
Hai sista tercinta... kita lanjut ya ATM nya, penasaran kan gimana jadi nya 2 generasi Brown tidur tanpa istri masing masing... πππ
" Pa... bagaimana jika Mam serius, sebulan akan tidur dengan Emma... tidak pa aku tidak kuat... dan tidak rela " omel Sean
" Huff kau tau mamamu Sean, ia tak bisa di bantah. Makanya kau berjanjilah pada mamamu kalau kau tak akan menganggu istrimu selama sebulan " jawab Daniel
" Ya Tuhan... sebulan seperti ini, bisa-bisa jadi zombie aku pah.. hik.. hik.. hik " Sean membalik badannya dan menyembunyikan kepalanya di bawah bantal karena kesal, Daniel kembali hanya bisa menarik nafas panjang... ia teramat mencintai istrinya sehingga ia tak pernah bisa membantah keinginan Marsha
πΊπΊπΊπΊ
Sementara itu di kamar para wanita
" Mam apakah papa tak keberatan jika Mam menemaniku, kasihan sekali papa sepertinya sangat sedih " tanya Emma
" Biarkan saja Emma , Daniel itu memang lebai ha ha.. sesekali kita beri mereka pelajaran hemm, sekarang tidurlah...kau harus banyak istirahat. Ingat penerus keluarga Brown ada di sini " ucap Marsha sambil mengelus perut rata Emma
" Apakah benar - benar satu bulan ma? "
" Ha ha kita lihat saja nanti, mesinmu harus diistirahatkan dulu paling tidak seminggu sayang " jawab Marsha
" Mam apakah papa Daniel juga sekuat Sean? " tanya Emma malu-malu
" Hemm sepertinya Sean lebih kuat ha ha ha, namun mereka berdua berbeda sayang... dulu papa Daniel adalah seorang play boy sedangkan Sean malah sebaliknya... namun mereka berdua sama-sama sangat penyayang dan cemburuan " keduanya tertawa bersama sampai lelah dan tak lama kemudian tertidur dengan senyum di wajah mereka.
Pagi menjelang dua generasi Brown bangun dengan lemas, mereka segera menuju ke kamar Sean dimana pujaan hati masing-masing berada. Sean segera membuka kamarnya, terlihat Marsha sudah bangun dan sedang membuka gorden kamar. Marsha memberi kode agar tidak ribut karena Emma masih tidur dengan nyenyak.
Marsha menarik kedua pria itu agar keluar dari kamar
" Mandi dulu baru ke kamar, hari ini kita sarapan di balkon kamar Sean saja, karena Emma tak boleh turun naik tangga dulu " ucapnya
" Mam sarapan saja dengan papa, biar aku yang menemani Emma Mam "usul Sean
" No... Mam tidak akan meninggalkan Emma walau sedetikpun, mengerti!! sekarang pergilah " usir Marsha, dengan kesal Sean kembali ke kamar papanya sedangkan Daniel memeluk istrinya dan mengecup keningnya dengan mesra
" Bisakah kau tidur nyenyak tanpa aku di sampingmu sayang? " tanya Daniel
" Tentu saja... aku tidur sangat nyenyak " jawab Marsha
__ADS_1
" Papaaaa.... aku tak boleh memeluk istriku, maka itu berlaku juga untuk papa !! " teriak Sean dari depan kamar membuat Daniel kesal
" Kau itu dasar anak tak tau diri, papa sedang berusaha merayu mamamu... kau malah menganggu Pletak... " Daniel kesal sampai mengetok kepala Sean
" Huh bilang saja mau curi-curi, tidak bisa.... ingat pa kita harus senang bersama dan sengsara bersama " jawab Sean tak mau kalah
Pagi itu mereka sarapan di balkon kamar Sean, Sean yang duduk di sebelah Emma terus saja memegang erat tangan Emma dan berulang kali mencium punggung tangan istrinya
" Sean... sean seperti seminggu saja tak bertemu istrimu, kau memang selebai papamu ini " tegur Marsha
" Biarkan saja... Mam jahat " jawabnya kesal
" Ini semua karena kesalahanmu sendiri, bagaimana kau tak memberi istirahat istrimu sampai ia pingsan seperti itu.. sudah sekarang habiskan sarapan kalian dan bekerja keraslah.. kalian harus menghasilkan banyak uang karena tak lama lagi keturunan Brown akan bertambah, Mam tak mau cucu Mam hidup susah " celoteh Marsha.. membuat keduanya terdiam
