
" Katakan apa yang terjadi terjadi dengan Emma !! " bentak Eric
" Tekanan darah nona Emma sangat rendah 90/60 wajar saja jika ia pingsan dan sepertinya nona Emma mengkonsumsi vitamin yang berlebihan dosis nya membuat masalah di lambungnya " jelas dokter
" Apakah berbahaya? "
" Nona perlu banyak istirahat, menurut keterangan suaminya mereka baru pulang bulan madu, sepertinya nona juga sangat kelelahan karena ....." dokter terdiam
" Karena.....? "
" Maaf tuan... karena mereka terlalu sering melakukannya "
" Ha ha ha..... Sean Sean, brengsek Kau... Kasian sekali Emma " rutuk Erik kesal
" Apakah Emma hamil? "
" Kami belum memeriksanya, rencananya besok pagi baru kami USG karena keadaan nona masih lemah sekali "
" Sekarang dengarkan baik-baik perintahku, jangan sampai ada kesalahan... jabatanmu taruhannya, mengerti !! " ucap Eric
" ya tuan.. saya mengerti, katakan apa perintah anda "
" Kau harus..... bla.. bla.. bla... " titah Eric
👠👠👠ðŸ‘
Kletek.... bunyi pintu di dibuka, semua langsung berdiri mendekati dokter yang keluar dari ugd
" Bagaimana keadaan Emma dok? " tanya mereka bersamaan, nampak wajah pucat dan cemas dari mereka semua
" Sebelumnya perkenalkan nama saya dokter Jhony kepala RS ini, saya yang langsung menangani nona Emma "
" Jadi tekanan darah nona Emma sangat rendah sekali yaitu 90/60 itu yang membuatnya pingsan. Penyebabnya karena aktifitas berlebih yg membuatnya kelelahan serta mengkonsumsi vitamin berlebih yang menganggu lambungnya " jelas dokter Jhony
" Apakah berbahaya dok? " tanya Marsha
" Untuk saat ini kami terpaksa merawat nona Emma di ruang ICU , besok pagi kami akan melakukan USG dan MRI untuk lebih memastikan keadaan nona "
" Berikan pengobatan yang terbaik untuk anak menantu kami dokter, untuk biaya jangan khawatir " ucap Daniel
" Tentu saja tuan, kami selalu melakukan yang terbaik "
__ADS_1
" Mengapa USG dan MRI baru dilakukan besok dok..? " tanya Marsha lagi... sedangkan Sean hanya bisa diam, ia terlalu shock untuk bersuara
" Karena saat ini kondisi nona Emma sangat lemah, kami akan memberinya cairan dan membiarkannya istirahat dulu malam ini agar kondisinya stabil dulu "
" Aku ingin menemani istriku " akhirnya Sean bersuara juga
" Maaf untuk malam ini pasien tak bisa di temani karena berada di ruang ICU namun jika anda ingin menemuinya sebentar saya izinkan, baiklah saya permisi " pamit Jhony
" Terimakasih dokter " ucap semuanya, Sean langsung menuju ke ruang ICU dan masuk setelah melakukan prosedurnya. Sean melangkahkan kakinya berlahan, ia tak percaya kini istrinya terbaring di RS sakit, padahal selama 2 minggu ini Emma tak mengeluh apapun
Air matanya kembali mengalir deras melihat Emma terbaring lemah dengan infus di tangannya dan oksigen di hidungnya, ia nampak sangat tak berdaya dan lemah .Di pegangnya sebelah tangan Emma lalu di ciumnya pelan
" Sayangku ...maafkan aku, padahal sudah beberapa hari ini kau mengeluh tak mau Sering-sering melakukannya, tapi aku tak perduli. Entah mengapa aku selalu bernafsu melihatmu... maafkan aku sayang.. maafkan aku " Sean menangis sambil menciumi punggung tangan Emma
" Bangunlah sayang.. jangan tinggalkan aku, aku tak sanggup sayang.. kau adalah jantungku kau tau itu " namun Emma tetap diam membisu
" Permisi tuan.. waktu kunjung anda sudah habis, biarkan pasien beristirahat dengan tenang malam ini agar besok keadaannya lebih baik " tegur seorang perawat
" Tak bisakah aku menemaninya di sini, aku janji tak akan menganggunya " mohon Sean
" Maaf tuan.. nanti jika pasien sudah di pindahkan ke ruangan baru keluarga bisa menemani " jawabnya sopan, dengan berat hati Sean melepas tangan Emma, ia mengecup kening Emma dan berjalan keluar masih dengan air mata mengalir
Keluarga menyambut Sean di luar pintu lalu membawanya ke bangku terdekat
Suprie dan Billy saling pandang, selama lamanya mereka mendampingi Sean selama ini tak pernah mereka melihat Sean menangis. Baru kali ini ia menangis seperti anak kecil. Begitu pula Daniel dan Marsha, semenjak kecil anaknya itu bahkan sangat jarang menangis.
