisan Lagi....... "
😂😂😂😆😆😆
Billy.....Billy..ono ono wae
Bagaimanakah pertemuan keduanya berlanjut?
See you next eps
__ADS_1
Lisa si cantik yang membuat Billy sampai mimisan