
Gubrak.... Billy terjatuh saking kagetnya... Ia pun mengintip dari balik mejanya... terlihat wajah Sean yang melotot di hp Suprie.
" He he haii boss... apa kabar ? " tanyanya berbasa basi
" Kelakuan apa itu hah.... berjoget tanpa Celana di kantor, apa kau sudah gila?? keluar jangan bersembunyi di balik meja!! " ucap Sean marah.. Billy berlahan berdiri sambil memakai celana panjangnya
" Ia boss.. Memang aku sudah mulai gila.... kerjaan banyak banget , Suprie ngak ada... Lisa ngak ada Sekretaris lagi cuti melahirkan hik hik... bahkan sekedar ke loundy aja ngak sempat hua hua hua ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" curhat Billy membuat alis Sean mengkerut
" Begitu banyaknya karyawan di PT. Kila... Cari dong satu jadi asisten mu, gitu aja kok repot "jawab Sean
" Bos... sekarang aku baru merasakan susahnya jadi bos... setiap merekrut asisten selalu saja mengodaku membuatku pusing bos hu hu hu, Emma tolong aku " ucap Billy dengan lebainya 😅😅😅
Terdengar suara HP yang kini berpindah ke tangan Emma
" Billy sayang... Kenapa kau kucel sekali... ngak ada yang urus ya... kasihan.... " suara Emma terdengar sedih, Billy langsung saja bertampang sedih
" Iyaa Emm... boleh ngak aku cuti... aku mau ke Inggris menemanimu saja, boleh ya.. biar bos yang ke Jakarta... please " ucapnya sambil merapatkan kedua tangannya
" Enak saja!! t i d a k a d a c u t i untukmu " suara tegas Sean terdengar dari kejauhan
" Daddy... apaan sih kasian dong Billy di suruh kerja terus " protes Emma
" Billy nanti 3 bulan lagi kau boleh cuti dan pulang ke Inggris , Kau harus menemaniku melahirkan OK... " ucap Emma membuat Billy tersenyum kembali
" OK... OK... OK... " sahutnya senang
" Apaaa... tidak " protes Sean
" Daddy....!! " balas Emma membuat Sean terdiam seketika melihat Emma mulai marah nyalinya langsung ciut
" OK Billy.. bekerja yang rajin ya, Nanti kalau anak Pak Sabeni melamar pekerjaan tolong kamu urus ya... bye bye " putus Emma, Billy langsung berkacak pinggang di depan Suprie
" Awas kau upin... aku akan membalasmu, Ayo bersiap temani aku rapat di Kantor PT. Bulan " ucap Billy masih keki dengan Suprie
" Makanya jadi orang jangan jorok... kapok ...wekk... " balas Suprie cuek
Di perjalanan....
" Prie Nanti jangan jauh-jauh dari aku ya... Soalnya pemilik perusahaan PT. Bulan itu janda, rumornya suka mengoda clients nya... hih horor gua Prie "
" Halahhh cemen banget lo Bill... ma janda aja takut, nyonya Emma juga janda kenapa kamu ngak takut "
__ADS_1
" Kalo jandanya berkelas dan elegant seperti Emma ngak bakalan gua takut Prie... ntar lo liat aja jendes yang satu ini... sereeemmm "
" Emang kunti serem..."
" Ini mah lebih serem dari kunti, sumpah Prie.. ntar lo liat aja ya kalo ngak percaya " ucap Billy sambil memegang bulu romanya yang berdiri.
" Dulu Ni jendes asli orang betawi.. nah dia jadi tkw ke luar negri dan nikah ma bule tua Kaya di sana, ngak lama ji un lakinya nah dia jadi kaya raya Prie... jadi balik ke Jakarta buat perusahaan "
" Oo begitu "
" Nah isunya Lagi... katanya tu jendes terobsesi ma mantan pacarnya waktu sma, sampai sekarang dia kasih nyariin mantannya itu... yang aneh ya Prie nama mantannya itu sama Kaya lo... he he Jangan-jangan mantan lo Prie " ucap Billy
" Ih gua mah sma ngak punya mantan, pacar gua satu ya sista Fatimah aja ...tapi kalo yang naksir gua emang banyak he he " ucap Suprie bangga
" Cih... muka Kaya gerbang tol gitu banyak yang naksir? pada katarak kali tu cewek " olok Billy
" Lha ni bocah di omongin juga, dulu gua sekolahnya di SMK jurusan keuangan 80 % muridnya perempuan, jadi ya tampang kayak gini juga jadi rebutan tau ha ha ha " gelak Suprie mengenang masa sma nya dulu
" Lha terus kok bisa jadi pengawal gimana ceritanya, Jauh banget menyimpang...atorankan lo jadi tukang kredit Panci "
" Sembarangan.. Pletak.. " Suprie mengetok kepala Billy gemez pake banget 😅😅
" Waktu gua lulus smu... babenya Fatimah maunya punya menantu tentara apa Polisi, Karena Fatimah anak satu2nya, mau ngak mau gua ngelamar jadi TNI... Untungnya keterima Bill kalo ngak bunuh diri kali gua... Soalnya gua cintaaaaa banget ma Fatimah he he "
" Itu mah rezeki anak sholeh Bill he he "
" Iya kamu Ketiban rezeki Fatimah kena musibah " balas Billy
Cerita pun terhenti karena mereka sudah sampai ke tempat tujuan. Billy dengan diikuti Suprie dan 2 orang pengawal lainnya memasuki ruangan yang telah di tunjuk.
