
Hari sudah sangat siang... namun Emma masih betah di pembaringan, suara hp nya terdengar dari tadi..bagaimana mau mengangkatnya... tubuhnya sangat lah lemas, karena semalam Sean sangatlah ganas bagaikan harimau kelaparan.
Bukan hanya Emma yang heran.. Sean sendiri saja keheranan mengapa ia sangat prima padahal ia sangatlah lelah mempersiapkan pernikahan Billy. Karena Emma tak juga bergerak... Sean lalu berdiri dari depan laptop nya dan mengangkat panggilan di HP Emma.
" Hallo... ya Bill ada apa?? " tanya Sean begitu melihat siapa yang menelfon
" Bos.. bisa bicara dengan Emma... penting " pinta Billy
" Emma masih tiduran... sebentar.. " sahut Sean ia lalu mendekati Emma dan memainkan rambut panjang Emma
" Sayang...Billy telfon.. apa kau mau menjawabnya...?? " tanyanya pelan, berlahan Emma membuka matanya.. ia mengambil hp dari tangan Sean
" Ya Bill... ada apa..?? " suaranya terdengar sangat lemah
" Begini Emm... semalam kan.. aku sudah masuk kandang.. trus tadi pagi bangun kan aku pengen lagi, tapi....."
Flash Back on
Pagi ini.. adalah pagi yang sangat indah bagi Billy... ia terbangun di pelukan Elena, gadis cantik yang kini sudah menjadi istrinya. Billy memandangi wajah cantik Elena yang masih terlelap... berpuluh menit dan ia masih betah menatapnya.. sampai Elena mulai bergerak dan membuka matanya...
" Morning Ell sayang...!! " ucapnya lalu mencium kening Elena dengan mesra
" Morning to hubby.. " ucap Elena dengan wajah memerah.. ada rasa yang berbeda pagi ini saat ia terbangun dan mendapati ada orang lain di ranjangnya dan pria itu adalah suaminya . Billy mencium bibir Elena lagi... ia masih sangat menyukai kegiatan barunya itu... perkututnya langsung saja bangun minta masuk kandang lagi... bergegas Billy menarik selimut yang menutupi tubuh Elena, ciumannya sudah turun sampai ke gunung kembar Elena.... dan tangannya turun menyentuh milik Elena
" Aahhhhh.... sakit Bill... jangan sentuh itu.. " teriak Elena tiba-tiba membuat Billy kaget
" Sakit.. masih sakit...?? " tanya Billy.. Elena mengangguk... Billypun terpaksa menghentikan kegiatannya dan si perkutut langsung terkulai lemas
" Ell mau ke toilet.. " cicitnya... Billy pun turun dari tubuh Elena, Elena menurunkan kedua kakinya ke lantai dan hendak berdiri namun ia kembali terduduk
" Kok sakit banget Bill hik hik " ucapnya sambil terisak.. akhirnya Billy pun berinisiatip mengendong Elena ke kamar mandi.. ia mendudukkan Elena di toilet dan menunggunya sampai selesai buang air kecil.. lalu mengangkatnya ke bath up agar Elena bisa berendam air hangat.
" Mau kumandikan?? " tanya Billy
" Tidak usah... nanti ku panggil kalau selesai " tolak Elena
" Aku menunggu di depan toilet ya " ucapnya lalu mencium kening Elena
Setelah 30 menit dan merasa agak baikan Elena pun Memanggil Billy, Billy kembali mengangkat tubuh Elena dan mendudukkannya dikursi meja rias.
Berlahan Elena memoles wajahnya dan memberi perawatan pada rambut panjangnya, Billy mengambilkan gaun tidur Elena yang baru dan membantu memakaikannya... lalu keduanya menuju meja makan.. Elena berjalan berlahan sambil di gandeng Billy
" Apakah sangat sakit sayang?? " tanya Billy lagi...
__ADS_1
" Iya.. sangat Bill... aku tak mau melakukannya lagi " omel Elena...
" What... ngak bisa gitu dong Ell sayang, Gimana kita bisa punya anak jika kita tak melakukannya sering2 " protes Billy
" Pokoknya Ell ngak mau lagi... sakit ayang Bill...!! " kekehnya... Billy hanya bisa terdiam
Flash Back off
" Gitu Ell ceritanya, gimana dong !! " curhat Billy pada Elena
" Memang kalau baru pertama kali.. pihak perempuan pasti merasakan sakit Bill.. kau harus pahami itu.. namanya selaput daranya robek, nanti juga sembuh sendiri.. tapi untuk sementara berikan saja Elena obat anti nyeri.. kau tanya saja lada dokter Edward merk apa yang paling bagus.. Ok, sudah dulu ya " ucap Emma mengakhiri pembicaraannya... Sean masih dengan setia duduk di pinggir ranjang
" Sudah sayang? " tanya Sean.. Emma mengangguk dan menyerahkan hp nya, ia lalu membalik posisinya...
