
" Bisa... ini perintah, aku hanya bisa menolerirnya selama itu saja.... setelah itu gunung kembar itu menjadi milikku kembali " ucapnya tanpa dosa
" Whatttt...???? " Emma hanya bisa ternganga mendengarnya
" Pletak..... hei anak nakal, enak saja kau mau menghentikan asi ekslusif twins... Kau saja dulu menyusu sampai lebih dari 2 tahun " omel Marsha setelah mengetok gemas kepala Sean, anak somplaknya itu
" Sakit mam...."
" Habisnya kau maunya menang sendiri !!" celoteh Marsha tak habis-habis pikir dengan pemikiran Sean
" Sekarang kemari kau... anak nakal, kita perlu bicara " Marsha mengajak Sean duduk di balkon kamar
" Katakan pada mam...mengapa kau mengatakan hal itu pada Emma, kau tau Sean... asi itu sangat penting untuk kedua Anakmu paling tidak sampai 6 bulan kedepan... mengerti!! "
" Kau tau asi dari Emma akan menjadi makanan yang paling bergizi untuk twins, dalam asi juga terdapat zat yang membuat anakmu menjadi sehat dan tidak gampang sakit, mengerti!! "
" Ya Mam... mengerti.... "
Sean mengaruk kepalanya... bagaimana caranya agar tujuannya tercapai tanpa Marsha marah
" Apa kau tak menyayangi kedua anakmu hah!! yang kau pikirkan hanya boy mu itu saja... mam potong nanti baru tau rasa " omel Marsha lagi
" Mam...tega sekali sih.... . tentu aku sangat menyayangi twins, mereka anak-anakku... darah dagingku "
" Lantas.... "
" Sekarang kan aku harus puasa 40 hari Mam, Mam tau betapa beratnya itu untukku...apa mam tak kasihan padaku? "
" Tidak.... lanjut!! "
" Setelah 40 hari... aku minta waktu berdua Emma... 2 hariii saja mam, jadi jika twins minum susu formula... mam bisa membawa twins ke Mansion mam selama 2 hari... ya Mam... please " rayu Sean
Marsha menghela nafas panjang.....
" Sean Sean mengapa yang ada di otakmu itu hanya **** saja, kalau hanya itu tak perlu menghentikan asi nya Sean... Nanti asi nya Emma bisa di sedot dengan alat lalu di simpan di freser untuk stok nya twins selama 2 hari " jelas Marsha
" Oh ya... bisa begitu Mam.... hebat sekali....he he Jadi setiap malam aku dan Emma bisa tidur nyenyak berdua selama stok asi nya ada... twins bisa di tangani baby sister di malam hari " ucap Sean senang sudah membayangkan kegiatan malamnya tak akan terganggu, Ia bisa menguasai Emma sepuasnya he he
" Pletak..... dasar kau dimana seninya memiliki anak jika malam kalian tak terganggu, Kau itu Sean maunya menang sendiri " kembali Marsha mengomeli karena pemikiran anaknya yang rada2 itu.
" Aku kan belum puas bulan madunya Mam... wajarlah " ucapnya pelan
Akhirnya Marsha meninggalkan Sean... Ia kembali masuk ke ruangan... terdengar Princess menangis, rupanya ia juga lapar.
" oh cucu oma cantik lapar juga ya, sini minum susu dulu dengan mamamu " ucap Marsha lalu meletakkan nya di sebelah Emma lalu mengambil prince yang sudah tertidur si lengan Emma
" Apa yang kalian bincangkan di luar Mam? " tanya Emma
__ADS_1
" Huh Emma... Emma, Maafkan anak mam yang egois itu...biasa persiapan setelah puasa 40 harinya " sahut Marsha membuat Emma tertawa geli
Sean pun tak lama menyusul..... sambil menelfon
" Iya Bill... nanti kalau sampai di sana bilang saja, alat untuk menyesot asi..paham, beli 2... nanti malam bawa ke rs " titahnya tak mau di bantah
" Sean... ngak sekarang juga kali beli alatnya, Nanti saja kalo sudah sebulan " ucap Marsha
" Tidak Mam..... twins perlu banyak stok asi hehehe, bukankah begitu sayang nya daddy " ucapnya sambil membelai lembut rambut princess
" Terserahmulah Sean, mam pusing dengan tingkahmu itu...Emma mam pulang dulu, manti malam mam kemari lagi " pamit Marsha
" Mam istirahat saja malam ini ... sudah berhari2 menjaga kami, besok aja datangnya kan ada Sean Mam " jawab Emma, Marsha berfikir sejenak
" Mam bukannya menghawatirkan twins, mam lebih menghawatirkanmu kalau si Kucing garong itu tak di awasi " jawab Marsha membuat Sean mendelik
" Mam... aku tau diri mam, istriku masih sakit masa aku mau macam-macam, sana urus saja papah yang sudah mulai sakit kepalanya " jawab Sean
" Cih kalian berdua sama saja....ya Tuhan......" keluh Marsha begitu mengingat suaminya yang memang sejak kemaren sudah seperti cacing kepanasan
Akhirnya Marsha pun pulang, Ia akan kembali lagi besok pagi. Sean masih betah mengelus rambut Princes yang tebal, Walaupun Ia sudah tertidur kembali... tangannya berlahan menyentuh bibir mungilnya
" Sayang.... nanti jika besar Princess pasti banyak yang memperebutkannya, Ia akan tumbuh menjadi gadis yang teramat sangat cantik " ucap Sean
" Benarkah daddy?? "
Sean kembali ke ranjang Emma dan duduk di sebelahnya, di pandanginya wajah cantik di depannya itu
" I miss you... " bisiknya lalu mendekat dan mencium bibir Emma, Sean menyesapnya dengan penuh perasaan, senyum kecil terukir di wajahnya saat Emma membalas ciumannya.... keduanya saling bertukar salifa dalam hening, tangan Sean mulai beraksi menjalar... menyusuri bukit kembar favoritnya di ikuti dengan bibirnya
" Ohh Emma aku sangat rindu dengan keduanya.... " desahnya Sean saat menciumi dada Emma namun....