2 pengawalnya hanya menunggu di luar ruang rapat... hanya Billy dan Suprie yang masuk, Di dalam sudah ada beberapa perwakilan perusahaan lain yang bersaing menenangkan tender pengadaan barang dari PT. Bulan.
Setelah semua peserta tender hadir sang pemilik perusahaan pun datang di kawal 2 wanita, dengan memakai gaun ketat pendek berwarna merah, rambut panjang ikal berwarna coklat terang tak lupa kacamata hitam yang selalu di pakainya.
Setiap perusahaan telah melakukan presentasi termasuk PT. Kila. Pemilik PT. Bulan tak mengeluarkan satu patah Kata pun... Namun pandangan matanya selalu mengarah ke Billy dan Suprie membuat keduanya Merasa merinding.
" Bener lo Bill... tu nyonya bikin merinding, ngak nyadar apa kulitnya hitam kok dandanannya kayak gitu jadinya lebih parah dari ondel-ondel " bisik Suprie
" Apa gua bilang... liat aja pakaiannya, payudaranya aja sampe mau keluar gitu hih maka ngeliatnya ke sini terus lagi " balas Billy
" Baik para peserta tender... nyonya Muni sudah memutuskan pemenang tender silahkan anda mendengarkan " ucap asistennya... Muni pun berdiri dan melepas kaca matanya dan menyelipkannya di dadanya. Dengan sensual ia berjalan ke tengah-tengah peserta rapat
__ADS_1
" Tanpa banyak. cingcong... pemenang tender kali ini adalah PT. Kila, saya tak menerima protes dan sanggahan...Silahkan you and you mengikuti saya... kita langsung tanda tangan kontrak " ucapnya sambil menunjuk Suprie dan Billy
Keduanya saling berpandangan lalu mau tak mau mengikuti nyonya Muni sang pemilik PT. Bulan.
Sesampainya di ruangan Muni... keduanya di persilahkan duduk di sofa, asisten Muni segera memberikan dokumenter agar di pelajari Billy dan Suprie... tak lama Muni duduk di depan keduanya
" Baiklah tuan Billy... saya akan tanda tangan dengan syarat saya boleh berbincang2 dengan rekan anda " ucap muni
" Ha.... what.... " keduanya terkejut... Billy tersenyum
" Ah lega.. kena kau Suprie kapan lagi aku bisa membalasmu Jika tidak sekarang he he " ucap Billy dalam hati
" Deal.... " jawab Billy tanpa ragu
" Bil... gila lo " protes Suprie
" Lha gimana berbincang doang kok Prie.. ngak ngapa-ngapain, Katanya lo ngak takut ... iya kan nyonya Muni? " tanya Billy pada Muni
" Ya tuan Suprie... hanya berbincang saja " jawab Muni sambil tersenyum penuh misteri, mau tak mau Suprie mengalah. Tak Pake lama dokumen sudah di tanda tangani, Billy segera berdiri dan berpamitan
" Prie gua langsung pulang ya ngambil loundry an gua... Lo bisa langsung pulang sendiri he he " ucap Billy sambil memainkan matanya
" Tungguin gua napa Bil... ngak lama kok " pinta Suprie yang mulai pucat
" Silahkan anda pulang saja tuan Billy... Nanti saya yang akan mengantar Suprie " potong Muniroh terkesan tak sabaran mengusir Billy
Sepeninggal Billy, Suprie di persilahkan duduk kembali di sofa...
" Kak... Kakak beneran ngak ingat ama aku? " tanya Muniroh membuat Suprie kaget bukan kepalang
" Nyonya kenal saya? "
" Kak... ini gua kak... mantan kakak... Muniroh kak... " ucapnya sambil duduk di paha Suprie
" Mu-ni-roh.....?? elu Muniroh yang itu ? yang ngejar-ngejar gue dulu.. yang rambutnya kribo??? " tanya Suprie shoc
" Iya kak... aye Mu-ni-roh, fans kaka no satu, aye udah nyari-nyari kakak... aye masih cinta ama kakak, ayo kita nikah kak " ucap Muniroh lalu mencium bibir Suprie membuat Suprie melotot.....
Ancreetttt..... bisa bisanya ketemu lagi ma Ni perempuan...... teriak Suprie dalam hati
See you next eps
__ADS_1
Di tunggu kelanjutannya besok sista
Jangan lupa untuk like komen dan votenya ya