
2 hari terakhir di Bora-bora terasa sangat indah bagi Sean dan Emma, mereka selalu berdua dan hanya keluar untuk berenang di bawah resort mereka. Emma mempergunakan kesempatan ini untuk tidak meminum pil kb nya karena Sean tak pernah lagi menanyakannya. Emma bertekad untuk hamil kembali... ia ingin menambah satu anak lagi sebelum benar-benar ber kb nanti.
Hari ini hari terakhir mereka di Bora-bora, Emma sedang di kamar mandi saat hp Sean berdering.. Sean pun mengangkatnya
" Hallo Martin.. ada apa bro ?? " sapa Sean
" Haii Sean... aku hanya merasa aneh saja dengan para pengawalmu, berulang kali aku ingin menemuimu mereka tak mengizinkannya.. apakah itu perintah darimu Sean?? " tanya Martin. Pertanyaan Martin otomatis membuat alis Sean naik...
" Tidak... aku tak pernah memerintahkan hal tersebut pada pengawalku.. " jawab Sean
" Baiklah kalau begitu.. sebentar aku ke resort mu, kuharap kita bisa berbincang... aku masih kangen denganmu bro "
" Okay... aku akan keluar sekarang " ucap Sean lalu melempar HP nya dengan kesal... berani sekali anak buahnya melarang sahabatnya menemuinya, apa hak mereka!!? omelnya sambil keluar dari risortnya.
Dari kejauhan para pengawal yang melihat kedatangan Sean segera berdiri berbaris
" Selamat siang tuan !! " ucap mereka serentak namun Sean tak menjawab.. nampak wajahnya yang dingin dengan mata yang memerah menahan rasa kesal
" Mengapa kalian melarang Martin untuk menemuiku hah.... aku tak pernah memerintahkan kalian untuk melakukannya...berani sekali kalian!! " bentaknya sambil berkacak pinggang, keenamnya langsung saja saling lirik namun tak ada yang bersuara.
" Jawab...!!! " bentaknya lagi.. lagi lagi tak ada yang bersuara
" Baiklah jika kalian tak ada yang mau menjawab.. jangan salahkan aku jika kalian semua ku pecat begitu sampai kembali di London " ancam Sean.. ke enamnya langsung saja kembali saling pandang
" Maaf tuan... nyonya yang memintanya!! " jawab salah seorangnya akhirnya
" Apa...?? Emma yang memerintahkannya... memangnya mengapa dan kalian lebih mengikuti perintahnya dari pada perintahku hah!?? " omel Sean lagi
" Itu karena tuan Martin tidak berniat baik pada nyonya Emma... tuan " jawab mereka
" Apa maksudnya Martin tidak berniat baik... jelaskan!! " titahnya dengan wajah mulai mengeras... akhirnya sang pengawal yang mendengar percakapan Martin dan Emma pun menyampaikan apa yang di dengarnya tanpa di tambah atau pun di kurangi
" Begitulah ceritanya tuan... mengapa kami mengikuti perintah nyonya, nyonya tak mau lagi bertemu dengan tuan Martin " ucapnya mengakhiri ceritanya... darah Sean langsung mendidih, berani sekali Martin menghina harga diri istrinya dengan terang-terangan meminta Emma menghangatkan ranjangnya.... kurang ajar.. Bangsat, aku akan membunuhmu Martin..!!!😡😡😡 tak terkira kemarahan yang Sean rasakan kini
Dari kejauhan nampak Martin berjalan sambil tersenyum tanpa dosa ke arah Sean.... Sean sudah mengenggam erat jemarinya yang sudah gatal ia ingin menbogem lelaki yang dulu menjadi sahabatnya itu
" Haii bro... akhirnya kita bisa bertemu " sapa Martin.. namun bukan pelukan hangat yang didapatnya dari Sean
__ADS_1
" Buk.. buk.. buk.. kurang ajar kau Martin, kau ingin meniduri istriku hah... dalam mimpimu buk.. buk.. buk.. " Sean menghajar Martin dengan membabi buta, Martin tak tinggal diam ia pun membalas
" Sean... berhenti.. mengapa kau memukulku?? " protes Martin lagi
" Kau masih bertanya Bangsat !??, tanpa merasa bersalah kau ingin membawa istriku menghangatkan ranjang mu cih.... cari mati kau Martin buk buk buk.. " kembali Martin di bogem oleh Sean tanpa ampun
Para pengawal Sean saling tatap
" Bagaimana kita pisahkan bos atau tidak? "
" Tidak usah.. biar saja tuan Martin mendapatkan ganjarannya "
" Tapi nanti kalau bos dilaporkan bagaimana?? "
" Ah urusan gampang itu.. kalau bos yang dilaporkan nanti aku bilang aku yang menghajarnya... kalian kan bisa bersaksi.. sedangkan tuan Martin tak punya saksi " sahut ketua pengawalnya yang kesal dengan kelakuan Martin.. karena ia yang mendengar langsung percakapan Martin dengan Emma