" Sabarlah Sean.. mama yakin Emma akan baik-baik saja besok " bujuk Marsha lalu menghapus air mata Sean dengan sapu tangan Daniel, hati Marsha sangat sedih melihat anak tersayangnya seperti itu, niatnya untuk memarahi Seanpun sirna
👛👛👛👛
Sementara itu di ruang ICU begitu Sean keluar, para perawat segera memindahkan Emma ke ruangan terbaik milik Eric di lantai 5. Ya Erik memiliki ruangan khusus untuk dirinya sendiri di RS itu karena ini adalah RS miliknya, selama ini ruangan itu hanya pernah dipakai 2 kali oleh anaknya.
Eric sudah menunggu di kamar nya dengan gelisah bersama Andre. Tak lama perawat bersama dokter Jhony membawa Emma
" Pindahkan ia ke ranjang!! " titahnya, tanpa suara semua melakukan perintah Eric lalu pergi meninggalkan ruangan
" Tuan Erik besok pagi jam 6 kami akan menjemputnya kembali " ucap Jhony lalu ia juga keluar ruangan
" Hemmm " ucapnya tanpa melepaskan pandangan dari wajah Emma
" Andre berjagalah di luar, bangunkan aku besok jam 5.30 " titahnya sambil mendekati Emma
__ADS_1
" Baik tuan Eric " Andre lalu keluar ruangan dan berjaga bergantian dengan anak buahnya
Eric duduk di sisi ranjang, di ambilnya sebelah tangan Emma dan di letakkannya di pipinya
" Hai Emma... Emmaku, apa kabarmu? maaf karena lalai menjagamu hingga kau jadi seperti ini. malam ini aku akan menjagamu sebagai permintaan maafku sayang " Eric mencium punggung Emma pelan
" Aku sangat rindu padamu sayangku, bertahun aku menanggung rasa ini. Apa kau tau sayang... Rindu itu berat... Rindu itu yang membuatku begitu kuat selama ini. Sayang aku sedang membangun pulau kita, jika saatnya tiba kita akan tinggal di sana, menghabiskan masa tua kita bersama " ucapnya pelan
Erik terus memandangi Emma sampai ia lelah, tak lama Eric berebah di sebelah Emma dan menjadikan lengannya sebagai bantal untuk Emma. Erik memiringkan tubuhnya dan kembali menatap wanita cantik di depannya
" Istirahatlah sayang, malam ini aku akan menjagamu... " ucapnya lalu memejamkan mata sambil menggenggam sebelah tangan Emma dan membawanya ke dadanya. Walaupun Eric sangat mencintai Emma, ia tak mau menganggu rumahtangga Emma. Keduanya tertidur lelap malam itu.
Emma sama sekali tak menyadari apa yang terjadi karena kini ia di bawah pengaruh obat.
Sementara itu Sean berkeras tak mau pulang. Ia menunggui Emma di RS, akhirnya Daniel memesan sebuah ruangan vviv agar mereka bisa beristirahat di dalam ruangan. Saat yang lain tertidur, Sean hanya berebah di sofa. Matanya tak bisa dipejamkan, baru beberapa jam mereka terpisah Sean sudah merindukan Emma... sangat merindukannya
" Maafkan aku sayang, aku janji akan mengontrol hasratku... maafkan aku " ucapnya sambil menghapus air matanya
Keesokan harinya, Eric meninggalkan rs sebelum terang dan Emma di kembalikan ke ruang ICU, segudang pesan si layangkan Eric pada Jhony.
Jam 7 pagi Emma bangun dari tidurnya, dokter segera melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Emma. Setelah 1 jam pemeriksaan menyeluruh selesai.
Melihat hasil laporan kesehatannya, Emma kemudian dipindahkan ke ruang vviv yang telah di pesan oleh keluarga Brown. Suasana sukacita langsung tercipta menyambut kedatangan Emma. Sean langsung memeluk istrinya dan meminta maaf berulang kali.
Melihat Emma yang sudah bisa tersenyum, beban berat di hatinya langsung terada hilang. Hatinya terasa ringan sekali walau air matanya tetap menghiasi. Sean langsung menyuapi istrinya dengan semangat.
Emma tersenyum melihat wajah Sean yang begitu kusut
" Apakah kau tak tidur semalam? " tanya Emma melihat mata Sean yang seperti panda
" Aku tak bisa tidur sayang, aku sangat menghawatirkan mu " jawabnya
" Aku baik-baik saja, nanti setelah sarapan kau tidurlah ya... " ucap Emma yang di balas anggukan oleh Sean
" Selamat pagi semua, saya membawa hasil laporan kesehatan nyonya Emma " sapa dokter Jhony begitu masuk
SISTA SEKALIAN JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE NYA UNTUK EMMA DAN SEAN
SEMUA DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT THOR SEMAKIN SEMANGAT UNTUK BERKARYA
BUDAYAKAN RAJIN MEMBACA
__ADS_1
TERUTAMA KARYA ANAK BANGSA
HAPPY READING SELALU