
Hai hallo semua pembaca ATM... dah masuk eps 134 ya... thor galau nih.. mau segera di endingkan apa ngak ya, kasih masukkan dong. Thor ikutin suara terbanyak aja, eps ini masih membahas kapten Rangga ya he he mudahan ngak bosen bacanya 😍😍
Sudah pagi ya sista, koskosan bu Ami dah rame aja sejak pagi buta. Seperti biasa setelah sarapan bersama semua bersiap untuk melakukan aktifitas masing-masing. Tak terkecuali Zahra yang sudah siap berangkat ke PT. Kila
Dengan semangat Zahra mendekati motor kesayangannya namun lagi-lagi ban motornya gembos
" Lho kok gembos lagi sih....?? " ucapnya tak percaya
" Kenapa Zahra? " tanya Romi
" Gembos lagi mas..kok bisa ya perasaan kemaren bagus aja sudah "
Romi mendekati motor Zahra dan sok memelototi ban yang gembos tersebut
" Zahra.. ban motor kamu ini sudah saatnya diganti, sebaiknya di ganti sama ban tubles .. Makanya gembos terus " ucapnya sambil tersenyum penuh makna
" Berapa kalo ganti ban ya? "
" Ngak mahal kok.. 2 ban itu ngak sampe sejuta "
" Waduh Zahra ngak punya uang sebanyak itu karena uang gaji kemaren Zahra kasih ke bapak buat sangu ke Bandung " ucapnya sedih
" Ya udah Zahra naik ojol aja sementara " ucapnya sambil membuka aplikasi ojol
" Eit tunggu.... Zahra ngak usah khawatir, serahkan semua sama mas Romi he he sini kunci motormu... pagi ini biar Kapten Rangga yang antar ya " ucapnya lalu merampas kunci dari tangan Zahra
" Bosss antar Zahra ke kantornya... motornya gembos lagi " teriak Romi sambil mendorong motor Zahra ke luar pagar
" Ayo... cepat nanti saya terlambat " ucap Rangga... kembali mau tak mau Zahra di antar oleh Rangga, senyum bu Ami semakin lebar...dari balik pagar Romi memainkan matanya pada bu Ami.. bu Ami mengacungkan jempolnya tanda senang
Sore harinya Romi sudah standby di depan kantor Zahra . Zahra mendekati Romi yang duduk si atas motor kesayangannya itu. Ia memperhatikan ban motornya yang sudah berganti
" Lho ban motornya sudah di ganti mas... Zahra kan belum ada uang " cicitnya
" Ngak papa... mas udah ganti pake ban tubles, gini aja sebagai gantinya mas pake motormu selama 2 minggu ya... anggap aja mas sewa " ucap Romi
" Terus nanti Zahra ke kantor gimana, kalau naik ojol terus sama aja dong...uang Zahra ngak cukup mas... " jawabnya sudah hendak menangis saja
" Tenang saja.. mas punya solusi yang jitu he he selama motor mas yang pake kamu di antar jemputannya sama kapten Rangga ya, Bos ngak keberatan kok... nah tuh orangnya dah nongol... dadah Zahra he he " pamit Romi sambil membawa motor Zahra.... Zahra hanya bisa terdiam sampai mobil Rangga tiba didepannya
" Ayo masuk!! "
" Ngak usah mas... biar Zahra naik ojol aja, Zahra ngak mau ngerepotin mas " tolaknya, tak lama Suprie lewat
" Zahra belum pulang? mau pulang saja bapak " ajaknya... Zahra jadi bingung akhirnya ia membuka pintu mobil Rangga
" Zahra pulang sama mas Rangga aja pak, terimakasih tawarannya " ucapnya lalu masuk dan duduk manis di sebelah Rangga
__ADS_1
" Tadi menolak.. setelah bos kamu ngajakin kok malah masuk ke sini neng? " tanya Rangga bingung
" Anu... itu.... saya ngak berani ikut pak Suprie, soalnya istrinya cemburuan dan jago karate... takutnya nanti terjadi fitnah habis saya di SmackDown sama bu Fatimah he he " jawab Zahra...Rangga tertawa mendengarnya
Baru beberapa menit hp Rangga kembali berbunyi...
" Tolong jawabkan... aku lagi nyetir " ucap Rangga setelah melihat siapa yang menelfonnya.. Zahra menerima dan memencet tombol hijau
" Hallo.. Assalamu alaikum "
" Hallo... wa alaikum salam, ini Zahra ya...? "
" Iya bu...mas Rangga nyetir " sahutnya sopan
" Zahra ibu minta tolong.. bilangin Rangga ambilkan udang sama kepiting di Restoran langganan ibu , sekarang ya. Zahra tolong temanin Rangga ya " ucap bu Ami
" Ee... iya bu " tanpa menunggu jawaban Zahra... bu Ami sudah menutup hp nya. Zahra memandang ke arah Rangga
" Mas di suruh ibu ambil udang sama kepiting di Restoran langganan ibu... sekarang " ucapnya
" OK... kamu ngak papa kan nemanin mas dulu " tanya Rangga... Zahra hanya bisa mengangguk, keduanya akhirnya meluncur dan kembali wara-wiri karena bu Ami kembali minta ini itu
Mobil Rangga memasuki parkiran rumahnya, namun Ia tak mematikan mobilnya karena Zahra tertidur. Rangga memperhatikan wajah cantik yang sedang tertidur itu... tanpa di sadari tangannya naik hendak menyentuh bibir Zahra yang sedikit terbuka namun langsung terhenti karena Zahra terbangun....asem asem ucap Rangga dalam hati
" Sudah sampai mas? "
" iya... "
" Ngak papa... kasian kayaknya kamu cape banget, ayo turun " ajaknya, keduanya lalu keluar...bu Ami menyambut keduanya dengan riang gembira
" Aduh Zahra maaf ya repotin kamu, sekarang mandi dulu ya.. baru kita makan bareng " titahnya... lagi-lagi Zahra hanya bisa mengangguk
Malam ini mereka makan seperti sebuah keluarga...