" Daddy... pijit belakangku.. ahh badanku serasa habis di tabrak truk saja " keluh Emma... mau tak mau Sean pun menurut... ia memijat punggung Emma dari leher sampai ke pinggul
" Ya terus daddy.. pijatanmu enak sekali, ngomong2 mengapa kau semalam ganas sekali, kau minum obat kuat ya..!! " todong Emma
" Tidak Emm... sungguh " jawab Sran sampai mengangkat kedua jarinya
" Aku sendiri juga bingung mengapa semalam aku begitu prima " jawab Sean
Selesai acara pijat memijat.. Sean lalu mengangkat Emma ke kamar mandi.. keduanya lalu mandi bareng.. padahal. Sean sudah mandi.. melihat tubuh mulus Emma saat memijatnya tadi membuatnya ingin mandi bersama... namun hanya mandi saja... Emma memberi kode keras tak mau ada adegan tambahan... 😅😅.
Elena membukakan pintu kamarnya dan mempersilahkan keduanya masuk
" Malam Ell..mana Billy?? " tanya Emma
" Billy masih di kamar mandi, ia baru saja mau mandi tadi habis joging " jawab Elena
" Bagaimana.. apakah masih sakit?? " tanya Emma pada Elena
" Tidak terasa lagi setelah 2x meminum obat anti nyerinya.. sudah tak terasa sakit " jawab Elena
" Ya kalau sudah tidak terasa sakit.. nanti malam biarkan perkutut Billy masuk kandang ya.. kasihan dia ha ha ha " bisiknEmma membuat Elena tersipu
" Ngak ah.. malam ini libur dulu.. aku masih takut.. siapa tau masih sakit " jawab Elena
" Tidak sayang..sungguh.. sudah tidak sakit lagi tinggal enaknya saja " jawab Emma lagi
" Sungguh...?? "
" Ya kalaupun sakit.. tak akan Sesakit yang pertama sayang, sudah jangan takut.. katanya mau punya banyak anak.. ya harus rajin juga membuatnya " ucap Emma lagi...
__ADS_1
Saat Emma dan Elena asik ngobrol seputat perkututan... Sean duduk asik bermain gaget saja.. namun tiba-tiba matanya melihat lagi permen seperti kemarin, ia pun mengambil kedua permen tersebut
" Ell aku minta ya!! " ucapnya lalu memperlihatkan permen tersebut pada Elena
" Apa itu Sean?? " tanya Elena
" Permen... " jawabnha
" Oh permen.. ambil saja.. tapi boleh ku minta satu " pinta Elena.. Sean lalu memberikan pada Elena satu bungkus, Elena lalu membukanya dan mengemut permen tersebut
" Permen apaan sih ini Sean.. kok aku belum pernah merasakan permen seperti ini rasanya ? tanya Elena
" Entahlah.. kau tanya saja pada Billy " jawab Sean sambil memakan permen di tangannya.
Kletek.. bunyi pintu terbuka... Bilky pun keluar
" Oh haii... kalian sudah datang?? " tanya Billy
" Ayang Sean nanya permen apa ini.. rasanya kok unik? " tanya Elena sambil memperlihatkan pembungkus permen tadi.. mata Billy langsung melotot...
" Si.. siapa yang memakannya?? " tanya Billy kaget.. handuk di tangannya sampai jatuh ke lantai ....
Elena dan Sean mengangkat tangan mereka bersamaan, Billy melepak kepalanya tak percaya
" Omg... itu bukan permen sayang... bos... itu obat kuat yang di berikan oleh Suprie... aku saja tak mau memakannya, makanya aku lempar saja ke sembarang arah dari kemaren " jelas Billy
Elena dan Sean saling pandang.... Karena permen di mulut Keduanya sudah habis... lalu Pandangan mereka beralih ke pasangan masing-masing
" Emma sayang... sepertinya malam ini kita tak jadi pulang ke Mansion...kemaren aku memakannya satu dan kau sudah rasakan kekuatanku kan " ucap Sean sudah mulai merasakan efeknya
" Ya Tuhan... Suprie... bikin kerjaan saja!! " ucap Emma lemas, Sean pun segera menarik Emma kembali ke kamar mereka.
Setelah Emma dan Sean pergi... Elena segera mengunci pintu kamar dan berbalik menatap Sensual ke arah Billy...
" Ayang Bill.... katanya mau lagi... ayo... kandang mu siap...!!! " ucap Elena dan tanpa di perintah segera melepaskan semua yang di pakainya...Billy tersenyum lebar....
" Ahh Suprie... akhirnya ada gunanya juga permen lo, malam ini aku bakalan puas sepuas puasnya.... " ucalnya dalam hati lalu mematikan lampu kamar, tanda adegan 18 tahun ke atas di mulai....
Kita kagak usah ngintip ya... takut nanti timbilan berjamaah... 😆😆
See you next eps
Eps depan akan membahas Jhon yang menemui anaknya si oxford
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu like komen dan votee ATM yo