" Kau seperti nya sangat marah dengan tuan Martin bro? " tanya rekannya
" Tentu saja.. karena aku juga sudah punya istri, aku membayangkan jika istriku di perlakukan seperti itu.. cih aku akan membunuh nya " jawabnya sambil tersenyum melihat Martin yang sudah mulai bonyok... 😅 Emangnya buah kale... bonyok... 😆😆maaf ya thor bingung mau pake istilah apa untuk menjelaskan bentuk wajah Martin saat ini... 😂😂
Sedangkan Emma yang baru keluar dari toilet.. bingung tak mendapati Sean di dalam Resort.. akhirnya ia melihat ke luar pintu dan melihat Sean yang seperti nya berkelahi di tepi pantai.. Emma langsung berlari, padahal ia hanya memakai baju tidur saja
2 orang pengawal Emma menjauhkan Martin yang sudah babak belur... Kini Sean sudah agak tenang, Emma memeluknya dengan kencang dan tak mau melepaskannya
" Lepaskan aku Emma... aku belum puas menghajarnya!! " pinta Sean
" Tidak daddy... aku tak akan melepaskanmu, sudah jangan diteruskan " pinta Emma tetap saja memeluk Sean... tangan Sean yang semula mengenggam berangsur terbuka dan memeluk balik Emma, Sean mencium wangi rambut Emma agar amarahnya bisa segera menurun.
Sean memandangi wajah cantik istrinya yang nampak memerah menahan tangis...
" katakan Emma mengapa kau tak mengadukan kelakuan Martin padaku hah....?? " tanya Sean penasaran
" Karena dia sahabatmu... aku tak mau kalian berdua bertengkar karena aku sayang " jawab Emma membuat Sean kembali memeluk tubuh mungil istri tercintanya itu
" Ohh Emma... entah terbuat dari apa hatimu.. kau begitu sabar " ucap Sean dalam hati
Setelah tenang... Sean lalu berjalan mendekati Martin yang sedang didudukkan di sebuah bangku oleh kedua pengawalnya...
__ADS_1
" Daddy.. jangan memukulnya lagi... ingat kau punya 2 anak yang menantimu di rumah " bisik Emma
" Tidak sayang.. aku tak akan memukulnya.. percayalah " jawab Sean sambil terus berjalan
Begitu sampai di hadapan Martin...
" Look Martin... walaupun kau sudah menghina harga diri Emma... ia tetap menjaga persahabatan kita, ia tetap menghargaimu sebagai sahabatku. Namun persahabatan kita nampaknya cukup sampai di sini...aku jijik melihatmu " ucap Sean lalu menarik tangan Emma untuk kembali ke resort
" Percepat kepulanganku ke London , sebelumnya urus si bangsat itu !!" titahnya
" Baik tuan... " para pengawal pun berbagi tugas, 2 orang mengurus Martin, 2 orang mengurus kepulangan dan 2 orang berjaga di depan risort.
Di dalam resort.. Emma dengan telaten mengobati luka memar di pelipis Sean. Sean memandangi wajah cantik Emma yang nampak begitu khawatir... sean kemudian menciumi wajah cantik itu...
" Maafkan aku sayang karena Martin memperlakukanmu dengan begitu buruk " ucap Sean setelah puas menciumi wajah Emma
" Sudahlah Sean.. aku tidak apa-apa yang penting aku toh tak terpengaruh walaupun apa yang di tawarkan oleh sahabatmu itu " jawab Emma
" Martin bukan sahabatku lagi!! " protesnya membuat Emma tertawa...
" Ohh daddy kau sungguh lucu " ucap Emma sambil mencubit kedua pipi Sean yang sudah mulai chabby juga
" Sepertinya masih sempat satu ronde lagi sayang " pinta Sean dan langsung membuka kaos yang di kenakannya
" Daddy... masa masih mau lagi, sebentar lagi kita akan pulang " protes Emma
" Salah sendiri tadi kau meleraiku.. ini tenagaku masih banyak tersisa karena belum puas memukul Martin " jawabnya tak mau ditolak... Sean pun mengangkat Emma seperti sekarung beras dan membawanya ke kamar
" Dasar kau kucing garong.. maaaammmmm tolong aku " teriakan Emma pun menghilang karena bibir Sean menyosornya tanpa ampun...
Hadehhhh silahkan deh Sean puas puas... sebelum kau puasa lagi... 😆😆😅😂😂
Ok sista eps si kucing garong sampai disini, besok kita mau nengok pasangan yang lain lagi yo...
Jangan lupa untuk selalu like komen dan votee ATM biar outhor tambah semangat ya... 😍😍
Resort Emma dan Sean di Bora-bora
__ADS_1