" Ya ok nyonya besar " sahut Sean lemas
" Sayang.. bagaimana jika kita membuat lift, jadi Emma tak perlu turun naik tangga " usul Daniel
" Benar juga... Oh kau memang pintar sayang, baik segera buat " sahut Marsha sambil mencium pipi Daniel, Sean juga tak mau kalah ia mencium pipi dan kening istrinya juga
" Ya Tuhan... mataku terkontaminasi, mengapa kalian selalu saja bemesraan dimanapun berada " protes Billy yang baru saja datang
" Kan aku juga mau merasakan kehangatan berada di tengah keluarga " sahut Billy sambil nemplok di dinding dengan sedih
" Kemarilah Billy, sini duduk di sebelahku " ajak Emma membuat mata Billy langsung berbinar
" Tidak.... Billy kau sarapan di bawah saja dengan Suprie, aku tak mau diganggu pagi ini " Sean kembali mengusir Billy
" Bos memang kejam huh.... " Billy akhirnya keluar dari kamar sambil meraju
" Sean.... "
" Tidak Emma semalam aku sudah tak bisa tidur, aku tak mau pagiku bersamamu terganggu sayang " ucap Sean manja, mereka pun menghabiskan sarapan sambil berbincang ringan
ππππ
5 hari berlalu dengan cepat menurut Emma dan Marsha, keduanya semakin akrab dan saling menyanyangi. Namun berbeda dengan Duo Brown, di hari kelima ini Keduanya semakin tersiksa. Kantung mata mereka terlihat jelas karena kurang tidur dan kurang belaian π π .
__ADS_1
Mereka bahkan ke kantor mengenakan kacamata hitam, agar tak terlihat mata panda mereka. Senyum pun tak pernah hadir di bibir keduanya saat di kantor. Duo Brown benar-benar seperti zombie berjalan ππ π .
Dan siapa lagi yang jadi sasaran kemarahan keduanya jika bukan ipin dan upin saat di kantor.
Saat ini Billy sedang bersembunyi di toilet, sudah 1 jam kupingnya menerima omelan mesra... ia sudah tak tahan
" Ya Tuhan jika begini terus, aku akan mati muda.. hik.. hik.. hik " rutuknya dalam hati
" Tut.. tut.. tut... Emma... ada apa dengan bos dan big bos, beberapa hari ini mereka selalu marah-marah di kantor? " tanya Billy begitu Emma mengangkat telfonnya
" Ini tante bukan Emma, biarkan saja kalau mereka berdua marah... kau pulang saja ke Mansion, Emma mencarimu jangan lupa mampir dulu ke toko bakery belikan Emma puding dan chesse cake " sahut Marsha
" Siapp tante.... he he asik, gue bebas hari ini " teriak Billy dari dalam toilet
" Billy... keluar kau, lama sekali. kau ke toilet mau tidur? " gelegar suara Sean membahana di toilet, Billy segera keluar
" Boss di pending aja dulu marahnya, aku di suruh tante ke Mansion sekarang, nona Emma mencariku.. bye bye " sahut Billy sambil berlari keluar kantor
" Apa... Emma mencarimu ? bagaimana mungkin suaminya kan aku, mengapa kau yang di cari.. Billy kau tak usah ke Mansion aku saja.... " teriak Sean namun Billy cuek saja
" Bye.. bye boss he he " Billy mengolok Sean sambil mengendarai mobilnya.
Dengan wajah memerah Sean mendatangi papanya
" Papa... aku sudah tak tahan lagi, malam ini suruh saja maid memberi obat bius di makanan Mam, jadi Mam cepat tidur lalu angkat ke kamar papa.... " usulnya sambil mengacak-acak rambutnya
" Memangnya kau berani melakukannya, kalau mamamu tau dan marah... bisa-bisa hukumanmu di tambah " sahut Daniel
" Ya jangan sampai ketahuan dong pa...... "
" Hemm baiklah, tapi papa bicara dulu dengan mamamu.. kalau mama masih berkeras baru kita lakukan "
Keduanya saling tos dan tertawa pelan.
Hadehhh baru 5 hari, sudah pada kriminal tuh otak... πππ
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan terutama Voteee yang banyak ya sista