
" Mengapa kau tak berani memeriksanya...? " tanya Eric... air mata Ida akhirnya mulai keluar, Ia memukul-mukul dada Eric dengan kesal
" Ini semua karena kau... Eric, karena kau hik hik hik..... " Ida tak bisa meneruskan kalimatnya, dadanya terasa sesak tangannya tak berhenti memukul dada bidang Erik
Eric membiarkannya saja sampai Ida merasa lelah dan berhenti sendiri, Eric menghapus air mata yang masih tersisa di pipi mulus itu
" Sudah meweknya ?... sekarang katakan apa salahku " tanya Eric... Ida bergerak memunggungi Eric
" Setelah pulang dari pulau... kau jarang sekali menghubungiku, alasanmu kau sedang sibuk ...mana tau itu hanya alasanmu untuk menghindariku dan kemudian meninggalkanku. Itulah alasannya aku tak mau mencari tau apakah aku sedang hamil atau tidak...aku belum siap memikirkan jika aku hamil dan bayiku tak memiliki ayah hik hik " jelas Ida tetap memunggungi Eric
Eric tersenyum simpul mendengarnya, tangan Eric berlahan bergerak meraba perut rata Ida
" Ida... sekecil itukah kepercayaanmu padaku, aku sungguh2 sibuk menyelesaikan pembangunan villa kita di pulau bahkan pekerjaan tak berhenti 24 jam. Apakah kau tau sehari aku paling tidur hanya 2 atau 3 jam, berat badanku saja turun 5 kg. Kau fikir untuk apa aku siang malam mengerjakannya hah? itu semua agar aku bisa segera melamarmu sayang " bisik Eric
Ida terdiam mendengarnya....
" Benarkah...? kau tak bohong Eric " tanya Ida sambil membalik posisinya hingga kini menghadap Eric
" Aku fikir kau malah bersenang2 dengan wanita lain di sana " ucap Ida
" Dasar kau wanita bodoh.... di London kami tak kekurangan wanita-wanita cantik, lalu untuk apa aku terbang sekian jauh kemari dan kini berada di hadapanmu sekarang hem.... itu karena aku mencintaimu Ida...hanya kamu " ucap Eric serius
" Mengapa semua perkataanmu seperti seorang perayu ulung Eric ? Berapa banyak wanita yang sudah jatuh karena rayuan gombalmu itu " tanya Ida tetap sangsi
" Baiklah... sekarang begini saja, jika aku bisa membuktikan semua ucapanku apa kopensasinya hem....? " tantang Eric
" Kopensasi..? ini bukan masalah bisnis Eric, ini masalah hati " jawab Ida
" Konpensasi itu adalah hukuman untukmu karena telah meragukan ketulusan cintaku padamu "
" Baik... katakan apa yang kau inginkan" jawab Ida
" Kau tau apa yang kuinginkan... " jawab Eric tersenyum mesum
" Dasar kau bule mesum, aku ragu kau tulus mencintaiku sepertinya kau hanya menyukai tubuhku , buktinya di otakmu itu hanya ingin bercinta saja " omel Ida
__ADS_1
" Ida kita bukan lagi anak abg yang hanya puas dengan berpegangan tangan dan berciuman, kita sudah dewasa... implementasi dari rasa cinta kita adalah dengan melakukan penyaluran hasrat yang ditimbulkan dari rasa cinta " balas Eric
" Isss.... lihatlah siapa yang berbicara, seorang duda kesepian seolah-olah Kau adalah dokter cinta. Ya terserahmu lah Eric, mana buktinya... aku ingin melihatnya " tanya Ida pasrah. Eric mengambil hp nya lalu membuka galleri fotonya
" Kemari... aku ingin kau melihatnya sambil duduk di pangkuanku !! " titahnya, mau tak mau Ida pun duduk di pangkuan si duda mesum itu. Ida pun melihat foto2 pembangunan villa dari semenjak Ia kembali ke Bali hingga saat ini.