" Oek.... Oek.... Oek..... " tiba-tiba Price menangis keras mengagetkan Sean
" Ohhh Prince... kau menganggu daddy saja,..... " keluhnya lalu berdiri dan mengambil Prince dan menyerahkannya pada Emma, Emma menyambutnya sambil tersenyum geli
" Daddy sih... mau mengambil jatah Prince, tentu saja dia marah... ya kan son? ha ha ha " ucap Emma membuat Sean prustasi
" Prince.... jangan serakah, berbagilah dengan daddy... jika tidak daddy akan menghentikan jatah asi mu " ancamnya... seolah-olah anaknya bisa mengerti saja
Namun seakan-akan mengerti... Prince melepas ****** susu Emma dan kembali menangis dengan nyaring
" Oekkk Oek Oekkk " tangisnya seolah-olah memarahi daddynya
" Shut.... ia ia sayang... daddy tak akan mengambil susumu ya, kau boleh menikmatinya sepuasnya... okay... " bujuk Emma sambil melotot pada Sean karena memarahi Prince
Sean hanya bisa diam, Ia lalu berebah di sofa berusaha menghilangkan hasratnya yang tadi sangat mengebu-gebu.
__ADS_1
" Sayang..... nanti kalau twins tidur, tak bisakah si boy di treatment seperti dulu... aku sangat tersiksa sayang " tanya Sean dari sofa
" Nanti kalau lukaku sudah sembuh daddy...kau kan tau bergerak saja aku masih susah, Sabarlah ya " jawab Emma, Sean menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar
" Kau dengat itu boy..... Sabar... sabar.. sabar... Jangan sering-sering bangun, membuatku pusing 7 keliling " omelnya pada si boy yang nampak masih berkedut hebat... 😅😅😅
Emma hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat kelakuan si Kucing garong yang nampak prustasi
" Sayang... sebaiknya selama 40 hari ini kau bekerja saja ke Kantor, untuk mengurangi stress mu itu " bujuk Emma...
Namun Sean tiba-tiba teringat sesuatu
" Emma apakah mantan suamimu dulu boy nya di sunat ? " tanyanya
" Mengapa kau bertanya itu Sean? "
" Jawab saja!! "
" Tidak.... "
" Ohh begitu, sayang... kalau aku sunat bagaimana? "
" Mengapa kau mau sunat ? " tanya Emma heran
" Kata Jhon.. Sunat baik untuk kesehatan dan juga membuat membuat boyku bentuknya ada helmnya nya, Katanya wanita lebih Suka... kau mau?? " tanyanya serius sambil duduk lalu berjalan Lagi ke ranjangnya meletakkan kembali Prince ke tempatnya
" Mau ?... apa maksudmu Sean? "
" Kalau kau mau aku akan sunat... agar kau puas saat kita ML , aku takut jika kau kurang puas nanti kau akan melirik boy yang lain " jawab Sean
Emma memandangi suaminya dengan teduh
" Sean... aku bukan wanita yang seperti itu, aku sangat setia... " ucapnya sambil mencium punggung tangan Sean
" Sungguh... Tapi.... "
" Sudah... kunci pintu dulu " titah Emma
" Mengapa dikunci ?.. nanti perawat ketok-ketok malah menganggu "
" Kunci saja... gara-gara si boy tidak terlampiaskan membuat pikiranmu jadi ngak jelas...cepat aku mau treatment si boy sebentar... mumpung si Twins tidur " sahut Emma membuat wajah si Kucing garong langsung sumringah, tanpa diperintakan kedua kali ia langsung mengunci kamarnya dan membuka pakaiannya
Akhirnyaaaaa....Emma bisa tidur siang dengan damai bersama twins, begitu pula si Kucing garong tertidur dengan senyum di wajahnya setelah mendapat treatment dari Emma
Wesss sekarepmu Sean
See you bye bye
__ADS_1
Love you all, terimakasih sudah membaca karyaku selama ini