" Gimana Zahra betahkan di sini? " tanya bu Ami
" Iya bu.. Zahra senang di sini "
" Zahra malam ini mau ngak tidur sama ibu, sesekali ibu pengen punya teman ngobrol... mau yah " pintanya bu Ami
" Boleh deh... di rumah Zahra juga biasanya tidurnya sama ibu " jawabnya senang... bu Ami senang sekali, mereka mengobrol banyak di atas ranjang sebelum tidur ......
Ting.... suara notifikasi tanda ada pesan masuk, Rangga membuka hpnya dan matanya melotot melihat foto selfie Zahra bersama Ibunya di atas ranjang, Zahra bahkan tak memakai hijabnya karena sudah hendak tidur... rambutnya bergelombang dan panjang.... Zahra cantik berhijab dan tanpa hijab Ia bertambah cantik membuat Rangga terpana
" Gimana cantikkan? tunggu apa lagi... ibu mau Zahra jadi mantu ibu , se-ce-pat-nya !!! " pesan bu Ami membuat Rangga tertawa
" Ibu... ibu kebelet banget pengen punya mantu " ucapnya dalam hati.... Rangga memandangi foto Zahra sampai tertidur
__ADS_1
" Selamat malam cantikkkk..... " bisiknya
Hari demi hari berlalu.. tanpa disadari Rangga dan Zahra sudah lebih akrab sekarang, Zahra sudah tidak terlalu kaku terhadap Rangga...malam minggu telah tiba, Rangga bermaksud mengajak Zahra hangout... namun belum menyampaikan maksudnya seseorang sudah menekan bel
Romi yang sedang duduk santai di ruang tamu segera membukakan pintu
" Selamat sore... ada yang bisa saya bantu? " tanyanya melihat seorang pria tampan di depan pintu
" Sore... saya mau menjemput Zahra " ucap pria itu membuat wajah Romi langsung membeku... Waduh saingannya bos berat juga nih...cicitnya dalam hati
" Anda siapa nya Zahra? " tanya Romi penasaran
" Nama saya Billy " jawabnya singkat
" Tuan sudah datang... sebentar ya Zahra ambil tas dulu " suara Zahra terdengar membuat Romi terdiam... Ia memandangi Rangga maksudnya mengingatkan keberadaan Billy sebagai saingannya untuk mendapatkan Zahra
Tak berselang lama Zahra sudah keluar..ia nampak begitu cantik padahal hanya memakai baju sederhana.. membuat Rangga merasa gerah tanpa sebab
" Mas Rangga.. mas Romi... Zahra pergi dulu ya.. Assalamu alaikum " pamitnya
" Pulangnya jangan terlalu malam!! " teriak Romi
Sepeninggal keduanya Romi segera mengambil helm dan jaket.. lalu menarik Rangga
" Ayo. boss kita berangkat " ucapnya
" Kemana? " tanya Rangga
" Mengintai target... pake motor balap bos aja " ucapnya
" Target...? siapa... "
" Udah ikut aja !! " Romi segera tancap gas...
" Rom.... pelan-pelan woii "
" Sudah diam aja... nanti target hilang susah lagi nyarinya " ternyata Romi mengikuti mobil Billy Mereka memasuki mall terbesar di Jakarta.
Billy dan Zahra memasuki toko obat traditional... cukup lama mereka di sana, Billy mencari jamu habis melahirkan dan pil untuk melancarkan asi serta Madu pesanan Emma. Selesai dari situ mereka ke toko pakaian... Billy membelikan beberapa pakaian untuk Zahra sebagai rasa terimakasihnya karena telah menjadi aspri yang baik selama ini.
Mereka lalu memasuki toko perhiasan.. Billy memilih 3 buah gelang bermatakan zamrut... sebagai oleh-oleh untuk Emma, Marsha dan Lisa. Saat Billy meminta Zahra untuk memilih perhiasan untuknya... Zahra menolaknya. Selesai berbelanja mereka pun makan di sebuah restoran... Zahra meminta Billy mengambil Fotonya di sudut restoran, keduanya Sepintas seperti sepasang kekasih... membuat dada Rangga terasa panas setiap kali keduanya tertawa
" Bos liatkan sekarang... kalau bos lambat Zahra bakalan di embat orang lain, agresif sedikitlah bos " nasihat Romi...Rangga tak bersuara namun tatapannya tak pernah lepas dari Zahra, Ia terlihat begitu cantik saat tertawa ...dadanya bahkan berdetak cepat hanya dengan melihatnya tertawa dan tersenyum.... apakah aku sudah Jatuh cinta??? tanyanya pada dirinya sendiri
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote selalu
__ADS_1
Zahra bening yang membuat sang kapten klepek-klepek 💝💝