Saat Ida asik melihat galleri foto, Ericpun juga asik.. bibirnya menyusuri pundak Ida dan berhenti di leher Ida, Ia menciumi leher Ida yang begitu wangi dengan gemasnya, tangannya bergerilya kemana-mana... ahh Ia sangat ingin melahap nya lagi, seporsi tadi masih sangat kurang
" Eric.... villanya sudah selesai.. cantik sekali, lalu ini apa? " tanya Ida sambil menyodorkan foto sebuah undangan
" Itu adalah foto undangan pernikahan kita, lihatlah tanggalnya 2 minggu dari sekarang "
" A.. apa?? 2 minggu dari sekarang ..kau bahkan belum melamarku Eric " protesnya tak percaya
" Aku akan melamarmu malam ini, aku sudah memberi tahu kedua orangtuamu bahwa aku akan datang malam ini "
" Bagaimana jika orang-orang tuaku tak merestuimu? "
" Aku akan tetap membawamu ke pulau 3 hari lagi, dengan restu atau pun tidak...tapi siapa yang akan menolak lelaki tampan seperti ku untuk menjadi menantunya " jawab Eric dengan percaya diri
" Kau tak akan menolakku sayang, Karena sudah ada calon putri kita di sini " ucap Eric sambil membelai perut rata Ida
" Putri...? jangan kau katakan kau tau Jenis jelaminnya dan belum tentu aku hamil.... "
" Pasti seorang Putri aku berani bertaruh, Karena wajahmu terlihat semakin cantik dan bersinar mengalahkan bulan dan matahari "
" Cih sebelum kemari kau menghabiskan berapa botol Madu duda mesum... semua ucapanmu sangatlah manis " omel Ida namun tak ayal membuat pipinya memerah seketika
" Dan jika kau sekarang belum hamil... besok kau pasti hamil setelah aku melakukan ini...... " bisik Eric lalu mulai mencium Ida kembali, miliknya semenjak tadi telah berteriak minta di puaskan
Kembali keduanya memadu kasih..Eric sangat pandai memuaskan Ida dengan berbagai cumbuan dan kekuatannya dan itulah yang membuat Ida begitu menyukainya sejak pertama kali mereka melakukannya. Eric bukanlah pria yang egois dalam bercinta, Ia selalu memuaskan Ida terlebih dahulu baru Ia menyelesaikan bagiannya.
Kamar Ida kembali sedikit ribut, ranjang hanya bisa menjadi saksi bisu pergumulan keduanya. Keduanya hanyut tanpa mengetahui bahwa di ruang tamu seorang Bobby sudah menunggu selama setengah jam.
Andre tentu tak berani menganggu bos nya yang sedang melepas rindu saat ini, ia sangat mengetahui betapa Eric sangat merindu karena ia selalu mendampinginya selama ini. Eric ke Bali bukan tanpa rencana dan persiapan, semua rencananya telah disusun hingga dalam waktu 3-4 hari mereka sudah akan memboyong Ida sekeluarga ke Pulau.
__ADS_1
" Sampai kapan aku harus menunggu? siapa kalian sebenarnya.. mengapa kalian menghalangiku bertemu mantan istriku " cecar Bobby kesal namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena tak mungkin ia melawan 10 orang bodyguard yang berjejer di ruang tamu
" Kami adalah pengawal tuan Eric... calon suami nyonya Ida, jika ingin bertemu nyonya kau hanya bisa bersabar " sahut Andre
" Apaaa..... calon suami Ida? cih Ida akan kembali padaku, ia tak mungkin bisa melupakanku ..cepat panggilkan Ida kemari " jawab Bobby bertambah kesal, Andre tak bergeming Ia hanya memegang hp nya dan mengirimkan sebaris kalimat pada Eric
πΎπΎπΎπΎ
Selesai dengan sarapan plusnya Ida kini tengah tertidur karena kelelahan, Erik pun berebah sambil memeluk tubuh Ida... Ia menyesap wangi tubuhnya Ida yang sangat dirindukannya itu.
Bunyi ting dari hp nya menandakan ada pesan masuk dari Andre, apa yang terjadi? Andre tak mungkin menganggunya jika tak penting. Berlahan Erik melepaskan pelukannya , ia lalu duduk sambil membuka hpnya
" Ada mantan suami ny. Ida di bawah " padat singkat isi chat tersebut, Eric lalu menelfon Andre
" Suruh Ia menunggu sebentar, bawakan pakaian gantiku sekarang !! " titahnya lalu meletakkan kembali hpnya nya
Erik membelai rambut Ida yang sedikit berantakan
" Beristirahatlah cantik... aku akan menyelesaikan mantanmu itu " ucapnya lalu bergegas ke kamar mandi
15 menit kemudian......
Dengan memakai pakaian casualnya Eric menuruni tangga, ia terlihat begitu tampan dan bahagia. Bobby yang melihat seorang pria keluar dari kamar Ida langsung merasa geram.
" Perkenalkan ini tuan Eric Mayor... calon suami ny Ida....tuan ini adalah mantan suami my Ida... tuan Bobby Saputra " ucap Andre, Eric hanya mengangguk sekilas lalu duduk di sofa dengan elegant seolah-olah Ia adalah pemilik rumah
" Silahkan duduk tuan Bobby, ada yang bisa saya bantu? " tanya Eric sambil menyalakan rokoknya dengan santai
" Apa yang kau lakukan di kamar kami? " todong Bobby tanpa basabasi
Nah lho... mantan ketemu calon, jiahhh tunggu lanjutannya sista . Selalu nantikan ATM setiap harinya ya.... jangan lupa thor selalu menunggu vote dari kalian ya.... ππ
Gimana ngak rontok hati Ida.... babang Eric cakep Pake bingits... π€π€
__ADS_1